Assassin's Requiem

Assassin's Requiem
Bab 7



Requiem mengikuti jejak pangeran yang menuju ke arah sebuah ruangan rahasia di dalam istana. Dia mempertimbangkan strategi terbaik untuk menyelesaikan misinya, namun ketika dia mendekati pintu ruangan, suara yang tidak diinginkan muncul di belakangnya.


"Jangan bergerak, pembunuh," kata seorang wanita dengan suara tegas.


Requiem berbalik dan melihat seorang agen rahasia kerajaan yang ia kenal dengan baik, Lia, mengarahkan senjatanya padanya.


"Lia, aku tidak ingin terlibat denganmu," kata Requiem, tetap tenang.


"Tentu saja tidak," balas Lia. "Kau berpikir kau bisa masuk ke dalam istana dan membunuh pangeran tanpa ditangkap? Aku sudah mengikuti gerak-gerikmu sejak kau tiba di kota ini."


Requiem memahami bahwa Lia tidak akan mundur, jadi dia mengeluarkan senjatanya dan siap untuk bertarung. Namun, sebelum mereka bisa mulai, suara pintu ruangan rahasia yang terbuka menarik perhatian mereka.


"Siapa di sana?" tanya pangeran dari dalam ruangan.


Requiem dan Lia bersembunyi di balik pilar-pilar yang tersedia, dan mendengarkan percakapan di dalam ruangan dengan seksama.


"Pangeran, kami harus menyelesaikan perang dengan Kerajaan lain secepat mungkin," kata suara yang mereka tidak kenal. "Kita perlu melakukan serangan besar-besaran pada musim semi nanti."


"Saya akan mempertimbangkan saranmu," jawab pangeran. "Namun, saya juga memiliki rencana saya sendiri. Saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan untuk melindungi kerajaan dan rakyatku."


Requiem menghela napas lega. Itu berarti pangeran tidak sepenuhnya terlibat dalam konspirasi yang menyerangnya. Dia mulai memikirkan rencana untuk mengungkap kebenaran dan mengalahkan para dalang di balik konspirasi.


Namun, saat dia bergerak untuk keluar dari persembunyian, dia merasakan sesuatu yang aneh. Ada seorang penyihir yang sedang mengamati mereka dengan sihir tersembunyi.


Requiem segera mengambil tindakan dan menyerang penyihir itu. Mereka bertarung sengit dan Requiem hampir terluka serius, tetapi akhirnya dia berhasil menangkap dan menginterogasi penyihir tersebut.


"Dia adalah agen dari Kerajaan lain," kata Lia, setelah mengecek kartu identitas penyihir itu.


Requiem mulai menghubungkan kembali puzzle-puzzle yang telah dia kumpulkan. Konspirasi ini lebih besar dari yang dia pikirkan. Dia tahu dia harus melibatkan sekutu barunya, termasuk pangeran itu, untuk mengalahkan musuh mereka.


Setelah mengatur pertemuan dengan pangeran, Requiem menjelaskan apa yang dia temukan. Pangeran itu terkejut dan ia mulai mempertanyakan apakah tindakan yang telah ia ambil benar-benar tepat. Requiem memberinya waktu untuk memikirkan semuanya, tetapi pada saat yang sama, mereka tahu bahwa mereka harus bergerak cepat untuk menghentikan konspirasi tersebut.


Mereka mulai merencanakan serangan ke markas musuh, dengan bantuan dari sekutu baru Requiem dan beberapa ksatria dari kerajaan yang lain. Mereka menyusup ke markas musuh dengan mudah, tetapi mereka segera menyadari bahwa mereka terjebak dalam jebakan. Markas musuh itu lebih besar dan lebih berbahaya daripada yang mereka bayangkan, dan ada banyak lebih banyak penjaga dan kekuatan musuh yang menunggu mereka di dalam.


Requiem dan timnya terpaksa berjuang mati-matian untuk bertahan hidup dan melawan musuh mereka. Mereka terdesak dan hampir kalah, tetapi dengan kekuatan gabungan mereka, mereka berhasil mengalahkan pasukan musuh dan memasuki ruangan tempat konspirator tersebut berada.


Di dalam ruangan itu, mereka menemukan pemimpin konspirasi: seorang penyihir tua yang memiliki kekuatan magis yang sangat kuat. Dia berusaha untuk menghentikan Requiem dan sekutunya, tetapi mereka berjuang dengan kekuatan gabungan mereka dan akhirnya berhasil mengalahkannya.


Setelah melumpuhkan pemimpin konspirasi, mereka menemukan bukti yang membuktikan bahwa pangeran sebenarnya adalah korban dalam rencana jahat ini. Konspirator tersebut berusaha untuk membunuh pangeran dan mengambil alih tahta kerajaan. Pangeran dan Requiem memutuskan untuk membuka semua rahasia ini kepada publik, dan orang-orang akhirnya mengetahui kebenaran tentang konspirasi tersebut.


Pangeran tersebut akhirnya meminta maaf atas kesalahannya dan berjanji untuk melakukan perbaikan atas kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Requiem dan sekutunya merasa lega bahwa mereka berhasil menghentikan konspirasi tersebut dan menyelamatkan kerajaan dari kehancuran.


Namun, Requiem merasa terbebani oleh semua yang telah terjadi. Dia menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan dalam menilai pangeran dan memahami bahwa terkadang kebenaran tidak selalu terlihat pada permukaan. Dia memutuskan untuk meninggalkan profesi pembunuh bayaran dan mencari penebusan atas kesalahannya di masa lalu. Pangeran itu menghormati keputusannya dan memberinya kesempatan untuk memulai hidup baru.


Requiem melihat ekspresi campur aduk pada wajah pangeran itu, dari kebingungan hingga ketakutan. Namun, sebelum pangeran bisa memberikan tanggapan apa pun, sebuah ledakan terdengar di kejauhan. Requiem menoleh ke arah suara tersebut dan melihat sebuah bangunan di kejauhan yang terbakar.


"Pertarungan telah dimulai," kata Requiem, "Kita harus segera pergi sebelum terlambat."


Pangeran itu mengangguk dan mereka berdua bergegas keluar dari istana. Di luar, mereka melihat kekacauan di mana-mana, dengan prajurit dari kerajaan yang berbeda-beda bertarung satu sama lain dan bangunan yang terbakar di kejauhan. Requiem dan pangeran melihat sekeliling mereka dan mencoba mencari jalan keluar dari kota yang berbahaya itu.


Requiem berhasil mengalahkan prajurit-prajurit itu dengan keahliannya dan membawa pangeran itu keluar dari lorong itu. Mereka melarikan diri dari kota dan menuju ke sebuah hutan di luar kota. Ketika mereka mencapai hutan, Requiem melihat bahwa pangeran itu terluka dan memutuskan untuk memberikan pertolongan pertama.


"Sudah cukup," kata pangeran itu, "Aku berhutang padamu. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa membalasnya."


Requiem menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu ada balasan. Aku melakukan ini karena aku percaya kau tidak bersalah dan aku harus memastikannya."


Pangeran itu tersenyum pada Requiem dan Requiem bisa melihat kepercayaan dan rasa terima kasih di mata pangeran itu. Namun, sebelum mereka bisa berkomentar lebih lanjut, mereka mendengar suara langkah kaki yang mendekat.


Requiem melihat keluar dari persembunyiannya dan melihat sebuah pasukan prajurit yang besar mendekat. "Kita harus pergi sekarang," katanya pada pangeran itu. "Aku akan membawa kita keluar dari sini."


Mereka berdua berlari ke dalam hutan dan Requiem membawa pangeran itu melalui jalan yang berliku dan tersembunyi. Namun, mereka tiba-tiba dihadapkan oleh sebuah sungai yang deras dan menghalangi jalan keluar mereka.


"Bagaimana kita bisa melewati sungai ini?" tanya pangeran itu.


Requiem melihat sekitarnya dan melihat sebuah jembatan kecil yang terbuat dari kayu yang terletak beberapa meter di bawahnya. "Kita harus menuruni kejembatan itu," kata Requiem, "tidak ada jalan lain untuk keluar dari sini."


Pangeran itu menatap Requiem dengan pandangan takut, tetapi dia tahu dia tidak punya pilihan lain. Mereka turun ke jembatan itu, dan setelah beberapa saat, mereka berhasil melintasi sungai dan mencapai pantai di sisi lain. Mereka berjalan cepat menuju hutan, mencoba untuk tidak membuat suara apapun yang dapat menarik perhatian musuh mereka.


Setelah berjalan beberapa lama, Requiem menghentikan langkahnya dan menatap pangeran itu. "Kita harus berpisah di sini," katanya. "Kamu harus pergi ke tempat yang aman dan tidak mengungkapkan apa yang terjadi tadi kepada siapapun. Aku akan mencari tahu lebih lanjut tentang konspirasi ini dan menghentikannya."


Pangeran itu merasa sedikit lega bahwa dia tidak harus terus berada di sisi pembunuh bayaran yang dingin dan mematikan ini, tetapi dia juga merasa sedikit takut sendirian di hutan yang asing ini. "Bagaimana jika mereka menemukanku?" tanyanya.


Requiem tersenyum tipis. "Aku akan melindungimu," katanya. "Tapi kamu harus berjanji untuk tidak mengungkapkan apapun tentang aku atau misi ini kepada siapa pun, bahkan kepada ayahmu."


Pangeran itu mengangguk, dan mereka berdua berpelukan sebentar sebelum berpisah. Requiem melanjutkan perjalanannya sendiri, sedangkan pangeran itu berjalan sendirian menuju arah yang berlawanan.


Requiem melanjutkan perjalanannya menuju ibu kota kerajaan, mencoba untuk menemukan lebih banyak bukti tentang konspirasi ini. Dia bertemu dengan agen rahasia lainnya yang membantunya, dan bersama-sama mereka berhasil menemukan lebih banyak informasi tentang konspirasi tersebut.


Setelah berhari-hari menyelidiki, Requiem dan agen rahasia lainnya menemukan bahwa konspirasi tersebut melibatkan beberapa bangsawan dan pejabat tinggi di kerajaan, yang merencanakan untuk mengambil alih kekuasaan dari raja dan menggantinya dengan pangeran yang tidak bersalah.


Requiem dan agen rahasia lainnya memutuskan untuk menghadap raja dan memberitahunya tentang konspirasi tersebut. Meskipun raja terkejut dan sedih bahwa ada orang-orang di sekitarnya yang ingin mengkhianatinya, dia sangat bersyukur bahwa Requiem telah membantunya mengungkap kebenaran.


Akhirnya, Requiem dan agen rahasia lainnya berhasil menghentikan konspirasi tersebut dan membawa para pelaku ke pengadilan. Pangeran itu aman dan selamat dari ancaman, dan Requiem mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan.


Requiem merasa sedikit aneh dengan pengakuan ini, karena sepanjang hidupnya dia hanya dikenal sebagai pembunuh bayaran yang dingin dan mematikan. Namun, dia merasa sedikit lega bahwa dia telah membantu menyelamatkan kerajaan dari bahaya dan membantu membuka mata pangeran akan konspirasi yang terjadi di sekitarnya.


Pangeran itu mengangguk dan menatap Requiem dengan penuh penghargaan. "Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih atas segala yang kamu lakukan, Requiem. Kamu telah membuktikan bahwa ada orang yang masih peduli dengan kebaikan dan kebenaran di dunia ini."


Requiem merasa agak tidak nyaman dengan perhatian yang diberikan pangeran, tetapi dia hanya mengangguk dan mengatakan, "Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Saya melakukan tugas saya sebagai pembunuh bayaran dengan baik."


Pangeran itu tersenyum. "Tapi kamu melakukan lebih dari itu, Requiem. Kamu telah menunjukkan bahwa ada harapan bagi dunia ini, bahkan dalam kegelapan dan kebusukan yang ada di sekitar kita."


Requiem hanya mengangguk, masih merasa tidak nyaman dengan pujian yang diberikan padanya. Namun, dia merasa sedikit lega bahwa dia telah melakukan sesuatu yang benar untuk perubahan yang baik.


Setelah pertemuan itu, Requiem dan pangeran itu berpisah dengan saling memberikan hormat. Requiem kembali ke kehidupannya sebagai pembunuh bayaran, tetapi dengan sedikit perbedaan. Dia mulai memikirkan lebih banyak tentang konsekuensi tindakannya dan bagaimana dia bisa menggunakan keahliannya untuk membuat perubahan yang lebih besar di dunia ini.