
Henderson pergi meninggalkan kota dan kuil untuk menuju tempat dewa ares menyembunyikan relicnya yang berlokasi di kuil serambi dewa. Henderson melakukan perjalanan yang panjang dan berpetualang melalui hutan, lembah, gunung, sungai. Henderson pun tampak kelelahan dan memutuskan beristirahat di sebuah hutan yang sangat misterius.
"Aku sangat lelah, aku harus beristirahat. Sejujurnya aku sedikit takut dengan hutan ini, selain sangat lebat. Hutan ini sedikit misterius dan tidak ada matahari, sehingga hutan ini sangat gelap. Akan tetapi aku sangat lelah, setidaknya malam ini aku harus keluar dari hutan ini." Ucap henderson yang sedikit mengeluh.
Henderson pun beristirahat dengan memakan perbekalan yang ia bawa dari kota. Di selang henderson yang sedang beristirahat, terdengar seorang wanita yang menjerit ketakutan. Mendengar suara itu henderson pun kebingungan.
"Suara apa itu, perasaan ku disini hanya ada aku sendiri. Lebih baik aku memeriksa sumber suara tersebut. Aku harus bergegas." Ucap henderson.
Henderson pun menyudahi istirahatnya dan menuju lokasi yang merupakan sumber suara tersebut. Sesampainya di lokasi henderson pun terkejut, terdapat seorang wanita dan seorang anak kecil yang sedang diserang oleh beberapa monster. Melihat hal tersebut, henderson pun bergegas untuk menolongnya.
"Astaga, benar itu seorang manusia. Sebaiknya aku menolongnya." Ucap henderson.
Henderson pun berlari untuk menolong perempuan dan anak kecil itu.
"Majulah monster jelek, lawan mu adalah aku." Teriak henderson yang sedang mengaktifkan kemampuannya untuk menari perhatian monster monster itu.
Henderson pun mengacungkan pedangnya kehadapan monster yang berjumlah tiga ekor. Ia menangkis dan menyerang dengan sangat lihai, kemampuan henderson dalam menggunakan senjata pun meningkat. Tentu hal tersebut merupakan hal yang baik untuk perkembangan henderson. Setelah beberapa waktu, henderson pun dapat mengalahkan monster monster tersebut.
"Syukurlah, apa kalian tidak apa apa?" Tanya henderson yang penasaran dengan kondisi wanita dan anak kecil itu.
"Kami tidak apa apa, hanya saja kaki ku mendapatkan luka dari monster itu" ucap wanita itu dengan menunjukan luka yang ia terima.
"Baiklah aku sedikit mempunyai kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama" ucap henderson.
"Terimakasih" ucap wanita itu.
Henderson pun mulai mengobati luka yang diterima wanita itu dengan pertolongan pertama.
"sudah selesai, apakah kau bisa berjalan?" Tanya henderson.
"Ini menjadi lebih baik, sekali lagi aku mengucapkan terimakasih. Apakah kau berkenan bila engkau mengunjungi desa kami?. Setidaknya izinkan aku berterimakasih atas bantuan yang telah engkau berikan" ucap wanita itu.
Henderson pun meningkatkan kewaspadaannya terhadap wanita itu. Setelah selang beberapa waktu akhirnya henderson menyetujui ajakan wanita tersebut.
"Baiklah, cukup berbahaya melintasi hutan ini sendirian" ucap henderson.
"Baiklah, terimakasih. Akan ku tuntun jalannya" ucap wanita itu.
"Bukankah kau terlalu banyak mengucapkan terimakasih?" Ucap henderson yang berjalan dengan wanita dan anak kecil itu secara perlahan.
"Maaf, ini pertama kalinya aku bertemu dan dibantu oleh orang asing" ucap wanita itu.
"Benarkah?" Ucap henderson yang makin waspada dengan ketidakpercayaannya.
"Benar, desa ku berada diluar hutan ini, aku memasuki hutan ini karena adik ku bermain terlalu jauh. Karena hutan ini yang cukup misterius, banyak orang yang tidak mau menggunakan hutan ini sebagai jalan utama sehingga membuat desa ku menjadi desa yang terpencil" ucap wanita itu.
"Disinilah desa kami berada, populasi disini cukup sedikit. Hanya ada dua ratus orang yang tinggal disini, mata pencaharian kami adalah berburu." Ucap wanita itu.
"Baiklah" ucap henderson yang meningkatkan kewaspadaannya lagi.
Tak berselang lama, terdapat wanita tua yang memanggil. Tak disangka wanita tua itu adalah orang tua dari wanita dan anak kecil yang telah ia selamatkan.
"Syukurlah kalian baik baik saja. Hei kamu jangan berpergian terlalu jauh, apalagi memasuki hutan chronos. Itu sangat berbahaya" ucap wanita tua itu yang sedang menasihati anak kecilnya.
"Sudah ibu, jangan memarahinya lagi. Oh iya, tadi pada saat aku berjalan pulang, aku diserang oleh monster dan orang ini yang telah menyelamatkan ku" ucap wanita itu.
"Izinkan ku memperkenalkan diri, namaku adalah henderson. Aku adalah seorang petualang" ucap henderson yang sedang memperkenalkan diri.
Akan tetapi wanita tua itu memperhatikan tanda yang ada di dahi henderson, sehingga wanita tua itu bertanya kepada henderson.
"Kalau tidak salah yang berada di dahi mu adalah tanda dewa ares. Apa hubungan mu dengan dewa ares, seingatku tanda dewa ares hanya di berikan oleh ares secara langsung dalam pemilihan apostle" ucap wanita tua itu.
Sontak henderson pun terkejut, dan menjelaskan lebih rinci siapa dirinya dan mengapa ia berpetualang.
"Kau harus bertemu dengan kepala desa, untuk sekarang beristirahatlah di rumahku. Sejujurnya kami disini adalah pasukan yang mempercayai ares. Oleh karena itu, aku langsung menyadari tanda yang ada di dahi mu" ucap wanita tua itu.
Henderson pun merasa lega bahwa ia tidak merasa terancam, malah sebaliknya. Henderson merasakan kenyamanan di desa itu. Akhirnya henderson mengikuti wanita tua itu menuju ke kediamannya. Sesampainya di kediaman wanita tua itu, henderson beristirahat dan berbincang dengan wanita tua itu.
"Apakah disini wilayah pengikut ares?" ucap henderson.
"Kau benar, apakah kau disini untuk mencari perisai dan pedang ares?" Ucap wanita tua itu.
"Apakah itu merupakan relic ares?, Jika iya. Kau benar aku mendapatkan perintah dari sang dewa untuk mengambil dan menggunakan relic itu untuk menghentikan kejahatan yang muncul" ucap henderson.
"Sudah ku duga, dahulu kala neraka, surga, dan bumi tidak ada pembatas. Akan tetapi neraka melakukan pemberontakan sehingga surga pun turun untuk menghentikannya, salah satunya adalah ares sang keteguhan hati. Dewa menyegel dan membuat pembatas agar neraka tidak memberontak kembali, akan tetapi tak kusangka neraka kembali memberontak. Apabila kau mau mencari relic itu, kau harus menemui kepala desa untuk menannyakan rutenya. Dan beristirahatlah, besok kau bisa menemuinya." Ucap wanita tua itu.
"Aku ucapkan terimakasih" ucap henderson yang berdiri dan membungkukan badannya.
"Sama sama, kau adalah harapan ares. Berarti kau adalah harapan kami juga" ucap wanita tua itu.
Henderson pun menuju ke kamar yang disediakan oleh wanita tua itu, sontak henderson pun terkejut dengan perisai yang mempunyai lambang ares. Sontak henderson pun menannyakan hal tersebut.
"Maaf, apakah aku boleh bertanya. Perisai siapakah itu?" Ucap henderson yang sedang bertanya.
"Itu adalah peninggalan mendiang suamiku" ucap wanita tua itu.
Henderson pun tidak melanjutkan pertanyaanya, dan ia pun beristirahat di kamar yang telah wanita tua itu siapkan. henderson pun terlelap dan tidur dengan pulas.