
Dengan mengunakan motor soprt keduanya tiba di Sekolah yang bertulisa SMA TUNAS HARAPA.
Yah sekolah yang sama dengan tempat kedua orang tuanya menepuh pendidikan. tempat yang sama di mana Barra menghembus nafas terahirya dalam pangkuan Ara.
Tidak ada satupun yang tau siapa mereka, bahaka pak umar juga tadak mengenali nya, pak umar sempat menjadi guru di awal mereka datang, tapi karena usainya yang sudah tua, pak umar pensiun untuk mengajar di sana, tapi masih beberapa guru-guru lama Ara yang masih mengajar di sana, meskipun usia nya sudah lanjuat tapi mereka masih bisa mengajar murit-murit yang menempuh pendidikan di sana.
Virgo dan Virgi mengendarai motor milik kedus orang tua nya dulu, Virgo mendarai milik Ara dah Virgi milik Barra.
Keduanya turun dari motornya sambil melepas kaca mata hitam yang merek pakai dengan gaya menlie mereka berjalan menuju ruang kelas nya, baru beberapa langkah seorang guru datang menghadang nya sambil membawa kemoceng di tangan nya, denagn tatap tajam Ia menatap Virgo dan Vorgi.
"Kelapangan sekarang!," bentak nya.
Keduanya langsung cengengesan saat mereka sadar kalau mereka terlambat.
"Pak cuma...."
"Tidak ada cuma...!, kelapangan se-ka-rang!," menyela ucapan Virgi.
"Aisss.. di hukum lagi..." keluh Virgo.
"Go, besok naik bisa saja, naik motor juga tetap telat," Virgi menggerutu.
" Go Gi, cepat!," panggil guru pengawas itu.
Kenakalan Kelompok Virgo dan Virgi tidak ada yang bisa menagani. apalagi ketos di sekolah mereka adalah teman satu geng mereka, dan kerap kena hukum.
Ketos yang kerap di panggil kulkas itu mejadi ketos karen ulah Virgi dan Virgo serta teman-tenennya.
Sedang Virgo dan Virgo kerap di panggil Go dan Gi, alasannya hanya biar cepat kata mereka. tapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu.
Si kulkas, dengan nama asli Alvan, memiliki sikap pendiam, dan terkesan dinggin dan kalau ngomong suka asal jeplak saja, alias ceplas-ceplos semaunya sendiri. Alvan sedikit badung, suka bolos, tawuran, nongkrong, dan satu lagi dia juga kerap kena hukum karena telat dan kelakuan nakal nya.
Selain si kulkas, Virgo dan virgi memiliki teman-teman yang lain, dan tentu mereka satu geng, mereka adalah Naki, Idan, dan Baim. Selain Virgi ada satu lagi cewek di kelmpok mereka yaitu Senja. mereka semua tidak berbeda jauh dengan Alvan, bedanya Mereka tidak sedingin Alvan, mereka lebih crewet dan banyak bicara, seperti Virgo dan Virgi. dan tentu mereka adalah anak-anak biang rusuh, tidak ada yang berani dengan mereka, termasuk para guru, apalagi dengan si kulkas, Alvan adalah keponakan dari pemilik sekolah, Alvan sedari kecil di urus dan di besarkan oleh keluarga paman nya itu, karena Alvan adalah korban dari perceraian orang tuanya.
Saat jam istirahat, Alvan, atau sikulkas dengan santai nya tidur di kantin bersama teman-teman, tapi tidak dengan Virgi dan senja, mereka heboh bermain vidio Geem di ponsel yang mereka slundupkan.
Tak lama datang seseorang lagi teman mereka, meski satu geng anak ini jarang terkena hukum, anak itu kerap di panggil unyil keren badan yang kecil mungil dengan kaca mata yang beser, serta sedikit penakut.
"Lo kenapa enyil?," tanya Senja.
Dengan air mata yang bercucuran unyil atau bisma mejelas kan apa yang terjadi.
"Apa!," Virgi dan Senja terkejut akan apa yang dia jelas oleh unyil.
"Woy bangun!!," panggil Virgi dengan lantang membangun kan Virgo dan lainnya.
"Apa'an sih Gi?!, ganggu aja," sahut Virgo.
"Bangun Go, ada kabar buruk!," jelas Virgi mengantung.
"Kabar buruk apa?," tanya Idan.
"Nih si unyil abis di palak anak STM 2," jelas Senja.
"Beneran?," tanya Virgo.
"Iya,"
"Giman ceritanya lo bisa di palak sama mereka?," tanya Naki.
"Heheh, gue abis nyamperin cewek yang sekolah di sana," jawab Unyil.
"Ngapain lu nyamperin cewek itu sampek kesana segala?, bikin masalah aja," omel Baim.
"Abis cantik," sahut Bisma.
"Yeeee!!!, monyet di bedakin juga lo bilang cantik," sahut Senja.
Unyil tertawa mendengar ucap Senja. namun dia kembali menangis saat inggat uang yang akan dia pakai buat bayar les di ambil aleh mereka.
"Hik hik hik, Gi uang gue, bagai mana?," tanya Unyil lagi.
"Bodo!!," sahut Virgi.
" Huaaaaa, kalian jahaaaatttt, " Unyil menagis histeris mendegar jawab Virgi.
" Iya!, nanti kita bantu, pulang sekolah nanti ," sahut Virgo, "Iya enga, van," tanya Virgo.
Si anak kulkas hanya mengacungkan jempol.
"Woy, anak-anak Jigong!, di siruh kumpul di aula sekolah," panggil salah satu anak dari kejauhan.
"Ah, hampir mirip," jawab anak itu.
"gue tebas juga lo, makna nya juga udah lain tau!," sahut Virgo dengan lantang.
"Terserah, yang jelas kita di suruh kumpul di aula," jelas anak itu lagi.
"Ada apa sih?," tanya Baim.
"Kasih kalian pecarah kail," sahut Alvan si anak kulkas dengan mata masih terpejam.
"Lo kira kita apaan," sahut Virgi.
"Udah yuk kesana," ajak Senja.
Mereka beranjak menuju Aula sekolah, sesampai nya di sana sudah banyak anak-anak yang lain yang sudah berkerumun.
"Woy minggir, Anak kulkas mau lewat," pinta Naki dengan suara lantang.
"Ketos daki," sahut Senja.
"Ketos apa'an bentukan nya kayak begitu," sahut Naki.
"Ini juga ulah kalian gue jadi ketos," sahut Alvan.
"Diam!, ribut terus dari tadi," omel virgi.
"Selamat siang anak-anak," sapa seorang guru paruh baya.
Siang pak," jawab Anak-anak serempak.
"Kalian masih inggat sama bapak ?," tanya guru yang berusia sepuh itu.
"Masih pak!!," jawab sebagian anak-anak.
"Sukurlah kalau begitu,"
" Lo inggat bapak itu?," tanya Virgi.
"Dia pak umar guru kesayangan anak-anak somplak," jawab Virgo.
"Bapak seharusnya datang beberapa hari yang lalu, tapi karena bapak sakit terpaksa bapak baru datang sekarang."
Anak-anak antusias mendengar ucapan Pak umar yang sudah sepuh itu.
"Tepatnya, beberapa hari yang lalu adalah hari kelulusan murit kebanga'an sekolah kita ini, hari yang seharusnya penuh tangis bahagia berubah mejadi tanggis yang penuh duka."
Anak-anak masih mendengar apa yang di katakan pak umar.
"Kalian pasti pernah mendengar kisah cinta Ara dan Barra?,Kisah cinta yang sangat menyentuh hati," jelas Pak umar lagi.
" Saya pernah degar pak, Kisah mereka!," sahut salah satu anak.
"Apa yang kamu dengar?,"
" Kekasih masa kecil yang bertemu kembali, karena perjodohan!," jelas anak itu.
" Kamu benar, kisah cinta mereka bermula sejak mereka kecil dan bertemu kembali saat mereka sama-sama bersekolah di sini."
"Gadis bernama Ara mempunyai Geng, ada yang tau namanya?, tanya pak uamar lagi.
Semua diam tidak ada yang menjawab.
"Nyil, lo jawab, semplak," pinta Virgo.
"Sompalak?, nanti gue... ?,"
"Udah jawab saja, gue tebas juga lo!," ancam Virgi.
"Somplak!," jawan unyil dengan cepat.
Semua menatap kearah unyil dengan tatap heran.
"Mulut lo nyil asal jeplaka aja!," sahut salah satu anak.
Begitu juga dengan para guru yang tidak tau dengan nama geng Ara. tapi guru yang tau hayanya tersenyum mendengar jawab unyil
Bersamabung....