
Happy Reading.....
Sesampainya di depan ruang Osis.
"Mbek ini gue." panggil Ara
"Masuk, " Jawab Barra dari dalam.
" Ada apa lo panggil gue?" tanya Ara saat sudah masuk kedalam ruang Osis yang hanya ada Barra. Barra berdiri dan mendekat ke arah Ara yang masih berdiri tak jauh dari pintu yang sudah tertutup. Barra terus mendekat dan terus mendekat hingga Ara mudur hingga membentur pintu yang ada di belakang nya.
"Mbek, lo mau apa?" tanya Ara namun Barra tak menjawab dan terus saja medekatkan tubuhnya ke tubuh Ara.
"Barr lo mau apa?" Tanya Ara lagi.
Namun tak ada jawab dari Barra.
"Barr lo...
"Cup," Barra mencium Bibir Ara.
Ara yang terkejut hanya bisa terdiam mematung dengan apa yang sedang Barra lakukan pada nya( mencium bibir).
" Ini hukuma but lo karena berani-braninya datang telat," Jelas Barra yang sudah tidak mencium Ara lagi.
" Cup," Barra kembali meciumu Bibir Ara.
" Dan ini hukuma buat lo yang kluyuran dulu bukanya langsung masuk." jelas Barra lagi.
"Cup," Barra kembali mencum bibir Ara.
" Dan ini, hukuma buat lo yang diam saja saat gue didekit sama cewek lain." Jelas Barra.
Ara yang mendapat ciuman beberapa kali dari Barra hanya bisa diam mematung.
"Kenapa diam apa masih inggin lagi?" Tanya Barra.
Medegar itu Ara langsung menutupi mulut nya.
" Barr hukuman apa ini?, kenapa hukuman nya seperti itu?" tanya Ara.
" Apa mau gue kasih hukuman yang lain?."Barra balik bertanya sambil mentap nakal tubuh Ara.
"Jangan macam-macam lo." Ancam Ara sabil menutupi tubuh nya dengan kedua tangan nya.
"Cup, lucu bangetsih istri gue." pungkas Barra sambil mencium sekilas kening Ara, Lalu memeluk Ara.
" Barra lo kenapa, aneh banget lo Hari ini?" tanya Ara.
"Aneh?, tidak ada yang aneh, gue cuma inggin kaya gini saja sama lo." jawab Barra.
" Benarkah?," tanya Ara.
"Iyah." jawab nya.
Skip..
Saat jam sekolah berahir, Barra yang sedang berjalan sendiria menuju parkiran tiba-tiba saja di hampiri Meriey kembali.
"Hiyy bar, mau pulang?" Tanya Meriey namun tak ada jawaban dari Barra, Barra yang masih kesal dengan Meriey enggan untuk menjawab pertanyaan itu.
"Apa'an sih Mer, ganggu tau." Tegas Barra lalu kembali melanjutakan jalan nya.
Mereiy tak tinggal diam, dia kembali megajar Barra dan menarik tangan nya agar dia berhenti.
"Bar tunggu, gue mau ngomong hal penting sam lo." pungkas Meriey.
" Please Mer, jangan ganggu gue, gue buru-buru." jelas Barra lalu kembali meninggalkan Meriey.
Tanpa sengaja Ara, Cerri dan Vira melihat kejadian itu, Bahkan bukan mereka ber tiga, tetapi seluru pasuka Somplak juga melihat nya.
"Ciyeeeee di cuekin niyeeeeee." Ledek Mereka.
" Apa lo!, ikut campur segala urusan orang!." Jawab Meriey dengan tegas.
" Ciyeeeee marah nieeeee." Ledek mereka lagi.
"Kalian..., Awasaja bakalan gue bales perbuatan kalian." Ancam Mariey.
"Awas?, Minggir,minggir minggir kita di suruh minggir." Sahut Kuntet.
"Silahkan lewat tuan puteri" pungkas Erick.
"Tapi jalan pulang kan kesan bukan kesan, kalau, kesana itu arah gudang." jelas Anan.
"Dia kan mau sembunyi,.sembunyi dari kenyataan kalau dia sudah di tolak mentah-mentah sam si mister klimis." imbuh Ara.
" Siapa bilang Barra nolak gue, lihat saja nanti Barra bakalan bertekuk lutut di depan gue," Jawab Meriey dengan tegas.
"Maca cih, engga percaya gue." Sahut Vira.
" Kalian semua akan menyesal, karen berani meremeh kan gue." Ancam Mariey lalu pergi meninggalkan Ara Dkk.
"Marah lagi dia." Pungkas Vira.
"Udah yu balik, " Aja Ara.
"Kapten kita kebengkel yu, dah lama kita engga ngumpul bareng." Pinta Erick.
"Boleh Yuk, tapi gue engga bisa lama-lama, gue masih ada urusan, ada job ngelatih karate di tempat gue biasa latihan." Jelas Ara.
"Engga maslah yang penting kita bisa kumpul walau cuma sebentar " Jawab Kuntet.
*****
Terimakasih sudah membaca, tunggu kelanjutannya yah..
Jangan lupa mampir di karya author yang lain
-Rahasia si Cupu.
- Bodyguar sang Idola.
-Langait dan Bumi.
Terimakasih