
Semenjak Ara mengetahu Kalau Barra sakit parah dan dokter mendiaknosa kalau umur nya tidak lama lagi Ara berusah membuatnya bahagia,salah satunya dengan cara memberikan hak Barra sebagai suami.
Hari-hari mereka di penuhi kebahagian, bahak di sekolah mereka juga tidak malu untuk menunjukan kemesraan mereka, sehingga semua orang tau kalau mereka pacaran.
Di saat Barra sedang berada di kantin bersama teman-teman Ara. Ara yang sedang berada di toilet bertemu dengan Mariey di sana.
" Hay, Ara." sapa Meriey.
"Hemm... tumben lo akhir-akhir ini baik dan ramah sama gue?," Tanya Ara.
" Apa tidak boleh, gue lakuin ini demi Barra, karena Barra cuma bahagai sama lo, bukan sama gue." jawab Meriey.
"Oh iya gue mau tanya sam lo, apa lo tahu tetang apa yang Barra rahsiakan?." tanya Ara.
"Ha rahasia!, Rahasia apa?, gue tidak tahu." jawab Mariey.
"Jangan bohong, karena gue dan Mami Arya sudah tahu, dan sekarang gue sedang membuatnya terus bahagi agar dia punya semagat untuk sembuh." jelas Ara.
"Lo tau dari mana?" tanya Mariey.
" Bukan urusanlo gue tau dari mana." jawab Ara, lalu pergi meninggalkan Meriey.
"Ara, gue tahu dari Alex, kita berdua juga sudah tahu kalau lo sudah menikah lama," pungakas Meriey dan membuat Ara berheti berjalan.
"Lo tahu dari mana?," tanya Ara yang sedikit terkejut.
" Itu tidak penting, yang jelas gue minta sama lo bahagia'in Barra, di sisa... ?"
"Stop!, jangan pernah kataka itu, gue yakin Barra sembuh." ucap Ara diiringi derai airmata Ara yang tak terbendung lagi.
"Ara, maafin gue, selami ini gue banyak salah sama lo, gue musuhin lo karen gue cemburu sama lo, tanpa gue tahu kalau lo istri Barra," ucap Mariey sambil memeluk Ara yang menagis.
" Ara, gue akan bantu lo membuat Barra bahagia, sekarang hapus air mata lo, lo tidak maukan Barra lihat lo nagis?" tanya Meriey.
Semenjak pertemuan Ara dan Mereiy di toilet mereka menjadi lebih akur dan sering terlihat kumpul bersama, termasuk alex dan teman-teman somplak Ara.
Sebenarnya Barra sedikit curiga dengan Sikap semua teman-teman nya dan Ara, tapi Barra tidak mamapu berpikir keras karen semakin dia berpikir dia semakim drob.
Kondisi Barra semakin hari semakin melemah, sebenarnya Ara kasihan Barra harus kesekolah setiap hari, tapi Ara tak bisa berbuat apa-apa.
Bahakan Ara juga sudah menemui dokter yang merawat Barra, semua pengobatan yang dokter berikan juga tidak berpengaru dengan kondisi kesehatan Barra.
Dokter menyarankan Untuk melakukan kemo namun Barra selalu menolak, Ara inggin pergi jauh agar Barra mau melakukan kemo namun Barra tak mengijinkan Ara pergi.
"Bagaima dengan kondiso Ara dok?," tanya Mami Rika yang datag menemui Dokter yang merawat Barra, Rika yang datang bersama Ara.
"Maaf, Kondisi Barra semakin parah, tidak ada tanda-tanda akan hasih yang positif dengan semua pengobatan yang kita berikan, Bahakan kemoterapi juga sudah tudak bisa banyak menolong." jelas Sang dokter.
Ara dan sang mami semakin frustasi mendengar penjelasam Dokter.
Setiap hari Ara terlihat murung saat tidak ada Barra.
Skip,
Beberapa Bulan kemudia, di hari kelulusan mereka, pihak sekolah mengadakn pesta perpisahan dan sebagi murit yang berprestasi Ara dan Barra selalu meperlakukan istimewa oleh pihak sekolah.
Kondisi Barra juga tidak ada perubahan, penyakit masih saja menggerogoti tubuh nya.
Di saat Barra dan Ara di panggil untuk naik ke atas panggung untuk memberi pidato nya karen merek mendapat nilai terbaik. Ara juga sudah merencanakan sesuatu yang akan dia berikan kepad Barra sebagai hadiah.
" Kita sabut kedua teman kita yang selalu mengharum kan nama baik sekolah, Arabella levien dan Barra Hermawan, beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua. " pinta sang Mc yang mengatur jalanya acara.
"Terimakasi, di hari bahagia ini gue mau kasih kabar baik dan sekaligus mengejutkan untuk kalian semua, sebelum nya gue mau ucapin terimakasih kepada momi and Deddiy gue dan Mami Rika dan Papi Hermawan...?"
"Ciyeee calon mantu udah panggil camer mami sama papi." sahut teman-teman Ara.
" Settt, jangan ganggu pidato Ara, baru kali ini Ara mau berpidato jadi jangan di ganggu." pinta sang guru.
" Ah... ganggu aja lo Tet, jadi lupa kan gue mau ngomong apa. intinya saja, jadi gini gue dan Barra...?"
Belum saja Ara melanjutak pidatonya tiba-tiba Barra jatuh tak sadarkan diri.
Ara yang tekejut langsung menghapiri Barra.
Mami Arya dan papi Hermawan langsung belari menghapiri Ara dan Barra begutu juga dengan orang tau Ara serta bebrapa guru.
"Mamiii.. Barra mamiiii, mami engga mau mami Ara belum siap mami, momi Barra momi hik Hik hikk." Ara menangis histeris sambil memeluk Barra yang ada di pangkuannya
"Sabar sayang, tidak ada yang bisa kita lakukan, iklaskan dia, kasihan Barra. " jawab Sang momi Rika.
"Tidak! momi tidaaakkk!,Barra banggun Barra, Barra bagaun baggun gue mau kasih kabar baik buat lo, buat hadia kelulusan kita, Barra gu hamil, gue hamil anak kita, gue mohon bagun, apa lo tidak mau lihat anak kita tumbuh besar dan menjadi master killer atau si dekil junior, " jelas Ara di selah tangisannya.
Semua orang yang di acara itu terkejut medengar Ara hamil, kecuali Meriey, Alex, Ceri dan vira yang sudah tahu tentang pernihan mereka.
"Ara." panggil Barra lirih. Bara sadar saat Ara mengatakan kehamilan nya.
"Barra lo bangun, bertahan lah kita kerumah sakit, lo harus bertahan, gue mohon demi calon anak kita." pinta Ara .
"Ara, tidak usah, waktu gue tidak banyak lagi. Ara, terimakasih lo sudah memberi kebahagiaan di hari-hari terahir gue, bahkan di pengunjung hidup gue lo beri gue kebahagain yang sangat besar..."
"Tidak lo tidak boleh bicara seperti itu, lo harus sembuh, lo tidak boleh ninggalin gue." pinta Ara, Ara semakin terisak mendengar ucapan Barra.
Mi, pi, maaf'in Barra, Barra belum bisa bukin kalian Bangga."
"Tidak sayang, Barra adalah kebanggaan mami sama Papi." jawab Hermawan.
" Terimaksih pi, Mom Dedd, maafin Barra, Barra tidak bisa jaga Ara lagi, mom, Barra titip istir Barra sama momi dan mami," ucapa Barra lagi lirih.
" Iya, momi Akan menjaga Ara buat kamu." jawab Momi Arya.
"Terimasih Mom. Ara sayang, jangan marah dan jangan bunuh diri, tetaplah hidup untuk anak kita, jaga dia baik-baik untuk ku, kelak kalau di lahir bila perempuan beri dia nama Hermawan diujung nama nya, kalau laki-laku berni nama Levin diujung nama nya, kalau kambar beri dia Barra di ujung nama nya." pinta Barra.
"Iya, akan gue penuhi permintaan lo." jawab Ara.
"Terikamsi, sekarang gue tenang. Ara boleh
oleh gue menciumu lo untuk yang terahir." pinta Barra.
Ara pun mencium bibir Barra, saat Ara mencium Barra, Barra kembali tak sadarkan diri.
"Barra, lo tenanglah di sana, gue akan jaga anak kita baik-baik," bisik Ar di telinga Barra.
Barra pun dinyatakan meninggal dalan pangkuan Ara.
"Barraaaaaaa, Momi...suami Ara momiiiii, suami Ara." karena syok Ara jatuh tidak sadarkan diri.
Levin langsung memapah Ara menuju mobil sedangkan Jasad Barra di bawa ke ambulan yang sudah datang karen salah satu wali murit menghubungi ruamah sakit terdekat.
Acara perpisahan yang semula meriah kini menjadi perpisahan yang penuh duka karen wafat nya salah satu murit terbaik, dan tercerdas di sekolah. pesta yang semula akan di adakan dengan penuh kebahagiaan berganti penuh Air mata dan duka.
Sedangkan kabar tentang hubungan kedua nya sudah Meri, Alex, Vira dan Ceri sudah dijelaskan kalau mereka sudah menikah sudah hampir dua tahun, dan Ara bukan Hamil diluar nikah.
Bahkam kabar meninggal nya Barra tersebar di sosial media bahkan kehamilan Ara, penyebap meniggalnya Barra, dan kenapa Ara menikah muda semua nya tersebar.
Semua teman Ara merasa berduka atas musibah yang Ara alami baik di sekolah sendir, dan sekolah laian. Para perman anak buah Ara, pegawai mini market, bengkel dan lokas tempat ara berlatih beladiri.
...----------------...
" Ayah, bagi mana kabar ayah di sana? " Ayah lihatlah kita tumbuh sehat diperut mama," ucap Ara yang sedang berjiaarah di makan Barra sambil mengelus perutnya yang sudah semakim besar.
" Embek , anak kita kembar, cowok dan cewek, embek gua janji akan menjaga merek dengak baik, lo tenanglah disana, dan tunggu gue di surga." ucap Ara.
...TAMAT....
Ini akhir perjalan cinta Arabella dan Barra, si cewek dekil dan si Mister klimis and Kiyller. Hubunga yang di awali pertemuan kembali setelah sekian lama berpisah yang penuh darama permusahan di antar mereka bedua.
Ara dan Barra yang selalu terlibat cekcok harus menikah karen perjodohan karen kedua orang tua nya. Barra yang ternyat kekasih Ara di masa kecil membuat Ara menerima dengan senang hati percodoha itu. meski pernikahan mereka harus berahir dengan kematian Barra, namun Barra sudah memberikan teman hidup untuk Ara dan ke empat orang tuanya yaitu Ara junior dan Barra junior.
*****
Terimaksih sudah setia menunggu Up dari author, dan inilan akhir dari kisah mereka
TERIMAKASIH.
Kunjungi juga Karya Autahor yang lain. klik saja Profil Author dan pilih sendiri mana yang akan kalian baca terlebih dahulu.