AYONIMA

AYONIMA
SEASON 2 CHAPTER 10 : PERJALANAN SEBASTIAN MENCARI RELIC PERTIWI (2).



Di tengah perjalanan sebastian, terdapat beberapa orang yang ia tidak kenali. Orang tersebut sangatlah misterius sehingga sebastian menannyakan tentang identitas orang tersebut.


"Siapa kau, mengapa kau menghalangi jalan ku." Ucap sebastian.


"Kau tidak perlu menannyakan siapa kami, kami datang ke sini untuk mengambil nyawa mu" ucap orang misterius tersebut.


"Baiklah, aku akan menghadapi kalian semua" ucap sebastian.


"Semuanya, serang orang itu" ucap orang misterius tersebut.


Perang kecil pun pecah antara sebastian dan orang misterius tersebut, serangan demi serangan dilancarkan oleh sebastian dan orang misterius itu, peperangan kecil tersebut berubah menjadi perang yang cukup sengit.


"Boleh juga kau anak muda. Hai sobat, keluarkan senjata yang diberikan tuan Frederick." Ucap orang misterius tersebut.


"Frederick, maksud mu adalah utusan sang kegelapan?" Ucap sebastian untuk memastikan.


"Ya kau benar tuan frederick yang agung, sang kegelapan. Kau tidak akan selamat anak muda" ucap orang misterius tersebut.


"Coba saja hadapi aku, kondisi tidak akan berubah walau pun kalian menggunakan senjata yang jelek itu" ucap sebastian yang mengejek para orang misterius tersebut.


Para orang misterius tersebut mulai terprovokasi oleh ejekan sebastian, merekapun mulai menyerang kembali sebastian, akan tetapi posisi sebastian pada kali ini sangat terpojok, seangan demi serangan mereka lancarkan. Sebastian kini dalam posisi bertahan, dan menunggu sebuah momentum yang cocok untuk melancarkan serangan balik.


"Astaga, mereka sangat kuat, aku harus bertahan dan mencari celah dalam menghadapi mereka" gumam sebastian dalam hatinya.


"Bagaimana anak muda, apakah kau menyerah, matilah kau anak muda. Kau adalah penghalang kegelapan untuk melahap bumi dan surga." Ucap orang misterius tersebut.


"Hanya segini kah kemampuan kalian, jujur saja kalian adalah yang terburuk" ucap sebastian dengan nada yang mengejek.


Mereka pun terprovokasi kembali, pada akhirnya terdapat celah yang terbuka. Sebastian pun menyadari bahwa lawannya membukakan celah yang cukup besar. Oleh karena itu serangan dilancarkan oleh sebastian.


"Arghhh... Anak mudah arogan, kau telah melukai kami, kamu akan mendapatkan balasannya" ucap orang misterius tersebut dengan nada yang marah.


"Kemampuan khusus, forest root" rapal sebastian yang mengaktifkan kemampuannya.


Seketika pohon hutan pun mengeluarkan akarnya dan mengikat serta membatasi pergerakan dari orang misterius tersebut. Sebastian yang merasakan kebingungan pun datang ke mereka yang sedang terikat untuk menannyakan beberapa hal.


"Siapa kalian, mengapa kalian mengincarku, apakah kalian utusan kegelapan" ucap sebastian.


"Hahaha, anak muda kau terlalu naif. Kami adalah pembunuh bayaran yang diminta secara khusus dari pangeran kegelapan untuk membunuh siapapun yang berani menghalangi jalannya." Ucap orang misterius tersebut.


Seketika para orang misterius itu mengaktifkan mantra peledak. Karena disinyalir mereka tidak mau membocorkan informasi lebih lanjut. Sebastian yang mengetahui bahwa mereka ingin meledakan diri pun berlari dan mengaktifkan kemampuannya.


"Sial mereka akan meledakkan diri, aku harus lari" ucap sebastian.


"Kau sudah terlambat anak muda." Ucap orang misterius tersebut.


"Forest protection" rapal sebastian yang mengaktifkan kemampuannya.


Seketika tubuh orang misterius itu meledak dengan ledakan yang cukup besar, beruntungnya sebastian sempat mengaktifkan kemampuannya dalam pengendalian alam.


"siapa mereka, apakah mereka datang kepada ku untuk mengambil nyawa ku? Aku berharap aku menemukan jawabannya nanti" ucap sebastian di dalam hatinya.


"Halo peri kecil, aku sebastian. Aku merupakan utusan dari dewi pertiwi. Aku melihat bahwa kalian memiliki kesusahan, apakah ada hal yang bisa ku bantu, para peri kecil." Ucap sebastian.


"Pantas saja bau yang terpancar dari tubuhmu sangat nikmat, ternyata kau adalah utusan sang pertiwi agung." Ucap peri tersebut.


"Lantas apa yang bisa ku bantu?" Ucap sebastian yang masih tetap menawarkan bantuan ke peri tersebut.


"Kami memiliki kesulitan dalam mengelola hutan ini, banyak sekali konflik yang berupa penebangan secara liar" ucap peri tersebut.


"Apakah aku bisa membantu kalian?" Ucap sebastian.


"Ya, kau sangat membantu. Terimakasih wahai utusan pertiwi" ucap peri tersebut.


"Sama sama" ucap sebastian.


Para peri tersebut ke markas atau perkampungan peri yang dimaksud, sebastian sontak kaget dan terkejut. Ia tidak pernah melihat desa para peri. Sebastian pun bertanya kepada peri yang ia selamatkan.


"Aku ingin bertanya, apakah semua perunyang ada di hutan ini, tinggal disini" ucap sebastian.


"Kau benar, kita semua merupakan penduduk dari hutan ini" ucap para peri.


"Baiklah, aku akan membantu kalian dalam mengatasi kegelapan yang merusak lingkungan. Sejujurnya aku merasa sedikit jengkel terhadap kegelapan" ucap sebastian dengan raut wajah yang cukup serius.


"Beristirahatlah, kamu akan aku pertemukan dengan kepala desa yang menjaga tempat ini" ucap peri tersebut.


Henderson pun pergi ke kediamannya di desa para peri untuk beristirahat. Tak terasa bahwa sang surya telah bangkit dari tidurnya.


"selamat pagi dunia, tak kusangka aku akan beristirahat dengan nyaman. Sudah lama sekali aku tidak bersantai" gumam sebastian di pagi hari terdebut.


"Hei sebastian, apakah kau nyenyak beristirahat disini. Sejujurnya kami cukup khawatir dengan kenyamanan mu, dengan melihat secara langsung, kami tidak perlu khawatir akan keselamatan mu. Baiklah apakah kau siap menemui kepala desa peri disini" ucap peru tersebut.


"Ya aku sangatlah siap, mari tuntun aku kejalannya" ucap sebastian.


Mereka pun menuju ke kediaman kepala suku peri, kepala desa peri merupakan orang yang dapat melindungi hutan ini.


"Selamat datang utusan pertiwi ,perihal apa yang membawa kalian pagi hari ini menemuiku" ucap kepala desa peri.


"Ya, tujuan kami kesini adalah bagaimana cara menundukan material dan menguasainya, perisi seperti yang dikeluarkan oleh karena itu apakah kau mendengar beberapa isu yang terjadi di hari itu" ucap sebastian dengan penuh keberanian.


Mendengar hal tersebut, kepala desa mengajak sebastian dan bersama rekannya. Mereka bertukar informasi tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan.


"Saudara sebastian, aku kira hal tersebut tidak akan cocok dengan kami, akan tetapi teknik tersebut sangat pas dengan kami, kami meninta maaf apa yang telah terjadi". Ucap kepala desa tersebut.


"Aku ingin peta yang menunjukan peta harta karun kematian kerbuka" ucap sebastian.


"Baiklah kau cukup tertarik, bagaimana kau ikut seleksi yang dilakukan pihak eksternal" ucap kepala desa tersebut.


Mendengar hal tersebut sebastian sangat senang, ia pun menjadi perwakilan dari desa peri. Sang sebastian sangat senang karena ditunjuk sebagai perwakilan desa peri. Hal tersebut dianggap sangat nenguntungkannya karena dapat menganalisa spesifikasinya. sebastian pun mulai berlatih untuk mempersiapkan hal tersebut.