
Selamat membaca!
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Skip
Mereka sudah pulang ke rumah masing masing, untuk bersiap siap pergi ke pesta malam ini.
Sementara orang orang bersiap siap untuk pesta malam ini, Airin malah tiduran dikasur nya sambil menonton kartun upin ipin dengan memakan pop corn.
Ting ting
Suara pesan masuk.
"Apaan sih, ganggu gue nonton aja." gerutuk Airin.
Tangannya mengambil hp yang terletak di sebelahnya.
...Grub gak suka gelay:v...
Chikanjir🐣
Guys udah ada punya loh gaun untuk party nanti.
17:15
Shena 🐷
Gue juga udah punya.
17:15
Chikanjir 🐣
Btw kita pergi bareng kan?
17:15
Shena 🐷
Sorry gue gak bisa, gue pergi sama pacar gue 🙏
17:15
Chikanjir 🐣
Bagus deh, gue juga mau pergi sama pacar gue.
17:16
^^^Me^^^
^^^Lah gue sama siapa dong??!!^^^
^^^17:16^^^
Chikanjir 🐣
Lo pergi sama Alvaro atau Arka aja.
17:16
Shena 🐷
Iya sama mereka aja.
17:16
^^^Me^^^
^^^wah jahat banget sih kalian, yaudah deh gue pergi sendiri aja deh.^^^
^^^17:16^^^
Shena 🐷
Serah lo aja deh.
17:17
Chikanjir 🐣
2in
17:17
^^^Me^^^
^^^Kalo gitu gue off dulu ya, gue mau lanjut nonton Upin Ipin episode terbaru. Bye guys 👋 👋^^^
^^^17:17^^^
^^^√√^^^
Airin langsung mematikan hpnya dan melanjutkan menonton TV nya yang tertunda. Namun baru 5 menit ia menonton TV, pintu kamar nya didobrak oleh seseorang.
BRAK
"AIRINNNN!!!!" teriak orang yang dobrak pintu kamar Airin.
"Apaan sih, ganggu aja lo." ucap Airin tanpa menyadari orang yang mendobrak pintu kamarnya.
"Oooh sekarang udah berani sama Mama Hah!!" ujar Mama, dengan menekan kata ' Mama Hah'.
"Eh ada m mama he he he." Airin menjadi gugup karena melihat wajah Mamanya yang terlihat sangat menakutkan.
"Kenapa kamu belum siap siap hah!!" teriak Mama dengan keras membuat Airin mengosok telinganya yang sakit karena teriakkan Mama yang sangat keras.
"Iya iya aku siap siap." Airin segera turun dari atas kasur dan menuju kamar mandi.
"Apaan sih padahal masih jam limaan, masa udah mau siap siap." guman Airin sambil berjalan.
"Gak usah banyak bicara cepat mandi!" kata Mama.
"Iya iya."
BRAK
Pintu kamar mandi tertutup dengan kasar.
"Huh.. anak siapa sih itu." guman Mama sambil mengelengkan kepalanya.
Lalu Mama mulai menyiapkan gaun pemberian Mama Alvaro dan make up yang akan dipakai Airin.
Setelah dua puluh menit akhirnya Airin keluar dari kamar mandi.
"Cepatan ganti baju sana udah itu langsung make up." perintah Mama.
Gue pun langsung mengikuti perintah dari Mama dengan segera.
Skip
"Huh... akhirnya~" ucap Airin sambil menghela napasnya setelah selesai wajahnya dimake up in.
Ia menatap tubuhnya yang telah dibaluti gaun yang sangat cantik. Satu kata yang ia dapat saat melihat tubuh yang ada di pantulan cermin yaitu ' cantik'.
Dan ini heel yang dipakai Airin.
"Eh belum selesai sayang rambutnya masih belum ditata duduk lagi." perintah Mama Airin saat melihat anak ingin pergi.
"Gak usah lah ma kayak gini aja
"Gak usah lah ma kayak gini aja biar gak repot." kata Airin.
"Duduk gak usah membantah." perintah Mama Airin sekali lagi.
"Iya iya." akhirnya Airin pun menyerah, ia pun duduk kembali.
20 menit kemudian.
"Nah kan udah selesai." ucap lega Airin.
"Cantikkan hasil buatan Mama." tanya Mama Airin.
"Iya ma cantik banget." puji Airin saat melihat hasil dari tangan mama.
"Iya lah, yaudah Mama mau ke supermarket dulu." setelah mengatakan itu Mama pergi ke luar kamar Airin.
POV AIRIN
"Huh akhirnya udah selesai juga."
"Laper banget, makan dessert kayaknya enak nih."
Gue beranjak berdiri dari tempat duduk, sambil menenteng tas kecil yang berisi hp dan dompet.
...****************...
"Ahh kenyangnya."
"Emang dessert ini gak pernah mengecewakan rasanya. "
"Setelah makan waktunya pergi."
Gue pun melangkah menuju garasi untuk memilih mobil. Setelah menemukan mobil yang akan dipakai gue langsung pergi menuju sekolah tempat acaranya.
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya gue tiba di sekolah gue memarkirkan mobil gue di tempat yang telah disediakan.
Ramai satu kata yang bisa menggambarkan sekolah malam ini, meski pun malam sama sekali tidak menampakan kesan horor malahan terang karena semua lampu di sekolah dihidupkan.
Saat gue menginjakkan kaki di aula tempat berlangsungnya acara terdengar suara musik yang lumayan kencang.
Banyak pasang mata melihat kearah gue, dan juga suara bisik bisik pun mulai terdengar.
"Guys guys coba liat cewek itu cantik banget kan!!!"
"Bener banget!!"
"Kalau diliat liat mukanya kayak Airin ya?"
"Iya iya menurut gue juga gitu."
"Gila si Airin cantik banget!!"
"Airin mau jadi pacar gue gak?"
"Cantik banget, gue jadi minder dengan muka gue yang burik ini."
"Airin belum ada pasangan kan? sama gue aja yuk."
"Halah mana mau dia sama lo yang burik gitu."
"Kalian kenapa sih orang lebih cantik gue dari si Airin itu."
"iya nih, mungkin kalian katarak kali."
"Huhhh!! orang kayak tante tante garing jangan sok keras."
"Iya nih muka aja udah kayak badut."
dll.
"Airinnn akhirnya lo dateng juga, udah dari tadi gue tungguin lo." ujar Shena dan Chika dengan kompak.
"Sorry sorry gue tadi makan dessert dulu baru pergi."
"Dah lah, kita berburu makanan aja gimana?" ajak Chika.
"Yaudah ayo ayo."
Kami pun berburu makanan berbagai macam seperti dessert, makanan cepat saji seperti pizza, burger, chicken, kentang goreng dan lain lain. Dan juga minuman minuman yang beraneka macam seperti jus, soda, kopi dan lain lainnya.
"Betah banget gue disini makanannya enak enak semua!!" seru gue dan dianggukan oleh Shena dan Chika.
"Betul banget! rasanya gue gak mau pulang kalau belum habisin ini semua!" ujar Shena.
"Sama, pokoknya jangan pulang sebelum kenyang!" kata Chika dengan semangat.
"Lanjut yuk kita kearah meja sana katanya disana ada sushi dan chicken katsu!" ujar Chika.
"Gas lah."
...****************...
Sekarang kita pindah ketempat Alvaro.
POV ALVARO
Cantik satu kata yang gue dapat gambarkan saat melihat Airin. Tubuhnya dibaluti gaun pemberian dari Mama, dan senyum manis yang melekat diwajah cantiknya.
Rasanya gue ingin mengurungnya di dalam kamar, agar tidak ada yang bisa melihat wajah cantik dan senyum manisnya selain gue.
Gue menarik ujung bibir membentuk senyum tipis saat melihat Airin yang sedang berburu makanan bersama teman temannya. Pipinya yang tembem bergoyang goyang seiring kuyahan makanannya.
"Imut." batin gue.
"Yo what's up bro! lagi ngapain duduk diam disini?" tanya Vino sahabat gue dari Smp.
"Bukan urusan lo." kata gue datar.
"Wow slow bos." ucap Vino.
"Helow friends lagi ngapain nih diam diam bae ngopi ngapa ngopi." kata Samuel yang baru datang dan disusul oleh Okta, Nino dan Riki.
Mereka semua adalah sahabat sahabat gue dari Smp hingga sekarang.
"Ngomong ngomong mana Airin bukannya kata lo dia bakal jadi pasangan lo Al?" tanya Riki.
"****, gue hampir lupa kalau Airin adalah pasang gue." batin gue.
Gue langsung berdiri dan berjalan kearah meja Airin dan teman temannya yang sedang makan bersama.
"Ekhem."
Airin menegakkan kepala, matanya bertemu dengan mata gue. Dia mengangkat satu alisnya seakan bertanya apa?
"Lo lupa kalau gue akan jadi pasangan lo di acara ini." ujar gue.
Saat Airin akan menjawab tiba tiba ada seorang perempuan menabrak gue, karena dia menabrak gue dengan keras membuat itu malah perempuan itu terjatuh.
"Sorry gue gak sengaja. " perempuan itu segera berdiri dan menepuk nepuk gaun nya yang sedikit terkena debu.
Mata gue beralih menatap kearah Airin, terlihat matanya melotot kearah perempuan yang menabrak gue.
"Ada apa dengan Airin yang terus melotot kearah perempuan ini?" batin gue.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!
Apa kabar kalian? mudah mudahan kabar kalian baik baik aja ya!
Seperti biasa jangan lupa like, vote dan komen di bawah!
See you guys 😊😊👋👋