Assassin's Requiem

Assassin's Requiem
Volume 3, Bab 1: The Gathering Storm



Requiem menatap pemandangan kota yang sedang sibuk di bawahnya. Dia berdiri di atap bangunan yang tinggi, menunggu untuk bertindak. Tugasnya kali ini adalah untuk menyusup ke dalam istana kerajaan dan membunuh pangeran berkuasa, yang diyakini bertanggung jawab atas konflik antara dua negara.


Dia mengambil napas dalam-dalam dan memeriksa peralatan yang dia bawa. Dia memeriksa pisau lempar di pinggangnya, menarik senjata api dari bawah jubah hitamnya, dan memastikan kalung ajaib yang diberikan oleh penyihir itu masih tergantung di lehernya.


Requiem melompat dari atap dan mendarat dengan lembut di jalan yang sepi. Dia terus berjalan menuju istana, mencoba untuk tidak menarik perhatian siapa pun. Tapi, pada akhirnya, dia mendapatkan masalah. Dua penjaga istana menghadang jalannya.


"Siapa kamu dan apa tujuanmu?" tanya salah satu penjaga dengan nada tajam.


Requiem tersenyum tipis. "Saya hanya seorang tamu yang ingin bertemu dengan pangeran."


Penjaga lainnya menatap Requiem curiga. "Kami tidak mengizinkan siapa pun masuk tanpa izin dari raja."


Requiem mengangkat tangannya dan memperlihatkan kalung ajaib itu. "Saya mendapatkan izin dari penyihir kerajaan."


Setelah memeriksa kalung, penjaga-penjaga itu akhirnya membiarkan Requiem masuk. Dia diperintahkan untuk menunggu di ruang tunggu, sementara penjaga-penjaga tersebut pergi untuk memberi tahu pangeran.


Requiem duduk di kursi di ruang tunggu, menunggu. Dia merenungkan keputusannya untuk membunuh pangeran dan mempertanyakan apakah dia benar-benar harus melakukannya. Namun, sebelum dia bisa berpikir lebih jauh, pintu ruang tunggu terbuka, dan pangeran masuk.


"Pangeran, saya--" Requiem berhenti saat melihat wajah pangeran. Ada sesuatu yang tidak beres dengan pria ini.


"Pangeran, apa yang terjadi padamu?" tanya Requiem.


Pangeran itu terlihat gelisah. "Saya tidak bisa memberi tahu kamu sekarang. Namun, saya perlu memintamu untuk melakukan satu tugas lagi untukku. Ada orang yang ingin aku temui, dan aku butuh bantuanmu."


Requiem ragu, tetapi pangeran itu menjanjikan pembayaran yang besar. Dia setuju untuk membantu.


Mereka berdua meninggalkan istana, pergi ke sebuah kota di sebelah barat. Di sana, mereka bertemu dengan seorang wanita yang mengaku sebagai agen rahasia.


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Requiem.


Wanita itu menjelaskan bahwa dia bekerja untuk kerajaan lain dan ingin membentuk aliansi dengan kerajaan.


Requiem mendengarkan dengan cermat ketika wanita itu menjelaskan maksud kedatangannya. Saat itu, Requiem menyadari bahwa dia tidak hanya terlibat dalam konspirasi yang lebih besar, tetapi juga dalam persaingan kekuasaan antara kerajaan-kerajaan yang ada di dunia ini.


"Jadi, kamu ingin membentuk aliansi dengan kerajaan tempatku berasal?" tanya Requiem.


Wanita itu mengangguk. "Ya, kami ingin membentuk aliansi dengan kerajaanmu. Kami telah mengetahui bahwa pangeran itu adalah kunci untuk memperkuat posisi kami dan menjaga keamanan dunia dari ancaman yang mengancam."


Requiem berpikir sejenak. Dia tidak pernah terlalu memperhatikan urusan politik atau perang antar negara. Baginya, dia hanya ingin menyelesaikan tugasnya sebagai pembunuh bayaran dengan profesionalisme dan tanpa perasaan.


Namun, dia menyadari bahwa dalam situasi seperti ini, dia harus berpikir dengan jernih dan mengambil keputusan yang tepat. Jika dia berhasil membantu wanita itu membentuk aliansi dengan kerajaannya, mungkin dia bisa menghentikan konspirasi yang lebih besar dan menyelamatkan dunia dari bahaya yang mengancam.


"Baiklah," jawab Requiem akhirnya. "Aku akan membantumu dalam membentuk aliansi dengan kerajaanku. Tetapi, aku memiliki satu syarat."


Wanita itu menatap Requiem dengan tajam. "Apa syaratmu?"


Requiem mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Kamu harus membantuku mengungkap kebenaran tentang pangeran itu dan menghentikan konspirasi yang terjadi. Aku tidak akan membunuhnya jika aku mengetahui bahwa dia tidak bersalah seperti yang terlihat pada awalnya."


Requiem mengangguk. "Kita harus segera melakukan tindakan sebelum terlambat. Aku akan membantumu dalam membentuk aliansi dengan kerajaanku dan kita akan bekerja sama untuk mengungkap kebenaran tentang pangeran itu dan menghentikan konspirasi yang terjadi."


Mendengar penjelasan wanita itu, Requiem mengangguk perlahan dan merenung sejenak. Setelah berpikir sejenak, dia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran itu.


"Baiklah, saya akan membantu Anda," ucap Requiem dengan tegas.


Wanita itu tersenyum lega dan menunjukkan rasa terima kasihnya. Mereka kemudian membahas rencana mereka dengan lebih detail dan menetapkan strategi untuk menangani musuh mereka.


Hari berlalu dan mereka berhasil mengumpulkan informasi penting yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana mereka. Namun, mereka harus segera bertindak karena musuh mereka juga mulai mempersiapkan serangan.


Mereka merencanakan serangan di malam hari ketika keamanan di kota sedang rendah. Requiem dan wanita itu menyusup ke dalam istana dengan cepat dan tanpa terdeteksi. Mereka berhasil menemukan ruang rahasia di mana musuh mereka menyimpan barang-barang penting.


Namun, ketika mereka sedang mengambil barang, mereka tiba-tiba dihadapkan dengan musuh yang tak terduga. Requiem dan wanita itu melawan mereka dengan hebat, tetapi jumlah musuh terus bertambah. Mereka terdesak dan hampir kehilangan harapan.


Namun, kemudian datanglah bantuan dari sekutu baru mereka yang membawa pasukan besar untuk membantu mereka mengalahkan musuh. Dalam pertempuran yang sengit, mereka berhasil menang dan mendapatkan barang yang mereka butuhkan.


Requiem dan wanita itu kembali ke kerajaan mereka masing-masing dengan keberhasilan besar. Mereka berhasil membentuk aliansi dan menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan lain. Requiem, yang biasanya selalu hidup dalam kesendirian, merasa senang karena kini dia memiliki sekutu baru dan teman yang bisa diandalkan.


Kembali ke kerajaannya, Requiem menemukan bahwa keadaan di sana telah berubah. Pangeran yang dia ditugaskan untuk membunuh ternyata bukanlah sosok yang jahat seperti yang dia bayangkan. Malah, pangeran itu adalah orang yang baik hati dan berusaha memperbaiki kerajaannya.


Requiem merasa sedih karena dia sudah mengambil tugas yang salah dan hampir saja membunuh seseorang yang tak bersalah. Dia bertekad untuk mengganti kesalahan yang telah dia lakukan dengan membantu pangeran tersebut mengatasi masalah di kerajaannya.


Mereka bekerja sama dan berhasil mengalahkan para pemberontak yang ingin mengambil alih kerajaan. Pangeran itu mendapatkan dukungan rakyatnya kembali dan kerajaannya menjadi lebih stabil.


Requiem merasa puas dengan apa yang telah dia lakukan dan merasa bahwa dia telah menemukan tujuan hidup yang baru. Dia memutuskan untuk tetap berada di kerajaan tersebut dan membantu pangeran dalam menjalankan pemerintahannya.


Wanita yang telah membentuk aliansi dengan Requiem juga memutuskan untuk bergabung dengan mereka dan membantu dalam mengatasi masalah di kerajaan tersebut. Mereka menjadi teman dekat dan selalu bekerja sama dalam menjalankan tugas mereka.


Seiring berjalannya waktu, Requiem dan teman-temannya menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Namun, mereka berhasil mengatasinya dengan bersama-sama dan menjadi sosok-sosok yang sangat dihormati di kerajaan tersebut.


Kisah Requiem dan teman-temannya yang epik ini menjadi legenda di seluruh dunia dan menginspirasi banyak orang untuk berjuang demi keadilan dan perdamaian di dunia yang penuh konflik dan ketidakadilan.


Akhirnya, setelah bertahun-tahun menjalankan tugas-tugas berbahaya, Requiem memutuskan untuk pensiun dan menjalani kehidupan yang tenang di pedesaan. Dia tinggal di sebuah rumah kecil di tepi hutan dan menghabiskan waktunya untuk menenun, membaca, dan berkebun.


Namun, suatu hari, Requiem mendapatkan kabar bahwa ada ancaman baru yang muncul di dunia ini. Sebuah kekuatan jahat yang sangat kuat sedang menyerang kerajaan-kerajaan di seluruh dunia dan mengancam untuk menguasai seluruh dunia.


Requiem merasa bahwa dia tidak bisa berdiam diri di tengah ancaman tersebut dan memutuskan untuk kembali ke dunia pembunuh bayaran sekali lagi. Dia menemukan sekutu baru dan bersama-sama mereka menghadapi tantangan ini.


Mereka harus menghadapi banyak rintangan dan berjuang melawan musuh-musuh yang sangat kuat dan jahat. Namun, dengan keberanian dan ketekunan mereka, mereka berhasil mengalahkan kekuatan jahat tersebut dan menyelamatkan dunia dari kehancuran.


Setelah berhasil mengalahkan musuhnya, Requiem memutuskan untuk benar-benar pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya dengan damai. Namun, dia tahu bahwa di dunia ini selalu akan ada ancaman baru yang muncul, dan dia merasa tenang karena dia telah menemukan teman-teman yang selalu siap membantunya dalam setiap situasi yang sulit.


Kisah Requiem dan teman-temannya menjadi legenda yang terus dikenang dan dihormati di seluruh dunia. Mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dan selalu berjuang demi kebaikan dan keadilan di dunia yang penuh dengan konflik dan bahaya.