AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 6 : PERJALANAN HENDERSON MENCARI RELIC ARES (3)



Henderson pun berpamitan kepada wanita tua itu dan ia pun mengucapkan terimakasih atas perjamuannya yang telah diberikan oleh wanita tua itu.


"Bu, aku sangat berterimakasih atas perjamuan yang telah kau berikan, semoga sang dewa ares membalas kebaikan mu bu" ucap henderson.


"Tidak apa apa nak, kau merupakan utusan sang ares. Sudah selayaknya kami memperlakukan mu dengan sepesial, kau adalah harapan kami" ucap wanita tua itu.


"Baiklah bu, izinkan aku melanjutkan perjalanan. Karena perjalanan ini masih sangat panjang" ucap henderson.


"Ya kau benar, sebaiknya kau bergegas. Dan jangan lupa setelah kau mendapatkan relic ares, kau harus kembali ke desa ini. Karena sang kepala desa sudah bersumpah untuk membantumu dalam menghentikan kegelapan" ucap wanita tua itu.


"Baiklah bu, aku akan kembali, aku pamit ya bu" ucap henderson dengan senyum dan berpamitan kepada wanita tua itu.


"Berhati hati lah nak, semoga perlindungan ares selalu berada di setiap langkah mu" ucap wanita tua itu.


"Baiklah ibu" ucap henderson yang melanjutkan perjalanannya.


Henderson pun pergi melanjutkan perjalanan, sesampainya ia di depan hutan chronos. Henderson mengeluarkan peta yang ia simpan di tas dan memulai untuk menandai rute yang akan ia lalui.


"Baiklah peta, mari kita membuat rute perjalanan. Aku mengetahui sedikit informasi yang sangat berharga. Kuil serambi dewa dapat dilalui dengan melewati hutan chronos, setelah itu aku akan sampai di padang rumput riko, dan aku harus belok ke kiri dan baru aku dapat melihat pintu masuk dari kuil serambi dewa. Baiklah aku akan bergerak dengan cepat." Gumam henderson yang penuh dengan semangat.


Henderson pun melanjutkan perjalanannya melewati hutan chronos, setelah ia melewati hutan chronos ia diserang oleh monster yang menghuni padang rumput riko. Henderson pun dihadang oleh monster tersebut.


"Apa apaan ini, mengapa monster ini menyerangku. Apa para monster itu merupakan monster yang terkontaminasi dengan aura neraka. Sebaiknya aku menghabisi mereka agar tahu bagaimana monster ini dapat menyerang manusa" ucap henderson.


Henderson pun mulai mengeluarkan pedangnya, sang monster itu menyerang henderson dengan kecepatan yang tinggi, henderson mengalami kesulitan menghadapi monster tersebut, serangan demi serangan dilancarkan oleh henderson dan monster tersebut, pertarungan tersebut sangatlah sengit. Akan tetapi henderson menyadari sesuatu bahwa ia menjadi kuat waktu demi waktu sehingga kemampuannya dalam mengendalikan situasi meningkat secara drastis. Akhirnya, henderson menang dan dapat mengalahkan beberapa monster tersebut. Henderson pun menatap langit dan mengatur nafasnya yang terengah engah.


"Terimakasih dewa ares, atas pelatihan mu aku bisa menjadi kuat dari waktu ke waktu. Monster ini sungguh kuat akan tetapi aku tidak melihat tanda kegelapan yang keluar dari monster itu, sebaiknya aku mengambil daging monster itu, barang kali itu sangat berguna untuk ku" ucap henderson.


Henderson pun mulai menguliti monster tersebut, beruntung monster tersebut adalah seekor sapi yang berevolusi menjadi sangat kuat sehingga dagingnya dapat dimakan. Setelah henderson menguliti sapi tersebut, henderson melanjutkan perjalanan, ia membuka kembali peta yang telah ia beri tanda diiringi langkah kakinya. Tak terasa henderson dapat melihat kuil yang dimaksud oleh kepala desa.


"Akhirnya aku dapat melihat kuil yang dimaksud, sebaiknya aku bergegas" ucap henderson dengan perasaan yang sangat senang.


Henderson mengeluarkan kunci yang diberikan oleh kepala desa, ia teringat pesan kepala desa bahwa setelah ia membuka kuil tersebut, ia harus menutup kembali dan menguncinya agar tidak ada orang yang dapat mengganggu ujian dari selena zauga yang merupakan dewi penjaga relic ares. Henderson pun membuka kuil tersebut dan mengunci kembali. Henderson pun berjalan dengan penuh waspada. beberapa langkah setelah henderson berjalan, terdapat obor yang menyala dengan sendirinya. Obor tersebut menerangi jalan henderson, sontak henderson pun terkejut karena obor tersebut tidak hanya menerangi jalannya, akan tetapi menerangi dinding kuil yang terukir tentang masa lalu.


"Kepala desa benar. Bahwa dahulu kala tidak ada pembatas antara bumi, surga, dan neraka. Akan tetapi neraka mulai memberontak sehingga surga pun turun untuk menghentikannya. Sebaiknya aku harus bergegas" ucap henderson.


Henderson pun melanjutkan perjalanannya, hingga henderson melihat sebuah altar yang terukir lambang ares. Henderson pun mulai merapalkan pembuktian bahwa ia merupakan penerus ares, seketika altar tersebut terbuka dan terlihat bahwa ada tangga yang tidak terlihat ujungnya, henderson pun mulai menaiki tangga tersebut.


Henderson pun melakukan istirahat dan mulai memasak daging yang ia dapat untuk dimakan. Setelah ia selesai untuk istirahat, henderson pun melanjutkan perjalanannya. Ia terus menaiki tangga tanpa ujung, tak terasa bahwa ia dapat melihat sebuah kuil kecil di ujung tangga.


"Akhinya aku melihat ujung dari tangga tersebut, akan tetapi siapa orang tersebut. Mengapa aku melihat seorang pria di ujung tangga tersebut, aku harus menghampirinya" ucap henderson yang mengalami kebingungan.


Henderson pun menghampiri pria misterius tersebut, setelah ia menghampiri pria tersebut. Ia pun menyapa pria tersebut.


"Permisi, apakah kau penjaga kuil ini" ucap henderson.


"Henderson, sang utusan ares dan merupakan penerus ares, aku telah menunggu mu disini" ucap pria tersebut.


"Siapa kau, mengapa kau tahu nama ku" ucap henderson yang mengeluarkan pedangnya dan dipenuhi perasaan curiga.


"Tenang bung, aku adalah bawahan selena zauga, sang penguji pertama. Aku mengenali mu karena bawahan ares datang beberapa hari lalu" ucap pria tersebut.


"Astaga, maafkan ketidaktahuaan ku" ucap henderson.


"Santai saja, aku adalah penguji kesabaran. Dan itu adalah ujian pertama sebelum kau mengambil relic ares, apakah kau siap?" Ucap pria tersebut.


"Ya aku sangat siap" ucap henderson yang menyarungkan pedangnya kembali.


"Baiklah, ujian pertama adalah kesabaran. Naik lah kau ke tangga tersebut hingga kau menemukan kuil selanjutnya" ucap pria tersebut.


"Baiklah" ucap henderson.


"Sebelum itu, minumlah air ini. Ini adalah air yang diberikan berkah oleh dewi selena" ucap pria tersebut.


"Baiklah aku akan minum air itu" ucap henderson.


Henderson pun menghampiri pria tersebut dan minum air pemberian pria itu. tak lama, henderson dipenuhi kekuatan. Sehingga henderson berterimakasih kepada pria tersebut, dan henderson pun melanjutkan perjalanannya, ia mulai menaiki tangga yang merupakan ujian pertamanya.


"henderson, aku harap kau dapat menyelesaikan ujian ini, karena kau adalah harapan kami. Kau harus berhasil, hentikan lah neraka yang mulai bangkit dan menyebabkan teror. Semoga beruntung nak" ucap pria itu dengan penuh harapan kepada henderson.


henderson pun mengalami kesulitan pada saat naik tangga, ia merasa bahwa tangga itu tidak memiliki ujung.