Attribute on Apocalypse

Attribute on Apocalypse
Rumah Sakit Milestone



Sekarang Alvin ingin menguji kekuatan tempurnya. Tetapi di lantai satu saat ini terdapat terlalu banyak zombie, bahkan untuk bergerak pun akan kesulitan.


Alvin beranjak ke lantai teratas yang merupakan rooftop dari kantor polisi, hanya ada beberapa zombie disana.


Alvin juga mengajak James dan Richard untuk menguji skill baru yang mereka miliki.


******


Sementara itu, disuatu tempat, Desa Milestone.


Dorrr ...


Dorrr ...


Dorrr ...


"Mundur!!! Zombie sudah menembus pertahanan!!!"


"Direktur, apa yang harus kita lakukan???" Ucap salah seorang pria berseragam polisi.


"Tinggalkan tempat ini!! Semuanya naik ke lantai atas!!!" Ucap pak direktur.


"Pak direktur, bagaimana dengan pasien yang masih berada di bangsal?" Ucap sesorang lainnya sambil terengah-engah.


"Apa kamu gila? Bagaimana kita menyelamatkan orang sedangkan kondisi kita sendiri berbahaya? Tinggalkan!!! di dunia seperti ini aku tak mau merawat orang-orang sakit itu." Jawab sang direktur.


"Tapi dokter Zack masih berada di kafetaria pak!!!"


"Itu salahnya sendiri yang mau sok-sokan menjadi pahlawan."


"Mau bagaimana lagi, berarti kita akan kehilangan satu dokter berbakat." Ucap direktur dengan santai.


*****


Di suatu tempat persembunyian, Kota Skycloud.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Ini... Bukankah fenomena zombie horde yang diucapkan Alvin itu benar-benar terjadi?" Ucap seorang gadis cantik jelita.


Saat ini dihadapannya terbentang lautan zombie menutupi jalan. Zombie-zombie ini bergerak serempak seolah dikomandoi oleh seseorang.


Apabila ada manusia yang muncul di tengah-tengah kerumunan tersebut, akan dipastikan mati.


"Alvin bilang kita bisa mendapatkan kotak harta karun saat zombie sedang agresif. Tapi bagaimana cara kita mencari kotak sedangkan kerumunan zombie begitu banyak?" Tanya seorang gadis cantik lainnya.


"Aku sendiri tidak mengerti, terlalu banyak zombie dibawah, kita beruntung bisa berada di gedung ini. Semoga tidak terjadi sesuatu pada Kyle dan Felix." Ucap gadis itu khawatir.


Kedua gadis itu adalah Anna dan Natasha, sudah beberapa hari mereka terpisah dari Kyle dan Felix.


Awalnya mobil yang mereka kendarai hampir tiba ke Kota Skycloud. Namun diperjalanan, mobil tiba-tiba terhenti. Mereka yang tidak memahami onderdil mobil pun kebingungan menghadapi kendaraan yang mogok tersebut.


Akhirnya Kyle dan Felix mencari cara untuk menghidupkan mobil atau mencari mobil pengganti disekitar daerah mereka berhenti.


Tidak mungkin bagi mereka membawa banyak persediaan sepanjang hari karena perjalanan masih cukup panjang.


Kenapa Kyle dan Felix yang pergi? Karena mereka laki-laki, tentunya mereka punya stamina lebih baik daripada wanita. Kedua, tidak mungkin meninggalkan Felix dengan wanita, itulah yang mereka pikirkan.


Setelah menunggu mereka seharian, akhirnya Anna dan Natasha memutuskan untuk meninggalkan beberapa persediaannya dan menyusul ke arah Kyle dan Felix pergi.


Namun, entah bagaimana, bukannya bertemu dengan Kyle dan Felix, mereka malah sampai ke pinggiran Kota Skycloud.


*****


Kembali ke rooftop di kantor polisi, Alvin, James dan Richard cukup puas mencoba skill yang mereka beli dari exchange box.


Mereka kembali ke lantai dua dan bertemu dengan Nancy dan Julian.


Nancy juga telah memilih skill untuk dirinya sendiri.


Sebenarnya itu merupakan ujian dari Alvin untuk Nancy. Alvin membiarkan Nancy memilih diantara dua skill tersebut agar dia bisa menentukan gaya bertarungnya sendiri. Jika Nancy memilih skill 'pemanah dasar', itu akan membuat Alvin kecewa karena Nancy tidak memilih skill sesuai dengan kemampuannya.


Karena tidak memiliki kegiatan yang bisa dikerjakan, Alvin hanya melihat-lihat shop di sistem dan merencanakan penggunaan batu evolusi di masa depan.


Saat menjelang tengah malam, zombie-zombie kehilangan agresifitasnya dan mulai membubarkan diri dari kantor polisi. Sekarang hanya tinggal setengah zombie saja yang tersisa.


Mereka bergerak cepat sambil tetap mengumpulkan batu evolusi.


Walaupun hanya berlima, kecepatan mereka dalam berburu zombie sangat fantastis.


Setelah meminum Pil Penguat, bahkan Julian dan Nancy dapat bergerak lebih cepat. Hal ini membuat pengumpulan batu evolusi jadi efektif dan efisien.


Alvin juga terus mengedarkan persepsinya untuk menghindari dirinya menarik terlalu banyak zombie.


Karena mereka harus membunuh banyak zombie beserta mengambil batu evolusi, butuh 6 jam bagi mereka agar sampai ke rumah dengan aman.


Tujuan Alvin saat ini adalah kembali ke rumah Nancy dan mempersiapkan diri untuk ke rumah sakit keesokan harinya. Dia akan menepati janjinya untuk mencari ayah Nancy dan Julian.


"Besok siang kita bisa pergi ke rumah sakit untuk menyelamatkan ayah Nancy dan Julian. Sekarang kita perlu memulihkan tenaga dan berisitirahat." Ucap Alvin.


Nancy bergemetar saat mendengar ucapan Alvin. Dengan mata yang memerah, dia menguatkan dirinya.


'A...apakah ayah baik-baik saja dirumah sakit?' gumam Nancy dalam hatinya.


Melihat Nancy yang hendak menangis, Alvin segera menenangkannya.


"Tenanglah, seharusnya tidak ada yang terjadi dengan ayahmu, bukankah rumah sakit Milestone dikelilingi pagar tinggi? Sejujurnya rumah sakit itu salah satu tempat teraman di desa ini." Ucap Alvin sambil mengelus kepala Nancy.


Alvin berkata demikian karena dia telah melihat sebagian wilayah desa Milestone dari gardu listrik. Rumah sakit memiliki pertahanan yang kokoh dan jumlah orang selamat lebih banyak dari tempat lain.


Walaupun terjadi fenomena zombie horde, seharusnya tidak akan berpengaruh terhadap keselamatan orang-orang di rumah sakit.


"Tidurlah, kita perlu memulihkan stamina dan bergerak lebih cepat besok siang." Ucap Alvin.


James dan Richard mengangguk.


Julian menarik Nancy ke dalam kamar untuk tidur dengannya. Tampak jelas dimatanya, walaupun kekuatannya telah ditingkatkan sedikit, tetap saja dia terlihat seperti bocah 10 tahun yang kelelahan.


Sebelum kembali ke kamarnya, Julian menyerahkan semua batu evolusi yang dikumpulkannya kepada Alvin.


Sesuai dugaannya, ketika bersentuhan dengan batu-batu evolusi itu, attribute energinya juga sedikit meningkat. Hal ini tentu membuat Alvin merasa senang.


Beberapa saat kemudian, karena kelelahan setelah perjalanan semalam, hanya Alvin yang tetap terjaga saat ini. Namun entah bagaimana, dia pun akhirnya tertidur juga.


*****


Menjelang siang hari, Alvin terbangun karena mencium wangi harum dari tubuh seorang gadis.


Nancy ingin membangunkan Alvin, tetapi berakhir dengan menatap Alvin yang sedang tidur. Dia penasaran dengan kemampuan Alvin dan segala informasi yang dia dapatkan. Saat sedang memikirkannya, Alvin membuka matanya dan tatapan mereka bertemu.


"Apa sudah puas melihat?" Goda Alvin.


"Ahh... Umm... Aku baru saja mau membangunkanmu, makanan sudah siap." Ucap Nancy terburu-buru.


Dengan rona merah diwajah, dia bergegas ke dapur dan mengambil sepiring nasi beserta lauk untuk menjauhi Alvin.


Julian yang melihat tingkah kakaknya, menggelengkan kepalanya.


'Harusnya jangan panik, dasar kakak bodoh.' gumam Julian.


Setelah menyelesaikan makannya, Alvin mengumpulkan mereka semua dan mengatakan rencananya.


"Baiklah sesuai dengan rencana kita sebelumnya, siang ini kita ke rumah sakit Milestone untuk menyelamatkan ayah Nancy dan Julian."


"Kita harus bergerak lebih cepat agar tiba sebelum matahari terbenam." Ucap Alvin.