ARABELLA

ARABELLA
Bab 4 Sisen 2 Belakang gudang.



Pagi hari di lapagan basket SMA Tunas Harapa. Seperti biasa Virgi,Virgo beserta beberapa sahabatnya selalu dan selalu di hukum karena terlambat masuk, begitu juga dengan sanga ketos, Alvan. setiap hari Alvan juga selalu ikut andil dalam hukuman itu, tapi bukan menghukum, tapi dia menjadi salah satu murit yang terkena hukuman.


Darma, yang menjabat sebagian ketua kedisiplina terlihat sedang memebri araha mereka uang melakukan hukum, membuang sampah dan membersihkan halaman belakang gudang.


" Go Gi dan temen-temennya ikut gue, sisanya beresin sampah di seluruh halaman," pinta Darma.


"Mau bawa kemana kita," tanya Baim.


"Kita bersihkan belakang gudang, katanya sudah hampir sepuluh tahun tempat itu tidak pernah di bersihkan,"


"Apa sepuluh tahun?, kalau ada ular bagai mana?," tanya Senja.


"Maka dari itu gue meminta kalian untuk membereskannya."


" Harus selesai haris ini juga?," tanya Virgo.


"Tidak," jawab darma sambil tersenyum kearah mereka." yuk kita ambil peralatan kalin," Ajak Darma.


Kini Darma, Virgi, Virgo dan lainya sudah siapa dengan alat-alat mereka, ada yang membawa sekop, sapu, golok, cangkul dan lainnya.


" Butuh tujuh hari kita menyelesaikan semua ini, " ucap Virgo sambil menatap rimbunya rerumputan yang bebatasan langsung dengan lahan kosong yang sama rimbunnya.


"Ada hala menarik dari tempat ini, dan gua yangkin lo semua akan tertarik akan hal itu," ucap Darma.


"Apa?," tanya Virgi.


" Gue tau kalian sangat tertarik dengan cerita tentang alumi sekolah kita yang di kenal akan kisah cinta nya, Ara dan Barra. Dan kalian juga mengikuti jejak Anak-anak Somplak yang di pimpin oleh kapten Ara,"jelas Darma.


" Dari mana lo tau?," Tanya Naki.


" Karena gue juga inggin seperti Barra, tapi sayang..., gue tidak punya ketegasan seperti nya,"


" Lo di banding kan sama Barra jauh," sahut Idan.


" Karena gue tidak mengikuti apa yang beliung lakun, gue hanya mepelajari apa yang pernah beliau lakukan."


" Apa?," tanya Virgo.


"Gue mendapat pelajaran dari sikap tegas Barra dalam menghadapi orang seperti kalian,"


"Pelajaran apa?," tanya Bisma.


" Gue jelaskan sambil kerja, gua akan bantu kalian membersihkan semua ini, bisa kan?,"


" Tidak bisa," jawab Alvan.


" Kenapa?, apa enak bercerita sambil rebahan?, kita akan rebehan saat semua ini sudah beres," jawab Darma.


" Aissss, yasudah sana lo kerja!,"


" Bukan gue, tapi kita, di sisni yang kenahukum ketos bukan gue," sindir Darma.


" Ketos yang patut di contoh," ledek Virgo.


" Yuk mulai bekerja, jangan pandangan kalian, takutnya ada ular," pinta Darma.


Merekapun mulai bekerja membersihkan tempat dimana dulu pernah di jadikan markas persembunyian anak-anak somplak saat kabur dari pelajaran yang tidak mereka sukai


Mereka bekerja sambil mendengarkan cerita Darma yang sangat teropsei dengan sosok Barra, namun Darma yang cerdas mengambil pelajaran dari semua tidakan Barra bukan mengikuti apa yang Barra lakukan. dengan kata lain Darma melakukan hal sebaliknya dari Barra. Barra yang terkesan galak suka membentak dalam menghadapi anak-anak somplak, lain halnya dengan Darma dalam menghadapi Anak- anak GoGi yang mulai menganti nama geng mereka dengan nama geng somplak new. Sedang kan Anak-Anak GoGi atau somplak new mengikuti semua apa yang anak-anal simplak lakukan.


Nama GoGi yang terkesan hanya nama panggilan dari Virgi dan Virgo juga menjadi alasan mereka mengapdosi nama SOMPLAK.


Satu jam sudah mereka membersihkan tempat itu, namun anak-anak Somplak New tidak membersihkan dengan benar apa yang menjadi hukum mereka.


"Ayolah semangat, perlu kalian tau di dalam sana ada sebuah ruangan yang menjadi tempat anak-anak simplak ngumpul, lebih tepatnya bersembunyi," jelas Darama.


" Serius lo?, jadi markas belakang gudang itu gudang ini, bukan gudang sebelah sana?," tanya Virgi.


" Wokeeee," jawab Senja.


" Dar, lo jangan kalem kayak guni kenapa, yang galak dan tegas kayak Mr klimis and killer guyu, biar lengkap," pinta Bisma.


"Seharusnya yang kayak gutu Alvan bukan gue, yang ketos kan dia bukan gue,"


" Alvan?, anak rebahan ples kulkas kayak gitu memerankan karakter Barra?, Gue tidak terima," jawab Idan.


"Kenapa?!," tanya Alvan ketus.


" Sosok Barra itu tegas, pintar, rajin dan sangat bertentangan dengan anak-anak somplak, lah ini malah jadi baginn dari anak somplak, mana beg*go lagi," sahut Bisma.


"Ngomong lagi gue tebas lo,"


"Yang pengang golok gue bukan elo, itu sapu yang lo pegang," jawab Bisma.


" Gue colok mata lo pake sapu lidi,"


"Bisa diem tidak?!, ribut terus!, cepat kerja!, hari ini juga harus selesai," pinta Virgi.


"Apa!!," sahut mereka semua.


" Lanjut besok saja, sekarang kita istirahat dan mengikuti pelajaran." pinta Darma.


" Kalau lo mau pergi, pergi sendiri, anak-anak sompelak mau menghidupkan markasnya lagi," tegas Virgi. " kalina jangan ada yang kabur, kabur gue tebas lo," anacam Virgi.


"Capek Gi," keluh Senja."


"Istirahat sebentar lalu kita kerja lagi,"


"Kayaknya tetapi tidak selesai, kita bisa menebas semua rumput ini, tapi kita juga harus membung sampah nya juga,"


" Apa yang di bilang dia bener juga Gi, kita lenjut besok, kita bawa mobil pikap untuk mengangkut sampah ini," imbuh Virgo.


" Kalian benar juga, lagin kita tidak bisa kerja pake seragam sekolah, bisa abis gue di marah bunda kalau baju gue kotor, dalam satu minggu ini gue ganti limakali seragam" jawab Virgi.


"Gila lo!, ko apakan tuh seraga?," tanya Bisma.


" Robek, kena noda yang tidak mau hilang, kebayakansih robek," jawab Virgo .


"Yasudah yuk pergi, lagin kita akan ke sekolah SMK 2, yuk berangkat," ajak Alvan.


"Yuk," ajak yang lain.


"Kalian mau kemana?," tanya Darma yang melihat Anak-anak somplak new menuju jalan yang jelas-jelas buntu.


"Kita mau bolos, mau ikut?," tanya Virgo.


" Jangan, Hari ini ada ulangan," pinta Darma.


" Biarkan, yang kita lakukan lebih penting dari apapun, anak somplak pantang di remehkan Orang," jawab Virgi.


"Kapten somplak juga pantang meninggalkan pelajaran, kapten Ara selalu mengutamakan pelajaran,"


" Hal itu tidak memungkinkan kapten juga pernah meninggalkan pelajaran nya," jawab Alvan.


"Bay.. " ucap mereka.


Darma memperhatikan mereka yang mulai pergi tanpa berkomentar apa-apa lagi.


Bersambung....


...๐Ÿ’ž๐Ÿ’žTerimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya.๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...