AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 8 : PERJALANAN HENDERSON MENCARI RELIC ARES (5)



Setelah henderson mengetahui esensi dari permainan tersebut, henderson dapat menyelesaikan permainan tersebut dengan lancar. Sang penjaga kuil tersebut pun mempersilahkan henderson untuk menuju ke ruanganan serambi dewa untuk bertemu dengan selena zauga. Sesampainya ia di serambi dewa terlihat anak kecil yang sedang duduk di pinggiran kuil. Anak kecil tersebut menyadari kehadiran henderson dan menghampiri henderson.


"Apakah kau adalah utusan ares?" Ucap anak kecil tersebut.


"Benar, aku adalah utusan dewa ares. Siapa kau, mengapa kau berada disini?" Tanya henderson dengan penuh kewaspadaan.


"Baiklah, izinkan aku memperkenalkan diri. Nama ku adalah selena, selena zauga. Aku adalah penghuni dari kuil serambi dewa ini, kau pasti telah bertemu dengan anak buah ku bukan?, Dan juga aku adalah dewi yang dititipkan peninggalannya. Apakah kau datang kemari untuk mengambil relic ares?" Ucap dewi selena.


"Ya benar, aku aku datang kesini untuk mengambil relic tersebut." Ucap henderson.


"Baiklah, sebelum kau mengambil relic itu, kau harus melawan ku, untuk mengambil dan membuktikan bahwa kau sangat pantas memilikinya. Relic ares adalah perlengkapan perang ares yang mempunyai empat puluh persen dari kekuatan ares. Ayo hadapi aku" ucap dewi selena.


"Baiklah" ucap henderson dengan singkat.


Henderson dan selena pun bersiap untuk bertarung, hingga selena datang menghampiri henderson dengan kecepatan yang sangat cepat menyerang henderson. Henderson yang melihat itu reflek menahan dan menangkis serangan selena.


"Boleh juga anak muda, baiklah apakah kau dapat menahan seranganku ini?" Ucap selena.


"Majulah dewi, aku akan menghadapi mu" ucap henderson memulai kemampuannya untuk memprovokasi sang dewi.


Sang dewi pun kembali menyerang henderson. Serangan demi serangan dilancarkan oleh sang dewi dan henderson. Kondisinya cukup imbang dan seru, sang dewi merasa senang sehingga sang dewi mencoba untuk tidak menahan diri.


"Baiklah anak muda, kau dapat menahan, menangkis, dan menyerang balik. Jadi aku tidak menahan diri, jangan salahkan aku apabila kau terluka." Ucap dewi selena yang tidak akan menahan diri lagi.


"Baiklah, mohon bimbingannya" ucap henderson yang merasa hal tersebut adalah hal yang sangat baik untuknya.


Sang dewi selena mengeluarkan kemampuannya, seketika ada empat malaikat yang turun. Henderson menyerang langsung kepada dewi selena, akan tetapi hasilnya nihil. Henderson malah terpental sangat jauh hingga hampir jatuh dari ketinggian. Akhirnya henderson terpaksa menghabisi malaikatnya terlebih dahulu.


"Astaga, kenapa ia tidak bisa diserang. Jika seperti itu aku harus menghadapi malaikatnya terlebih dahulu" ucap henderson.


Henderson pun beradu serangan dengan malaikat dewi selena, akan tetapi henderson terpojok. Serangan demi serangan ia lancarkan ke malaikat tersebut, akan tetapi hasilnya sia sia. Sehingga henderson pun mengeluarkan segenap kekuatannya, para malaikat pun kembali menyerang henderson. Henderson menerima serangan yang cukup besar, akan tetapi ia teringat bahwa ada satu kemampuan yang diberikan oleh dewa ares kepadanya, yaitu kemampuan membalikan serangan ketika penggunanya menerima serangan dengan kerusakan yang cukup besar.


"Aku harus menggunakan kemampuan itu. REVERSE REFLECT" teriak henderson.


Seketika malaikat itu menghilang, karena kemampuan dari henderson. Perlindungan sang dewi itu pun hancur.


"Benar benar aku seperti menghadapi ares, ayo kita lanjutkan permainan ini" ucap sang dewi.


"Aura of brave, war cry, hope blessing" ucap henderson yang merapalkan mantra penguatan.


"Baiklah anak muda kau berhasil, aku mengakui kekuatan mu. Aku merasa seperti menghadapi ares di masa primanya, kau sangat hebat untuk seorang manusia" ucap dewi selena.


"Terimakasih dewi selena, kau terlalu memuji, aku bukan siapa siapa dan aku juga masih terlalu lemah. Mohon bimbingannya dewi" ucap henderson yang menyadari kelemahannya dan merendah.


"Kau terlalu kaku dan merendah, baiklah. Karena kau sudah membuktikan kelayakan mu, mari ku antar ke tempat relic sang ares." Ucap dewi selena.


Mereka pun menuju ke tempat penyimpanan ares, ia memasuki kuil yang merupakan tempat kediaman dewi selena. Henderson pun melihat dinding kuil yang penuh dengan ukiran bersejarah. Henderson pun menannyakan ukiran tersebut kepada dewi selena.


"Mohon maaf dewi selena. Apakah aku boleh bertanya tentang ukiran ini" ucap henderson.


"Baiklah, dahulu kala para dewa dan dewi berperang dengan neraka, karena neraka mulai menentang surga. Dan perang yang sangat dasyat pun terjadi. Kondisinya sangat mirip dengan apa yang terjadi di bumi pada saat ini. Semoga konflik ini dapat berakhir dengan cepat." Ucap dewi selena.


Tak terasa ia pun sampai di ruang penyimpanan yang merupakan tempat penyimpanan relic ares.


"Baiklah anak muda utusan ares, ini adalah pedang keadilan. Walaupun tidak sekuat punya themis, aku merasakan bahwa banyak harapan, ketulusan, keteguhan hati, dan keadilan yang terpancar di pedang ini. Setelah itu, ini adalah baju pelindung, helm dan sepatu ares. Ini merupakan peralatan perang ares, dan peralatan ini mempunyai kekuatan mutlak terhadap serangan fisik dan mempunyai resistensi yang tinggi terhadap sihir. Maka dari itu ini merupakan empat puluh persen dari kekuatan ares. Oh iya, kau harus membuat kontrak dengan peralatannya" ucap sang dewi.


"Baiklah, aku akan membuat kontrak dengan peralatannya" ucap henderson.


Henderson pun melakukan kontrak dengan peralatan perang ares, kontrak pun selesai di buat. Henderson pun terkejut bahwa peralatan perang ares telah menyatu dengannya.


"Mengapa ini tidak bisa di lepas, dewi selena bisakah kau membantuku" ucap henderson.


"Itu adalah hal yang wajar nak. Peralatan perang itu mengakui kau adalah tuannya." Ucap dewi selena.


"Baiklah dewi selena" ucap henderson.


"Oh iya, aku mempunyai hadiah untukmu." Ucap dewi selena yang memberikan hadiah kepada henderson.


"Apa ini?" Ucap henderson.


"Itu adalah mata kebenaran, seperti halnya dengan namanya, itu bisa melihat kebenaran apapun. Kau harus kembali ke desa, kau harus bergegas menghentikan neraka" ucap dewi selena.


"Kau benar dewi, aku harus kembali" ucap henderson.


"Izinkan aku membantumu" ucap dewi selena.


Sang dewi pun merapalkan mantra teleportasi, dengan sekejap henderson kembali ke desa. Dan melaporkan keberhasilannya, sang kepala desa menawarkan bantuannya untuk berperang, hal tersebut disambut dengan senang hati oleh henderson. sang kepala desa menyeleksi pahlawan terbaik yang dipunyai oleh desa tersebut, pahlawan tersebut merupakan pahlawan pilihannyang mempunyai pengalaman mendalam akan medan perang. Mereka pun kembali ke kerajaan bersama dengan pahlawan terbaik yang diutus oleh kepala desa untuk membantu peperangan melawan kegelapan dan neraka yang menguasai kerajaan. setelah mereka kembali ke kerajaan, henderson pun melaporkan keberhasilan misinya mencari relic ares. setelah melaporkan keberhasilannya, henderson pun ke markas. akan tetapi tidak ada orang disana, dan henderson baru saja menyadari bahwa mereka mendapatkan misi yang sama.