AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 11 : PERJALANAN SEBASTIAN MENCARI RELIC PERTIWI (3).



Setelah persetujuan bahwa sebastian menjadi perwakilan dari desa peri. Sebastian pun melanjutkan perjalanannya dalam mencari relic dewi pertiwi. Sebastian terus berpetualang melewati gunung, lembah, sungai dan danau. Sehingga sebastian menemukan sebuah kerajaan yang sudah runtuh. Karena sebastian sangat letih dalam perjalanan sebastian memutuskan untuk beristirahat di reruntuhan tersebut.


"Aku ingin beristirahat sejenak, perjalanan ini menghabiskan tenaga ku, setidaknya aku akan makan dan tidur sejenak. Ku rasa reruntuhan ini sangat aman untuk dijadikan tempat istirahat. Jadi sudah ku putuskan saat ini aku akan beristirahat. Forest blessing : forest wall. Persiapan sudah selesai, saatnya beristirahat." Gumam sebastian dengan dilanjutkan merapalkan mantra pelindungan yang bersifat area.


Sebastian pun melaksanakan istirahatnya dengan menyantap makanan yang ia bawa. Setelah ia menyelesaikan makannya, sebastian memasang beberapa jebakan dengan tujuan apabila ada beberapa orang yang dapat menembus pertahanannya, orang tersebut akan merasakan kesulitan untuk mendekatinya. Akhirnya sebastian menyelesaikan jebakannya.


"Akhirnya selesai juga, dan aku dapat beristirahat dengan tenang" ucap sebastian.


Sebastian pun mempersiapkan area tidurnya. Setelah mempersiapkan area tidurnya, sebastian pun terlelap. Akan tetapi ada hal yang tidak disadari oleh sebastian, yaitu arwah penjaga reruntuhan tersebut. Arwah tersebut pun mendatangi sebastian melewati mimpinya.


"hei, anak muda, apakah kau dapat mendengar ku" ucap seseorang yang sangat misterius.


"Siapa kau, dan dimana ini, kenapa aku tidak bisa melihat mu" ucap sebastian.


"Aku ada di belakang mu" ucap seseorang yang sangat misterius tersebut.


"Siapa kau, mengapa aku ada disini. Apakah ini alam baka" ucap sebastian.


"Kau belum mati anak muda, ini adalah alam bawah sadar mu" ucap seseorang yang sangat misterius tersebut.


"Baiklah, lantas siapa kau" ucap sebastian.


"Aku adalah penjaga reruntuhan ini, aku telah tewas dua ratus lima puluh tahun yang lalu. Aku datang ke alam bawah sadar mu karena aku mencium aroma peri yang terpancar dalam tubuh mu. Apakah kau mengunjungi desa peri?" Ucap seseorang yang misterius tersebut.


"Ya aku telah mengunjungi desa peri yang kau maksud" ucap sebastian.


"Melihat tanda yang ada di kepala mu, apakah kau seorang utusan dewi pertiwi?" Tanya seseorang yang sangat misterius tersebut.


"Benar, aku adalah sebastian sang utusan dewi pertiwi" ucap sebastian.


"Baiklah, aku akan menunjukan wujud ku yang sebenarnya" ucap seseorang yang sangat misterius tersebut.


Seseorang yang misterius itu menunjukan wujudnya yang sebenarnya. Saat sebastian melihat wujud aslinya, sebastian pun terkejut dan gemetar. Karena yang ia lihat adalah seorang naga yang sudah punah dua ratus lima puluh tahun yang lalu. Dengan keberaniannya, sebastian pun bertanya kepada naga tersebut.


"Kau adalah seorang naga, apa yang kau inginkan dari ku. aku hanya mempunyai perbekalan yang sangat terbatas" ucap sebastian yang gemetaran.


"Tenanglah anak muda kau tidak perlu takut, aku adalah penjaga reruntuhan ini. Apakah aku boleh meminta bantuan?" Ucap sang naga tersebut.


"Aku akan membantumu sekuat tenaga ku" ucap sebastian.


"Baiklah, aku ingin meminta bantuan mu untuk menyelesaikan reruntuhan ini. Apabila kau berhasil akan ku ajarkan sebuat teknik yang cukup membuat mu kuat" ucap sang naga.


"Baiklah, aku akan menerimanya" ucap sebastian dengan penuh kewaspadaan.


Sebastian pun beranjak dari tempat tidurnya, sebastian mulai mencari tahu tentang reruntuhan tersebut. Sebastian pun menemukan sebuah pintu masuk yang sangat mencurigakan. Pada akhirnya, sebastian pun menelusuri apa yang ada dibalik pintu tersebut. Sebastian pun terkejut karena pada reruntuhan tersebut memiliki kekuatan yang tingkatannya lebih tinggi dari sebastian.


"Apa ini, mengapa pintu ini mengeluarkan apa yang ia rasakan yaitu aura yang sangat menekannya" ucap sebastian.


Setelah ia membuka pintu tersebut, ia mulai menyelusuri reruntuhan tersebut. Sesuatu yang aneh pun terjadi, sebastian terkejut dengan apa yang ia lihat. Adapun hal yang dilihat oleh sebastian adalah salah satu naga yang ia temukan dalam mimpinya.


"Aku merupakan raja naga yang punah beratus ratus yang lalu, sebelum punah" ucap naga tersebut.


"Aku sedikit bingung dengan apa yang terjadi" ucap sebastian.


"Seperti yang kau lihat, bahwa jiwa ku berada disampingmu, sedangkan yang didepan sana adalah mayat ku, bisakah kau menyatukan kembali antara jiwa dan raga ku" ucap sang naga.


"Tentu mengapa tidak" ucap sebastian.


Sebastian pun mulai melakukan ritual penyatuan antara jasad dan jiwa. Proses ritual tersebut sangat lancar. Sehingga naga tersebut bangkit kembali.


"Hei nak aku sangat berhutang budi kepada mu, aku akan bersumpah atas nama bumi dan langit" ucap naga tersebut.


"Apa penawaran yang kau ajukan kepada ku secara pribadi" ucap sebastian.


"Aku sangat ingin mewariskan apa yang aku dapatkan, apakah kau sebelumnya pernah nenguasai teknik ini?" Ucap naga tersebut.


"Baiklah, aku bersedia" ucap sebastian.


Sebastian pun menyelesaikan tugasnya, ia berbicara kenbali mengenai skill yang didapat oleh sebastian.


"Sebastian, apakah kau pernah mendengar bahwa setiap bangunan memiliki, arwah yang menjadi pelindung dan penjaga" ucap sang naga.


"Skill apa yang akan ku dapatkan" ucap sebastian.


"Sabar lah bung, disini aku akan meneruskan ilmu yang sangat berharga, sebelumnya apakah kamu pernah mendengar skill tamer?" Ucap sang naga.


"Ya aku sangat memahaminya, akan tetapi aku belum mencoba melatihnya" ucap sebastian.


"Baiklah, ini adalah buku panduan skill tamer, silahkan kau mempelajarinya" ucap leluhur naga tersebut.


Sebastian pun menerima pemberian dari leluhur naga, setelah ia mendapatkan buku skill tamer. Sebastian pun melatih dirinya agar dapat menjadi lebih kuat. Hari demi hari, waktu demi waktu, sebastian mempelajari skill tamernya, akan tetapi pada suatu saat tertentu, sebastian dapat menyelesaikan dan menguasai tamer. Sebastian pun kembali ke tempat naga yang memberikannya buku tersebut, sebastian pun berterimakasih dengan sangat tulus. Akan tetapi beberapa kejadian pun terjadi.


"Aku telah menguasai buku skill tersebut, terimakasih senior naga, aku berhutang pada mu" ucap sebastian.


"Jangan sungkan, apakah kah kau bisa membantuku lagi?" Tanya sang naga.


"Bantuan apa?" Ucap sebastian dengan singkatnya.


"Jadikan aku familiar mu, aku sangat bersedia jika kau menjadikan aku sebagai familiar mu" ucap sang naga.


"Baiklah aku akan menjadikan kau menjadi familiar ku" ucap sebastian.


"Baiklah" ucap sang naga.


Sebastian pun menjadikan sang naga menjadi familiarnya. Akhirnya proses menjadikan sang naga menjadi familiar berhasil. Dan akhirnya mereka pun berbincang. Dalam perbincangan tersebut sang naga memberi tahu sebastian maksud dan tujuannya. Mendengar hal tersebut sebastian termotivasi untuk menghancurkan kegelapan yang menguasai kerajaan dan desa desa kecil yang dikuasai oleh kegelapan. Dengan adanya sang naga yang merupakan penjaga reruntuhan tersebut, sangat jelas bahwa daya tempur yang dimiliki oleh sebastian meningkat secara gratis.