
Requiem terdiam, tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Pangeran itu, yang telah dianggap sebagai target pembunuhannya selama berbulan-bulan, sekarang sedang mengungkapkan konspirasi besar yang merugikan seluruh kerajaan.
Requiem berdiri di sudut ruangan, bersembunyi dalam bayangan, dan mendengarkan dengan seksama saat Pangeran Frederick memberi tahu tentang rencana jahat kakaknya, Raja Alexander.
"Kakak saya merencanakan untuk menyerang kerajaan tetangga dan memperluas wilayah kami. Dia sudah meminta dukungan dari beberapa bangsawan dan agen rahasia, dan saya yakin dia akan mengambil tindakan dalam beberapa minggu mendatang."
Requiem merenung dalam keheningan. Ini adalah situasi yang sangat berbahaya, dan jika Pangeran Frederick tidak berhasil menghentikan rencana kakaknya, maka seluruh kerajaan akan terlibat dalam perang yang mengerikan.
"Tapi saya tidak punya kekuatan untuk menghentikannya sendiri," kata Pangeran Frederick, mengeluarkan seutas kertas dari saku bajunya. "Inilah alamat beberapa orang yang mungkin bisa membantu kita. Saya sudah menulis surat untuk mereka, tolong antarkan ini ke tangan mereka dan minta tolong mereka untuk membantu saya."
Requiem meraih surat itu dari tangan Pangeran Frederick dan melihat isinya. Ada daftar nama orang-orang yang tidak dia kenal, tetapi sepertinya mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam situasi seperti ini.
"Baiklah, saya akan pergi," kata Requiem. "Tetapi ingatlah, jika kakakmu mengetahui tentang rencanamu, dia akan membunuhmu tanpa ampun."
"Saya tahu risikonya," jawab Pangeran Frederick dengan tenang. "Tetapi saya tidak bisa membiarkan kerajaan ini hancur hanya karena kekuasaan dan ambisi kakak saya."
Requiem mengangguk dan meninggalkan ruangan, memasuki malam yang dingin dan gelap. Dia harus menemukan orang-orang di daftar Pangeran Frederick dan membujuk mereka untuk membantu.
Tidak mudah untuk menemukan orang-orang ini, tetapi Requiem berhasil menemukan satu demi satu, dan mereka semua setuju untuk membantu menyelamatkan kerajaan. Ada seorang ksatria yang tangguh, seorang penyihir yang cerdas, dan beberapa pemburu bayaran yang handal.
Mereka semua berkumpul di sebuah kota kecil di perbatasan kerajaan, di mana Pangeran Frederick telah mengumpulkan pasukan kecilnya. Requiem dan para sekutunya bergabung dengan pasukan itu, dan bersama-sama mereka merencanakan serangan mendadak pada pasukan kakak Pangeran Frederick.
Tidak perlu menunggu terlalu lama, karena pada saat mereka siap untuk meluncurkan serangan, kabar datang bahwa pasukan kakak Pangeran Frederick sedang menyerang perbatasan kerajaan. Tanpa ragu-ragu, Pangeran Frederick langsung memerintahkan pasukannya untuk pergi dan membela perbatasan. Requiem dan sekutu barunya, yang telah menyaksikan pertempuran dari jauh, sepakat untuk membantu dan melindungi kerajaan dari serangan kakak Pangeran Frederick.
Mereka bergabung dengan pasukan pertahanan kerajaan dan membantu melawan serangan kakak Pangeran Frederick yang sudah menyebar di seluruh perbatasan. Pertempuran itu sangat sengit dan berbahaya, namun Requiem dan sekutu barunya mampu mengambil peran penting dalam menghadapi serangan musuh. Requiem terbukti sangat terampil dalam pertarungan satu lawan satu, sementara sekutu barunya membantu dengan kekuatan magis mereka yang kuat.
Requiem dan sekutu barunya merasa bahwa mereka telah terjebak dalam perang yang salah, dan memutuskan untuk mencari tahu kebenaran di balik konspirasi tersebut. Mereka berusaha untuk memecahkan misteri tersebut, bahkan jika itu berarti harus mengambil risiko yang lebih besar dan melawan pasukan sendiri.
Di akhir bab, Requiem dan sekutu barunya akhirnya menemukan kebenaran yang mengguncangkan. Mereka menemukan bahwa Pangeran Frederick yang sebenarnya adalah korban dari konspirasi yang dilakukan oleh kakaknya sendiri, dan dia tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan padanya. Requiem dan sekutu barunya berkomitmen untuk membantu Pangeran Frederick memulihkan reputasinya dan membuktikan ketidakbersalahannya, meskipun itu berarti harus menghadapi konsekuensi yang lebih besar lagi.
Dengan demikian, bab ini menampilkan twist plot yang mengejutkan dan memperkenalkan konflik yang lebih besar, yang akan dijelajahi lebih lanjut di bab-bab selanjutnya.
Tanpa ragu-ragu, Pangeran Frederick memutuskan untuk menunda rencana serangan tersebut dan memerintahkan pasukannya untuk mundur dan membantu pertahanan perbatasan. Requiem merasa lega karena dia tidak akan terlibat dalam aksi kekerasan itu lagi, setidaknya untuk saat ini.
Namun, keadaan di perbatasan jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Pasukan kakak Pangeran Frederick ternyata jauh lebih kuat dan lebih terlatih dari yang mereka perkirakan. Mereka berhasil mengepung kota perbatasan dan memaksa pasukan kerajaan untuk bertahan dalam pertempuran yang sengit.
Requiem merasa takut karena dia tidak tahu apakah mereka akan selamat dari pertempuran ini atau tidak. Namun, dia juga merasa bersalah karena merasa bahwa dia seharusnya dapat membantu dalam pertempuran ini. Pangeran Frederick juga merasakan hal yang sama dan merasa bahwa dia harus melindungi rakyatnya.
Ketika pertempuran semakin memanas, Requiem dan Pangeran Frederick memutuskan untuk bergabung dengan pasukan kerajaan dalam pertempuran. Mereka berjuang dengan gigih dan berhasil membantu pasukan kerajaan dalam mempertahankan kota perbatasan. Namun, kemenangan mereka tidaklah mudah dan banyak korban yang jatuh.
Setelah pertempuran selesai, Requiem dan Pangeran Frederick merenungkan pengalaman mereka dan merasa bahwa mereka telah belajar banyak tentang diri mereka sendiri dan tentang keberanian dan pengorbanan. Mereka juga menyadari bahwa ada lebih banyak hal di dunia ini yang penting daripada ambisi dan kekuasaan.
Requiem dan Pangeran Frederick bersumpah untuk terus bekerja sama untuk melindungi kerajaan mereka dan untuk melindungi rakyat mereka. Mereka menyadari bahwa persahabatan dan kepercayaan adalah hal yang paling penting dalam hidup mereka.
Akhirnya, Requiem melanjutkan misinya untuk membunuh orang yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya. Namun, dia tidak lagi melakukannya dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Dia memilih untuk mengambil tindakan yang lebih bijaksana dan mempertimbangkan akibat dari setiap tindakan yang dia ambil.
Requiem menyadari bahwa dia tidak sendirian dan bahwa dia memiliki teman-teman yang akan selalu membantunya dalam setiap langkah yang diambilnya. Dia bersumpah untuk mempertahankan kerajaan dan melindungi rakyatnya, dan menjadi pembunuh bayaran yang lebih baik dan lebih bijaksana.
Akhir dari Volume 2.