
Selamat membaca!!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV Airin
Gue dengan segera turun dari mobil Alvaro. Seperti bisa siswa dan siswi yang berada di parkiran melihat kearah gue.
"Gini ya rasa jadi pusat perhatian. Apa lagi setiap hariヽ(´∀`)ノ." batin gue. Sambil senyum senyum sendiri.
Brukkk
"Eh anjir." umpat gue. Saat pantat gue mencium lantai koridor.
Gue mengangkat kepala gue dan menatap wajah orang yang menabrak gue. Ternyata orang yang nabrak gue adalah seorang laki laki, dan juga....
...
...
...
GANTENG guys (´⊙ω⊙`)!1!1!1!1!1!1!11!!1!1!1!
Meski masih gantengan Alvaro tapi laki laki ini gak beda jauh gantengnya!!!
"He he he he... apa gue dekat sama nih cowok aja(っ´▽`)っ." batin gue yang masih melihat cowok ganteng yang berdiri di depan gue.
"WOI!!!" teriak cowok itu dengan keras.
"Hah?!? apa? mengapa? dan kenapa?"
"Lo ngelamun!?" tanya cowok ganteng yang masih berdiri di depan gue.
"Iya emangnya kenapa?"
"Gak sih, cuman lo kenapa senyum senyum gitu. Karena kegantengan gue!😉" ujar cowok ganteng itu dengan pdnya, tapi memang sih cowok itu ganteng.
"Apaan sih lo, ganteng juga kagak." bohong gue. Padalah cowok itu ganteng banget!! gak jauh beda sama Alvaro.
"Masa😏, serius gue gak ganteng?" katanya dengan smirknya.
Gue langsung mengalihkan pandangan gue dari cowok ganteng tapi kepedean.
"Serius l-l-l lo gak ganteng." kata gue gagap. Gimana gak gagap coba, kalau cowok ganteng itu berkata sambil smirk. Gue kan jadi meleleh kalau karena dia ~(≧▽≦)/~.
"Ohh gak ganteng ya😉." katanya. Ia mulai mengedipkan matanya.
Dan hal yang cowok itu lakukan membuat gue...
GEMESSSSS BANGET SUMPAH !1!1!1!1!!1!1!1!1!1!1!1!1!11!1!1!1!1!1!1!1
Karena gue tidak tahan lagi dengan melihat cowok ganteng yang masih berdiri di depan gue. Gue pun dengan gemes mencubit pipi cowok ganteng itu.
"Aaaakkhhh lo imut banget sihhh!!!!"
"Iiihhhh!!, lepas sakit pipi gue." rengekannya. Karena pipinya gue cubit jadi suara yang dihasilkan menjadi sangat lucu, apa lagi pipinya gembul sedikit. Kalau dilihat dari mata gue cowok ini
Ganteng banget sumpah, nih cowok juga lucu banget rengekannya, jadi gemes gue (っ´▽`)っ.
"Oohh ya nama lo siapa." gue hampir aja lupa nanyain nama cowok ganteng ini, kalau aja lupa pasti bisa bisa nanti malam gue gak bisa tidur karena penasaran.
"Nama gue Arka, gue anak baru pindahan dari jerman."
Arka? pindahan dari? jangan bilang kalau d d-dia a adalah p pemeran utama laki laki yang ke 2 woy😱😱Σ(⊙▽⊙")!!!!!
Gawat Gawat Gawat!!!!!!!
Gue harus gimana woi😱!!! kalau gue ngasih kesan pertama yang buruk ke dia saat pertama bertemu. Bisa bisa bukannya meninggal karena Alvaro si pemeran utama laki laki, malahan ia akan meninggal ditangan pemeran utama laki laki ke 2 nih😨.
"Woi nama lo siapa?!" tanya Arka si pemeran utama laki laki ke 2, dengan cepat gue menjawabnya.
Sepertinya Arka menyadari Airin yang gugup dan gemetaran. Ia bertanya sama gue dengan nada khawatir dan panik, ke gue.
"Lo kenapa?!?!"
"Gue g-gapapa kok, lo santai aja." jawab gue mencoba sesantai mungkin.
KRIIINGGG KRIIINGGG KRIIINGGG
Suara bel berbunyi dengan nyaringnya.
Gue sangat sangat berterima kasih dengan bel yang berbunyi disaat yang tepat. Wajah gue langsung berubah menjadi ceria.
"E eh maaf Arka bel udah bunyi nih gue mau masuk kelas dulu. Jadi.... bye bye Arka." ucap gue. Lari itulah yang ada dipikiran gue saat ini untuk menjauh dari mereka.
POV Author
Tanpa Airi sadari. Dari tadi ia terus diperhatikan dan diikuti oleh Alvaro.
Saat Airin turun tadi ia melupakan tempat minumnya dimobil Alvaro, jadi Alvaro berniat untuk mengembalikan tempat minum yang tertinggal dimobilnya ke Airin.
Dan Alvaro juga melihat semua kebersaman Airin dan Arka dari tabrakan ke perkenalan.
Waktu Airin mencubit pipi Arka. Alvaro seketika tersulun emosi. Tapi langsung ia tahan, agar tidak menimbulkan masalah disekolah.
Saat Airin pergi lari kekelas. Alvaro langsung juga pergi kekelasnya dengan tangan yang membawa tempat minum Airin. Ia berfikir untuk memberikan tempat minum Airin pada saat istirahat nanti.
Kembali lagi dengan Airin.
masih berlari menuju kelasnya dengan tegesa gesa. Untungnya guru kelasnya masih belum masuk kelasnya.
Airin langsung duduk di bangku nya.
Huhh~ huhh~huhh
Suara napas Airin terdengar tidak beraturan.
Semua orang yang ada di kelas menatap kearah Airin yang sudah sangat berantakan karena lari lari tadi, jarak dari tempat tabrakan Airin dengan Arka dan kelas sangat lah jauh. Dalam hati Airin terus mengumpati penulis novel yang membuat sekolah ini sangat besar.
"Lo habis dari mana rin?" tanya Chika. Sambil memberikan Airin air untuk minum Airin.
Bukannya menjawab Airin malah curhat tentang sekolah ini yang terlalu besar.
"Gila!! siapa sih yang buat sekolah ini besar banget sih!! capek nih gue gara gara jarak koridor sekolah yang dekat sama parkiran ke kelas kita. Lalu ini juga salah Arka si anak baru yang nabrak gue jadi capekkan gue lari!!!, tapi gue juga bersyukur karena bisa tau namanya, apalagi Arka itu ganteng!!!" curhat Airin. Dari topik sekolah ke Arka orang yang menabraknya.
"Arka? anak baru?" ulang Shena bingung dengan perkataan Airin.
"Iya katanya dia anak baru di sekolah!!!" semangat Airin yang membara bara.
"Oooh.." Chika dan Shena mengangguk ngangukkan kepala mereka.
"What!!! Arka yang anak baru pindahan dari jerman itu yaΣ( ° △ °)." kata mereka kompak.
"Iya kok kalian tau kalau Arka pindahan dari jerman?" tanya Airin bingung.
"Gue denger denger dikelas kita ada anak baru pindahan dari jerman namanya Arka." ujar Shena.
"Ohh." Airin mengangguk ngangukkan kepalanya.
"Woi ada bu Lia mau masuk woi!!!" teriak seseorang siswa kelas Airin.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!!!
Gimana kabar kalian? Semoga kalian semua sehat sehat terus ya😇
Jangan lupa protokol kesehatannya dikerjakan.
And jangan lupa vote dan komen di bawah👇
See you 😊😊👋👋