AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 7 : PERJALANAN HENDERSON MENCARI RELIC ARES (4)



Henderson mulai menaiki tangga secara terus menerus. Akan tetapi, hasilnya nihil. Henderson tidak menemukan ujung dari tangga tersebut. Henderson mengira bahwa ia sedang berputar putar pada tangga tersebut. Pada akhirnya henderson berhenti sejenak untuk istirahat, selama ia beristirahat ia mulai berfikir bagaimana caranya ia keluar dari lingkaran tiada batas ini, henderson pun berfikir dan minum. Seketika ia teringat bahwa ujian pertama yang ia lakukan adalah kesabaran.


"Astaga aku melupakan esensi dari ujian ini. Kalau tidak salah ujian ini adalah kesabaran, maafkan aku dewa ku. Aku tidak sadar akan apa yang kau uji. Baiklah aku akan melanjutkan perjalanan ini dengan hati yang penuh keikhlasan dan berpasrah diri" ucap henderson dengan penuh semangat karena mendapatkan petunjuk dari ujian pertama tersebut.


Henderson pun melanjutkan perjalanan dan ujian yang sedang ia lakukan. Ia terus mencoba dan mencoba akan tetapi hasilnya nihil, ia mencoba terus hingga ratusan kali, hingga ribuan kali akan tetapi hasilnya nihil. Henderson pun percaya bahwa walaupun peluang berhasilnya adalah satu persen dan peluang kegagalannya adalah sembilan puluh sembilan persen, maka henderson hanya membutuhkan satu persen tersebut untuk mengubah hasil kegagalan dengan nilai sembilan puluh sembilan persen. Karena henderson telah sabar dan tidak menyerah bahkan setelah percobaan ke ribuan kalinya, ia melihat bahwa terdapat kuil kecil diujung tangga tersebut. Sontak henderson merasa sangat senang karena ujian pertama yang ia lalui sudah berhasil. Henderson pun pergi menuju kuil tersebut, tak lama henderson melihat seorang wanita yang terlihat seperti penjaga kuil tersebut.


"Apakah kau adalah henderson, bagaimana kabarmu nak. Kau telah berhasil untuk melewati ujian kesabaran, kami sangat bangga kepada mu nak" ucap wanita tersebut.


"Terimakasih, tak ku sangka. Aku bisa menyelesaikan ujian pertama yaitu kesabaran. Lantas, siapakah dirimu? Mengapa kau bisa tahu nama ku?" Ucap henderson.


"Oh iya, aku lupa untuk memperkenalkan diri. Perkenalkan aku adalah satu dari tiga penjaga yang membimbingmu kepada relic ares" ucap wanita itu.


"Aku adalah henderson, lantas bagaimana kau bisa mengetahui nama ku" ucap henderson.


"Aku merupakan bawahan dari ares dan selena" ucap wanita itu.


"Baiklah, bagaimana aku dapat melanjutkan ke tahap ke dua" ucap henderson.


"Baiklah kau dapat melewati lorong itu, lorong itu terhubung dengan area ujian ke tiga" ucap wanita itu.


"Benarkah?" Tanya henderson.


"Benar, akan tetapi kau sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Terlihat dari raut wajah mu, kau sangat lelah nak" ucap wanita itu.


"Ya kau benar, aku sangat kelelahan, izinkan aku untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap henderson.


"Silahkan, akan ku izinkan kau beristirahat disini terlebih dahulu" ucap wanita tersebut.


Henderson beristirahat di kuil tersebut, selain itu ia berbincang sangat banyak kepada penjaga kuil tersebut. Pada akhirnya henderson mendapatkan sebuah buah apel dari perempuan itu, dengan tanpa rasa curiga. Buah apel tersebut memberikan beberapa manfaat kepada henderson. seperti penambahan kecepatan, keberanian, adernalin dan kekuatan yang sangat luar biasa.


"Wow, terimakasih atas apelnya. Tak ku sangka apel tersebut memiliki beberapa manfaat, aku sangat berterimakasih kepada mu atas nama ku selaku utusan ares" ucap henderson kepada nona itu.


"Sama sama, itu adalah pohon apel suci, barang siapa yang mendapatkan berkah dari buahnya berarti dia mempunyai kebaikan yang sangat murni di dalam hatimu, ketika orang jahat yang memakan apel tersebut maka orang tersebut akan terkena kutukan dewa" ucap wanita itu.


"Tentu, ujian selanjutnya adalah ketulusan. Orang yang sangat tulus akan sangat mudah melewati ujian tersebut. Baiklah tanpa basa basi lagi mari kita mulai ujiannya." Ucap wanita itu.


Henderson memulai ujian ke dua, pada saat di langsungkan henderson memiliki langkah yang cukup berat sehingga henderson pun jatuh pingsan karena tekanan yang sangat jatah, akan tetapi raga dan pikirannya terpisah, karena hal tersebut jiwa dari henderson memasuki dunia simulasi yang diciptakan ares dan selena zauga. Pada dunia tersebut henderson melihat bahwa pemimpin kerajaan tersebut merupakan seorang tirani yang sangat kejam.


"Baiklah, dewa ku. Dewa ku aku pasrahkan semua ujian ku kepada mu" ucap henderson.


Henderson pun memulai ujiannya, ia menjadi seorang petani. Karena keahliannya dalam berbicara dengan orang, ia mengumpulkan cita cita, tujuan, harapan dari mereka. Akan tetapi, henderson sangat terkejut dengan apa yang mereka bicarakan. Mereka hanya mempunyai satu cita cita. Yaitu menghentikan era kekerasan yang diciptakan oleh raja tirani pada zaman dahulu. Dengan ketulusan yang sangat dasyat para petani pun berkumpul menjadi satu kesatuan. Tak terasa blessing yang merupaka. Pemberian dari dewa ares aktif dengan sendirinya.


"Bagaimana ini, setau ku blessing ini hanya didapatkan dari orang yang sudah tewas. Akan tetapi kemampuan ini dapat aktif melalui orang yang bernyawa." Ucap henderson didalam hatinya yang menyadari blessing dari dewa ares.


Henderson yang menyadari tentang hal itu merasa bahwa dirinya berkembang lagi. Semakin hari henderson semakin menunjukan perkembangan yang sangat menakjubkan. Setelah beberapa waktu, Henderson pun dapat menghentikan kekuasaan yang bersifat tirani dengan pemberontakan petani yang dipimpin oleh henderson. Seketika petani tersebut menjadikan henderson menjadi raja mereka. Sontak henderson terkejut atas apa yang terjadi, setelah beberapa lama ia menjabat sebagai raja. Ia dihadapkan oleh krisis ekonomi yang terjadi pada kerajaan tersebut. Akan tetapi dilandaskan kesucian dan ketulusan yang sangat bersih membawa henderson yang dapat mengatasi permasalahan yang terjadi. Setelah itu, jiwa henderson kembali ke tubuh aslinya, henderson merasakan keasingan dari tempat tersebut, akan tetapi ia melihat seorang anak. Henderson pun bertanya kepada sosok anak anak yang berkeliaran itu.


"Permisi, apakah kau tau lokasi ujian ke tiga?" Ucap henderson.


"Selamat datang di area ujian ketiga henderson, dalam area ini kau akan bermain game dengan ku" ucap anak itu.


"permainan apa yang kau maksud?" Ucap henderson.


"Permainan yang aku maksudkan adalah permainan yang berkategori menyerang, strategi, dan bertahan" ucap anak tersebut.


"Baiklah secara garis besarnya, aku sangat mengerti untuk alur dan cara mainnya seperti apa" ucap henderson.


"Baiklah, bisakah kita memulai permainan kita?" Ucap anak tersebut .


"Baiklah, aku sangat siap" ucap henderson.


Permainan pun terjadi untuk memperebutkan blessing kebaikan yang terdapat pada area tersebut.


Pada awalnya Henderson mengalami kesulitan dengan cara bermain, akan tetapi secara terus menerus henderson dapat mengerti. Dalam pikiran henderson adalah permainan tersebut digunakan untuk berfikir kritis.


Setelah beberapa waktu akhirnya henderson sadar akan esensi dari stage tersebut. Setelah ia menyadarinya. Henderson menganalisa permainan dengan seksama, sehingga ia menemukan beberapa cara untuk memenangkan permainan tersebut.