Assassin's Requiem

Assassin's Requiem
Volume 3 - Bab 4: The Unveiling



Requiem berdiri di depan gerbang yang menjaga istana. Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk menyelesaikan tugasnya untuk membunuh Pangeran, tetapi setelah mengetahui banyak rahasia yang tersembunyi di balik konspirasi ini, dia merasa ragu.


Dia memandang sekilas ke arah sepasang ksatria yang berdiri di depan gerbang. Mereka melihatnya dengan curiga, tetapi Requiem merasa percaya diri. Dia tahu dirinya memiliki keahlian yang lebih dari cukup untuk melewati penghalang mereka.


Dia membungkuk rendah saat mereka mendekat, menunjukkan simbol pengenal yang diberikan kepadanya sebagai tamu istana. Ksatria itu mengecek identitasnya dan Requiem dapat masuk.


Saat dia berjalan melewati koridor menuju ruangan Pangeran, dia merasakan getaran aneh yang tidak biasa. Dia merasakan kekuatan magis yang sangat kuat berada di dekatnya.


Dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dengan hati-hati, menempatkan tangannya di atas pedangnya dan mempersiapkan diri untuk bertarung.


Ketika dia tiba di depan pintu ruangan Pangeran, dia merasakan aura kekuatan magis yang sangat kuat. Dia memasuki ruangan dan menemukan bahwa Pangeran sedang menghadapi seorang penyihir yang terlihat sangat kuat.


Requiem merasa terkejut melihat hal itu. Dia mengamati situasi dan mengambil keputusan untuk menyerang penyihir itu dari belakang.


Namun, ketika dia menghampiri penyihir itu, Requiem melihat bahwa penyihir itu sebenarnya adalah seorang teman lama yang ia kenal di masa lalu.


Mereka saling bertatapan dan Requiem merasa lega ketika temannya menganggukkan kepala sebagai tanda pengenalan.


Pangeran kemudian mengungkapkan bahwa dia sedang berusaha melawan kekuatan jahat yang ingin menguasai dunia. Requiem dan temannya kemudian bergabung dengan Pangeran untuk menghentikan kejahatan tersebut.


Mereka bertarung dengan gigih melawan musuh mereka dan akhirnya berhasil mengalahkan kekuatan jahat tersebut.


Setelah pertarungan selesai, Requiem menyadari bahwa dia sudah mulai memiliki hubungan persahabatan yang tumbuh kuat dengan Pangeran dan temannya. Dia merasa senang telah menyelesaikan tugasnya dengan cara yang lebih baik dan membantu mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik konspirasi.


Requiem mengambil keputusan untuk tidak kembali ke kehidupan soliternya. Dia telah menemukan keluarga baru dalam persahabatan dan akan membantu Pangeran dan temannya melindungi dunia dari ancaman yang mengancamnya.


Tanpa pikir panjang, Requiem langsung membanting tubuhnya ke arah pangeran dan memeluknya erat-erat. Tubuh mereka terlempar ke belakang, menghindari ledakan itu tepat waktu. Requiem berusaha menenangkan nafasnya yang terengah-engah sambil memeriksa apakah pangeran selamat.


"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Requiem sambil memeriksa luka-luka kecil pada pangeran.


Pangeran hanya mengangguk dengan lemah dan menatap Requiem dengan tatapan yang tak terkira.


"Terima kasih," ucapnya.


Requiem menarik napas lega dan membantu pangeran untuk bangkit berdiri. Mereka berdua saling bertukar pandang sejenak sebelum kemudian bersama-sama berlari ke arah pintu keluar.


Mereka berhasil keluar dari istana dan melarikan diri ke hutan di sekitarnya. Namun, mereka masih dikejar oleh pasukan kerajaan yang mencoba menangkap mereka.


Requiem dan pangeran berlari dengan sekuat tenaga mereka, melewati sungai dan hutan, melalui jalan setapak yang terjal, terus berlari tanpa henti. Namun, ketika mereka sampai di tepi tebing curam, mereka menemukan diri mereka terjebak.


"Pangeran, saya akan melindungi Anda," kata Requiem dengan tegas.


Requiem mengangkat alisnya dan mengambil posisi siap tempur. Dalam sekejap, pasukan kerajaan sudah tiba dan bertempur dengan Requiem dan pangeran. Pertarungan itu berlangsung sengit, tetapi akhirnya Requiem dan pangeran berhasil mengalahkan pasukan kerajaan itu.


Setelah mengalahkan pasukan kerajaan, Requiem dan pangeran melanjutkan pelariannya. Mereka mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dan beristirahat. Ketika mereka berhenti di sebuah gua yang tersembunyi di dalam hutan, Requiem memeriksa luka-luka pada tubuhnya dan pangeran.


"Kita harus beristirahat dan menyembuhkan luka-luka kita terlebih dahulu," kata Requiem.


Pangeran hanya mengangguk dan mereka berdua duduk di dalam gua, menghirup udara segar dan membiarkan tubuh mereka istirahat.


Namun, ketika Requiem mulai merasa lebih baik, dia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia merasa bahwa mereka masih dikejar dan bahwa bahaya masih mengancam mereka.


"Kita harus segera pergi dari sini. Kita tidak aman di sini," kata Requiem.


Pangeran mengangguk dan mereka berdua bangkit untuk melanjutkan pelarian mereka. Mereka masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi, tetapi mereka siap untuk menghadapinya.


Dengan hati-hati, Requiem menempatkan tubuh pangeran dengan rapi di atas tempat tidur dan menutup matanya dengan lembut. Kemudian dia berbalik dan melangkah keluar dari kamar itu, meninggalkan sekutunya di sana untuk merawat mayat pangeran.


Saat Requiem keluar dari istana, dia merasakan kelegaan yang besar dan ketegangan dari selesai melaksanakan tugasnya. Namun, dia juga merasa sedikit lega karena akhirnya mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi pada pangeran dan menghentikan konspirasi itu.


Tapi ketika dia melangkah keluar dari gerbang istana, dia disambut oleh orang-orang yang menunggu di luar untuk menangkapnya. Mereka adalah pasukan kerajaan yang sudah diinformasikan bahwa dia adalah pembunuh bayaran yang harus ditangkap.


Requiem siap melawan mereka, tetapi tiba-tiba muncul sekutunya, agen rahasia kerajaan yang menyelamatkan hidupnya dan membawanya melarikan diri dari tempat itu. Sekutunya mengatakan bahwa dia memiliki rencana untuk membuktikan bahwa Requiem bukan pembunuh bayaran yang sebenarnya dan mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi pada pangeran.


Requiem dan sekutunya kemudian bekerja sama untuk mengungkapkan kebenaran tentang konspirasi dan membuktikan bahwa Requiem tidak bersalah. Namun, selama perjalanan mereka, mereka diserang oleh pasukan lain yang ingin membunuh mereka.


Dalam pertempuran sengit, Requiem dan sekutunya berhasil melarikan diri dan akhirnya sampai ke kota terdekat. Di sana, mereka menyadari bahwa konspirasi itu melibatkan lebih banyak orang dari yang mereka pikirkan dan mereka harus mengumpulkan bukti yang cukup untuk membuktikan siapa dalang di balik semua ini.


Di kota tersebut, mereka bertemu dengan seorang penyihir yang memiliki informasi penting tentang konspirasi tersebut. Namun, saat mereka mencoba untuk menemui penyihir itu, mereka disergap oleh pasukan lain yang ingin menghentikan mereka.


Dalam pertempuran yang hebat, Requiem dan sekutunya berhasil mengalahkan musuh-musuh mereka dan akhirnya bertemu dengan penyihir tersebut. Penyihir memberikan mereka informasi tentang dalang di balik konspirasi dan memberikan mereka artefak magis yang sangat kuat yang dapat membantu mereka mengalahkan musuh mereka.


Dengan informasi dan artefak baru ini, Requiem dan sekutunya akhirnya berhasil mengungkap kebenaran tentang konspirasi dan membuktikan bahwa Requiem tidak bersalah. Mereka berhasil menghentikan dalang di balik konspirasi dan membawa kedamaian kembali ke kerajaan.


Requiem merasa sedikit terharu dengan dukungan dan persahabatan yang dia temukan selama misi ini, dan dia mulai mempertimbangkan untuk mungkin menemukan teman-teman baru dan menjadi bagian dari dunia yang lebih besar daripada yang pernah dia bayangkan. Namun, dia juga tahu bahwa tugasnya sebagai pembunuh bayaran


Belum selesai. Requiem memutuskan untuk fokus pada tugasnya dan mempercepat langkahnya menuju tujuan akhir.


Setelah melewati rintangan dan menghadapi bahaya yang mengancam nyawanya, Requiem akhirnya berhasil sampai ke tempat pangeran berada. Dia melihat bahwa pangeran itu terkejut dan ketakutan melihatnya, tetapi Requiem dengan cepat memastikan bahwa dia tidak akan membunuhnya. Sebaliknya, Requiem menunjukkan bahwa dia telah memahami situasi yang sebenarnya dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi.


Dengan bantuan dari sekutu barunya, Requiem berhasil memperoleh bukti yang kuat tentang konspirasi dan memaparkan kebenaran kepada rakyat. Pangeran itu dibebaskan dari tuduhan palsu dan mendapatkan dukungan dari rakyatnya. Requiem merasa puas dengan hasil akhir ini dan merasa bahwa dia telah melakukan sesuatu yang benar dan bermanfaat bagi dunia.