
Selamat membaca!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Uhhuk uhhukk uuuhhukk."
Tangan Airin langsung meraih jus jeruk yang ada di meja dan langsung meminumnya. Muka Airin memerah karena tersedak, serius Airin sekarang benar benar tidak percaya bahwa Alvaro bergabung dilive IGnya.
Dengan cepat Airin mengambil hp yang terletak di atas meja, ia ingin mematikan live IGnya.
"Ekhem guys maaf ya gue udahan dulu ya."
"Kakak gak papa?"
"Yah gue baru banget gabung udah mau bubar aja."
"Bye bye kak."
"Good night."
"Selamat malam!"
dll.
"Gue gak papa kok."
"Besok gue live ig lagi."
"Bye."
"Night."
"Selamat malam."
Akhirnya live IGnya telah dimatikan, Airin benar benar terkejut. Kenapa Alvaro bergabung dilive IGnya? apa Alvaro mau mempermalukannya?
Entah apa yang membuat Alvaro melihat live IGnya, Airin sama sekali tidak peduli lagi. Airin segera membersihkan meja yang kotor karena camilan yang ia makan, setelah membersihkan meja Airin pergi kekamar mandi untuk memcuci muka dan mengosok gigi.
Setelah memcuci muka dan mengosok gigi Airin langsung tidur karena besok ia akan mulai sekolah di dunia novel ini.
"Malam dunia." guman Airin, matanya sudah tidak dapat menahan kantuknya lagi kemudian ia tertidur pulas.
******************
Keesokan harinya.
Sinar matahari mulai menembus gorden kamar seorang gadis yang masih tertidur. Gadis itu adalah Airin, ia masih tertidur walau pun alarmnya sudah berbunyi dari tadi.
KRRRIIINNNGGG KRRRIIINNNGGG KRIIINGGG
Tok tok tok
"Airin bangun kamu gak mau sekolah!!?!!" tanya Mama Airin.
Clek
Nyitt
"Airin?" panggil Mama.
Mata Mama Airin menelusuri kamar Airin dan berhenti tepat di atas kasur. Mama Airin melihat Airin yang masih tertidur, mulai melangkah kearah kasur yang Airin tiduri.
"Sayang bangun kamu gak mau sekolah?" tanya Mama.
"Hhmm."
Tangan Mama Airin mulai membuka gorden kamar Airin, dan cahaya matahari mulai masuk dengan bebas dan langsung mengenai tubuh Airin.
"Airin ini udah jam setengah tujuh loh." ucap Mama. Seketika Airin bangun karena mendengar ucapan Mamanya.
"Hah!! udah jam setengah tujuh!!"
"Iya, sana mandi!" suruh Mama. Lalu keluar dari kamar Airin.
Airin berlari kearah kamar mandi, ia mandi sebentar dan langsung memakai seragam sekolahnya. Rambut Airin dibiarkan terurai, Airin memakai liptin agar bibirnya tidak pucat. Setelah itu ia mengambil tasnya dan langsung berlari menuju lift.
Saat masuk ruang makan ia terkejut kerena melihat Alvaro sedang duduk sambil bercerita dengan orang tanya. Airin langsung mengambil roti bakar yang telah diolesi selai coklat, ia memakan rotinya dengan cepat dan meminum susu putih yang telah disediakan oleh Mamanya. Semua pergerakannya dilihat oleh Mama, Papa dan Alvaro dari awal.
"Ma, Pa Airin berangkat." pamit Airin. Saat ingin pergi Airin dihentikan oleh perkataan Mamanya.
"Airin ingat kamu berangkat sama Alvaro, kalau mau sekolah." Kata Mama.
Hal itu membuat Airin terdiam, ia lupa bahwa kalau ingin sekolah harus dijaga sama diantar oleh Alvaro.
"Kalau gitu Alvaro pergi dulu ya Ma, Pa." pamit Alvaro ke Mama dan Papa Airin.
Alvaro berjalan kearah Airin dan langsung menarik tangannya, menuju keluar rumah. Kemudian mereka pergi kesekolah dengan menggunakan mobil yang dikemudikan oleh Alvaro.
Skip sampai di sekolah.
Mobil Alvaro berhenti di parkiran sekolah, Airin keluar dari mobil Alvaro. Banyak pasang mata yang menatap kearahnya, namun tidak dipedulikan oleh Airin.
Saat Airin berjalan di koridor banyak siswa dan siswi yang membicarakannya, seperti dibawah ini.
"Hah Airin udah sembuh?"
"Sembuh? dia sakit apa?"
"Hah, serius!"
"Serius."
"Gila makin cantik aja nih Airin."
"Mudah mudahan Airin amnesia dan menjadi orang yang asik."
"Atau gak Airin dapat pencerahan."
dll.
Seperti itu lah kata kata yang mereka bicarakan tentang Airin. Airin terlintas satu ide agar bisa merubah sikapnya didepan siswa dan siswi sekolah ini. Untung dari ide yang ia pikir ini adalah menjauhkannya dari mati dimutilasi oleh Alvaro.
"Airin!!!!! kamu udah sembuh!?!" tanya seorang siswi. Siswi tarsebut bernama Chika, ia adalah salah satu sahabat Airin.
"Lo gak liat?! kalau Airin sekolah berarti dia udah sembuh!" sela seorang siswi, yang baru datang. Namanya adalah Shena, ia termaksud sahabat Airin yang tergolong cuek dengan sekitarnya.
Chika dan Shena selalu berada didekat Airin meski Airin sudah jahat kepada mereka. Chika dan Shena selalu memaafkan Airin meski Airin tidak meminta maaf pada mereka berdua. Sepertinya pemilik tubuh ini beruntung memiliki teman seperti mereka, Airin akan menjaga dan memperlakukan sahabat dari pemilik tubuh ini dengan baik.
"Airin!!!" panggil Chika dengan sedikit teriak yang membuyarkan lamunan Airin.
"Hah! ada apa?" Airin linglung karena panggilan dari Chika.
"Lo ngelamun ya rin?" tanya Shena.
"Eh, iya karena kepala gue kebentur waktu jatuh dari tangga, gue jadi linglung aja gitu." ujar Airin agar sahabat barunya di dunia novel ini tidak curiga.
"Lo mau ke uks aja?" tanya Shena yang sedikit khawatir.
"Gak usah, mending kita kekelas aja." jawab Airin dengan cepat, dan langsung menarik tangan Chika dan Shena.
Mereka pun pergi kekelas, yang berada di lantai atas. Sesekali Airin dan Shena membalas candaan dari Chika. Saat kaki mereka menginjak ruang kelas suasana yang awalnya berisik dan ramai seketika menjadi senyap.
Semua mata mengarah ke Airin sebagian siswa dan siswi menundukan kepala mereka. Mereka takut dengan Airin, jika mereka membuat Airin marah mereka akan dimarahi atau dibully oleh Airin. Airin yang sadar bahwa mereka takut dengannya dan mulai untuk melaksankan rencananya untuk memperbaiki sikapnya.
"Ekhem, woi gue ada yang mau gue bilangin nih."
Semua yang ada di kelas menatap kearah Airin dengan tanda tanya besar.
"Ini gue cuman mau bilang gue udah gak mau bully orang lagi, jadi kalian gak usah takut sama gue." jelas Airin berusaha meyakinkan semua orang yang ada di kelas.
Mendengar penjelaaan Airin siswa dan siswi kelas Airin merasa senang dan bersyukur. Karena sekarang Airin telah berubah sikapnya dan tidak mau membully lagi.
Namun ada salah satu siswa yang tidak percaya dengan penjelaaan Airin.
"Lo pasti bohongkan mana mungkin seseorang dapat berubah dalam waktu singkat." kata siswa itu, ia bernama Adam matanya menyorot sinis kearah Airin.
Sontak membuka seluruh orang kelas terdiam membisu. Perkataan Adam memang ada benarnya, bagaimana mana mungkin seseorang berubah dalam waktu singkat, kecuali amnesia.
"Maka dari itu gue mau minta bantuan dan saran kalian agar gue bisa berubah." ujar Airin yang masih meyakinkan semua orang yang ada di kelas termaksud sahabat.
"Baik kami akan bantu lo untuk berubah, tapi lo tidak boleh membully dan memarahi kami karena saran atau cara bantuan kami." kata salah satu siswa yang bernama El dan dianggukan oleh orang kelas.
"Oke apa pun yang kalian mau." setuju Airin, ia tidak mau memperpanjang masalah ini.
Kriiiiingggg Kriiiiingggg Kriiiiingggg
Bel sudah berbunyi Airin melangkah kearah bangkunya yang berada di tengah pojok.
"Guys!!." seru ketua kelas. Semua perhatian kelas teralih dan berpusat keketua kelas.
"Apa?" sahut laki laki yang berada di pojok kanan.
"Hari ini kelas kita jamkos dari pelajaran pertama sampai pelajaran tiga." ujar ketua kelas dan disambut oleh teriakan gembira dari siswa dan siswi kelas Airin.
"Yes bisa main ff nih."
"Mabar guys mabar."
"woi gue ada gosip nih sini sini duduk."
"Gue mau tidur aja deh."
"Make up gue mana woi!!"
"Tembak woi musuhnya."
"Ini udah gue tembak."
"Neysa pinjamin sisir lo dong."
dll
"Arrggh bisa bisa gila gue kalau di sini diam aja, mending tidur deh." batin Airin. Ia tidur dengan bantalan tangan.
Airin memasuki alam mimpinya, dialam mimpinya ia melihat hamparan bunga yang berwarna warni dan seorang perempuan yang berdiri di tengah hamparan bunga.
Perempuan yang berdiri di tengah bunga mempunyai rambut yang bergelombang dan kulit putih glowing. Perempuan itu menggunakan dress putih polos, perempuan berdiri membelakangi Airin jadi ia tidak bisa melihat wajahnya.
...****************...
POV Airin
Eh, siapa tu cewek? mungkin kah.....dia adalah.... setan waktu itu?
Tak
Aww
Perempuan tarsebut menjitak kepala gue, dan membuat kepala gue sakit dan memerah.
"Heh!! lupa lo, gue adalah Airin si antagonis masa udah lupa!!" serunya, ternyata ia adalah pemilik tubuh yang ia tempati sekarang yaitu Airin si antagonis.
"Lo gak usah jitak gue juga bodoh!!"
Tangan gue mengusap usap dahi untuk menghilangkan rasa sakit dari jitakkan tangan Airin si antagonis.
"Tapi gue kesini kenapa? apa ada berita atau peringatan yang ingin lo sampaikan?"
"Ada berita yang ingin gue sampaikan." katanya serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!
Gimana kabar kalian?
Jangan lupa vote dan komen di bawah ya.
Dan jangan lupa laksanakan protokol kesehatannya!!
See you 😊😊👋👋