
Selamat membaca!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pov Airin
Cahaya terang langsung meyambut penglihatan gue saat gue membuka mata.
"E eh, gue dimana? gue udah di neraka atau surga, tapi kok gak ada orangnya sih, kan biasanya yang gue sering liat dibuku, ada malaikat yang bertanya 'Siapa Tuhanmu' tapi kok gak ada siapa siapa?"
"apa malaikatnya lagi dijalan?"
Gue pun mengedarkan penglihatan gue kesemua tempat dan melihat ada seorang perempuan yang berdiri dengan menggunakan dress putih panjang dan rambut hitam sepunggung.
"Apa itu malaikat? perasaan gak ada malaikat perempuan? jangan jangan setan? Wah!! keren banget gue ketemu setan!!!" lamun gue.
Tanpa gue sadari perempuan yang berdiri tadi sudah ada di depan gue. Sambil berkata.
"Gue bukan setan."
"Lah bukan, kalau gitu apa?" tanya gue ke perempuan tarsebut.
"Gue adalah arwah yang cantik." jawab nya. Gue mengerutkan alis dan berkata.
"Bukannya arwah sama saja dengan setan."
Perkataan gue membuat perempuan tarsebut terdiam. Tapi...... kok ciri cirinya mirip seseorang, kulit putih glowing, rambut hitam bergelombang, badan mungil dan mata yang cantik, tidak salah lagi dia adalah Airin si antagonis!!
"Lo, lo adalah Airin si antagoniskan!!" ucap gue dengan semangat..
"Ya, gue adalah Airin si antagonis." serunya.
"Jadi to the point aja lo ada tugas dari gue, gue bakat nyuruh lo buat gantiin arwah gue yang meninggal karena jatuh dari tangga." katanya.
"APA!!!" teriak gue.
"Gak, gue gak akan terima tugas dari lo, mending gue masuk neraka dari pada gantiin lo nanti gue dimutilasi oleh Alvaro kalau gue gagal ngerubah sifat lo." bantah gue.
"Serius, nanti lo dineraka juga dimutilasi atau lebih parah, tapi yaudah kalau gak mau, gue mau pergi." katanya.
Mendengar itu membuat gue langsung menerima tugas darinya dengan terpaksa. Karena tidak ingin dimutilasi atau lebih parah dari dimutilasi kan ngeri liatnya.
"Oke sekarang lo tutup mata lo, gue akan kirim ketubuh gue. oh ya lo bakal gue kirim ketubuh gue 3 bulan sebelum Alvaro suka Annisa." perintahnya.
"Oke, tapi tunggu dulu, gue boleh gak nutup mata sambil rebahan?"
Pertanyaan gue membuat Airin tercengan. Lalu ia berkata iya agar tidak membuat lama. Dengan segera gue menutup mata sambil rebahan.
POV Author
Tenyata Airin bukan hanya menutup mata malahan ia tertidur.
1 Jam kemudian
"Huoaam."
Airin mengedarkan pandangannya, ia menyimpulkan bahwa ia berada di rumah sakit.
"Eh, gue udah ditubuh Airin si antagonis?" guman Airin sambil menggaruk kepalanya yang merupakan kebiasaan Airin saat bangun tidur.
Clek
Nyitt
"Sayang!! kamu udah sadar, tunggu mama panggil dulu dokter." katanya.
Lalu menekan tombol marah yang berada didekat tempat tidur Airin, dan langsung datang dokter keruangan Airin. Lalu mengecek adaan Airin.
"Apa kepala nona sakit?." tanya dokter.
"Tidak, tapi kok jantung aku deg deg degan." kata Airin.
"Hah, kenapa apa ada yang sakit?" tanya dokter dengan panik.
"Gak kok dok, tapi aku deg deg degan saat melihat dokter yang gantengnya kelewatan." gombal Airin yang membuat dokter tersebut salting, tapi tidak dengan mama Airin, ia kaget sekaligus bingung karena anaknya memuji dokter yang ganteng, biasanya Airin hanya memuji Alvaro.
"Nona ada ada aja, bikin saya panik." kata dokter sambil tertawa karena tingkah laku Airin yang menggombalin dirinya.
"Yaudah kalau gak ada yang sakit dokter pergi dulu, dokter mau nulis resep buat nona." kata dokter ganteng lalu pergi meninggalkan ruang inap Airin.
"Sayang kamu gak apa apa? ada yang sakit gak? atau kamu lapar?." tanya mama Airin dengan bertubi tubi.
"Satu satu dong ma, pertama Airin baik baik aja, kedua gak ada yang sakit, ketiga Airin lapar he he he." jawab Airin dan diakhiri dengan tawa kecil dan garukkan kepala Airin.
"Kalau gitu mama beliin makanan, kamu mau makan apa?" tanya mama Airin.
"Tapi mama harus beli di luar rumah sakit, boleh gak?" tanya Airin. Dan dibalas anggukan kepala oleh mamanya.
"Airin mau makan nasi goreng, bubur ayam tapi ayamnya bayakin sama kebab." pesan Airin ke mamanya.
"Banyak banget, bakal habis gak makanannya?"
"Habis dong ma."
"Yaudah mama pergi dulu." ucap mamanya sambil keluar ruangan.
Hening itulah hal yang digambarkan didalam ruang inap Airin sekarang. Airin mengedarkan pandangannya dan melihat sebuah benda tipis yang tidak lain adalah hp yang terletak di atas meja sofa.
Airin dengan segera turun dari tempat tidurnya untuk mengambil hp yang terletak di meja. Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Airin kembali ketempat tidurnya sambil membuka hpnya.
Saat di buka terlihat foto seorang laki laki yang tidak salah lagi adalah Alvaro, si pemeran utama laki laki dan juga tunangan Airin si antagonis. Meski Alvaro tergolong laki laki tampan, tapi Airin yang sekarang tidak lagi menyukai laki laki bernama Alvaro tersebut.
Dengan cepat Airin menghapus semua foto Alvaro yang ada di hp Airin, dan mengganti nama WA Alvaro. Setelah itu Airin membuka aplikasi IG dan melihat foto foto Airin yang menggunakan baju mini, hal itu membuat Airin mual dan segera menghapus semua foto Airin diaplikasi IG. Lalu ia mengingat ingat nama cogan cogan, ia mencari nama cogan yang ia ingat dan langsung memfollow dan memgikuti akun cogan cogan tersebut. Airin tidak menyangka bahwa semua cogan yang ia follow dan mengikuti, memfollow back dan menchat dirinya didmnya.
"Akkkh!!!! gila beneran nih gue difollow back sama didm!!!!" teriak Airin dangan semangat dan ia kembali membalas chat dari cogan cogan yang mendmnya.
Tanpa Airin sadari ada seorang laki laki tampan yang berwajah datar dengan tangan yang membawa kantong plastik berisi makan. Laki laki tampan itu menatap tajam kearah Airin yang sedang memainkan hp nya, Airin masih sibuk membalas chat dari cogan cogan diIG.
"Eemmm."
Mendengar ada suara Airin pun mengalihkan pandangannya kearah pemuda yang bersuara. Airin melihat wajah pemuda yang bersuara, wajah pemuda itu terasa familiar, wajah tampan, kulit putih, mata yang menatap Airin tajam. Tidak salah lagi dia adalah Alvaro tokoh utama laki laki yang bucin dengan Annisa, yang tubuhnya telah diisi oleh jiwa Anne.
Airin kembali tersadar dari lumunannya, dan segera membalas tatapan tajam Alvaro. Hal tersebut membuat Alvaro kaget.
"Lo kenapa kesini?" tanya Airin dingin.
"A a apa yang terjadi." batin Alvaro dengan wajah kaget dan dengan cepat Alvaro merubah raut wajahnya.
Alvaro menjulurkan tangannya yang memegang kantong plastik yang berisi makan ke Airin, dan berkata.
"Nih, ambil titipan mama lo."
"Ooh makasih."
Airin pun mengambil kantong plastik yang ada di tangan Alvaro. Dan langsung membuka kantong plastik yang berisi makan lalu memakannya.
Alvaro hanya memperhatikan Airin makan sambil duduk di sofa. Airin makan tidak pelan pelan ia makan dengan cepat dan belepotan, hal tersebut membuat Alvaro senyum miring. Seakan menyadari bahwa Alvaro memperhatikan nya, Airin pun berhenti makan dan menatap tajam kearah Alvaro.
"Lo gak pulang?" tanya Airin.
"Mama lo nyuruh gue buat jaga lo." jawab Alvaro.
"Gak usah lo pulang aja, gue tau lo gak mau jaga gue."
"Gak, gue nanti kena marah." kekeh Alvaro.
"Oke, teserah lo aja." kata Airin lalu melanjutkan makannya.
Sudah 30 menit lalu Airin selesai makan, sekarang ia merasa bosan karena tidak melakukan apa apa. Pasti ada ya nanya kenapa Airin gak chat cogan cogan diIG? karena cogan cogan diIG sedang gak aktif.
Airin menatap kearah Alvaro terlintas sebuah ide agar bisa mengatasi bosannya, caranya adalah mengajak Alvaro mabar ff.
"Woi! mabar ff yuk, bosan nih gue." ajak Airin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!
Giman kabar kalian?
Jangan lupa vote dan komen di bawah ya!!
Dan jangan lupa protokol kesehatannya
See you 😊😊👋👋