AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 5 : PERJALANAN HENDERSON MENCARI RELIC ARES (2)



Henderson pun beristirahat dengan perasaan yang lega, dia merasakan rasa yang sangat aman sehingga dia dapat beristirahat dengan tenang. Tak terasa sang fajar pun terbit, sang wanita tua itu membangunkan henderson untuk melaksanakan sarapan bersama.


"Hei nak, bangunlah waktu sudah pagi. Mari kita sarapan terlebih dahulu." Ucap wanita tua itu yang sedang berusaha membangunkan henderson.


"Baiklah, terimakasih" ucap henderson yang beranjak dari kasurnya dengan kondisi setengah sadar.


Henderson pun turun untuk melaksanakan sarapan bersama, terlihat bahwa henderson sangat lelah karena dalam perjalanan ia tidak pernah tidur dan beristirahat sepulas ini. Henderson pun mulai menyantap makanan yang telah disediakan. Ditengah tengah proses sarapan, sang wanita tua itu menannyakan beberapa hal kepada henderson.


"Hei nak, aku ingin bertanya. Apakah ada utusan dewa lain selain dirimu?" Ucap wanita tua itu.


"Iya, kami terdiri dari beberapa orang. Mereka adalah orang yang sangat ku sayangi dan ingin ku lindungi. Aku bercita cita melindungi semua orang, akan tetapi mereka begitu berharga untuk ku, jadi aku sangat ingin melindungi mereka" ucap henderson.


"Bagus lah kalau begitu. Siapa kah mereka, dan dimana kah mereka sekarang?" Tanya wanita tua itu kembali.


"Mereka adalah elvin, gabriela, dan sebastian. Elvin merupakan utusan themis sang dewa perang, gabriela merupakan utusan cupid sang dewa kasih sayang, sedangkan sebastian merupakan utusan pertiwi sang dewi alam. Terakhir aku bertemu dengan mereka pada saat aku mau melakukan perjalanan ini di kota" ucap henderson.


"Nak, bergegaslah. Kau akan menemui kepala desa. Bersiaplah, kepala desa mempunyai sedikit informasi untuk mu" ucap wanita tua itu.


"Benarkah" ucap henderson yang sedikit terkejut.


"Itu benar, kami merupakan pengikut ares, maka dari itu kami tahu betul relic peninggalan dewa ares" ucap wanita tua itu.


"Baiklah" ucap henderson yang menghabiskan sarapannya dengan cepat.


Henderson telah menyelesaikan sarapannya, ia pun kembali ke kamarnya untuk bersiap menemui kepala desa yang memimpin tempat tersebut. Setelah ia bersiap, henderson pun turun untuk menemui wanita tua itu.


"Bu, aku sudah siap. Bisakah kau membimbing jalannya" ucap henderson.


"Baiklah, ayo ikuti aku. Sebelum itu, hei anak anak ku, aku ingin pergi ke kediaman kepala desa. Aku menitipkan rumah ini, jangan pergi kemana mana sampai aku pulang" ucap wanita tua itu.


"Baiklah bu, hati hati" ucap wanita yang merupakan putrinya.


"Ayo nak, kita harus bergegas" ucap wanita tua itu dengan mengajak henderson.


"Ayo" ucap henderson.


Mereka pun bergegas pergi ke kediaman kepala desa. Sesampainya ia di kediaman kepala desa, sang wanita tua itu pun megetuk pintu kediaman kepala desa. Tidak lama setelahnya, seseorang wanita dengan pakaian yang sangat dikenal oleh henderson pun keluar dari kediaman kepala desa.


"Selamat pagi, apa yang bisa ku bantu" ucap wanita itu.


"Selamat pagi nona kepala desa. Maaf mengganggu waktumu di pagi hari ini, aku membawa kabar yang sangat penting. Ia adalah utusan sang ares" ucap wanita tua itu.


Mereka pun masuk ke dalam kediaman sang kepala desa. Kepala desa mempersilahkan henderson dan wanita tua itu duduk dan menyediakan beberapa makanan dan minuman. Setelah itu kepala desa menannyakan secara rinci mengapa utusan ares datang ke desanya tersebut.


"Jadi bagaimana, bisakah kau menceritakan secara rinci" ucap wanita yang merupakan kepala desa tersebut.


"Mohon izin, kemarin anak ku pergi ke hutan chronos, dan diserang oleh beberapa monster. Lalu pria ini datang dan menyelamatkan kedua anak ku, setelah itu datanglah pria ini ke kediaman ku, dan aku sedikit terkejut karena pria ini mempunyai tanda ares di dahinya. Sepengalaman dan sepengetahuan ku orang yang memiliki tanda atau sigil ares di dahinya merupakan sang utusan ares, untuk alasan mengapa ia datang kesini. Kau bisa menannyakan kepada orang yang bersangkutan" ucap wanita tua itu.


"Baiklah, tuan aku merupakan kepala desa yang memimpin desa ini. Bisakah kau memperkenalkan diri dan mengapa kau mendatangi desa ini" ucap kepala desa itu.


"Aku adalah henderson, aku utusan sang dewa ares yang merupakan dewa keteguhan hati. Alasan ku datang kesini adalah untuk melakukan perjalanan dalam mencari relic sang dewa ares, dan secara kebetulan aku menyelamatkan dua orang yang merupakan warga dari desa ini, dan aku pun mengunjungi desa ini" ucap henderson.


"Baiklah tuan, bisakah aku memeriksa keaslian dari tanda itu. Kalau kau memang benar utusan sang ares, aku selaku kepala desa disini bersumpah untuk membantu mu" ucap kepala desa tersebut.


"Baiklah, silahkan memeriksa keaslian dari tanda tersebut" ucap henderson.


"Terimakasih" ucap kepala desa tersebut.


Sang kepala desa mendapatkan izin untuk memeriksa tanda yang ada di dahi henderson. Sang kepala desa pun menyentuh tanda tersebut dan merapalkan mantra pendeteksinya. Tak disangka tanda tersebut asli dan menyimpan sedikit memori. sang kepala desa pun melihat memori yang tersimpan pada tanda tersebut. Alangkah terkejutnya sang kepala desa bahwa ia melihat sang henderson bertemu secara langsung dengan sang ares, dan melihat tentang perang yang dimaksud oleh sang great wise wizard ezalor. Sang kepala desa pun berteriak, sontak wanita tua dan henderson pun terkejut.


"Kyaa, apa itu" ucap wanita yang merupakan kepala desa dengan raut wajah ketakutan.


"Apakah kau baik baik saja nona" ucap wanita tua itu.


"Maafkan aku wahai sang utusan langsung dewa ares yang agung, karena telah meragukan mu. Kita harus menyegel kembali neraka itu, itu terlalu menyeramkan. Relic ares adalah sebuah pedang dan perisai yang dijaga oleh selena zauga di serambi dewa, kau bisa melewati hutan chronos untuk memotong jalan dan menghemat waktu, tunggu sebentar" ucap kepala desa itu mengambil sesuatu.


"Baiklah" ucap henderson.


"Ini adalah kunci kuil yang dapat menembus serambi dewa, masuklah kedalam kuil tersebut, lalu naiki tangga tanpa batas, setelah kau berhasil kau akan mendapatkan tiga buah ujian, yaitu kesabaran, ketulusan, dan kebaikan. Setelah itu kau dapat bertemu dengan selena zauga sang dewi penjaga." Jelas kepala desa tersebut.


"Terimakasih kepala desa, itu informasi yang cukup banyak. Aku tidak tahu harus membalas dengan apa" ucap henderson.


"Setelah kau mendapatkan relic ares, kembalilah kesini. Aku bersumpah membantu mu menghentikan neraka" ucap kepala desa tersebut.


"Terimakasih nona" ucap henderson.


"Bergegaslah" ucap kepala desa tersebut.


henderson pun kembali ke kediaman wanita tua itu untuk mempersiapkan perjalanan yang akan ia lanjutkan. henderson pun sudah siap melaksanakan perjalanannya, ia pun pamit kepada wanita tua itu.