
Selamat membaca!
*
*
*
*
*
...****************...
"Nomor siapa ini?"
Sejenak gue melamun memikirkan siapa pemilik nomor yang mengirimkan pesan tadi.
"Apa Airin dulu pernah berhubungan dengan seseorang?"
"Arrgggh dari pada mikirin ni nomor, mending pakai aplikasi get cont*** aja lah dari pada repot."
Dengan segera gue mendownload aplikasi nya, setelah selesai langsung aja gue lihat orang yang namain kontaknya.
Pas gue lihat kontak ternyata cuman sedikit dan kebanyakan yang menamainya dengan bos besar, Kayak gini:
Big boss
Bos
Rafael Orlando Smith
Tuan muda Rafael '
Rafael
Tuan muda
Bos
Rafael
Bos Rafael
Big bos
Rafael? siapa ya perasaan dinovel gak ada tokoh yang nama kayak gitu.
Rafael Orlando Smith, kira kira dia siapa?
********
Keesokan harinya
Gue bangun jam 10 karena faktor bergadang tadi malam. Untung saja sekolah sedang libur jadi santai guenya.
Setelah melamun sebentar gue segera bangun untuk buang air kecil sekalian dengan cuci muka dan mengosok gigi. Sesudah itu gue pergi turun kebawah untuk sarapan, suasana rumah sedang sepi hanya terlihat beberapa pelayan yang sedang bersih bersih dan para penjaga yang sedang berjaga.
"Eh, nona ada yang bisa saya bantu." salah satu pelayan datang menghampiri gue.
"Dimana Mama dan Papa?"
"Tuan dan nyonya sedang pergi ke luar kota." Jawab pelayan itu.
"Owhh."
"Apa menu rekomendasi sarapan hari."
"Nona ingin makanan yang asin atau yang manis?"
"Saya mau makanan utama yang asin dan penutup yang manis." ujar gue sambil membaca novel di sofa.
"Oh ya untuk minumannya es lemon tea aja." sambung gue, setelahnya pelayan itu pergi kedapur dan tiba tiba saja salah satu chef pribadi rumah ini dateng ke hadapan gue.
"Nona saya merekomenasikan menu sarapan untuk nona." katanya.
"Menu yang pertama ada nasi goreng spesial dengan sosis dan nugget yang dipisah, lalu ada makanan penutup spesial untuk nona." jelas chef nya
Gue sebenarnya agak kurang mengerti lalu gue hanya menganguk ngangukkan kepala saja.
"Oke Miss makanannya akan segera disiapkan. jadi silahkan nona menonton sembari menunggu sarapan yang akan disajikan." ujar chefnya, ia menundukan kepala nya sebagai tanda hormatnya lalu pergi kembali kedapur.
Setelah chef itu pergi gue hanya diam di depan TV yang menayangkan saluran kartun upin ipin.
Krrryyuuuuk
Suara perut gue berbunyi menandakan bahwa gue sudah sangat lapar.
"Huuhhh."
Mata gue berkeliling mencari makan atau camilan yang ada disekitar gue. pandangan mata gue berhenti tepat di atas meja lebih tepatnya lagi ditoples kaca yang berisi kue kering dengan kripik buah.
Wih mantep banget ada camilan di sini, dengan cepat gue langsung mengambil camilan coklat di atas meja.
POV AIRIN END
20 menit kemudian.
Akhirnya sarapan yang dinanti oleh Airin akhirnya sudah selesai dimasak, salah satu pelayan pun memanggilnya.
"Makanan enak I am coming!!!" batin Airin dengan gembiranya.
Sarapan untuk Airin sudah disusun diatas meja makan.
Dengan segera Airin menghabiskan semua sarapannya hingga habis tak tersisa. Tak lama makan penutupnya datang.
"Iihhh cute banget sih!! Kan jadi sayang dimakan." gerutuk nya.
Dengan rasa tak tega ia memakan makanan penutupnya, dan rasanya membuat Airin ingin terbang.
"Lain kali suruh masak ini lagi lah. " guman Airin.
Setelah semua sarapannya habis, Airin memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Ting
Ting
Suara dentingan yang berasal dari hp iPhone milik Airin, yang berada dinaska samping kasur.
Airin dengan segera mengambilnya dapat dilihat dari layar pop up hpnya, pesan tersebut berasal dari nomor yang tidak dikenal.
"Siapa nih?" kata Airin bingung.
+62-8XX-XXX...
Baby lupa?....
"Hah? lupa apaan njir?!" batin Airin.
Dengan segera Airin membuka isi chat dari orang yang tidak ia kenal itu.
+62-8XX-XXX-XXX
*Baby lupa?
Apa berita amnesia itu benar!?
Kalau begitu tunggu aku datang baby.
11:20
^^^Me^^^
^^^Lu sebenarnya siapa sih?!^^^
^^^Gajel banget^^^
^^^11:21^^^
^^^ββ*^^^
...----------------...
POV AUTHOR
Setelah mendapat chat dari orang yang tidak ia ketahui, Airin memutuskan untuk healing alias jalan jalan atau mungkin ia akan flexing dulu kayak anak anak pejabat.
Seperti katanya 'mumpung lagi jadi orang kaya bolehlah sesekali kaya gitu, kapan lagi bisa gini. Kan gak ngerugi in orang lain juga.'
Memang sih agak lain ni anak, tapi...sudah lah.
Airin menggunakan outfit yang bermerek dari brand brand terkenal yaitu celana dari brend Dior, kaos dari Chanel, sepatu merek Adidas dan topi Gucci.
Dengan menggunakan mobil Rubicon kayak Mario... Ehh salah maksudnya mobil Sport keluar terbaru, ia pergi keluar dari perkarangan rumah.
Awalnya ia hanya keliling kota saja tapi mungkin karena kebawa vibes orang kaya ia malah mampir ke mall untuk membeli barang barang yang bermerek mahal.
"Kapan lagi gue bisa gini hihihihi." ujar Airin yang diakhiri dengan tawa yang mirip seperti mbak kunti.
Mobilnya mulai memasuki parkiran mall, setelah memarkirkan mobilnya, Airin mulai memasuki toko Dior yang ada di dalam Mall.
Saat masuk Airin langsung disambut oleh karyawan Dior. Mata Airin langsung melotot ketika melihat tas yang ukurannya secuprit dihargai dengan harga yang mahal.
"Gila mahal banget njir." batin Airin.
Matanya beralih kearah tempat make up berada, dan lagi lagi Airin dikejutkan oleh harga melejit keatas semua.
"Whattt! lipstick doang harganya sampai 4 juta!!" batin Airin (Harga lipsticknya author ngarang wkwk.)
"Eehh bentar kartu hitam gue ada gak ya?!" dengan gerakan cepat Airin mencari menurutnya hitamnya ditas.
Setelah menemukan kartu hitamnya lalu Airin mulai mengambil barang barang yang berharga mahal itu dengan kondisi tangan yang tremor.
"Kalau ke Dior jangan lupa beli parfumnya."
Lalu dengan cepat Airin mengambil parfum yang paling wangi menurutnya. Tiba tiba ada suara yang mengejutkan Airin saat ia melihat orang yang memanggil di belakangnya.
"Airin."
"Ehh kamu disini juga ya?"
Ternyata orang yang memanggil Airin adalah sang tokoh utama perempuan alias Annisa.
"Njir ngapain dia ada di Dior sih, ketemu mulu perasaan." Batin Airin.
"Ehh iya, lo Annisa kan?" tanya Airin pura pura lupa.
"Iya bener, lu lagi ngapain disini?" tanya Annisa.
"Belanjalah masa numpang berak udah tau gue lagi pegang paper bag." Batin Airin lain hati lain juga perkataan.
"Ini lagi belanja barang barang." Ujar Airin.
"Owhh kalau gitu gue lanjut lagi liat liat dulu ya."
Setelah Annisa pamit Airin dengan cepat pergi keluar dengan paper bag yang ia beli tadi.
"Huhh dari pada gue ketemu lagi si Annisa mending gue pulang."
*******
Saat dijalan Airin tidak sengaja melihat orang digebuki oleh beberapa orang yang memakai pakaian hitam.
Awalnya Airin tak ingin membantu orang yang digebuki itu tapi karena kasihan, ia membuka jendela mobilnya yang langsung menghadap kearah arah mereka.
"WOYY LU PADA NGAPAIN!! MINGGIR CEPAT. " teriak Airin dengan keras membuat pelaku pelaku penggebukan tersebut lari.
Setelah semuanya aman Airin baru menghampiri Laki laki yang tergeletak naas dipinggir jalan.
Ngomong ngomong nih ya padahal ini lagi siang hari lohh kok gak ada yang nolongin ni orang, mana tiba tiba jalan disini sepi banget. Padahal tadi pas lewat sini masih rame banget orang orang pada lewat.
"Lu gak papa?"
...****************...
Hai guys!!!
I'm back lagi nih!
Sorry banget baru up lagi, mudah mudahan kalian masih pada suka cerita aku ya.
See you guys ππππ