
"Saat ini kita tidak perlu khawatir tentang keamanan basecamp karena bisa dijamin oleh Lily dan Grey." (Rumah \= basecamp)
"Tetapi aku akan tetap meminta Kak Richard untuk bertanggungjawab tentang hal itu." Ucap Alvin sambil menatap Richard.
"Kak James akan bertanggungjawab dengan senjata dan amunisi, senjata yang kita miliki terbatas, jadi kita harus bisa memanfaatkan yang ada. Di masa depan, aku akan mengumpulkan lebih banyak senjata untuk keamanan kita."
James mengangguk mendengar pengarahan Alvin.
"Nancy, Julian dan Arthur bekerja sama dalam pendistribusian persediaan. Kalian bisa mulai dengan menginventarisasi persediaan di gudang bawah tanah, untuk sementara kebersihan basecamp juga menjadi tanggungjawab kalian." Ucap Alvin sambil memandang mereka bertiga.
"Paman Zack dan Kak Tina bertanggungjawab atas kesehatan kita semua."
"Paman, kita perlu menggunakan salah satu kamar sebagai ruang perawatan sederhana untuk Pak Tua Karsen, nantinya ruangan itu juga bisa dipakai sebagai ruang medis."
"Paman juga bisa membuat catatan barang-barang yang diperlukan untuk melengkapi ruang medis. Besok pagi aku sudah harus mendapat list barang itu sebelum aku berangkat ke Desa Cathya." Lanjut Alvin.
Yang lain sontak terkejut.
"Kamu akan ke pergi besok?" Tanya Zack.
Alvin mengangguk.
"Kita tidak bisa terlena dengan kehidupan yang kita miliki sekarang."
"Yakinlah, semakin hari semakin banyak zombie kuat yang akan muncul. Zombie yang pernah kita hadapi kemarin hanyalah permulaan."
"Oh iya, sementara aku pergi, Kak Richard akan memimpin basecamp. Kalian bisa meminta arahan tentang apapun padanya." Ucap Alvin.
Setelah selesai dengan pengaturan yang dibuat Alvin, semua orang langsung mendiskusikan pekerjaan mereka lalu pergi beristirahat.
Alvin keluar basecamp diikuti oleh James dan Richard. Mereka bertiga menghabiskan rokok sambil berbincang.
"Tolong jaga orang-orang yang berada di basecamp, aku akan mencari saudaraku di Desa Cathya." Ucap Alvin.
"Apa kamu yakin pergi sendiri Alvin?" Tanya Richard.
"Ya, lebih cepat bagiku untuk melakukan perjalanan sendirian. Jangan khawatir, aku cukup kuat hahaha." Jawab Alvin sombong.
"Kak James dan Kak Richard juga harus mencari batu evolusi dari binatang bermutasi. Disini lebih mudah mendapatkannya dan tidak terlalu berbahaya dibandingkan melawan zombie." Lanjut Alvin.
James dan Richard mengangguk.
"Baiklah, kalian bisa melanjutkan aktivitas kalian, aku akan mengunjungi Lily dan Grey terlebih dahulu." Ucap Alvin sambil melangkah pergi.
Saat ini Lily dan Grey sedang berbaring di bawah pohon yang biasa mereka tempati.
"Hai Lily, Hai Grey."
Grey bangun menghampiri Alvin, sedangkan Lily masih tetap berbaring sambil mendengus dingin.
"Besok aku akan pergi lagi." Ucap Alvin sambil memandang lembut mereka.
"Kalian masih mau menjaga basecamp ini kan?" Tanya Alvin.
Tidak ada tanggapan dari mereka.
"Haaah, baiklah, katakan padaku apa yang kalian inginkan." Ungkap Alvin.
Wooooofff...
Wooooofff...
Hanya Grey yang menjawab Alvin. Alvin menduga bahwa Grey ingin mengikutinya ke dunia luar untuk menghadapi zombie.
"Tidak, terlalu berbahaya diluar."
"kecuali ..." Ucapan Alvin berhenti dan memandang Lily.
"Kecuali Lily mengizinkanmu pergi." Ucap Alvin.
Wooooofff...
Wooooofff...
Grey berlari dan menggosokkan tubuhnya ke Lily. Sepertinya itu merupakan rayuan agar ibunya mengizinkan dia pergi bersama Alvin. Bagaimanapun serigala adalah binatang buas, mereka suka hidup bebas dan tidak suka terkekang disuatu wilayah.
Lily menatap tajam Alvin. Dia marah pada Alvin karena memberikan Grey kesempatan keluar dari basecamp. Dia mengkhawatirkan Grey karena harus berkelana dengan Alvin.
Alvin yang ditatap Lily merasakan gemetar pada bahunya. Dia segera mengalihkan pandangannya ke langit seperti anak kecil yang ingin mengajak main seorang teman, namun tidak mendapatkan izin orang tuanya.
Lily mendengus kembali dan menjilati Grey. Sepertinya dia hanya bisa pasrah untuk mengikuti permintaan anaknya itu.
"Ahahaha, kerja bagus Grey, kita bisa berangkat bersama besok pagi." Ucap Alvin sambil tertawa.
"Oh iya, ngomong-ngomong, dimana batu evolusi yang kalian kumpulkan selama aku pergi?" Tanya Alvin.
Wooooofff...
Wooooofff...
Grey menarik ujung celana Alvin menuju ke halaman belakang basecamp. Disana ada tumpukan batu evolusi merah, dan beberapa batu evolusi kuning.
Total yang dikumpulkan mereka mungkin sekitar empat ratus batu evolusi.
"Lumayan kalian benar-benar menjaga tempat ini dengan baik, besok aku akan menghadiahi daging panggang untukmu." Ucap Alvin sambil mengelus Grey.
Setelah berpamitan dengan Lily dan Grey, Alvin kembali ke rumah dan masuk ke kamarnya.
'Sistem buka status'
Nama : Alvin Delamo
Usia : 23
Kekuatan : 69,71
Kecepatan : 70,52
Stamina : 65,64
Vitalitas : 64,33
Energi : 20,11
Evolusi : Manusia Evolusi Tahap I
(Peringatan!! syarat evolusi kedua : memiliki serum evolusi tahap 2)
Inventory sistem : 2 tiket gacha
[Shop] --- [Skill] [Super Ai]
[Shop] --- [Item] [Equipment] Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Roulette : Terkunci (terbuka setelah evolusi tahap 2)
Peningkatan attribute Alvin berjalan cukup stabil, dia menyadari bahwa semenjak berevolusi, jumlah attribute yang dia dapatkan dari batu evolusi menjadi lebih sedikit.
Hal ini mendorongnya agar lebih banyak membunuh zombie kuat atau zombie yang telah bermutasi.
Saat Alvin sedang berpikir, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok.tok.tok
Alvin beranjak membuka pintu dan mendapati Nancy yang tersipu didepan kamarnya.
"Kamu belum tidur?" Tanya Alvin memecahkan keheningan.
Nancy menggeleng.
"Apa kamu berangkat besok pagi?" Tanya Nancy.
"Iya." Jawab Alvin singkat.
"Apa boleh aku tidur bersamamu malam ini?" Tanya Nancy sambil gemetar.
Alvin tercengang dengan pertanyaan Nancy. Walau begitu, dia hanya tersenyum sambil menjawab pertanyaan itu.
"Masuklah." Ajak Alvin sambil menggenggam tangan Nancy.
Saat ini mereka berdua duduk di tepi kasur dalam perasaan canggung. Pipi Nancy merona merah sedangkan Alvin tidak tau harus berbuat apa.
Pada akhirnya mereka hanya tidur bersama tanpa melakukan apapun.
******
Keesokan paginya, semua orang berkumpul di halaman.
Alvin memberitahu perubahan rencana yang mana Grey akan mengikutinya dalam perjalanan ke Desa Cathya.
"Paman Zack, ini adalah kertas skill 'Ahli Medis Dasar' penggunaannya akan diberitahu oleh Kak Richard."
"Nancy, tolong rawat mereka semua, jangan terlalu pelit tentang makanan."
"Kak James dan Kak Richard, tolong jaga basecamp kita sampai aku kembali."
"....."
Alvin memberi pesan pada mereka semua satu persatu.
"Lily..."
Saat itu Lily memandang Alvin dengan matanya yang tajam.
"Mmm... Tidak ada yang harus kamu lakukan Lily, kamu bisa bersantai dibawah pohon setiap hari. Aku akan menjaga Grey dengan nyawaku." Ucap Alvin sambil menyilangkan tangan kanan di dadanya.
Lily kemudian menjilati Grey seolah memberitahunya agar menuruti perintah Alvin. Apapun makhluknya, tetap saja seorang ibu akan selalu mengkhawatirkan anaknya.
Semua orang yang memandang hal itu tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak menyangka Alvin yang brutal menciut hanya dengan satu tatapan Lily.
"Baiklah, aku menitipkan basecamp pada kalian." Ucap Alvin sambil melambaikan tangan.
Kali ini Alvin menggunakan sepedanya kembali sementara Grey berlari disampingnya. Mereka melewatkan banyak binatang bermutasi agar dapat menghemat stamina. Dengan kecepatan mengayuh Alvin dan berlari Grey mereka hanya butuh waktu setengah jam dari waktu normal yang harusnya dua jam.
Saat ini mereka telah tiba di persimpangan Desa Milestone. Dia menyimpan sepedanya di cincin penyimpanan dan menggantinya dengan mobil yang telah dia temukan.
Mobil yang dipakai Alvin merupakan tipe pickup truk kabin ganda yang mana terdapat bak terbuka dibelakangnya. Grey saat ini bertubuh sebesar harimau dewasa, sehingga agak sulit menemukan mobil yang bisa dimasuki olehnya.
Walaupun mobil tersebut penyok di beberapa bagian, mobil ini masih cukup tangguh untuk digunakan saat perjalanan jauh.