Attribute on Apocalypse

Attribute on Apocalypse
Menyelesaikan Masalah Dengan Mudah



Perjalanan ke Desa Cathya lumayan membosankan.


Sepanjangan perjalanan hanya terlihat mobil-mobil yang saling tertabrak dengan zombie disekitarnya.


Alvin pribadi penasaran kemana semua pengemudi yang menggunakan mobil-mobil tersebut.


Dugaannya mungkin diakibatkan oleh fenomena zombie horde sehingga menarik zombie-zombie itu ke suatu tempat atau memang ada orang selamat yang bernasib sial dikejar oleh kerumunan zombie.


Apapun penyebabnya, Alvin beruntung karena tidak begitu banyak zombie yang menghalanginya.


Setelah 6-7 jam perjalanan, Alvin merasa bosan. Dia telah berhenti beberapa kali hanya untuk meregangkan otot dan menghilangkan suntuk bersama Grey.


Pada kesempatan itu, Alvin memerintahkan Grey untuk membunuh zombie, sedangkan dia yang mengambil batu evolusi.


Saat Grey membunuh zombie, Alvin melihat kepuasan dimata Grey seperti seorang anak yang memainkan permainan baru. Dia melompat kesana kemari dengan mudah walaupun dirinya dikepung banyak zombie.


Ditengah perjalanan, dari jarak beberapa ratus meter Alvin menyipitkan matanya.


Dia melihat ada dua orang sedang melambaikan tangannya ditengah jalan. Mereka seolah telah melihat mobil Alvin dan meminta pertolongan.


Pada saat itu timbul perasaan janggal dalam hati Alvin.


Saat jarak mereka kurang dari 100 meter, Alvin baru melihat mereka yang merupakan seorang laki-laki dan perempuan, kemungkinan sepasang kekasih atau suami istri.


Tanpa ragu Alvin menekan pedalnya lebih dalam untuk menambah kecepatan.


Dua orang itu panik melihat Alvin yang tidak memperlambat mobil tetapi malah semakin menambah kecepatan untuk melewati mereka.


Bruuuuum...


Wuuuuuusshhh...


'Bukankah orang ini gila? Apa dia tidak melihat kami berdua?'


Kedua orang itu dengan sigap berguling ke sisi kiri dan kanan jalan.


Ciiiitttt...


Setelah melewati jarak dua puluh meter dari mereka, Alvin menghentikan mobil dan turun untuk memastikan tujuan mereka. Grey yang mengira dirinya akan memburu zombie juga ikut turun bersama Alvin.


Mata kedua orang itu terbelalak saat melihat seekor serigala besar turun dari mobil.


"Apa itu Anjing?" Tanya sang Wanita dengan mata berbinar.


"Mana mungkin, jelas-jelas itu serigala." Jawab Pria sedikit ketakutan.


Mereka saling memandang beberapa saat.


'Orang macam apa yang bisa memelihara serigala?' tanya mereka dalam hati.


Setelah terbangun dari lamunannya, mereka beralih ke seorang bocah tampan disebelahnya. Di mata mereka, Alvin tidak terlihat kuat karena tidak memiliki otot pada tubuhnya. Dan berdasarkan rute perjalanannya, dia kemungkinan hanya pemuda desa yang hendak melarikan diri ke kota.


Terbesit kekecewaan yang terpancar dari mata wanita tersebut.


"Adik kecil, apa kamu mau ke Kota Skycloud?" Tanya pria itu ramah.


"...."


Alvin tidak menjawab dan hanya menatap mereka datar.


"Bisakah kami menumpang sampai ke Kota Skycloud? Mobil yang kami kendarai mogok ditengah jalan." Lanjut wanita itu sambil menggertakkan giginya.


Alvin tidak tertarik untuk membantu orang ditengah jalan, apalagi kedua orang ini terlihat licik dan mencurigakan.


Baru saja Alvin ingin berbalik ke mobil, wanita itu berjalan mendekat menghampiri Alvin.


Kewaspadaan pada era zombie merupakan hal yang wajib dilakukan bagi semua survivor yang ingin bertahan. Alvin seketika berbalik lalu berkata.


"Aku tidak berencana ke Kota Skycloud, jangan membuatku kesal." Ucap Alvin dingin.


Kedua orang itu merasakan dingin dipunggungnya. Walaupun telah dihadapkan dengan serigala didepannya, namun rasa takut mereka lebih kuat saat bertatapan dengan Alvin.


Wanita yang hendak menghampiri Alvin terdiam. Alvin melihat ke sudut bibir wanita tersebut seakan wanita itu hendak mengatakan sesuatu.


"Tolong bantu kami, sebagai sesama manusia yang masih selamat, bukankah terlalu kejam meninggalkan kami sendirian di tempat ini." Ucap Pria tadi sedih.


Alvin berhenti sejenak dan berpikir sambil menatap wanita tersebut.


'Sistem, tolong konfirmasi apa yang kulihat saat ini.' Batin Alvin.


[ .... ]


'Sistem, apa yang keluar dari tubuh mereka itu berbahaya?' Tanya Alvin.


[Ding...]


[Bisa iya bisa tidak, tergantung pola pikir host]


[Tapi host tidak perlu khawatir, karena itu hasil dari peningkatan skill 'sensitive sight' milik host]


[Ding...]


[Dibutuhkan kondisi dan syarat untuk peningkatan skill, khusus 'sensitive sight' hanya perlu digunakan dalam jangka waktu tertentu ditambah dengan peningkatan vitalitas.]


'Apa 'sensitive sight' masih bisa lebih berkembang?' Batin Alvin.


[....]


Tidak ada jawaban dari sistem.


Kemudian Alvin kembali dari lamunannya dan menatap kedua orang didepannya.


"Baiklah aku bisa membantu kalian, tapi apa yang akan kalian berikan sebagai imbalan jika aku mengantar kalian ke Kota Skycloud?" Tanya Alvin.


"Kami akan memberikan semua persediaan yang kami miliki. Kami juga akan memberikanmu uang kalau kamu mau." Ucap pria itu tanpa ragu.


"Aku tidak perlu makanan ataupun uang kalian, sebagai gantinya, berikan aku informasi tentang situasi Kota Skycloud." Ucap Alvin.


"Baiklah, sepakat, bisakah kita kembali ke mobil, aku takut zombie akan datang sebentar lagi." Ucap pria itu.


"Kamu menyetir." Alvin melemparkan kunci mobil ke arah pria tersebut. Walaupun usia pria itu lebih tua darinya, tetapi Alvin tidak menunjukkan rasa hormatnya sama sekali.


Sudut bibir pria itupun berkedut saat melihat Alvin yang melemparkan kunci mobilnya.


'Bocah ini benar-benar tidak sopan, tunggu saja ...'


Merekapun segera berangkat ke Kota Skycloud. Sepanjang perjalanan Alvin mendengarkan kondisi survivor yang masih bertahan di Kota Skycloud.


Alvin cukup takjub dengan keadaan Kota Skycloud. Dia tidak menyangka wilayah di perkotaan lebih cepat beradaptasi daripada di desa.


Saat Alvin mendengarkan penjelasan mereka tentang kondisi Kota Skycloud, dia tidak menurunkan kewaspadaannya dan tetap menatap ke arah jalan.


Mereka akhirnya mengemudi hingga ke pinggiran Kota Skycloud. Wilayah ini dulunya merupakan pabrik-pabrik yang telah ditinggalkan oleh pemerintah.


"Baiklah, itu saja yang ingin aku ketahui, kalian sudah bisa memberitahu maksud dan tujuan kalian." Ucap Alvin dengan santai.


Dua orang tersebut terkejut mendengar Alvin yang telah mengetahui niat mereka.


Bukannya khawatir dijebak atau semacamnya, Alvin hanya takut tersesat terlalu jauh hingga menunda perjalanannya ke Desa Cathya.


Wanita yang berada di kursi belakang dengan cepat meraih pisau dipinggang dan menempelkannya di leher Alvin.


Alvin menghela nafas.


'Haaaah, kejadian klise seperti ini sering terjadi di sinetron.' gumam Alvin.


Ciiiiittttt...


"Berikan semua persediaanmu, jangan macam-macam kalau tidak mau mati." Ucap pria itu sambil menghentikan mobilnya.


"Apa kamu mengancamku dengan pisau kecil ini?" Alvin bertanya dengan santai sambil berbalik menatap sang wanita.


Keadaan hening sejenak, walaupun wanita itu saat ini yang memegang kendali, tangannya masih bergetar saat menempelkan pisau ke leher Alvin.


"Hey, kamu hanya perlu mengatakan 'tolong', maka aku akan menyelesaikan masalahmu dengan mudah." Ucap Alvin.


Sebenarnya Alvin bisa menghajar pria disampingnya dengan mudah, dia hanya ingin mendorong wanita itu untuk meminta pertolongannya.


Dilema pun menghantui wanita tersebut selama beberapa saat, dia tiba-tiba melemaskan tangannya dan menatap dengan memohon.


"Tolong selamatkan kami, hiks.hiks." Ucap wanita itu sambil menangis.


"Dasar ******!!" Pria itupun melepaskan pegangannya dari stir dan bergegas mengambil pisau yang masih berada ditangan wanita itu.


Tetapi dengan kecepatan Alvin, dia bereaksi lebih cepat dan menyambar pisau tersebut lalu menusukkannya ke leher sang pria.


Jlebb...


Darah menyembur keluar dan seketika pria itu tewas dengan cepat.


Alvin sebenarnya memiliki vitalitas yang tinggi sehingga meningkatkan kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan 'bandit kecil' dimobilnya saat ini.


Pisau kecil yang ditempelkan dilehernya pun hanya bisa menggores kulitnya, bahkan dengan pisau militer harus disertai kekuatan yang cukup besar baru bisa membuat luka pada Alvin.


"Baiklah ceritakan apa yang terjadi." Ucap Alvin sambil menendang mayat pria itu keluar dan menggantikannya mengemudi mobil.


Wanita itu masih tertegun saat melihat pertarungan singkat yang terjadi dihadapannya. Dia bahkan sedikit takut dengan cara Alvin yang membunuh tanpa berkedip.


"Aku anggota kepolisian Kota Skycloud, Tatiana Lemen, aku ... "


"Baiklah Nona Tatiana, sudah cukup, aku bertanya kondisimu bukan statusmu, bagaimana caraku agar bisa membantumu." Sela Alvin dengan lembut.


Tatiana tercengang saat Alvin memotong pembicaraannya. Dia tidak menyangka respon Alvin begitu dingin ketika berhadapan dengannya.


Tatiana menggeleng pasrah dan menceritakan semua hal yang dia alami.