Assassin's Requiem

Assassin's Requiem
Volume 2: Bab 5



Requiem terus berjalan di malam yang gelap, menghindari perhatian dari para penjaga istana yang menjaga gerbang utama. Dia telah mempelajari rute terbaik untuk mencapai kamar pangeran, dan dia tidak ingin menarik perhatian siapa pun pada dirinya sendiri.


Namun, ketika dia melewati beberapa lorong gelap, dia melihat bayangan yang mencurigakan di depannya. Dia berhenti dan mengintip melalui bayangan, melihat seorang penjaga sedang berjalan menuju arahnya.


Requiem menghindari penjaga itu dengan gesit dan menyelinap melalui lorong yang sempit. Namun, ketika dia mencapai pintu kamar pangeran, dia terkejut menemukan pintu itu terbuka dan pangeran itu tidak ada di dalam.


Dia berjalan masuk dan melihat sekeliling, mencari tahu ke mana pangeran itu pergi. Dia menemukan selembar kertas di atas meja, dan ketika dia membacanya, dia merasa jantungnya berdebar kencang.


"Requiem, saya tahu Anda akan datang. Tidak perlu bersembunyi. Mari kita berbicara."


Requiem merasa ketakutan. Dia tidak tahu siapa yang menulis surat itu, atau bagaimana orang itu mengetahui nama aslinya. Dia merasa seperti dia telah terjebak dalam perangkap yang rumit.


Namun, dia juga merasa penasaran. Siapa yang menulis surat itu? Dan apa yang mereka ingin bicarakan dengannya?


Requiem memutuskan untuk mengambil risiko dan menemui pengirim surat. Dia keluar dari kamar pangeran dan melompat ke bawah dari jendela yang terbuka. Dia melihat sekeliling dan melihat seseorang menunggunya di bawah.


Itu adalah seorang wanita muda yang cantik dengan mata hijau yang cerah dan rambut pirang yang panjang. Dia mengenakan pakaian hitam yang terlihat seperti seragam agen rahasia.


"Siapa kamu?" tanya Requiem.


"Aku adalah agen rahasia dari kerajaan tetangga. Saya mendapat informasi tentang konspirasi yang sedang terjadi di kerajaan Anda dan saya ingin membantumu menghentikannya," jawab wanita itu.


Requiem tidak yakin apakah dia harus mempercayai wanita itu atau tidak, tetapi dia tidak punya banyak pilihan. Dia mengikuti wanita itu ke tempat yang aman dan mereka mulai berbicara.


Wanita itu memberitahu Requiem tentang rencana pangeran untuk menaklukkan kerajaan tetangga, dan bahwa pangeran sebenarnya adalah dalang di balik konspirasi yang lebih besar. Dia mengungkapkan bahwa dia telah bekerja dengan beberapa anggota kerajaan yang jujur untuk menghentikan pangeran dan mengembalikan keamanan ke kerajaan.


Requiem merasa lega mengetahui bahwa dia bukan satu-satunya orang yang mencoba menghentikan konspirasi. Dia berjanji untuk bekerja sama dengan wanita itu dan membantu mengungkap kebenaran tentang pangeran itu serta menghentikan rencana jahat yang sedang berlangsung. Mereka merencanakan strategi untuk masuk ke dalam istana dan mencari bukti yang dapat menghentikan konspirasi itu.


Setelah merencanakan semuanya, Requiem dan wanita itu berhasil masuk ke dalam istana tanpa terdeteksi. Mereka menyamar sebagai pasangan kekasih dan dengan lancar masuk ke dalam ruangan pangeran. Pangeran itu terlihat terkejut dan sedikit takut melihat mereka masuk.


"Siapa kalian?" tanya pangeran dengan suara gemetar.


"Aku adalah Requiem, pembunuh bayaran yang disewa untuk membunuhmu," jawab Requiem dengan tenang.


Pangeran itu tampak lega mendengar jawaban Requiem. "Baiklah, aku siap menerima takdirku."


Namun, Requiem segera memperbaiki penjelasannya. "Tapi bukan untuk membunuhmu. Aku datang untuk mengungkap kebenaran dan membantumu melawan konspirasi yang sedang berlangsung."


"Aku tidak tahu apa-apa tentang semua itu. Aku hanya mengikuti perintah ayahku," kata pangeran itu dengan suara lemah.


Requiem dan wanita itu yakin bahwa pangeran itu tidak bersalah dan mereka berjanji untuk membantunya melawan konspirasi itu. Mereka bersama-sama menyusun rencana untuk mengungkap kebenaran dan membawa para konspirator ke pengadilan.


Namun, rencana mereka tidak berjalan semulus yang mereka harapkan. Mereka berhasil mengumpulkan bukti yang cukup, tetapi mereka tertangkap oleh pasukan keamanan kerajaan dan dijebloskan ke dalam penjara. Mereka merencanakan pelarian bersama dan berhasil meloloskan diri dari penjara dengan bantuan dari sekutu baru yang mereka temui di dalam penjara.


Mereka berhasil keluar dari istana dan menuju ke markas pemberontak yang berada di luar kota. Di sana, mereka berhasil mengumpulkan dukungan dan bersama-sama menyerang istana untuk menggulingkan konspirator dan membawa keadilan bagi pangeran itu dan rakyat kerajaan.


Setelah pertempuran sengit, mereka berhasil mengalahkan pasukan keamanan dan mengungkap kebenaran di hadapan seluruh rakyat kerajaan. Pangeran itu dibebaskan dan dibawa kembali ke tahtanya sebagai raja yang sah. Requiem dan wanita itu memutuskan untuk menghilang dan hidup dalam kesendirian lagi, tetapi dengan perasaan lega bahwa mereka telah melakukan tugas yang benar dan membawa keadilan bagi rakyat.


Setelah mengatur strategi, mereka berdua memutuskan untuk memasuki istana pada malam hari ketika keamanan di sekitar istana paling rentan. Mereka masuk melalui jendela dan masuk ke dalam ruangan pribadi Pangeran. Mereka menemukan bukti yang mengungkapkan bahwa Pangeran sama sekali tidak terlibat dalam konspirasi dan justru menjadi korban dari muslihat para penjahat yang ingin merebut takhta.


Requiem dan wanita itu mulai mencari-cari tanda-tanda lain dan mereka menemukan beberapa dokumen rahasia yang mengungkapkan rencana jahat yang akan dilakukan oleh para penjahat. Mereka mendiskusikan rencana mereka dan memutuskan untuk melawan musuh dengan sekuat tenaga. Mereka menerobos ruangan dan memulai serangan mendadak kepada para penjaga. Requiem menggunakan pedangnya untuk melawan musuh sementara wanita itu menggunakan kekuatan sihirnya untuk menghancurkan mereka.


Pertarungan berlangsung sengit dan sulit, tetapi akhirnya mereka berhasil mengalahkan semua musuh dan mengungkapkan kebenaran tentang konspirasi. Pangeran mengucapkan terima kasih kepada mereka dan memberi mereka penghargaan atas jasa-jasa mereka. Requiem dan wanita itu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka bersama dan berjanji untuk selalu menjadi teman satu sama lain dalam pertempuran masa depan.


Ketika mereka pergi dari istana, Requiem merasa dirinya telah menemukan teman sejati untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia belajar bahwa tidak selalu diperlukan untuk bekerja sendiri dalam kehidupan dan bahwa persahabatan dan kepercayaan dapat menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi bahaya.


Dengan konspirasi terungkap dan musuh dikalahkan, Requiem dan wanita itu berpisah dan melanjutkan perjalanan mereka masing-masing. Namun, mereka berdua tahu bahwa mereka akan selalu mengingat pertempuran yang mereka lalui bersama dan akan selalu menjadi teman satu sama lain dalam hati mereka.


Sementara itu, Requiem bergerak lebih jauh ke dalam istana untuk menemukan raja. Dia melompati dinding dan menghindari patroli yang sedang berjalan di lorong-lorong. Akhirnya, dia menemukan ruangan tempat raja berada.


Namun, ketika Requiem memasuki ruangan itu, dia disambut oleh sekelompok ksatria kerajaan yang siap untuk melindungi raja mereka. Requiem dengan cepat menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung.


Saat pertarungan berlangsung, Requiem menyadari bahwa ksatria-ksatria itu tidak hanya berusaha melindungi raja mereka, tetapi juga membunuhnya. Mereka adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar.


Setelah bertarung dengan hebat, Requiem berhasil membunuh semua ksatria itu dan menghadapi raja. Raja itu awalnya terkejut melihat seorang pembunuh bayaran di hadapannya, tetapi kemudian dia menyadari bahwa Requiem adalah satu-satunya harapan untuk menghentikan konspirasi itu.


Raja memberikan informasi penting kepada Requiem tentang siapa yang bertanggung jawab atas konspirasi itu dan apa tujuan mereka. Setelah mendapatkan informasi itu, Requiem memutuskan untuk pergi mencari teman-temannya dan membentuk sebuah tim untuk menghentikan konspirasi itu.


Mereka berhasil menghentikan konspirasi itu dan mengungkapkan kebenaran kepada dunia. Meskipun mereka berisiko kehilangan nyawa dalam prosesnya, mereka berhasil memenangkan pertarungan melawan kejahatan dan korupsi.


Setelah itu, Requiem dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka dan bertarung untuk keadilan di seluruh dunia. Mereka menjadi legenda dan dikenal sebagai para pahlawan yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan.


Akhirnya, Requiem menyadari bahwa ia telah menemukan keluarga yang sebenarnya dalam timnya dan mengakui bahwa hidupnya telah berubah selamanya.