
Requiem merayap dengan hati-hati melintasi atap gedung di tengah malam, menunggu momen yang tepat untuk mengambil tindakan. Dia mengintip ke bawah, mencari tanda-tanda gerakan atau suara apapun yang menunjukkan bahwa targetnya, Pangeran Edward, sedang berada di dalam istana yang megah di bawahnya.
Requiem telah mengambil tugas ini dengan biasa-biasa saja, sebagai bagian dari rutinitas harian sebagai pembunuh bayaran terbaik di dunia. Tetapi sesuatu yang berbeda terasa malam ini. Dia merasakan ketegangan di udara, seperti ada sesuatu yang tidak beres di balik tugas ini.
Saat Requiem bersiap untuk menembakkan panahnya ke arah jendela kamar pangeran, dia melihat sesuatu yang mengejutkan. Ada sosok bayangan yang bergerak di balik tirai. Requiem menggagalkan niatnya dan mundur ke belakang, mengamati dengan cermat. Dia menyadari bahwa pangeran itu tidak sendirian di dalam kamar tidurnya.
"Siapa itu?" gumam Requiem dalam hati, tidak yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dan dua orang keluar. Satu di antaranya adalah Pangeran Edward, yang berjalan dengan langkah hati-hati, sedangkan yang lainnya adalah seorang pria misterius dengan penampilan yang mengingatkan Requiem pada seorang pembunuh bayaran.
Requiem menghela nafas dalam-dalam dan mengambil keputusan untuk mengikuti mereka. Dia terus mengintip dan bergerak melalui koridor-koridor istana yang sunyi, mencoba untuk tidak dilihat oleh pengawal yang berpatroli.
Akhirnya, Requiem mengikuti mereka ke dalam ruang bawah tanah yang gelap. Ada meja besar yang dipenuhi dengan dokumen-dokumen penting dan beberapa lembaga cahaya yang redup yang menerangi ruangan itu. Pangeran Edward duduk di kursi besar di satu sisi meja, sementara pria misterius itu berdiri di sebelahnya.
"Jadi, apakah ini benar-benar akan berhasil?" tanya pria misterius dengan suara berat.
"Ya, itu akan berhasil. Saya akan menggunakan kekuasaan saya untuk memastikan bahwa rencana ini berjalan lancar," jawab Pangeran Edward dengan percaya diri.
Requiem merinding mendengar percakapan mereka. Dia mengerti bahwa rencana jahat itu akan membawa bencana bagi banyak orang, dan dia harus berbuat sesuatu untuk menghentikannya.
Tanpa pikir panjang, Requiem melompat masuk ke dalam ruangan dan menarik busur panahnya, menargetkan pria misterius itu. Namun, sebelum dia bisa menembak, dia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti.
Di wajah pria misterius itu, Requiem melihat raut wajah yang akrab. Pria itu adalah orang yang telah
Memberinya tugas untuk membunuh pangeran. Requiem merasa hatinya berdegup kencang, namun dia tetap berusaha tenang dan melanjutkan perbincangan.
"Jadi, apa kabar target saya?" tanyanya dengan suara rendah.
"Target Anda masih berada di istana," jawab pria itu. "Namun, saya mendapatkan informasi bahwa dia merencanakan perjalanan keluar kota dalam beberapa hari ke depan."
Requiem mengangguk mengerti. "Saya akan siap ketika saatnya tiba."
"Tidak begitu cepat," potong pria itu. "Ada hal lain yang perlu Anda ketahui."
"Pangeran itu tidaklah bersalah seperti yang Anda pikirkan," kata pria itu dengan suara serius. "Dia dituduh melakukan pengkhianatan terhadap kerajaan, namun saya memiliki bukti yang menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak bersalah."
Requiem terkejut mendengar hal itu. Dia tidak pernah berpikir bahwa ada kemungkinan pangeran itu tidak bersalah. Namun, dia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa dia telah menerima tugas untuk membunuhnya.
"Jadi, apa yang harus saya lakukan sekarang?" tanyanya.
"Pertama-tama, Anda harus menemukan bukti yang membuktikan bahwa pangeran itu tidak bersalah," jawab pria itu. "Dan kemudian, Anda harus membantu dia membuktikan kebenarannya."
Requiem merenung sejenak. Tugasnya telah berubah dari membunuh pangeran menjadi membantunya membuktikan kebenarannya. Namun, dia tidak bisa mengabaikan tugas aslinya. Dia memutuskan untuk melakukan keduanya secara bersamaan.
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan tugas ini," kata Requiem dengan suara serius.
Pria itu mengangguk. "Saya tahu Anda akan melakukannya. Tapi ingatlah, waktu adalah kunci dalam hal ini. Anda harus segera bergerak."
Requiem mengangguk dan kemudian meninggalkan ruangan. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun dia siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
Requiem kembali ke kamarnya dan segera mulai merencanakan langkah berikutnya. Dia mengeluarkan peta kerajaan dan mulai memeriksa rute yang mungkin diambil oleh pangeran jika dia mencoba melarikan diri. Requiem juga memikirkan kemungkinan jebakan atau perangkap yang mungkin telah disiapkan oleh musuh.
Setelah beberapa saat merenung, Requiem memutuskan untuk bergerak segera. Dia meninggalkan kamar dan menuju ke stables untuk mengambil kuda terbaik yang tersedia. Segera setelah itu, dia memulai perjalanannya untuk mengejar pangeran yang dicarinya.
Requiem melakukan perjalanan selama berhari-hari, dan pada akhirnya, dia menemukan jejak pangeran. Pangeran itu memang mencoba melarikan diri, tetapi Requiem berhasil mengambil alih kendali situasi dan berhasil menangkapnya.
Namun, ketika Requiem mulai menginterogasi pangeran, dia mulai merasa bahwa ada lebih banyak yang terjadi daripada yang dia duga sebelumnya. Pangeran itu mengaku bahwa dia sebenarnya adalah korban dari sebuah konspirasi besar yang melibatkan keluarga kerajaan dan agen rahasia.
Requiem merenung sejenak. Dia tahu bahwa dia tidak bisa membiarkan pangeran itu pergi begitu saja. Namun, dia juga merasa tidak mungkin untuk membunuh pangeran itu tanpa memastikan bahwa dia benar-benar bersalah.
Akhirnya, Requiem membuat keputusan yang sulit. Dia membawa pangeran itu bersamanya, mempertaruhkan hidupnya untuk membuktikan bahwa pangeran itu tidak bersalah. Bersama-sama, mereka berjuang untuk mengungkap kebenaran di balik konspirasi yang melibatkan banyak pihak kuat, termasuk keluarga kerajaan itu sendiri.
Perjalanan mereka tidak mudah. Mereka harus berjuang melawan agen rahasia yang berusaha untuk membunuh mereka dan menyembunyikan kebenaran. Namun, dengan bantuan sekutu baru dan keberanian yang tak kenal lelah, mereka akhirnya berhasil mengungkap konspirasi itu dan membawa keadilan bagi pangeran yang tidak bersalah.
Dalam akhir cerita yang epik, Requiem mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan pangeran dan menghentikan konspirasi. Namun, pengorbanannya tidak sia-sia, karena dia telah membuktikan bahwa bahkan pembunuh bayaran paling terkenal dan paling dingin dapat berubah dan memilih untuk melakukan hal yang benar.