ARABELLA

ARABELLA
Di banguni suami.



BUDAYAKAN UNTUK SELALU TINGGALIN JEJAK. LIKE, KOMEN, ADN VOTE. RED BITANG LIMA JUAG BOLEH BANGET.


SELAMAT MEMBACA.


💖💖💖💖💖💖💖


Ara dan Barra kini sudah kembali bersekolah setelah beberapa hari apsen. setelah resmi menikah Ara dan Bara meutuskan tinggal di apertemen yang sama, masih di gedung yang sama dengan apertemen milik Ara.Tapi mereka tidak tinggal di satu kamar apertemn yang sama. Barra tinggal kamar apertem sebelah Ara yang kebetulan sang pemilik tidak melanjutkan masa sewa nya. Dan barra memutuskan utuk membelinya.


"Tok tok tok, kebo banguan udah pagi !" Bara berusaha membangunka Ara yang masih tertidur pulas.


Barra mengetuk pintu karena Ara lupa memberi Nomer Pin pintu apertemen Ara. "Tok tok tok tok! Kebooo bangaunnn !" Sudah beberapa kali Barra berusaha mengetuk pintu apertemen Ara namun ara tak kunjung banggun, di telfon juga tidak di angkat oleh Ara.


"Ini anak!, dasar kebo di bangunin susah banget, gimana tidak telat terus dateng ke sekolah nya." Barra megerutu karena Ara tak kujung bengun.


"Hey tetangga baru." sapa seorang wanita seksi yang tinggal tepat di depan kamar Ara.


"Hay juga, kak." Barra membalas sapa'an wanita itu sedik kikuk.


"Ganteng banget sih kamu. Nama kamu siapa? nama aku Cindi, kalau kamu ?" Wanita bernama Cindi dengan manja mengajak Barra berkenalan


"Na nama ku, Ba Barra kak." Barra ketakutan karena mendapat perlakuan sepeti itu oleh wanita yang bernama Cindi, karena Cindi mengunkan piama yang sedikit fulgar dan bertingkah seperti wanita malam. "Aduh.. ini kebo kemana sih," gumam Barra. dengan asal bara mengetik kata Embek dan ternyata pintu itu berhasil terbuka dan Barra bergegsas masuk kedalam aperteman Ara.


"Klik, alhamdulilah kebuka," BRUK!!!, dengan kasar Barra menutup kembali pintu itu.


"Sukur-sukur gue bisa cepet-cepet kabur dari wanita itu, kalau tidak bisa bahaya,"grutu Barra, berbicara sendiri di depam pintu. " Pagi-pagi sudah di beri cobaan." grutu Barra kagi. setelah sedikit tenang Barra berjalan menuju kamar Ara.


"Klek.


Barra membuka kamar Ara, dan terlihat Ara masih tertidur pulas dengan keada'an kamar yang kayak abis terkena bencana alam.


"Ya Allah, ini kamar abis terkena benca alam dari mana," Barra mengerutu sendiri. " Mana tidurnya posisi nya.., Astaga Ara!." Barra haya bisa mengelus dasa melihat caea Ara tudir. Ara tidur dengan posisi terlentang tanpa ada selimut yang menutupi tubuh nya, karena slimut ara sudah terjatuh.


"Kebo, kebo sayang bangaun sudah pagi," Barra menepuk pipi Ara.


"Dua puluh menit lagi mom." Sahut Ara yang masih memejam kan mata nya.


"Dua puluh?, biasanya orang di bangunin jawab nya lima menit lagi, lah ini dua puluh menit, Astaga, Dasar kebo." Barra terus mengerutu dengan tingkah Ara.


"Kebo bangun, Kalau tidak bangun-bangaun pagi ini kita bikin debay aja yah engga usah sekolah?" bisik Barra dengan lembut di telinga Ara.


Ara langsung bangaun dari tidur nya karena terkejut dengan apa yang barusan Barra berbisik.


"BARRA!!!, Barr kenapa lo di sini? bagai mana bisa masuk ?"


"Nanti aja ceritanya, sekarang cepet bangun sudah siang nanti terlambat kita sekolah nya." Ujar Barra.


"Barra masih terlalu pagi, gue masih ngantuk." Ara kembali berniat untuk kembali tidur.


"Ara bangaun !, kalau tidur lagi gue bisa hilaf lo. tau engga, tadi pas di depan pintu, gue di samperin kak cindi, astaga bajunya seksi abis, lama dikit gue bisa hilaf, untung bisa buka pintu apertemen lo, jadi kalau lo tidur lagi gue bisa hilaf beneran sama lo." Ancam Barra.


"Ha!! iya iya ! gue bangaun." Ara langsung bangun dan berlari kekamar madi.


Barra terkekeh melihat tingkah Ara." dasar kebo."


Barra keluar untuk mengambi sarapan di kamar aperteman nya. Sebelum keluar Barra memastikan dulu kalau Cindi sudah tidak ada di depan pintu. setelah aman Barra bergegas untuk keluar dan masuk kedalam apertemn nya, mengambil sarapan dan keperluan sekolah nya.


Barra sudah kembali berada di dalam apartemen Ara.


"Kebo udah belom, gue udah buatkan sarapan nih, yuk kita sarapan bareng !" pangil Barra dari luar kamar.


Tak lama Ara keluar dan sudah mengunakan seragam sekolah, dan berpenampilan awut-awutan, mengunakan kaos dan baju serangam yang tidak di kancingkan, lalu memakai topi dengan posis terbalik.


"Ya allah Ara, yang bener pake seragamnya, kancingi tuh baju," pinta Barra.


"Engga, sekarang tidak boleh!"


"Ah Embek, biar kenapa, yuk sarpan nanti telat." magalihkan pembicaraan.


Selesai sarapan mereka begegas berangkat kesekolah. Saat di lift Barra kembali bertemu dengan Cindi.


"Hiy ganteng ketemu lagi kita, jodoh kali."


"Jangan macem-macem kak, dia sudah ada yang punya!" Ara mengancam Cindi.


"Punya siyapa dia ?, punya kamu ? engga mungkin !"


"Iya punya gue ! kenapa !, engga perca ya sudah, BO DO AMAT!!" dengan lantang ara menjawab ucapan Cindi.


" Engga usah ngegas kali. Eh.. tumben engga telat di bangunin si ganteng tadi yah?


"Iya kak, mulai sekarang Ara tidak akan telat bangun lagi." ujar Barra ramah.


" Uhh, ramah banget sih jadi gemes, engga kayak sebelah kamu." nyindir Ara.


"Jangan mulai deh kak !" Grutu Ara.


"Kalian sudah nikah yah ?" Ara dan Barra menoleh bersam'an mendengar pertanyaan Cindi.


"Kakak tau dari mana ?. Ara bertanya dengan lantang.


"Tuh, cicin kawin kalian masih kalian pakai. Kalau pernikahan kalian mau di rahasiyakan kalian lepas cincin kalian. Nih, aku punya kalung sepasang buat kalain,itung-itung buat hadiah pernikahan kalian, dan cincin kalian bisa dijadikan liontin. jangan kuatir itu asli emas putih bukan mainan." Cindi mengeluerkan kalung sepasang lalu di berikan ke Ara.


"Makasih kak, ternyata kak cindi baik dan perhatian, gue kira kak cindi mau berniat jahat dengan merebut Barra dari gue."


"Ya engga lah Ara, kamu itu sudah aku anggap seperti adik ku, jadi manamungkin aku merebut dia, lagian di bukan tipe ku kurang agresif, baru di glendotin udah ngacir."


"lagian kak Cindi ada-ada saja, pagi-pagi udah bikin saya spot jantung, kalau hilaf gimana, dan kalau hilafnya sama Ara bisa di sunat mami dua kali gue."


"Maksud lo apa Barr, kalau hilafnya sama ka Cindi tidak apa-apa, gitu! "


" Ya, eng engga gitua Ra, maksud gue...?


"Kalau lo berani macem-macem, bukan di sunat dua kali, tapi, gue tebas ampek ABIS !!".


Bara reflek menutupi milik nya karena ngilu dengan ancaman Ara.


"Embek, serem amat aceman nya ?"


💖💖💖💖💖


JANGA LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE. RED BINTANG 5 NYA JUGA BOLEH.


RAMAIKAN JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN YANG JUDUL NYA.


1) RAHASIA SI CUPU


2) BIDYGUAR SANG IDOLA.


3) BUMI DAN LANGIT.


JANGAN LUPA JEJAK NYA,


MAKASIH, SALAM LOVE DARI AUTHOR.


💖💖💖💖💖