Attribute on Apocalypse

Attribute on Apocalypse
Wilayah Dengan Tingkat Bahaya Level S



Semua orang memandang Alvin saat dia mengatur satu syarat untuk mereka.


Kemudian Alvin mengeluarkan batu evolusi dari dalam kantongnya.


"Persyaratannya mudah, kumpulkan batu evolusi ini dari zombie." Ucap Alvin.


Kemudian Alvin menceritakan darimana asal dan letak mereka bisa mendapatkan batu evolusi tersebut.


Semua orang menatap kaget saat melihat batu berwarna merah yang berada ditangan Alvin.


Hanya satu orang dari mereka yang menatap batu tersebut dengan mata berbinar.


Karena kebiasaannya hidup mandiri, orang tersebut sering menghabiskan waktu untuk membaca novel atau komik fantasi yang mana sang tokoh utama dengan cara tertentu akan mendapatkan sebuat kemampuan atau cheat agar menjadi kuat.


'Mungkin inilah takdirku untuk menjadi kuat, hahahahaha.' Ucap Vento sambil tersenyum lebar.


Alvin menggelengkan kepala melihat seringai jahat yang muncul di bibir Vento.


"Berhentilah berfikir yang tidak-tidak." Ucap Alvin cuek. Sejujurnya Alvin juga merupakan pembaca setia novel genre fantasi. Dia juga yakin bahwa Vento memikirkan hal yang sama dengannya.


"Aku tidak akan bertele-tele, pagi ini aku akan melanjutkan perjalanan ke Desa Cathya. Bagi kalian yang ingin bergabung harus mengumpulkan dua puluh batu evolusi setiap orang." Ucap Alvin.


"Tidak ada pengecualian, semua orang wajib menyerahkan dua puluh batu evolusi, anggap itu sebagai biaya perlindungan." Lanjutnya.


Masing-masing orang menelan salivanya saat Alvin mengatakan syarat tersebut.


Dua puluh batu evolusi, berarti masing-masing orang harus membunuh dua puluh zombie.


Hanya mereka bersembilan harus mengalahkan seratus delapan puluh zombie.


Kepercayaan diri mereka turun setelah membayangkan zombie-zombie yang akan menyerang mereka. Namun ada satu orang yang masih tetap ingin berjuang.


"Baiklah, kami akan mengumpulkan batu evolusi saat kamu pergi ke Desa Cathya." Ucap seorang gadis tegas.


Alvin mengangguk puas terhadap jawaban Tatiana. Hanya dia sendiri yang menanggapi syarat Alvin tanpa khawatir sedikitpun. Mungkin karena dia memiliki dasar bela diri dan keinginan bertahan hidup yang kuat membuat kepercayaan dirinya sangat tinggi.


"Berhati-hatilah, sejujurnya aku ingin kalian semua bergabung ke tempat perlindunganku."


"Tetapi tetap saja aku tidak akan membawa parasit yang tidak berguna." Ucap Alvin dingin.


Kemudian Alvin mengeluarkan beberapa senjata sederhana seperti pisau, belati dan parang yang telah dia keluarkan sebelumnya dari cincin penyimpanan.


"Pakai senjata ini untuk mempertahankan hidup kalian." Ucap Alvin sambil menyerahkan barang-barang tersebut.


Alvin tidak memberikan makanan karena masih tersisa cukup banyak yang mereka dapatkan dari anggota Frank.


"Oh ya, tolong cari petunjuk tentang keberadaan dua temanmu yang ditangkap anggota Frank. Jangan gegabah dan tetap perhatikan keselamatanmu." Ucap Alvin sambil memandang Tatiana.


Tatiana merasakan kehangatan pada tubuhya. Diperhatikan oleh seseorang selain saudaranya membuat perasaannya salah tingkah.


Padahal dalam pemikiran Alvin, dia hanya tidak ingin menyia-nyiakan seseorang yang memiliki kemampuan bertarung.


"Paman, biarkan Luna dan Ronald mengikuti kalian menghabisi zombie."


"Katakan kondisinya supaya mereka bisa bergabung dengan kelompokku." Ucap Alvin pada Edward.


Bagi Alvin tidak ada pengecualian bagi mereka yang ingin bergabung bahkan untuk anak-anak.


Tetapi raut kekhawatiran timbul di wajah Edward. Dia bisa memaksa dan mengajarkan Ronald untuk mengalahkan zombie.


Namun bukankah terlalu kejam mengajarkan seorang gadis kecil untuk bertarung bersamanya?


"Jangan biarkan Ronald dan Luna bertarung, berikan tugas mengambil batu evolusi dari mayat zombie pada mereka." Ucap Alvin sambil tersenyum kecut.


'Hei pak tua, aku bukan tiran lokal yang memaksa seorang gadis kecil untuk menghadapi zombie.' Ucap Alvin dalam hatinya.


Setelah mengatakan syarat dengan mereka, Alvin tidak membuang waktunya dan segera naik ke mobilnya.


"Setelah beberapa hari, aku akan kembali kesini menjemput kalian."


"Sampai saat itu, bertahanlah." Ucap Alvin.


Mereka semua menganggukan kepala.


"Berhati-hatilah dan kembali dengan selamat." Ucap Tatiana. Tafiona yang mendengar itu, tersenyum tak berdaya.


"Pastikan menjemput kami bro, aku sangat ingin bergabung dengan tempat perlindunganmu." Ucap Vento.


Alvin tersenyum kemudian menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan ruko tempat mereka tinggal.


******


Berdasarkan jarak tempuhnya saat ini, butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk sampai ke Desa Cathya.


Tetapi saat tiba di perbatasan Desa Cathya, wajah Alvin memucat melihat kondisi desa tersebut.


'Tidak Mungkin, dari sekian banyak tempat di dunia, kenapa harus disini.' Ucap Alvin gugup.


Saat ini di hadapannya telah tumbuh banyak pohon setinggi dua hingga tiga meter yang mengelilingi Desa Cathya.


'Sistem, jangan bilang pohon ini...?'


[Mencari referensi data...]


[Ding...]


[Berdasarkan informasi data sistem, pohon ini disebut sebagai 'Kecubung'. Fungsi kecubung, selain sebagai obat penahan sakit adalah penenang saraf-saraf tegang dalam tubuh kita]


[Karena telah mengalami kondisi mutasi, tanaman ini memiliki efek seratus kali lebih kuat dari sebelumnya. Umumnya tanaman ini dapat membuat kinerja otak melambat dan berhenti bekerja]


Alvin membeku setelah mendengar penjelasan dari sistem. Informasi ini tepat seperti dugaannya.


Pada dasarnya, tanaman kecubung bisa membuat detak jantung lebih cepat, efek yang sama seperti mengkonsumsi narkoba.


Parahnya lagi, apabila dikonsumsi secara berlebihan, tanaman ini dapat menyebabkan kematian mendadak.


Diingatannya, wilayah yang menjadi tempat tanaman ini hidup akan menjadi wilayah dengan potensi sangat berbahaya. Sebagian orang dalam ingatan Alvin mengatakan bahwa wilayah tanaman kecubung termasuk dalam wilayah dengan tingkat bahaya level S.


Tidak hanya manusia yang mengantisipasi wilayah tersebut, bahkan zombie ataupun binatang bermutasi tidak akan mendekatkan diri kesana.


Diingatannya juga tiba-tiba terlintas sekelompok orang mencoba untuk membakar tanaman tersebut. Namun setelah kejadian itu, sekelompok orang tersebut tidak pernah kembali lagi.


Satu hal yang berubah, tanaman tersebut menjadi lebih agresif hingga dengan mudah meleyapkan sebuah tempat perlindungan pada saat itu.


Bahkan setelah beberapa tahun, belum ada orang yang mampu menembus wilayah tersebut. Setiap kali ada orang yang memasuki wilayah tersebut dipastikan akan mati atau terjebak disana selamanya.


"Seharusnya tanaman kecubung ini belum memiliki efek sekuat itu." Ucap Alvin.


Alvin tau dengan fenomena zombie horde, setiap zombie atau makhluk mutasi akan tumbuh menjadi lebih kuat.


Dia memiliki intuisi karena zombie horde baru terjadi satu kali, butuh waktu lebih lama bagi kecubung tersebut mekar hingga berbuah hingga menyebabkan efek halusinasi yang kuat.


Dengan cepat, Alvin memikirkan segala skenario untuk memasuki Desa Cathya.


'Sistem, apakah kamu memiliki sesuatu yang bisa menahan efek halusinasi dari kecubung saat ini?' Tanya Alvin.


[Ding...]


[Obat anti halusinogen tingkat ringan - 100 batu evolusi, efek bertahan selama 24 jam]


[Obat anti halusinogen tingkat sedang - 199 batu evolusi, efek bertahan selama 48 jam]


[Obat anti halusinogen tingkat tinggi - 298 batu evolusi, efek bertahan selama 72 jam]


[Saat ini host memiliki 527 batu evolusi merah]


'Ha? Diskon 1 batu disetiap tingkat? Tidak bisakah lebih murah sistem?' Tanya Alvin sambil memelas.


[Tidak]


'Bukankah kamu terlalu pelit?' Ucap Alvin kembali.


[Ding...]


[Obat anti halusinogen tingkat ringan - 100 batu evolusi, efek bertahan selama 24 jam]


[Obat anti halusinogen tingkat sedang - 200 batu evolusi, efek bertahan selama 48 jam]


[Obat anti halusinogen tingkat tinggi - 300 batu evolusi, efek bertahan selama 72 jam]


'Heee, kenapa tiba-tiba berubah? Sistem, apa yang kamu lakukan? Apa yang terjadi dengan persahabatan yang dijanjikan antara protagonis dan sistemnya?' Ucap Alvin dengan panik.


[....]


Kemudian Alvin menghela nafas dan tertunduk lesu menyesal karena perbuatannya. Di masa depan, dia berjanji tidak akan melawan setiap perkataan sistem.