
Hari pun berganti malam.
Sebuah mobil datang ke tempat persembunyian para narapidana. Ada dua penjaga yang berada di pintu masuk pabrik tersebut.
Sesosok laki-laki tampan keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka.
"Apa Frank ada didalam?" Teriak Alvin.
"Siapa kamu bocah?" Tanya salah satu penjaga.
"Aku orang yang telah kalian singgung. Panggil Frank keluar atau aku akan mencarinya sendiri." Ucap Alvin.
"Bos Frank sedang rapat sekarang, katakan apa maumu?". Tanya mereka lagi.
Alvin terkejut tanpa ekspresi. 'Apa Frank narapidana yang cerdas? Bahkan disaat seperti ini mereka masih bisa melakukan rapat? Bukankah ini merepotkan kalau bertemu dengan penjahat yang bisa menggunakan otaknya?'
"Aku ingin menghajarnya karena berani menggangguku." Ucap Alvin sambil tersenyum.
Kedua penjaga yang mendengar hal itu langsung emosi dan menghajar Alvin.
Bak...
Bukk...
Mereka langsung terhempas sejauh tujuh meter saat menerima pukulan Alvin.
'Kuat sekali'
Salah satu penjaga langsung bereaksi meminta pertolongan menggunakna walkie talkie miliknya.
"Ada penyusup yang datang di pintu depan, kami butuh bantuan." Ucap salah satu penjaga.
'Bahkan mereka punya alat komunikasi? Tampaknya orang-orang ini bukan berasal dari organisasi kriminal biasa.' Batin Alvin.
Sekedar informasi, saat ini ponsel dan komputer telah kehilangan fungsinya karena tidak memiliki sinyal maupun koneksi internet.
Di era zombie ini, frekuensi radio menjadi satu-satunya alat komunikasi jarak jauh yang bisa digunakan. Walaupun jarak frekuensinya tidak terlalu jauh, tetap saja dengan adanya komunikasi itu, semua pesan dapat tersampaikan lebih cepat.
Tidak sampai lima menit, sepuluh orang bersenjata telah berkumpul di gerbang depan pabrik.
"Kalian berdua dikalahkan oleh bocah kurus ini dengan satu pukulan? Benar-benar tidak berguna." Ucap salah satu penjahat tersebut.
"Hati-hati bos, dia cukup kuat." Ucap penjaga yang membawa walkie talkie tadi.
"Oke, serang dia, aku ingin kedua kakinya dipatahkan." Ucap penjahat itu sambil menyeringai.
Kesembilan orang yang datang langsung menyerang Alvin.
Bak... Bukkk...
Bakk... Bukkk...
Bakkk... Bbuuukkk...
Hanya dengan beberapa pukulan, kesembilan orang tersebut terlempar ke segala arah dengan rusuk, kaki dan tangan yang patah. Bahkan ada beberapa orang yang tidak lagi mengeluarkan nafas.
Mereka semua tergeletak berlumuran darah dilantai.
Saat ini ekspresi 'Bos' penjahat itu tidak lagi tersenyum. Semua bawahannya terluka dan beberapa mati, sedangkan pria yang berada di depannya tidak tergores sama sekali.
Pertarungan luar biasa ini terjadi kurang dari dua menit.
'Bos' penjahat itu pada akhirnya melaporkan situasi ini ke salah satu eksekutif yang berada dibawah Frank.
"Bos, ada situasi darurat didepan gerbang."
"Kami dihajar oleh seseorang, kemampuannya tidak bisa kami hadapi, kemungkinan dia telah berevolusi dan melewati zombie horde."
"...."
"Ya, hanya satu orang bos."
"...."
Alvin yang mendengar laporan dari 'Bos' itu menjadi tertarik.
'Bukankah baru saja dia mengatakan evolusi? Bagaimana orang-orang ini tau tentang fenomena zombie horde?' Alvin bertanya-tanya dalam hatinya.
Berdasarkan ingatannya, pertama kali orang-orang mengetahui tentang evolusi yaitu disaat fenomena zombie horde terjadi kedua kalinya. Hanya dia dan anggota basecampnya yang tau tentang hal itu di fenomena zombie horde pertama.
Tiba-tiba raut wajah Alvin menjadi panik, selain mereka harusnya Alvin masih memiliki kelompok lain yang tau tentang fenomena zombie horde.
Anna !!!
Aura dingin keluar dari tubuh Alvin saat memikirkan hal itu.
"Keluar kalian semua, aku akan menghancurkan tempat ini kalau Frank tidak muncul sekarang." Teriak Alvin.
Kali ini Alvin tidak lagi menyembunyikan aura membunuhnya. Saat ini dia ingin mengkonfirmasi sesuatu pada Frank.
Dengan keributan yang dibuat oleh Alvin, semua orang keluar dari pabrik. Ada banyak orang dengan berbagai senjata yang muncul sesuai ucapan Tatiana.
Tanpa basa-basi, Alvin mengeluarkan pedangnya dan menebas mereka satu persatu.
Sliingggg...
Slasshhh....
Jleeeeeeb...
Satu, dua, sepuluh, lima belas orang telah dibunuh oleh Alvin dengan lima tarikan nafas.
"Aaaaaaghhhh..."
Tidak ada yang Alvin ampuni satupun. Diluar pabrik, hanya ada erangan kesakitan yang terdengar.
Alvin terus melanjutkan pembantaian hingga jumlah orang yang berdiri di depan Frank kurang dari dua puluh orang.
"Berhenti." Teriak Frank.
Alvin berhenti melakukan pergerakannya. Dia mengibaskan pedang dan memasukkan kedalam sarungnya.
"Anak muda, mengapa kamu memprovokasi kelompokku? Tidakkah kamu tau dengan siapa kamu berhadapan?" Ucap Frank.
"Bukankah kamu hanya seorang kriminal Frank? Apa kamu memiliki identitas lain?" Tanya Alvin bodoh.
Frank mengerucutkan bibirnya, saat ini dia ingin sekali menghantam kepala Alvin ke dinding.
"Apa kamu tidak tau kalau aku dan Asosiasi Sarvana bekerja sama?" Tanya Frank dengan penuh kesombongan.
Alvin hanya diam tanpa ekspresi apapun. Diamnya Alvin membuat Frank mengira bahwa Asosiasi Sarvana dengan pemuda didepannya pasti saling berhubungan.
"Baiklah patahkan saja kakimu dan aku akan menyatakan keluhan pada atasanmu. Lebih baik kamu ingat peringatanku dan pergi dari sini."
"Lepaskan dia, setelah mematahkan kakinya, kita akan berurusan dengan Asosiasi Sarvana dan meminta kompensasi dari mereka nanti." Ucap Frank pada anak buahnya.
"Asosiasi Sarvana? Apa itu?" Ucap Alvin tiba-tiba.
Frank yang hendak pergi kemudian terdiam.
'Bukankah dia telah berevolusi? Seharusnya dia elite yang berasal dari Asosiasi Sarvana kan?' Ucap Frank dibenaknya.
Sepengetahuan Frank, orang-orang yang mengetahui rahasia evolusi hanya beberapa kelompok besar narapidana dan Asosiasi Sarvana.
Orang yang berada didepannya ini bukanlah salah satu petinggi kelompok narapidana, oleh karena itu dia menebak Alvin berasal dari Asosiasi Sarvana.
"Jadi kamu beruntung bisa berevolusi"
"Semuanya!!! kalian bisa berbuat sesuka hati padanya, yang bisa membunuhnya akan aku berikan imbalan." Teriak Frank.
Orang-orang yang berada di depan Frank menatap Alvin dengan tatapan tajam. Sebagian mengganti senjata mereka dengan pistol.
Berikut dengan dua orang yang berada disisi kiri dan kanan Frank, mereka mengeluarkan senapan AK-47 dengan semangat.
Setelah melihat tatapan membunuh mereka, Alvin dengan sigap mengeluarkan pedangnya kembali dan melaju dengan kecepatan penuhnya.
Dor...
Dorrr...
Slingg...
Sliiiiing ...
Satu persatu Alvin membunuh mereka.
'Apa ini kekuatan manusia yang telah berevolusi?' Tatap Frank dengan bersemangat.
Bukannya takut, Frank malah kagum dengan gerakan membunuh instan Alvin. Bagaimanapun dia seorang pembunuh berantai bahkan psikopat bisa disejajarkan dengan dirinya.
Saat ini hanya sepuluh orang yang masih berdiri diluar pabrik.
"Auuuuuungggg." Tiba-tiba terdengar lolongan serigala dari dalam pabrik.
Semua orang bergetar mendengar lolongan serigala yang berasal dari arah belakang mereka.
"Baiklah ada kata-kata terakhir sebelum kita mengakhiri ini?" Tanya Alvin.
"K-kami memiliki sandera di dalam, jangan macam-macam." Ucap salah seorang penjahat itu.
Semua orang kembali percaya diri mendengar hal itu.
"Hahaha tidakkah kalian bodoh, lolongan serigala itu berasal dari dalam pabrik, aku tidak yakin bagaimana, pasti seseorang telah mengeluarkan sandera didalam."
"Karena dia berdiri disini hanya untuk memancing kita." Kata Frank mengakhiri kata-katanya.
Alvin tersenyum saat mendengar ucapan Frank.
'Dia benar-benar pintar, kemampuan berpikirnya luar biasa.'
'Kalau dia bukan orang jahat, aku pasti mempertimbangkan dirinya untuk bergabung ke basecamp.' gumam Alvin.