
BUDAYAKAN UNTUK SELALU TINGGALIN JEJAK. LIKE, KOMEN, ADN VOTE. RED BITANG LIMA JUAG BOLEH BANGET.
SELAMAT MEMBACA.
💖💖💖💖💖💖
Dirumah keluarga kecil Ara. Rika dan Om hermawan telihat sedang berbincang-bincang di ruang tamu.
"Arya, Anak-anak mana, ko belum samapi ya ?" tanya Rika.
"Sabar kenapa, mungkin lagi di jalan."
"Ko gue kuwatir ya sama mereka ?, Arya,lo tau sendirikan gimana mereka berdua, kenapa juga tadi papi nyuruh Barra jemput Ara, mami'kan jadi kuatir!," omel Rika.
"Mami kuatir kenapa?,"
"Papi nayak lagi!, engga ingget apa waktu di lestoran mereka kayak apa?!," tegas Rika.
"Udah dong Rik, mereka pasti baik-baik saja." jawab Arya menenagkan.
"Hufff.. lo bener Ar, mereka pasti baik-baik saja, toh ini semua permintaan Ara kita kumpul di sini."
"Heloo, Ara comel Come beck!! "
"Asllamunggalaikun Ara !" bukan comebeck!.
"Iya, engga usa ngegas keles ,!
"Asllamungalaikum momi deddy !"
Barra hanya bisa mengelangkan kepalanya melihat tingkah Ara.
"Wallaiykumsallam sayang, emm... anak momi udah samapi." Rika menyambut Ara dengan pelukan.
"Malam tante, om,? Ara menyalami tante Rika dan om Hermawan.
"Malem momi malem deddy." Barra meyelami Arya dan Levien.
"Barra kamu tidak salah panggil ?
"Salah gimana mi ?, benerkan aku panggil calon mertua momi sama deddy kaya Ara panggil mereka" Jawab Barra.
"Emang Barra yakin Ara mau sama kamu?
"Yakian lah pi, siapa yang nolak nikah sama cowok ganten kayak Barra."
"Narsisil lo, Embek,"
"Emang bener kan, gue ganteng !"
"Gantenggan Alek !"
"Embekkkkk jangan mulai !"
"Apa!, lo cemburu?!"
"Iya lah, lo kan calon bini gue, kenap Lo malah banding-bandingin gue sama tu mahluk, kelewatan bangget si lo !"
"Ucu ucu ucu ucu, aduh sayang jangan ngambek. iya, lo ganteng..." Barra tesenyu mendengar ucapan Ara. " dikit !, lebih gantengan Deddy gue," Ara memeluk Levein. mendegar Ara melanjutkan ucapanya kembali cemberut.
"Sudah-sudah, kita lanjut lagi nanti sekarang kita makan malam dulu setelah itu kita lanjut pembicaraan kita."
"Iya, lo bener Arya, gue udah laper nih, lo masak apa malam ini ?"
"Lo Rik, kalau denger makanan langsung heboh."
"Kayak lo engga!" protes Rika.
Mereka beranjak pergi menuju meja makan di ikuti Levien dan Hermawan di ikuti juga Oleh Barra dan Ara.
**
Keluarga Ara dan Barra kini sudah berkumpul di ruang tamu. mereka mulai membicarakn rencana pernukahan Ara dan Barra.
"Tante..?
"Mami Ara!" protes Barra
"Is lo, yela muluk dari tadi!" diem kenapa!
"Hem, Barra ganteng Barra diem." Ara melirik Barra yang lagi narsis.
"Mom, mi, Ara sudah membuat keputusan, Ara..?
" Ara mau nikah sama Barra, bahkan Ara udah nerima lamaran dari Barra." menyela ucapan Ara.
"LAMARAN!!
Arya dan Rika terkejut menengar ucapan Barra.
"Kebo!!, sakit!"
"Terserah, salah siapa dari tadi nyela omongan gue terus !"
"Sayang, kamu udah nerima lamaran Barra?,"
"Kepaksa mom."
"Apa lo bilang tadi!" tanya Barra dengan tegas.
"Bercanda kali, engga ko mom, Ara nerima dengan iklas lamaran Barra. Dan kita juga udah buat kepetusan, Barra tidak bikin Ara jadi ibu dalam waktu dekat.
"Bener itu Ara, kalian'kan menikah karena permintaan nenek, bukan menikah agar cepet punya cucu. jadi Barra dengerin mami, awas saja kalau bikin menantu mami hamil dalam waktu deket, mami sunat lagi kamu!"
" Serem amat ancemannya mi !"
"Harus !, kaliyan tidak boleh tidur dalam satu kamar kalau belum lulus SMA."
"Baik mi, Barra ngerti... kalau engga hilaf." imbuh Barra lirih.
"Awas saja kalau hilaf.
"Iya mami, iya, Barra ganteng ngerti."
" Sudah-sudah, mami, Barra kalian kenapa jadi ribut sendiri, liat tuh mereka jadi keder liat kalian." tegur Hermawan.
"Eh iya, maaf gue kuwatir sama Ara jadi heboh sendiri." pungkas Rika.
"Tidak Apa-apa Rik, makasih kamu kawatir sama Ara, aku yakin Barra pasti bisa tahan." pungkas Leven.
" Tuhkan mi, deddy juga ngerti, masak mami engga ngerti-ngerti."
"Barr, lo ko jadi crewet banget, engga kayak dulu, ekspresi lo kaku kayak tiang listrik, muka lo datar kayak tembok, kenapa sekarang lebih parah dari gue crewet nya!"
"Itu semu demi lo Arabella, kan gue jaga hati gue buat ello."
"Idihh bucin lo barr." protes Ara.
"Karena kalin sudah setuju menikah maka kita akan segera nikahin kalian segera, emm gimana kalau besok."
"Ha besok !! ara terkejut.
"Setuju, lebih cepet lebih baik." Barra bersemangat.
"Is lo Barra, semangat banget dari tadi siang." protes Ara.
"Iyalah, kan gue pengen tinggal serumah sama lo, kita juga bisa berdua'an pas dirumah saja, kalau di luar kita jadi orang lain."
"Oh itu maksud Barra, ya ya ya, papi paham."
"Tapi inget pesen mami, kalian jangan...?
"IYA MAMI !!" Barra dan Ara menjawab secara bersaman. suara tetawa mereka pecah mendengar Jawab Ara dan Barra.
*****
Barra dan Ara kini sudah melangsungkan ijab kabul. acara hari ini berjalan lancar sesuai rencana. Acara ijab kabul barra dan Ara hanya di hadiri oleh pihak keluarga inti Ara dan Barra, dan di langsungkan di rumah tua pinggir danau milik keluarga Barra.
Acara di lanjutkan sampi malam hari, pesta pernikahan Ara dan Barra hanya di hadiri oleh keluarga inti saja, yang hadir saat ijab kabul.
Jam 10.30
Acara resepsi malam ini usai telah usai, semua kerabat sudah kembali ke rumah masing -masing , sedangkan keluarga Ara dan barra menginap, karena nenek Barra ikut di bawa untuk menyaksikan ijab kabul antara Ara dan Barra.
"Nah Ara, Barra, sekarang kalian sekarang sudah resmi jadi suami istri, tapi ingget pesen mami, kalian...?
"Tidak boleh bikin debay sebelum lulus Sma !!!" Ara dan Barra menyela ucapan mami Rika.
Semua tertawa mendengar ucapan mami Rika yang di sela oleh Ara dan Barra.
💖💖💖💖💖
JANGA LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE. RED BINTANG 5 NYA JUGA BOLEH.
RAMAIKAN JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN YANG JUDUL NYA.
1) RAHASIA SI CUPU
2) BIDYGUAR SANG IDOLA.
3) BUMI DAN LANGIT.
JANGAN LUPA JEJAK NYA,
MAKASIH, SALAM LOVE DARI AUTHOR.
💖💖💖💖💖