ARABELLA

ARABELLA
Kena hukum suami



Happy Reading...... 😇😇😇😇😇


Pagi harinya, Ara dan Barra sudah berada di sekolah mereka.


Barra duduk di taman belakang sambil mengawsi anak-anak Somplak yang datag terlambat. termasuk Ara yang entah pergi kemana dulu dia bisa masuk kesekolah terlambat padahal dia datang bersama Barra.


"Dasar kebo, bisa-bisa dia masuk telat, abis pergi keman dia?." gerutu Barra.


Saat Barra duduk sendirian Meriey datang menghapiri nya.


"Hay, serius banget kelihatan nya?" tanya Meriey.


"Biasa saja." jawab Barra.


Vira dan Ceri yang melihat Meriey sedang mencari perhatian Barra langsung berulah.


"Woy, kalian mau pacaran atau mau ngawasin kita?!" Tanya Vira dengan lantang.


" Ini sekolah bukan tempat mencari pacar." imbuh Ceri.


"Berisik amat kalian berdua, kerjakan saja hukuman kalian jangan ikut campur urusan kita." Jawab Meriey.


" Gue jijik lihat lo sok manis di depan Mister klimis." Sahut Vira.


" Muka lo tuh yang jijik, apa lagi dia." Tunjukkan Meriey ke Ara.


Mendengar itu Barra langsung menatap tajam kearah Meriey lalu pergi dengan amarah nya.


"Barr, lo mau kemana, siapa yang mengawasi mereka kalau lo pergi." Panggil Meriey namuan tidak ada jawaban dari Barra.


Melihat Bara yang pergi meninggalkan Mariey dengan amarah Ceri dan Vira serta Anak-anak yang lain tertawa terbahak-bahak.


Emang enak di cuekin," ledek Erick.


"Awas kalian semu, tunggu pembalasan gue, karena berani menertawakan gue seperti ini." anacam Mariey.


Medengar ancaman Meriey, Ara, Vira dan lainya duduk berbaris seolah sedang menunggu sesuatu.


"Nih gue tunggui." jelas Ara.


" kalian...!, meriey pun pergi dengan Amarah.


Melihat meriey kesal Ara dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak.


"Permisi kak, "Sapa seorang adek kelas.


"Apa!" Jawab kuntet dengan lantang.


"Engga usah ngegas kali Tet, liat tu adek kelas jadi jijik lihat muka lo." tegur Doni.


"Dia takut Don buka jijik." perotes Kuntet.


" Diam berisik banget si kalian. Yah dek, ada apa?" Tanya Ara kepada Adik kelas itu.


"Anu..itu...Kakak cantik." puji anak itu.


"Ye elah malah ngegobal loh." protes Vira.


" lo jauh-jauh dari kelas lo cuma mau bilang gitu doang?" tanya Ara.


"Heee enngga sih, gue di suruh kakak osis untuk panggil kak Ara." Jawab anak itu.


" Tau nih, seneng banget bikin gue susah." grutu Ara sambil berjalan pergi.


"Lah itu anak mau kemana?" Tanya Anan.


"Kan di panggil si klimis menyan...." Jawab Kuntet dan Doni bebrengan.


"Gue tau, Tapi ni bocil belum bilang kemana dia harus pergi." Jawab Anan.


"Iya yah." Jawab Kuntet.


"Eh bocil susulin dia dan bilang ke dia si klimis nunggu di mana." pinta kuntet.


"Gue bukan Bocil kak, kayak Kakak udah gede aja." Protes adek kelas itu sambil berjalan menuju ke arah Ara pergi.


Medengar jawaban Anak itu Doni dan lianya kembali tertawa terbahak-bahak.


"Sialan lo bocil, kalau ngomong suka bener." Jawab Kuntet, diikuti gelak tawa teman-teman nya.


"Vir kita ikutin Ara yuk." Aja Ceri dengan lirih.


"Yuk." jawab Vira.


"Eh kalian berdua mau kemana?" Tanya Butet yang melihat Ceri dan Vira pergi.


"Ke toilet, Lo mau ikut." Jawab Vira.


"Mau......" Jawab mereka kompak.


"Mau gue hajar. " Jawab Ceri. Mereka pun kembali tertawa, seolah-olah semua hal yang mereka lakukan adalah lucu dan bisa membuat mereka tertawa bahagia.


"Ara!." Panggil Vira yang sudah behasil mennyusul Ara.


"Apa'an." Jawab Ara.


"Ar si klimis kenapa maggil lo? Udah kangen yah...?" ledek Ceri.


" Atau...?


"Atau apa!, kalian bedua jangan asal ngomong, gue tebas mampus lo." Ancam Ara, menyela ucapan Vira.


"Ihh kapten, ngomong nya sadis banget." Grutu Vira.


Taklama ponsel Ara berdering yang memanggil tak lain adalah Barra.


"Hal....?


"Cepat gue tunggu di ruang Osis, sendiri! " pinta Barra degan tegas, menyela ucapan Ara dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak.


"Aissss.... belum apa-apa udah ngebentak." omel Ara.


"Udah yah gue keruang osis duluk bayi besar gue ngambek." pamit Ara.


" Iya, hati-hati kapten entar bayi besar nya nyakar lo." ledek Ceri.


medegar itu Ara menoleh dan sedikit melotot kearah kedua sahabat nya itu.


BERSAMBUNG.......