
Setelah teriakan issabela semuanya pun bersiap. Gerbang kerajaan luar adalah tanggung jawab pasukan yang dipimpin oleh issabela. Dengan keberaniannya ia menyambut serangan musuh, issabela mulai mengayunkan tombaknya dari atas kuda untuk menghancurkan musuhnya. Disisi lain matilda pun datang untuk membantu issabela untuk membasmi musuhnya :
"Hei issabela, mengapa kau begitu egois. Kau tidak memberikan ku kesenangan ini issabela, kau sangat jahat kepada ku. Hahaha." Ucap matilda dengan mengayunkan kapaknya.
"Hei matilda kau harus tetap tenang, ini medan pertempuran. Dan juga kau tidak boleh bar bar, hilangkan sifat jelek mu itu." Ucap issabela yang terus bertarung dengan ekspresi kesal.
"Hahaha. Kau tidak ada bedanya dengan edward. Kekuatan adalah segalanya nona. Rasakan itu mayat hidup" ucap matilda yang memenggal kepala zombie itu.
"DASAR WANITA BAR BAR" teriak issabela yang ditunjukan untuk matilda.
"Hahaha, ku anggap itu sebagai pujian" ucap matilda.
Elvin mendapatkan tugas untuk menjaga gerbang bagian dalam bersama edward. Terlihat bahwa edward sedang menaiki tangga untuk melihat kondisi di luar gerbang. Terlihat matilda dan issabela yang saling menghujat dan mengamuk, edward pun menggelengkan kepalanya.
"Hadeuh.. mereka sangat tidak anggun di medan perang, mereka hanya mempunyai obsesi kepada kekuatan, sama sekali tidak mencerminkan kesatria kerajaan." Ucap edward yang menyentuh dahinya yang dikerutkan.
Edward pun turun dari atas gerbang dan kembali ke pasukannya. Seketika, elvin pun penasaran apa yang dilihat oleh tuan edward yang terlihat sangat kesal.
"Maaf tuan edward, bagaimana kondisi medan luar kerajaan. Aku sangat khawatir melihat perubahan ekspresi yang sangat berubah." Ucap elvin yang sangat penasaran.
"Kondisi di luar sangat menguntungkan kita, pasukan musuh mengalami kerugian yang sangat banyak dan tinggi. Akan tetapi ada 2 orang yang membuat ku sangat kesal dan marah" ucap edward yang sedang menahan emosinya.
"Apakah aku boleh tahu, siapa yang kau maksud" ucap elvin yang sangat penasaran.
"Ia adalah matilda dan issabela, mereka berperang sangat tidak memperhatikan etika, estetika, seni, keindahan, dan keanggunan. Sehingga mereka lebih terlihat seperti orang bar bar yang sedang beradu kekuatan, sangat tidak mencerminkan kesatria kerajaan" ucap edward dengan kesal.
Elvin pun menahan diri agar tidak tertawa. Akan tetapi, terdapat kejadian tak terduga pada area pertempuran. Langit menjadi gelap, suasana mencengkram di malam itu. Jhon yang berada di belakang merasakan ancaman yang begitu dasyat sehingga memerintahkan beberapa pasukannya untuk mengevakuasi penduduk dan raja. Tiba tiba ada sebuah asap yang masuk kedalam salah satu mayat pasukan yang dipimpin oleh issabela, seketika mayat itu berteriak dan dipenuhi kegelapan.
"Hahaha aku akhirnya terbebas dari neraka. Perkenalkan aku adalah utusan dewa hermes, namaku adalah frederick. Pasukan ku kita mundur, tuan mu sudah lahir hahaha. Tunggu saja, kami akan menyerang kerajaan ini lagi. Hahaha." Ucap frederick.
Seketika pasukan iblis pun mundur dari kerajaan. Akan tetapi, moralitas pasukan matilda dan issabela menurun sangat drastis karena tekanan yang dihasilkan oleh frederick. Mereka pun kembali kedalam gerbang.
"Apa yang terjadi nona issabela?" Ucap gabriela.
"Kami berhasil mengusir pasukan itu, akan tetapi kami mengalami menurunnya moralitas berperang kami karena tekanan itu" ucap issabela.
"Dewi dan dewa ku turunkan rasa cinta mu kepada kami, hilangkan keraguan kami dan berikan cintamu kepada kami. Love blessing" rapal gabriela dengan tiba tiba.
Seketika moral pasukan meningkat secara drastis, melihat hal itu elvin juga merapalkan mantranya.
"Perisai dewa themis, berkahilah, pedang dewa themis, tajamkan lah. Turunkan keberanian mu seakan mati besok. Lion great war song aura" rapal elvin yang mengangkat pedangnya.
Seketika pasukan mereka mempunyai semangat berperang yang sangat tinggi sehingga banyak dari mereka yang mengadakan latihan tanding. Hal tersebut disambut baik oleh matilda dan isabela.
"Terimakasih, kalian telah memberikan kekuatan kalian. Satu masalah sudah selesai". Ucap issabela dengan lega.
Di sisi lain, salah satu pasukan melapor kepada jhon bahwa raja telah di ungsikan ke kota yang dipimpin oleh foster.
"Kerja bagus, aku akan melaporkan hal tersebut kepada yang lain." Ucap jhon yang sedang mengendarai kuda.
Jhon pun melaporkan apa yang terjadi dan keberhasilan jhon dalam mengevakuasi raja. Mereka pun merasa lega karena mereka bebas bertarung.
"Syukurlah raja dapat di evakuasi dengan baik, seingat ku di kota ada utusan ares yaitu rekan kami henderson. Itu adalah tempat yang paling aman" ucap elvin yang disetujui oleh gabriella, issabela, matilda, dan edward.
Di sisi lain terlihat frederick datang ke goa yang telah disegel oleh henderson dan sebastian.
"Rekan rekan penjaga portal sudah tewas. Dewaku hermes berikan aku kekuatan" ucap frederick.
Seketika portal yang disegel terbuka kembali, seketika datang 3 asap yang masuk kedalam portal. Dan tibalah utusan kegelapan yaitu eleanor, james dan george.
"Selamat datang saudaraku, apakah kalian siap untuk menaklukan tempat ini. Hahaha" ucap frederick.
"Terimakasih telah membangkitkan ku saudara ku. Aku sangat siap membumihanguskan tempat ini" ucap eleanor yang disetujui james dan george.
Seketika henderson menyadari bahwa segel yang ia dirikan telah rusak. Tak selang beberapa lama datanglah surat dari elvin dan gabriela, henderson pun sangat terkejut sehingga melaporkan hal tersebut kepada nona anne.
"Nona anne, dikerajaan terdapat masalah. Apakah kau bisa membantuku?" Ucap henderson.
"Aku tidak bisa bertindak gehabah, harus ada persetujuan dari tuan foster." Ucap nona anne.
Di tengah percakapan antara nona anne dan henderson, terdapat salah satu prajurit yang mengatakan raja ruth telah sampai ke kota.
"Maaf mengganggu mu nona anne dan tuan henderson, raja ruth telah sampai di kota" ucap prajurit tersebut.
"Baiklah akan ku temui beliau" ucap nona anne.
"Aku juga ikut" ucap henderson.
Mereka pun menemui raja ruth dan mengantarkan sang raja ke kediaman walikota. Sesampainya di balai kota raja ruth berbincang dengan tuan foster. Seketika, ekspresi tuan foster berubah menjadi kepanikan. Sehingga tuan foster memerintahkan seluruh penjaga gerbang membantu perang di kerajaan, dan keamanan kota akan diserahkan kepada davion bersama rekan rekannya.
"apakah kalian sudah siap?" Ucap henderson yang memimpin.
"Kami sudah siap, bahkan sangat siap" ucap nona anne yang disetujui oleh penjaga gerbang lainnya.
"Berhati hatilah kalian" ucap sang raja yang disetujui oleh tuan foster.
"Baiklah, kami akan berhati hati. Aku titipkan kota kepada mu davion, aku mempercayai mu" ucap nona anne.
"Jangan khawatir, serahkan keamanan kota kepada ku, riki, greg, grog, alice, dan lupin" ucap davion.
"Baiklah, kita berangkat ke kerajaan. Ayo jangan membuang waktu." Ucap henderson dengan tegas.
Mereka pun melakukan perjalanan dengan cepat menuju ke kerajaan.
Saat menuju ke kerajaan, mereka bertemu dengan sebastian yang juga menuju ke kerajaan dengan beberapa elf.
"Henderson, apakah kau mengingat ku." Ucap sebastian.
"Astaga kau sebastian, bagaimana kabarmu, dan ingin pergi kemana kau bung" ucap sebastian.
"Aku sangat baik, aku menerima surat dari elvin dan gabriela. Sepertinya mereka sedang kesulitan, jadi kepala desa ingin aku dan rekan rekan ku untuk membantu di kerajaan" ucap sebastian yang di setujui oleh selusin elf tingkat tinggi.
"Kita mempunyai tujuan yang sama, ayo bergegas." Ucap henderson.
"Ya aku setuju" ucap sebastian.
Mereka pun pergi ke kerajaan bersama sebagai bala bantuan.
*spoiler alert
kegelapan telah bangkit