AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 3 : BERKAH ARES DAN RELIK ARES



Setelah mereka mendapatkan perintah dari raja ruth, mereka pun pergi ke kuil masing masing. Terkhusus kuil cupid dan kuil themis mereka menggunakan bangunan yang berada dikota untuk dijadikan kuil sementara, karena sekarang kerajaan telah diduduki oleh kegelapan, hal tersebut menghalangi pengikut themis dan pengikut cupid untuk berkomunikasi oleh dewanya.


"Henderson, apa kau tidak apa apa. Aku mendengar bahwa kalian kalah dalam perang" ucap pendeta kuil ares.


"Aku tidak apa apa uskup, akan tetapi mengapa hatiku sangat sakit melihat perajurit dan pahlawan yang gugur di medan perang. Apa yang terjadi dengan ku, mengapa aku sangat sedih?" Ucap henderson yang sedang dilanda kesedihan yang mendalam.


"Itu karena kau merupakan utusan sang ares. Dewa ares adalah dewa yang mempunyai keteguhan hati yang luar biasa, keteguhan itulah yang membuat perasaan mu lebih sensitif. Untuk lebih lanjut, silahkan gunakan altar ini." Ucap pendeta kuil ares.


"Baiklah, terimakasih pendeta. Aku akan berkomunikasi dan menannyakan apa yang harus ku lakukan untuk kedepannya." Ucap henderson.


"Berkah ares menyertaimu nak" ucap pendeta kuil ares.


Henderson pun mulai menggunakan altar yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan dewa ares, selang beberapa waktu henderson yang menggunakan altar tersebut hilang kesadaran dan jatuh pingsan. Jiwa henderson pun saat ini berada di kuil ares.


"Oh dewaku, dimana engkau berada dewa ku" ucap henderson yang sedang mencari keberadaan ares.


"Aku disini wahai anak ku, bagaimana kabarmu nak?" Ucap dewa ares kepada henderson.


"Anak mu menghadap dewa ku. Sejujurnya aku berada dalam kondisi yang buruk dewa ku, aku gagal dalam peperangan melawan neraka dan entah mengapa hati ku seperti tersayat oleh pedang ketika melihat pahlawan yang membela surga berguguran, aku tidak mengerti dewaku. Apakah engkau tahu apa itu dewa ku?" Ucap henderson yang mengalami kesedihan mendalam.


"Itu adalah trait mu anak ku, trait mu adalah dapat merasakan isi hati orang yang telah gugur. Kau terlalu banyak mendengarkan keteguhan hati orang yang berharap untuk mengalah kan kegelapan." Ucap dewa ares.


"Lantas bagaimana aku harus menanggapinya. Apakah kau ada saran dewa ku, apa yang aku harus lakukan." Ucap henderson yang tidak sengaja meneteskan air mata.


"Baiklah aku akan memberikan mu kekuatan untuk menghadapi hal tersebut, persiapkan lah dirimu ini mungkin akan menyakiti perasaan mu. Kau harus kuat wahai anak ku" ucap dewa ares.


"Tolong bimbingannya wahai dewa ku" ucap henderson.


Henderson pun mulai berlatih dengan dewa ares untuk mendapatkan berkah yang baru, setelah henderson dikirim ke dunia fatamorgana oleh dewa ares. Henderson pun terkejut bukan main, hatinya sangat sakit bagaikan ditusuk oleh 1000 pedang.


"Tidak, aku tidak kuat. Tolong, tolong aku." Ucap henderson.


"Tenanglah henderson, aku ada disini, aku akan melindungimu" ucap seseorang.


"Nyamannya, bolehkah aku mengetahui nama mu?" Ucap henderson.


"Aku adalah bawahan ares, yang kau rasakan tadi adalah rasa dendam dan rasa balas dendam seseorang yang telah tiada" ucap bawahan ares.


"Apa yang harus ku lakukan" ucap henderson.


"Kau hanya perlu bersinar, rangkulah amarah, dendam, kebencian yang mereka pancarkan. Jadilah harapan dan bercahayalah" ucap bawahan ares.


"Baiklah terimakasih wahai utusan ares" ucap henderson.


"Semoga beruntung nak" ucap utusan yang merupakan bawahan ares.


Henderson pun kembali ke tempat ia merasakan sakit. Rasa sakit yang di derita oleh henderson pun kembali. Akan tetapi, pada kali ini henderson dapat mengatasinya, ia mencoba untuk bersinar dan akhirnya henderson pun dapat mengatasinya. ia pun bersinar dihadapan arwah arwah yang menyimpan dendam.


henderson pun kembali kepada ares, sesampainya di kediaman ares henderson berterimakasih kepada ares, apa yang ia alami pada saat itu sangat berharga. ia merasa lebih kuat dari sebelumnya. ares pun memberikan sesuatu untuk henderson.


"nak apakah kau pernah mendengar relik sang ares?" ucap dewa ares.


"pernah dewa ku, itu adalah sesuatu yang disebutkan oleh raja dan uskup kuil. konon katanya relik tersebut adalah sebuah peralatan yang mengandung kekuatan yang sangat dasyat." ucap henderson.


"kau benar itu adalah manifestasi dari kekuatanku, aku akan memberitahukan lokasinya. pergilah kau kebarat, kau akan pergi ke kuil para dewa, lalui ujian ujiannya. sehingga kau bertemu dengan selena zauga ia adalah dewi yang tersisa dari tempat itu. dahulu kala neraka pernah memberontak seperti saat ini. aku, cupid, themis, pertiwi, dan selena. berperang melawan kegelapan yang bangkit dari neraka, dan kami pun berhasil menghentikan kebangkitan neraka dengan sempurna." ucap sang dewa ares.


"terimakasih banyak dewa ku, aku akan pergi ke barat dan melewati ujian ujian yang terdapat di tempat itu" ucap henderson.


"baiklah, sampai jumpa lagi nak. setelah kau mendapatkan relik ku kembali lah kesini nak. kau akan ku berikan hadiah yang luar biasa" ucap dewa ares.


"baik dewa ku" ucap henderson.


Setelah kembali ke raganya, henderson pun membuat perizinan atas perintah dewa ares untuk pergi ke kuil serambi dewa yang dimaksud, untuk bertemu dengan dewi selena zauga. Mendengar hal itu sang uskup pun berencana melaporkan hal tersebut kepada tuan foster dan tuan ruth untuk meminta pendampingan, akan tetapi henderson menolaknya.


"Apabila ini adalah perintah sang dewa ares yang agung, akan ku izinkan. Aku akan melaporkan hal ini ke tuan walikota dan sang raja" ucap sang uskup.


"Jangan raja ku. Itu adalah perintah yang tidak boleh dilanggar, karena disana terdapat beberapa ujian yang dikeluarkan oleh selena zauga. Aku sangat khawatir jika aku pergi dengan pendamping itu berakibat buruk." Ucap henderson.


"baiklah, aku akan melaporkan kepergianmu saja, berhati hatilah nak. kau merupakan kunci dari dunia ini" ucap sang uskup.


"Terimakasih pak" ucap henderson.


Henderson pun pergi untuk mempersiapkan petualangannya ke kuil serambi dewa, sedangkan sang uskup telah membuat laporan kepada sang raja, sang raja yang melihat laporan tersebut tersenyum dengan lega.


"Tak ku sangka, pahlawan utusan dewa yang turun ke bumi sudah bergerak, tak ku sangka akan secepat ini. Tunggu saja kegelapan, kami akan merebut kembali dan menghancurkan kalian" ucap sang raja ruth.


Setelah henderson mempersiapkan segalanya, henderson berpamitan dengan elvin dan gabriela.


"Aku akan melakukan perjalanan, aku harus lebih kuat" ucap henderson.


"Berhati hatilah otot batu, kau harus tetap waspada, semoga kau dalam perlindungan dewa ares" ucap elvin.


"Terimakasih elvin" ucap henderson.


Henderson pun melanjutkan petualangannya, dan menuju ke kuil serambi dewa.


*author message


halo penggemar, maaf ya author baru bisa nulis kembali karena author berada di kondisi yang memungkinkan. terimakasih telah setia membaca novel ayonima. Love you.


*spoiler alert


sial serigala ini lagi