
Desa Cathya merupakan sebuah desa kecil dengan populasi kurang dari lima puluh ribu penduduk.
Desa ini merupakan tempat tumbuh berkembangnya Alvin sejak dia dilahirkan. Banyak kenangan yang mengingatkannya pada orang tua beserta kerabat-kerabat yang dia kenal berada di desa ini.
Munculnya tanaman kecubung mutasi ini membuat perasaan Alvin bercampur aduk. Tidak terlintas sedikitpun bahwa tanaman berbahaya ini akan tumbuh di desanya.
Sejauh yang dia ketahui, tanaman kecubung bermutasi ini bukanlah tanaman yang secara aktif menyerang langsung ke makhluk hidup. Tidak ada hal baik saat bertemu tanaman ini.
Akarnya akan menancap kuat di tanah dan bahkan mengakibatkan dampak destruktif yang bisa meruntuhkan sebuah kota.
Setiap hari tanaman ini akan menyebarkan serbuk dari dedaunan yang dapat menyebabkan efek halusinasi pada makhluk yang menghirupnya.
Efek ini akan menarik perhatian semua makhluk untuk mendekat ke tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman kecubung bermutasi tersebut.
Hal baiknya adalah tanaman ini menyebarkan serbuk hanya di sekitar wilayah populasinya saja.
Tanaman kecubung bermutasi ini tidak memiliki inti pohon sebagai induknya sehingga tidak mungkin untuk dibasmi. Setiap kali tanaman ini dihanguskan, maka abu pembakarannya akan menjadi serbuk atau benih yang akan membantunya meningkatkan jumlahnya menjadi berkali-kali lipat.
Selain berbahaya, populasi tanaman kecubung ini tidak memiliki apapun yang dapat menjadi keuntungan seperti zombie dengan batu evolusi atau binatang bermutasi yang memiliki daging dan kulitnya.
Sejujurnya kalau bukan untuk menyelamatkan sahabat masa kecilnya, dia tidak akan mau berurusan dengan tanaman kecubung bermutasi ini. Bagaimanapun Alvin tidak memiliki keluarga selain sahabatnya ini.
Ada dua hal yang harus diperhatikan untuk bisa menghadapi tanaman kecubung bermutasi ini, yang paling utama adalah dengan tidak memprovokasi atau mengganggu tanaman tersebut. Kedua yaitu memiliki vitalitas kuat dan mampu mempertahankan kesadarannya (bisa dibantu dengan obat anti halusinogen).
Saat ini Alvin meninggalkan Grey diluar untuk menjaga kendaraannya dan berburu zombie sesukanya. Seharusnya dengan kekuatan Grey saat ini mampu melawan ratusan zombie biasa atau beberapa zombie mutasi level 1. Jadi Alvin bisa pergi tanpa harus mengkhawatirkan Grey.
Yang Alvin tidak diyakini adalah Grey tidak cukup mampu menghadapi efek halusinasi dari tanaman kecubung. Membuatnya mengamuk atau tertidur tentunya akan merepotkan Alvin.
Alvin memasuki Desa Cathya dengan mudah.
Karena belum pernah ada yang selamat semenjak memasuki wilayah tanaman kecubung bermutasi, sejujurnya Alvin kekurangan informasi.
Skill 'sensistive sight' terus Alvin gunakan sejak memasuki Desa Cathya.
Tanaman merambat tumbuh mengakibatkan retakan disepanjang jalan. Pohon kecubung bermutasi juga tumbuh disetiap 3-5 meter. Sejumlah rumah juga mulai tertutupi lumut hijau yang cukup pekat.
Yang membuat Alvin bergidik ngeri adalah pemandangan orang-orang yang sedang berbaring atau duduk lemas sambil terlilit oleh akar atau cabang pohon.
Setelah mendekati salah satu orang tersebut, Alvin menyadari bahwa akar tanaman tersebut menancap di beberapa bagian kulit orang-orang ini.
Alvin mengecek detak jantung dan menghela nafas ke beberapa orang yang ternyata masih bernafas dengan normal. Selain menjadi lebih kurus dan lemah, rata-rata orang tersebut memang berada dikondisi yang cukup mengenaskan.
'Apakah orang-orang ini menjadi nutrisi bagi tanaman?' Tanya Alvin dalam benaknya.
Saat Alvin hendak melepaskan orang tersebut tiba-tiba terdengar suara dari sistem.
[Peringatan berbahaya!!!]
[Disarankan host tidak melepaskan akar tanaman bermutasi tersebut]
[Dengan kekuatan host sekarang belum mampu menahan level ancaman tanaman kecubung bermutasi]
'Jangankan untuk melawan, bahkan menahan pun belum bisa?' Alvin mematung sejenak sambil meneteskan keringat dingin.
'Baiklah kalau begitu aku harus cepat menemukan Noah.' Batin Alvin.
Karena tidak menggunakan kendaraan, butuh waktu dua jam untuk Alvin tiba dirumah Noah. Alvin cukup terkejut bahwa tidak ada zombie atau binatang bermutasi yang menghadang Alvin diperjalanannya.
Saat tiba dirumah Noah, Alvin mendapati Noah beserta seorang gadis dan seorang pria yang sedikit lebih tua darinya berada dirumahnya.
'Gadis ini seharunya Bella, tunangan Noah, lalu siapa pria ini?' Batin Alvin. Tidak mau memikirkan hal lain, Alvin kemudian mengedarkan pandangan ke yang lainnya.
Alvin memandang mereka semua yang sedang dalam keadaan 'tertidur' kemudian memusatkan perhatiannya pada Noah.
'Sistem, kalau aku tidak bisa melepaskan tanaman ini, bagaimana cara menyelamatkan Noah?' Tanya Alvin.
[Ding...]
[Host dapat melepaskan tubuh tersebut dengan mengganti tubuh yang lain]
'Bagaimana cara mendapatkan tubuh yang lain?' Tanya Alvin lagi.
[Dapatkan tubuh binatang bermutasi yang masih hidup atau ... tubuh manusia lain]
Alvin membeku setelah mendengarkan solusi dari sistem. Kemudian dia memejamkan mata sambil berpikir sejenak.
Sepanjang perjalanan, Alvin tidak menemukan binatang bermutasi. Mungkin karena populasi tanaman kecubung, sehingga membuat binatang-binatang tersebut mewaspadai dan kabur sejauh mungkin dari Desa Cathya.
Lagipula dia tidak sedang berada di hutan atau sejenisnya, sehingga menemukan binatang bermutasi cukup sulit.
Untuk mengorbankan manusia lain, Alvin tidak memikirkan hal tersebut sedikitpun.
Belum mendapatkan solusi untuk mengganti tubuh, kemudian Alvin mendengar peringatan dari sistem.
[Ding...]
[Peringatan!!!]
[Tubuh yang digunakan sebagai nutrisi tanaman kecubung bermutasi mulai melemah]
[Memperkirakan waktu bertahan hidup...]
[....]
[....]
[50:12:44, 50:12:43, 50:12:42 ...]
Mata Alvin langsung terbelalak mendengar hal tersebut.
Seharusnya perjalanan ini hanya misi penyelamatan yang mudah, tetapi semuanya berubah menjadi krisis penyelamatan darurat.
Saat Alvin termenung, dia menyipitkan matanya saat melihat Noah yang sedang tersenyum sambil meneteskan air liurnya.
"Bisa-bisanya kau berfantasi cabul dalam mimpimu beruang besar." Ucap Alvin sambil memandang jijik.
Lalu Alvin keluar dari rumah tersebut dan bergegas menuju ke mobil yang dijaga oleh Grey.
Dengan adanya tanaman kecubung bermutasi, tubuh Noah beserta dua rekan yang berada dirumahnya relatif aman sampai tahap tertentu.
Saat ini dia harus bergerak dengan cepat untuk menemukan binatang bermutasi dan membawanya untuk menggantikan Noah sebagai 'nutrisi' dari tanaman kecubung bermutasi.
Dengan bantuan Grey, maka proses pencarian binatang bermutasi akan menjadi lebih cepat.
Setelah dua jam berjalan kembali, Alvin menemukan Grey yang sedang duduk bersantai disebelah mobil. Tetapi Alvin juga mendapati bahwa disebelahnya telah menumpuk batu evolusi yang cukup banyak.
Grey yang menyadari Alvin kemudian berlari menghampirinya.
"Maafkan aku membuatmu menunggu lama, kamu pasti bosan berada disini." Ucap Alvin sambil mengelus Grey.
"Wooooofff.."
"Oh iya, apa kamu menemukan sesuatu selain zombie? Kucing, Anjing atau binatang peliharaan lain yang bermutasi?" Tanya Alvin.
Grey memiringkan kepala, kemudian secara perlahan menggelengkan kepalanya.
Mendapat jawaban Grey, Alvin menghela nafas. Sesuai dugaannya, binatang bermutasi pasti telah melarikan diri dari Desa Cathya karena mereka mempunyai insting bertahan hidup yang lebih baik dari manusia.
"Baiklah, sepertinya kita harus kembali menemui Tatiana dan yang lainnya di Kota Skycloud, barangkali mereka bisa memberikan solusi untuk mendapatkan binatang bermutasi." Ucap Alvin pada Grey.
Melakukan perjalanan bolak balik tentunya menghabiskan sumber daya. Namun semua itu tidak menjadi masalah bagi Alvin, karena saat ini yang berharga baginya hanya waktu.
Alvin memiliki dua hari untuk menyelesaikan misi penyelamatan sahabat masa kecilnya, Noah.