
BUDAYAKAN UNTUK SELALU TINGGALIN JEJAK. LIKE, KOMEN, ADN VOTE. RED BITANG LIMA JUAG BOLEH BANGET.
SELAMAT MEMBACA.
******
Siang hari pulang sekolah, Ara dan lainya seperti biasa mereka nongkrong di bengkel Ara. mereka yang asik besenda guraw di kejutkan dengan kedatangan Barra.
"Mr klimis tumben lo nyamperi kita ?" Barra tak menjawab pertanya'an Vira.
"Dekil ikut gue !" ajak nya.
" Kemana?" tanya Ara dengan malas.
"Apa harus gue jelasin di sini ?" tanya Barra.
"Kalau ngajak itu ya harus jelas kemana tujuan nya !" imbuh Cerri.
"Benernih aku jelasi di sini kamana kita akan pergi ?" tanya Barra penuh selidik. " kalau iya ya udah aku jelasin di sini ?" imbuh nya.
Ara langsung paham dengan tujuan Barra mengajak nya pergi.
"Engga usah yuk kita pergi, engga perlu di jelasin." jawab nya sedikit gugup.
" Ya sudah, yuk jalan." ajak Barra.
"Maaf ya, gue cabut dulu, ada urusan mendadak." Pamit Ara kepada teman-taman nya.
"Lo mau kemana kapten ?" tanya Doni.
"Ada deh kepo lo, urusan ibu negara lo kaga boleh tau?" Jawab Ara.
Ara dan Barra pergi bergoncengan mengunakan motor Barra, karena Ara jarang sekali membawa kendaraan.
Di perjalanan Ara bertanya keman tujuan Barra mengajak nya pergi.
"Embek, kita mau kemana sih ?, Apa tante udah nayain keputusan Gue ?" Tanya Ara, penasaran.
"Belom, gue mau ajak ello kesuatu tempat, tempat yang bersejarah buat kita, yah mudah mudahan abis ini ello bisa ambil keputisan yang tepat." Jelas Barra.
"Tempat bersejara, apa makasud lo ?" tanya Ara lagi yang belum faham.
"Udah nanati juga ello bakal tau." Jawab nya.
Setelah menempuh perjalanan tiga jam, mereka samapi di tempat tujuan. sebuah rumah tua di pinggir danau. walau rumah terbilang tua tapi masih terawat dengan baik.
Kebo, lo masih inggat rumh ini ?" tanya Barra.
"Emmm, ini rumah nenek lo kan." tebak Ara.
" Ya, ini rumah nenek gue, disini kita dulu pernah tumbuh besar bersama dalam asuhan para nenek kita. jelas Barra. " Yuk ikut gue." Barra menggandeng tangan Ara dan menggajak nya ke belakang rumah yang terdapat sebuah danau. Ara melihat rumah pohon di pinggir danau dan lapangan pasket mini, serta di sekeliking banyak tanaman bungga bonsai yang tersusun rapi.
"Kalau tempat ini lo masih inggat ?" tanya Barra lagi. Ara tak menjawab pertanyaan Barra, Ara masih fokus melihat sekeliling nya dengan senyum yang sumeringah. " Disini, tempat kita bermain, membuat taman mini, bermain basket." jelas Barra.
"Ara, dulu kamu pernah meminta ku, kalau kita sudah besar aku akan menjadi pasangan mu, dan aku jawab iya, dan aku berjanji kalu aku hanya menjadi pasangan mu." jelas Barra.
Barra beralih menghadap Ara dan menarik bahu Ara agar sidikit mendekta kepada nya. " Arabella Levien, apa permintaan mu itu masih berlaku?, kalau iya maukah kamu menjadi pasagan ku ? tanya Barra, lalu Barra belutut di hadapan Ara dan berkata " Ara Weill you marry me ?" sambil meberikan cicin untuk Ara.
Ara terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Barra, Ara tak menyangka kalau Barra akan melamar nya.
"Barra, apa yang lo lakukan, ello ngelamar gue ?" tanya Ara dengan sedikit gugup.
" hemm, aku ngelamar lo .maukah lo menikah sama Gue?" tanya Barra lagi.
"Apa lo yakin Barr, kitakan tidak pacaran, kita akan menikah karena kita di jodoh kan.?" Tanya Ara, ragu, lebih tepatnya memastikan ucapan Barra.
"Kita udah pacaran sejak kita umur delapan tahun, emang Lo fikir gue kembali ke sini dan sekolah dengan sekolah yang sama dengan lo untuk siap? untuk lo, dan gue selalu membuat lo kesel untuk apa, itu semu gue lakukan agar gue bisa deket sama Lo" jelas Barra.
" Jadi selama ini ello udah ngenali gue, dan ello diem aja, ?" Tanya Ara.
Ara terkekeh mendengar barra megluh kecapaan. " maaf, maaf, abis ello engga bilang dari dulu kalau ello udah balik ke sini." protes Ara. " Barr, ello tau engga, saat ello pergi, gue sedih banget, gue takut kita tidak bisa bertemu lagi, selama dua tahun gue selalu nunggui ello di sini, berharap lo pulang." jelas Ara.
" Gue pulang ko, Tapi, kata nenek ello udah pergi ke kaluar negeri." jelas Barra.
" Iya, gue dan keluarga gue pindah ke luar negeri selam empat tahun, karena deddy mengurus pekerjaan di sana, setelah itu gue kembali ke sini sampi sekarang." jelas Ara lagi.
"Ara, gimana dengan lamaran gue ? di terima tidak ?" tanya Barra, karena dari tadi ara belum memberi keputusan.
Ara tersenyum kikuk medengar pertanyaan Barra lagi.
" Embek, harus sekarang ya jawab nya ? engga beri aku waktu buat berfikir ?"
"kebo, gue udah nunggu hampir sepuluh tahun lo masih mintak gue untuk nunggu ?"
" Ha, sepuluh tahu !" Ara terkejut dengan jawab Barra.
"Iya, gue udah beniat sejak kecil buat melara ello, tapi sama mami engga boleh, katanya nunggu gue gedek dulu, sekarang ello minta gue untuk menunggu lagi?." perotes Barra.
"Hehehe, maaf." ucap Ara cengegeean. " ya udah gue jawab sekarang, Barra Hermawan gue mau nikah samA lo." jawab Ara dengan mantap.
"Beneren, ello mau yeeeeee, makasih sayang."
Barra bersorak kegirangan dan tanpa sadar memanggil Ara dengan sebutan sayang.
"Ha! sayang?, lo panggi gue sayang ?" tanya Ara yang mendengar Barra memangil nya saya.
"Hem?, lo engga suka ?" tanya Barra.
" Bukan gitu, rasanya aneh aja, aga gimana gitu." jelas nya.
" lama-lama juga biasa." jawab Barra.
" Barr, gue.... gue mau mintak satu permintaan, boleh engga ?" tanya Ara sedikit ragu.
"Permintaan apa, kalau gue mampu dan bisa akan akau penuhi." jawab Barra dengan pasti.
"Kalau kita sudah nikah, lo jangan bikin gue hamil dulu yah, gue belum siap jadi ibu." jelas Ara sambil menunduk karena malu.
"Baik, akan aku kabul kan, samapi kita lulus SMA, gue tidak akan apa-apa'in lo." jelas Barra.
" ko cuma lulus SMA," protes Ara.
" Terus...?"
"Yah paling engga samapi kita kuliah." pinta Ara.
"Emm, gimana yah, kira-kira gue tahan engha yah ?" jawab Barra sambil meletakan tangannya di ujung dagu.
"Ahhh.. Barra resek lo." Ara mencoba memukul Barra tapi keburu Barra lari duluan.
Siang itu Ara dan Barra menghabiskan waktu bersama sampai malam hari dan kembali di pagi buta untuk bersekolah.
****
JANGA LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE. RED BINTANG 5 NYA JUGA BOLEH.
RAMAIKAN JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN YANG JUDUL NYA.
1) RAHASIA SI CUPU
2) BIDYGUAR SANG IDOLA.
3) BUMI DAN LANGIT.
JANGAN LUPA JEJAK NYA,
MAKASIH, SALAM LOVE DARI AUTHOR.