ARABELLA

ARABELLA
Bab 1, sesen 2. Ara dan Barra junior



Setelah tahun lalu aku bikin tamat cerita ini, kini aku mau melanjutkan ke sesen 2. Di sesen 2 ini akan mencaritakan kisah tentang kehidupan Ara dan kedua buah hati nya, ara junior dan Barra junior.


Di bab terhir aku menyebut kan kalau di kisah selanjutnya akan menceritakan kehidupan Ara yang menyedihkan, tapi kayak nya tidak sesedih itu deh..


Aku akan buat cerita ini berjalan dan mengalir apa adanya saja, entah itu sedih, lucu, bahagia, datar menanjak, naik. eh.. kelajuan, poknya aku bikin sesuai alur yang mengalir dalam ketikan jari jempol ku saja. 😁 jempol?,


"Iya lah jempol, yang ngetikkan jempol bukan Jari manis!,


Ok!! lanjut, bukan itu saja sih alasan ku melanjutkan sesen ini tapi ya... kalu anda author pasti tau apa alasan nya.


Yup.. kontrak, karen pengajuan kontrak tidak semudah dulu jadi aku mau memanfaatkan kan ada apa yang dulu, 🤔 emmm ko katanya katanya janggal yah?,


Au ah gelap.


Penguna'an bahasa juga banyak yang non baku seperti awal ceria. kalau kurang paham ya...


Ya harus paham!, mau bagai mana lagi😅.


"Maksa amat jadi author!"


Sudah-sudah, yang jelas intinya dari cerita ARABELA sesen 2 ini akan berjalan sesui alur saja, jangan berpatokan dengan penjelasan author di bab sebelum nya.


... wo ke.... !!!!!!!...


Selama membaca...


...****************...


Arabella levien, seorang ibu tunggl dengan dua anak kembar yang sudah menginjak remaja.


Ara tinggl di rumah peniggal orang tua nya, levien dan Arya.


Kedua orang tua Ara pergi untuk selamanya di saat kedua buah hati baru menginjak usia 10 tahu, keduanya meninggal di sebabkan oleh jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi.


Kini usai kedua buah hati Ara sudah 16 tahu, usia yang sama saat Ara menikah dengan Barra, dan Ara hamil di usia menginjak 18 tahun, dan di saat itu juga Ara harus kehilangan Barra untuk selamanya.


Selama 14 tahun Ara tinggal di luar negeri, dan baru kembali saat Ara dan Barra junior masuk ke sekolah menegah atas.


Ara menguatkan hati untuk kembali di negara atau kota yang sudah pernah memberikan kebahagiaan di saat remajanya, bahagia bersama anak-anak somplak dan bahagia menjadi istri rahasia kekasih masa kecil nya, Barra hermawan.


Hari ini adalah hari dimana kebahgian ara.. eh.. ralat, bukan bahagia tapi duka Ara, karen hari ini adalah hari di mana Barra menghembuskan nafas terahirnya dalan pangkuan Ara, dan di hari ini juga Ara lulus dari sekolah menegah atas, sekaligus Ara akan memberintahu Barra kabar bahagi tentang kehamilannya.


Namun semuanya sudah kehendak Tuhan, Ara harus iklas menerima kenyataan pahit dalam hidup nya.


Pagi ini, Ara mengajak kedua buah hati nya untuk berjiarah kemakan Barra dan kedua orang tuanya yang di makam kan di satu pemakan umum yang sama. (Orang tua Ara)


"Embek, gue datang sama anak-anak, lihat mereka, mereka tumbuh dengan baik.embek, elo tau sayang, mereka tumbuh seperti gue, maaf, mereka sama sekali tidak kayak lo, tidak ada mr klimis and killyler, adanya Mrs dekil,"


" Ah mama, kenapa ngadu sama papa kayak gutu sih?,"


"lihat sayang, gaya bicara saja kayak gue," ucap Ara lagi.


"Yah mama, omongan ku enggak didengerin."


"Pah, aku pernah dengar kisah tentang mama dan papa dari oma Rika, ceritanya sangat seru, itu alasan kenapa kita kayak gini,"


"Iya pah, ternyata seru juga, tapi ada sedikit perbeda'an, mama tidak pernah di marahi sama oma Arya, lah kita hampir tiap hari mama Ara teriakan-teriak,"


"Ko malah jadi kalian yang ngadu!," protes Ara.


"Satu sama!," sahut kedua buah hati Ara dan Barra.


"Lihat embek, mereka meledek gue,"


"Yah mama, beraninya ngadu,"


"Apa papa kayak gitu mah?,"


"Iya, meskipun papa galak, topi cuma di sekolah, kalau di apartemen papa meperlakukan mama dengan lebut," jelas Ara. air. mata Ara tak bisa di bendung lagi, Ara menangis tersedu-sedu karena merindukan orang yang paling di cintai, Barra Hermawan, atau Mr klimis and kiyler.


"Mah, mama jangan nangis, ada kita di sini, kita akan menjaga mama, dan akan selalu ada di samping mama selama nya, bahakan suatu saat kita menikah kita akan tinggal satu atap sama mama, kita akan beli rumah yang sangat besar agar keluar kita bisa tinggal bersama.


"Iya mah, kita sayang sama mama dan papa,"


kedua buah hati Ara memeluk Ara dengan lembut dan hangat.


Tanpa mereka sadari, sesosok bayang bayang putih ikut memeluk mereka bertiga, dengan senyuman dan wajah yang bersinar sosok putih itu berlahan memudar dan lambat laun menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari di rumah kediam keluar Levien (alm).


Virgo!, vergi! bangun sayang, nanti kamu terlambat sekolah nya!," panggil Ara sambil berjalan menuju lantai atas diamana kamar kedua buah hati nya berada.


" Virgo," Ara membuka kamar putarnya. " Hemm tidak ada, kemana itu anak?, apa semalam tidak pulang?,"


Ara beralih ke kamar Virgi," Virgi, bangun sayang sudah siang, lah ko Virgo?, kamana virgi?," Ara di buat binggung karne mereka. "Virgo bangun sayang sudah siang,"


"Nanti mah, tiga pulih menit lagi,"jawab Virgo.


"Jagan kan tiga puluh menit, satu menit saja tidak mama ijin kan" Ara menarik slimut Virgo. " cepat bangun dan lekas mandi. oh iya kenapa Virgi?,"


"Tuh di bawah, semalam jatuh dia,"


"Apa!, jatuh?!," Ara lekas menuju kemana Virgo tunjuk." Astaga Virgi!, sayang bangun, bangun, ko bisa-bisanya kamu jatuh dari ranjang?, ayok bangun,"pinta Ara dengan lembut, sambil membatu Virgo bangun.


"Masih nagantuk mah,"


"Tidak, banggun sekarang!," jawab Ara." Virgo bangun!,"omel Ara melihat Sang putra tidur kembali,"


Virgo lekas beranjak dari tidurnya dan keluar kamar Virgi.


"Astaga Virgi!!, bangun," karena keasal Ara menepuk bokong Virgi.


"Iya mah, ini juga udah bangun," dengan malas Virgo bnagun dan dan masuk kedalam kamar mandi.


Belum ada lima menit Virgi sudah keluar dari kamar mandi.


"Eh mama masih di sini?,"


"Virgi!, masuk lagi!," tegas Ara. "Mom, apa ini yang momi rasak dulu saat mengurus ku?," gumam Ara.


**


"Pagi mah," sapa Virgo dan Virgi.


" Pagi sayang, cepat sarapan, udah siang, mama usah siapa kan roti untuk kalian, Oh iya Virgo, nanti mampir ke bengkel yah, " pinta Ara


"Virgi saja mah yang ke bengkel,"


"Iya mah, Virgo yang ke sepermarket,"


"Ya sudah terserah kalian, yang penting bengkel sama supermarket kalian cek, mama banyak pekerja'an di kantor,"


"Iya mi,".jawab mereka berdua.


Bersambung.....