
"Dokter Zack, tolong selamatkan kakek." Ucap Arthur.
Sebelum dimintai oleh Arthur, Zack juga sangat ingin menyelamatkan Karsen. Tetapi dia tidak bisa berbuat apapun karena saat ini dia tidak memiliki peralatan medis maupun obat untuknya.
Biasanya Karsen selalu menyimpan obat jantung disakunya. Namun karena panik, dia keluar dari rumah sakit tanpa membawa obat tersebut.
Saat ini peluang yang memungkinkan yaitu mengambil peralatan medis atau obat untuk penyakit jantungnya. Tetapi dua hal itu memiliki satu masalah, benda-benda tersebut saat ini berada di rumah sakit.
Bahaya dari zombie di rumah sakit tidak mampu dihadapi oleh Zack maupun Arthur yang notabene adalah seorang pria.
Namun sekarang berbeda, dengan adanya Alvin, James dan Richard yang mampu menerobos zombie diluar kafetaria, tidak menutup kemungkinan untuk membersihkan zombie di rumah sakit.
Zack menatap Alvin untuk meminta pertolongannya. Dia sadar bahwa Alvin yang dapat membantu mereka mereka menghadapi situasi saat ini.
"Alvin, bisakah aku lancang untuk meminta pertolonganmu?" Tanya Zack ragu.
"Katakan apa itu paman Zack." Jawab Alvin santai.
Zack yang mendengar sebutan 'paman' dari Alvin merasa lega. Ini juga menandakan keramahan dan keakraban dari Alvin.
"Bisakah kamu membantuku untuk membawa Karsen ke rumah sakit?"
"Saat ini Karsen harus ditangani dengan peralatan medis. Aku khawatir obat-obatan tidak berpengaruh padanya." Lanjut Zack.
"Itu mudah." Jawab Alvin singkat.
Setelah menjawab itu, keadaan menjadi hening seketika.
Zack bahkan bingung bagaimana cara melanjutkan percakapan tersebut.
'Haruskah aku menyuruhnya pergi sekarang? Tidak mungkin, itu terlalu lancang.'
'Tapi jika tidak mengatakan itu, bagaimana cara memberitahunya bahwa kondisi Karsen saat ini sangat kritis.'
'Sudah beruntung bagi kami untuk mendapatkan pertolongan dari Alvin, aku tidak tau bagaimana cara mendesaknya.' gumam Zack dalam hati.
Melihat ayahnya yang mulai berkeringat, Nancy menarik-narik sudut baju Alvin.
Alvin menoleh dan tersenyum melihat Nancy.
"Baiklah paman, aku bisa membantumu."
"Tapi aku punya dua syarat." Ucap Alvin.
Zack terdiam melihat Nancy bertingkah manja pada Alvin, lalu tanpa sadar dia menganggukkan kepalanya.
"Pertama, kita tidak bisa membawa pasien ke rumah sakit, terlalu beresiko menggendong pasien sambil berhadapan dengan zombie. Kita bisa membawa semua peralatan medis yang dibutuhkan dan menyembuhkan pasien disini, beruntungnya listrik masih menyala di kafetaria ini" Ucap Alvin.
Zack berfikir dan mengangguk.
"Baiklah, tidak masalah. Lalu apa syarat kedua?" Tanya Zack.
"Syarat kedua kita bicarakan setelah menyelamatkan pasien." Ucap Alvin sambil tersenyum.
Zack kebingungan karena tingkah misterius Alvin. Namun, Nancy yang mendengarkan sangat senang dengan hal itu. Dia seakan memahami sesuatu dari percakapan kedua orang tersebut.
"Baiklah, Paman Zack dan Nancy, kalian harus mengikutiku ke rumah sakit, Julian kamu tinggal dulu disini sambil menjaga yang lainnya." Ucap Alvin.
"Baik kak." Jawab Julian.
Zack terkejut dengan kepatuhan Julian. Setaunya, Julian enggan untuk berpisah dengan Nancy. Dia selalu mengikuti Nancy karena ingin selalu melindungi Nancy. Itulah perasaan yang dimiliki semua adik laki-laki terhadap kakak perempuannya.
Kemudian Alvin keluar untuk mencari James dan Richard.
Richard mengangguk dan masuk ke kafetaria tanpa bersuara.
James pun saling berkenalan dengan Zack agar suasana tidak terlalu canggung.
"Nancy dan Kak James, kalian bisa memimpin jalan." Ucap Alvin.
Alvin dan yang lainnya bergerak ke rumah sakit. Karena jarak dari rumah sakit ke kafetaria hanya beberapa meter, mereka pun tiba dengan cepat.
Tidak banyak zombie yang mereka temui di sepanjang jalan.
Saat tiba di lantai satu rumah sakit, perasaan bersalah timbul dibenak Zack. 'Zombie-zombie' ini dulu hidup bersamanya sesaat sebelum dia bersikeras menampung orang-orang dari luar rumah sakit.
Kalau saja dirinya tidak naif untuk menyelamatkan semua orang tanpa pandang bulu, kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi.
Sementara itu, Nancy dan James masuk ke rumah sakit dan membantai semua zombie satu persatu. Dibelakangnya, Alvin mengikuti dengan 'menggeledah' kepala zombie.
Zack tercengang dengan kecepatan berburu mereka. Bahkan dirinya tidak percaya dengan kebrutalan putrinya yang menebas zombie tanpa berkedip.
'Apa benar ini putriku?'
Itulah yang dipikirkan oleh Zack.
Awalnya Zack terkejut karena Nancy diatur oleh Alvin untuk mengikutinya ke rumah sakit. Tetapi karena tidak ada penolakan dari putrinya, Zack hanya bisa menghela nafas dengan pengaturan itu.
Rasa cemas semakin berkecamuk dihatinya saat Alvin memilih Nancy agar berada digaris depan. Tidak masuk akal baginya melihat Nancy, putri kesayangannya, memimpin pertarungan dengan zombie.
Tetapi anehnya, setelah Alvin mengatakan itu, terlihat sinar kekaguman dimata Nancy saat mengkonfirmasi posisi bertarungnya. Sehingga Zack pun enggan berkomentar pada saat itu.
Dia hanya berfikir bahwa saat pertarungan nanti dan tiba-tiba Nancy merasa kesulitan, maka Alvin akan bergegas menyelamatkannya. Itulah yang dipikirkan semua pemuda, untuk menjadi pahlawan bagi wanita cantik.
Namun saat ini semua yang dikhayalkan oleh Zack tidak terjadi. Nancy tidak terlihat kesulitan saat menghadapi zombie-zombie itu. Bahkan saat ini Alvin hanya terlihat seperti 'kacung' yang memungut sesuatu dari kepala zombie-zombie itu.
Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk menghabisi semua zombie yang berada dilantai satu.
Merekapun mulai bergerak ke lantai dua menggunakan tangga. Namun, ketika James hendak membuka pintu penghubung ke lantai dua, Alvin menarik tangannya dan mengisyaratkan mereka untuk berdiam diri.
Kali ini dia harus mengambil alih dan memimpin didepan.
Berdasarkan persepsinya, selain banyak mayat yang tergeletak dilantai, hanya ada 3 zombie yang berada di lantai dua.
Zombie-zombie ini merupakan zombie mutasi tingkat I.
"Dibalik pintu, ada 3 zombie mutasi tingkat I. Aku akan menghadapi 2 zombie terlebih dahulu dan kalian bisa menahan zombie yang satunya. Apapun tipe mutasinya, aku akan menghadapi zombie yang bertipe kecepatan." Bisik Alvin.
Mereka mengangguk serempak. Nancy dan James tahu betul kemampuan zombie mutasi tingkat I itu.
Sedangkan Zack pernah mendengar adanya zombie kuat dari survivor lainnya. Berdasarkan isu yang beredar, satu zombie mutasi sangat kuat hingga bisa dengan mudah mengalahkan 7-8 orang sekaligus.
Zack terkejut saat mendengar Alvin dapat merasakan ada 3 zombie mutasi dibalik pintu. Dia lebih tercengang saat Alvin mengatakan bahwa dirinya sendiri akan menghadapi 2 zombie mutasi.
Namun, dengan sorot mata yang tajam dan kepercayaan diri dari Alvin, Zack mengikuti pengaturan itu tanpa menanyakan alasannya.
'Bahkan putriku dan orang berbadan besar ini setuju mengikutinya, apa yang harus aku khawatirkan." Gumam Zack dalam hati.
"Kak James harus menahan zombie yang berada di depan pintu, zombie ini seharusnya bertipe kekuatan. Dengan kekuatan dan skill kak James seharusnya bisa mendorong zombie itu." Bisik Alvin.
Alvin menyadari persepsinya sangat menakjubkan. Walaupun belum melihat wujud zombie itu, pendengarannya menjadi sangat tajam hingga terdengar suara zombie yang sedang mengayunkan lengannya yang berat. Itu bisa menjadi kunci karena hanya zombie bertipe kekuatan yang mempunyai lengan besar.
Sedangkan dua zombie lainnya, berada di 5 dan 10 meter dari pintu. Alvin yakin bahwa itu bukanlah zombie bertipe kekuatan.