Assassin's Requiem

Assassin's Requiem
Volume 3, Bab 7: Pertempuran di Istana



Requiem dan sekutu barunya telah berhasil memasuki istana pangeran dan berusaha untuk mengungkap kebenaran di balik konspirasi yang mengancam kehidupan mereka. Namun, mereka dihadapkan pada pertempuran sengit dengan pasukan pengawal istana yang melindungi pangeran.


Requiem melompat dari atap istana dan membuka jalan bagi rekannya untuk masuk ke dalam. Dia berhasil menghindari serangan pedang yang dilemparkan ke arahnya dan menyelinap ke dalam istana dengan cepat. Namun, dia dihadapkan pada musuh yang lebih tangguh ketika ia bertemu dengan salah satu ksatria pengawal pangeran.


"Jangan bergerak, pembunuh!" kata ksatria itu dengan suara keras.


Requiem tetap diam dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Namun, saat ia memutar pedangnya, ia merasakan sakit yang menusuk di perutnya dan merosot ke lantai. Dia melihat bahwa ksatria itu telah menusuknya dengan pisau yang tersembunyi di balik pelindung pergelangan tangannya.


Saat Requiem berjuang untuk tetap sadar, ia melihat rekannya yang datang untuk membantunya. Mereka bekerja sama untuk mengalahkan ksatria dan akhirnya berhasil mengambil alih kendali atas istana.


Namun, ketika mereka mencari pangeran, mereka menemukan bahwa ia telah melarikan diri dari istana dan meninggalkan banyak petunjuk yang menunjukkan bahwa ia tidak bersalah seperti yang mereka pikirkan sebelumnya. Mereka juga menemukan bukti yang menunjukkan bahwa ada kekuatan lain yang berusaha untuk mengambil alih kekuasaan di kerajaan itu.


Requiem dan sekutu barunya kembali bekerja sama untuk menemukan pangeran dan mengungkap kebenaran di balik konspirasi itu. Namun, mereka harus berjuang melawan kekuatan jahat yang kuat dan mengambil risiko besar untuk melindungi kerajaan dan orang-orang yang mereka cintai.


Setelah Requiem dan timnya berhasil melarikan diri dari markas musuh, mereka kembali ke kota terdekat untuk merencanakan langkah selanjutnya. Requiem memutuskan untuk mengambil risiko dan menemui seorang ahli sihir bernama Xander, yang dikenal sebagai orang yang bisa membantu memecahkan masalah sulit.


Xander awalnya menolak permintaan Requiem, tetapi setelah Requiem memberikan informasi tentang konspirasi yang mereka hadapi, Xander akhirnya setuju untuk membantu. Dia mengatakan bahwa mereka memerlukan beberapa bahan-bahan sulit didapat untuk membuat ramuan khusus yang dapat membantu mereka melacak raja yang sebenarnya dan mengungkapkan identitasnya kepada dunia.


Requiem dan timnya berangkat ke wilayah yang jauh untuk mencari bahan-bahan itu, tetapi mereka dihadapkan pada bahaya yang tak terduga. Mereka diserang oleh serangan tak terlihat dari monster ganas, dan beberapa anggota tim terluka parah. Namun, mereka terus maju dan akhirnya berhasil mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan.


Ketika mereka kembali ke kota, mereka menemukan bahwa kondisi sudah semakin genting. Para agen rahasia musuh terus mengincar mereka, dan Requiem tahu bahwa waktu mereka semakin sedikit. Mereka segera mulai mempersiapkan ramuan khusus tersebut, dan setelah beberapa hari mereka akhirnya berhasil membuatnya.


Ramuan tersebut membantu mereka menemukan lokasi raja yang sebenarnya, dan mereka memutuskan untuk menyerang markasnya dengan cepat. Requiem dan timnya berhasil masuk ke dalam markas dan melawan para pengawal. Namun, ketika mereka sampai di ruang takhta, mereka menemukan kejutan yang mengejutkan: raja yang sebenarnya adalah pangeran yang mereka selamatkan sebelumnya.


Pangeran tersebut menjelaskan bahwa ayahnya sebenarnya adalah korban konspirasi dan telah dibunuh oleh para pengkhianat yang ingin merebut kekuasaan. Pangeran tersebut menyamar sebagai pangeran yang sebenarnya untuk menyelidiki lebih lanjut dan menemukan kebenaran. Requiem dan timnya bersumpah untuk membantunya mengungkap konspirasi dan mengembalikan keadilan kepada kerajaan.


Mereka mulai merencanakan serangan besar-besaran untuk menghentikan para pengkhianat dan mengungkap kebenaran kepada seluruh kerajaan. Requiem dan timnya siap untuk melakukan segala yang diperlukan untuk mengalahkan musuh dan memulihkan kedamaian di kerajaan.


Requiem dan kedua temannya mengintai gerak-gerik Pangeran Jirou dari kejauhan, sambil berusaha mencari cara untuk mendekatinya tanpa terlihat. Mereka sudah berada di tengah-tengah markas musuh dan mereka tahu bahwa setiap kesalahan dapat membahayakan nyawa mereka.


"Saya pikir saya punya ide," kata Shira, sambil merenungkan situasi dengan cermat. "Kita bisa menggunakan sihir untuk membuat diri kita tidak terlihat dan masuk ke kamar pangeran tanpa terlihat."


"Bagus sekali," kata Requiem. "Tapi kita harus bergerak dengan cepat sebelum jangkauan sihir mereka meningkat dan menemukan kita."


Mereka segera melancarkan rencana mereka, dan setelah melewati beberapa penghalang dan perangkap, mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar pangeran tanpa terdeteksi. Namun, ketika mereka sampai di sana, mereka menemukan pangeran dalam keadaan yang sangat buruk. Dia terbaring lemah di tempat tidur dan wajahnya pucat seperti kertas.


"Dia dalam bahaya besar," kata Shira, sambil memeriksa denyut nadi pangeran. "Dia diracun oleh sesuatu, dan saya tidak yakin apakah saya bisa menyembuhkannya."


Requiem memeriksa sekeliling dan melihat bahwa ada botol kosong di sebelah tempat tidur. Dia memeriksa isinya dan segera menyadari bahwa racun itu bukanlah sesuatu yang biasa digunakan oleh pembunuh bayaran. "Ini berbeda," kata Requiem. "Ini adalah racun buatan penyihir yang sangat kuat dan sangat berbahaya."


"Ada apa di sini?" tanya Juri, yang telah berdiri di belakang mereka.


Requiem memberikan informasi tentang apa yang mereka temukan, dan Juri tampak sangat khawatir. "Ini berarti ada penyihir yang berada di balik semua ini. Mereka mencoba mengambil alih kekuasaan kerajaan dengan meracuni pangeran."


"Tapi siapa yang akan melakukan hal seperti itu?" tanya Shira.


"Kita perlu menemukan jawabannya secepat mungkin," kata Requiem. "Sekarang, apakah kamu bisa menyelamatkan pangeran?"


Shira menggelengkan kepala dengan sedih. "Ini bukan racun biasa, dan saya tidak tahu apakah saya bisa menyembuhkannya. Tapi saya akan mencoba yang terbaik."


Mereka semua menunggu dengan cemas, sambil berharap Shira bisa menyembuhkan pangeran. Namun, setelah beberapa saat, Shira akhirnya menghentikan usahanya. "Maaf," katanya. "Saya telah mencoba yang terbaik, tapi saya tidak bisa menyembuhkan dia. Racun ini terlalu kuat."


Requiem menarik napas dalam-dalam, merasakan kegagalan yang besar. "Kita harus segera meninggalkan tempat ini," kata dia. "Kita tidak bisa menemukan siapa yang bertanggung jawab atas ini jika kita tetap di sini terlalu lama."


Para ksatria dan penyihir setuju dan bersiap-siap untuk meninggalkan kota dengan cepat. Tiba-tiba, mereka mendengar langkah kaki cepat dan suara yang memanggil mereka dari belakang.


"Mereka di sana! Jangan biarkan mereka pergi!"


Requiem dan sekutunya berbalik dan melihat sekelompok tentara yang dipersenjatai dengan pedang dan busur yang mengejar mereka dengan cepat. Requiem merasa kesal karena mereka tidak bisa pergi tanpa ditemukan. Dia mengeluarkan pedangnya dan bersiap-siap untuk bertarung.


Tapi sebelum dia bisa melakukan apa pun, seorang penyihir di dekatnya mengangkat tangannya dan melepaskan mantra sihir yang menerangi area sekitarnya dengan cahaya yang terang.


Tiba-tiba, semua orang kecuali Requiem merasa sulit untuk bergerak. Mereka tersentak dan mencoba untuk menghindar dari serangan musuh, tapi terjebak di tempat.


Requiem, dengan kekuatan magisnya, bisa melihat bahwa mantra sihir itu membuat waktu bergerak lebih lambat untuk orang-orang di sekitarnya, memungkinkan dia untuk bergerak dan bertindak lebih cepat daripada musuhnya.


Dia berlari ke arah tentara dan memotong satu per satu dengan pedangnya yang tajam, mengejutkan mereka dengan kecepatannya yang luar biasa.


Sementara itu, para penyihir dan ksatria terus mengeluarkan mantra sihir dan serangan fisik untuk membantu Requiem melawan musuh. Meskipun sulit untuk bergerak, mereka bertahan dan berjuang dengan kekuatan mereka sendiri.


Tiba-tiba, Requiem terjatuh ke tanah dengan keras, terkena serangan dari belakang. Dia merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya saat dia merangkak untuk bangkit kembali.


Dia melihat ke atas dan melihat seorang pria yang tidak dikenal dengan pedang di tangannya. Dia menyeringai pada Requiem dan berkata, "Kau adalah mangsa yang sempurna untukku. Siapa kamu?"


Requiem tersenyum. "Aku adalah Requiem, pembunuh bayaran yang terbaik dalam bisnis ini."


Pria itu tertawa dan membalas serangan Requiem dengan pedangnya. Pertarungan sengit dimulai antara keduanya, dengan serangan dan blokade yang saling bertukar.


Ketika pertarungan berlanjut, Requiem menyadari bahwa pria itu tidaklah sembarangan. Dia memiliki teknik bertarung yang sama ahli dengan dirinya, dan setiap gerakannya dilakukan dengan presisi yang mematikan.


Setelah pertarungan yang panjang dan melelahkan, Requiem akhirnya berhasil mengalahkan pria itu dengan satu serangan terakhir. Requiem menatap jatuhnya tubuh pria itu, terengah-engah dan berkeringat. Dia merasa lega karena berhasil melumpuhkan musuhnya, tetapi juga merasa sedih dan sedikit terguncang oleh pengorbanan yang harus dia lakukan.


Sekutu barunya mendekatinya dan menepuk bahunya, "Kita berhasil mengalahkan mereka, teman. Kau melakukan pekerjaan yang luar biasa."


Requiem mengangguk dan melihat sekeliling. Sekarang, hanya tersisa bangkai-bangkai di sekitar mereka. Mereka berhasil memenangkan pertarungan, tetapi pertanyaannya masih sama: siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?


"Mari kita cari petunjuk," kata Requiem. Dia membuka pintu gudang dan bersiap-siap untuk keluar.


Tetapi saat dia menginjakkan kaki di luar, dia merasakan dorongan kekuatan magis yang kuat. Dia menoleh ke sekeliling dan melihat tiga orang yang menghadapinya, masing-masing berdiri dengan senjata di tangan mereka.


Requiem bersiap untuk bertarung lagi, tetapi tiga orang itu hanya menatapnya dengan tatapan yang tak terlupakan.


"Kami tahu siapa kau, Requiem," kata salah satu dari mereka. "Dan kami datang untuk menawarkanmu sebuah tawaran yang kau tidak bisa tolak."


Requiem menatap mereka dengan curiga. Dia tidak menyukai tawaran atau bantuan dari siapa pun, tetapi dengan keadaan yang dia hadapi, dia tidak punya pilihan.


"Apa yang kalian tawarkan?" tanya Requiem dengan suara rendah.


"Sekarang bukan saatnya membahasnya," kata orang itu. "Mari ikuti kami, dan kami akan memberimu jawabannya."


Requiem ragu, tetapi dia tahu bahwa dia harus menyelesaikan tugasnya dan menemukan siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan ini.


Dia mengangguk pada mereka dan mereka pergi bersama-sama, menuju sebuah tempat rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang. Di sana, Requiem menemukan jawaban atas semua teka-teki yang selama ini menghantuinya.


Ternyata, ada kelompok rahasia yang bertanggung jawab atas semua kerusuhan dan konflik yang terjadi di kerajaan. Mereka memiliki motif yang kuat dan kekuatan magis yang sangat besar, tetapi Requiem dan sekutu barunya berhasil mengungkap kebenaran dan menghentikan mereka.


Setelah semua itu berakhir, Requiem merenung tentang semua yang telah dia lakukan. Dia tahu bahwa hidupnya sebagai pembunuh bayaran tidak akan pernah mudah, tetapi dia juga merasa puas karena telah membantu melindungi orang-orang yang tidak bersalah dan membebaskan kerajaan dari kekacauan yang disebabkan oleh orang-orang jahat.


Dia mungkin tidak bisa menghapus masa lalunya yang kelam, tetapi dia telah menunjukkan bahwa kebaikan dan pengorbanan bisa datang dari tempat yang paling tidak mungkin dan dari orang yang paling tidak mungkin. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Requiem merasa bahwa ia memiliki hubungan yang kuat dengan orang-orang yang menyertainya dalam misi ini.


"Kita berhasil," kata Requiem kepada kawan-kawannya dengan senyum di wajahnya. "Kita telah membebaskan pangeran dari kepungan dan menggagalkan rencana jahat yang ditujukan padanya. Tugas kita telah selesai."


Tetapi setelah keberhasilan mereka, Requiem merasa ada yang masih belum selesai. Ia merasa ada banyak rahasia dan misteri yang masih harus dipecahkan, dan ia merasa bahwa ia harus terus bekerja untuk menemukan kebenaran dan menjaga keamanan dunia yang ia cintai.


Dalam perjalanan pulang, Requiem memikirkan banyak hal. Dia berpikir tentang masa lalunya dan tentang keputusan-keputusan buruk yang pernah ia buat. Dia berpikir tentang pangeran dan tentang apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya. Dan yang paling penting, ia berpikir tentang teman-temannya dan tentang bagaimana ia telah menemukan hubungan yang berarti dengan mereka.


Requiem tahu bahwa pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran mungkin tidak akan pernah berakhir, tetapi ia juga tahu bahwa ia tidak akan pernah sendirian. Dia memiliki teman-teman yang akan selalu mendukungnya dan membantunya dalam menghadapi apapun yang mungkin datang kepadanya di masa depan.


"Assassin's Requiem," gumam Requiem untuk dirinya sendiri. "Aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan menemukan arti yang sebenarnya dari nama samaranku ini. Tetapi sekarang aku tahu bahwa dalam kegelapan, ada juga cahaya, dan bahwa bahkan seorang pembunuh bayaran dapat menemukan penebusan."


Dalam hatinya, Requiem bersyukur telah menemukan teman-teman sejati dan telah menemukan makna dari hidupnya. Ia tahu bahwa ia akan terus hidup dan bekerja untuk menjaga keamanan dunia, dan ia tahu bahwa ia tidak akan pernah lagi melakukannya sendirian.


Beberapa minggu kemudian, Requiem bersama dengan sekutunya kembali ke kota kerajaan tempat mereka pertama kali bertemu. Pangeran yang selamat, bersama dengan rakyatnya, menyambut kedatangan mereka dengan sukacita.


Requiem merasa lega melihat keadaan kota yang sudah mulai pulih dari pengaruh jahat Sang Raja. Namun, ketika mereka tiba di istana, Requiem menemukan bahwa kerajaan masih dalam keadaan kacau. Kekuatan kerajaan yang kuat dan kuasa yang tak terbatas membuat beberapa anggota keluarga kerajaan dan penasihatnya jatuh ke dalam korupsi.


Requiem dan sekutunya menyadari bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk menghentikan korupsi di kerajaan. Mereka mengambil risiko besar dengan mengumpulkan bukti-bukti dan melawan kekuasaan yang sudah mapan.


Dalam pertarungan terakhir yang sengit, Requiem dan sekutunya berhasil mengalahkan para koruptor dan menunjukkan bahwa kebenaran akhirnya akan selalu menang.


Setelah itu, pangeran tersebut memutuskan untuk memperkenalkan seorang ratu baru, seorang yang dia cintai dengan tulus. Requiem menghadiri upacara pernikahan mereka dan merasa senang bahwa dia telah membantu mengubah takdir kerajaan menjadi lebih baik.


Ketika upacara pernikahan berakhir, Requiem memutuskan untuk pergi ke tempat baru dan memulai hidup yang baru. Namun, dia tahu bahwa tugas-tugasnya sebagai pembunuh bayaran belum berakhir. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan.


Dengan hati yang lega, Requiem berjalan meninggalkan kota kerajaan, dan langit yang cerah menemani langkahnya menuju petualangan selanjutnya. Akhirnya, seorang pembunuh bayaran yang terkenal itu menghilang, tapi cerita tentang petualangan dan keberanian Requiem masih terus berkembang di seluruh dunia.