
Selamat membaca!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa!! 2,5 jt, memang Alvaro ingin sekali menghabiskan duit gue nih kayaknya😡" batin Airin.
"Dah, yuk pulang." ajak Alvaro dengan santai. Sedangkan Airin berjalan dengan wajah murung.
Selama diperjalanan Airin selalu murung, ia berfikir kenapa ia menerima syarat syarat dari Alvaro. Coba saja ia tau kalau ini akan terjadi, pasti ia akan langsung menolaknya. Sekarang Airin sangat menyesal. Jiwanya menangis di dalam hati meratapi nasibnya yang sudah menjadi bubur.
"huwa hu hu hiks hiks huwa hu hu (╥﹏╥)." tangisan batin Airin.
Entah kebetulan atau apa saat dilampu marah tiba tiba saja ada mobil sebelah mereka yang memutar lagu Rossa yang sedang viral didunia maya yaitu lagu Hati yang kau sakiti.
jeng jeng
Ku menangisssssss
Membayangkannn
Betapa kejamnya dirimuu atas dirikuuu
Kau dua cinta iniii
Kau pergi bersamanyaaaa
Lagu yang sangat dramatis sekali. Dan sangat cocok dengan suasana hati Airin. Sedangkan laki laki yang berada di sebelahnya yaitu Alvaro sama sekali tidak merasa bersalah kepada Airin yang telah meminjamkan uang untuk membayar belanjaan yang mereka beli tadi.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah Alvaro. Rencananya Airin ingin kabur agar tidak disuruh untuk membantu membawa kantong belanjaan. Namun rencananya digagalkan oleh Alvaro yang dengan sigap menarik kerah piyama Airin.
"Eisstt lo mau kemana?" tanya Alvaro darat. Tangannya masih memegang kerah piyama Airin.
"Mau masuk lah, emang gue mau kemana lagi. " ujar Airin. Dengan wajah kesalnya.
"Lo mau masuk? tapi tidak semudah itu Ferguson😏. Sebagai babu lo harus nolong gue bawain kantong belanjaan." ujar Alvaro.
"Tapikan-." protes Airin terpotong oleh Alvaro.
"Yaudah kalau lo gak mau, tapi gue bakal laporin lo ke Mama sama Papa lo😏." ancam Alvaro dengan senyum liciknya.
"Iya iya gue bantu😩" pasrah Airin.
Airin masuk kedalam rumah Alvaro dengan tangan yang penuh gara gara membawa empat kantong penuh pesanan Mama Alvaro, sementara orang yang menyuruh Airin hanya membawa dua kantong belanjaan saja. Hal itu membuat Airin kesal sekali, dan jangan lupakan wajah Airin sedih, kesal, emosian bercampur hingga wajah Airin tidak bisa digambarkan.
"Eh Alvaro, Airin udah sampai." sambut Mama Alvaro.
"Sini Airin Mama bantu." kata Mama Alvaro. Membuat wajah Airin seketika bahagia, namun bahagianya tidak sampai beberapa detik. Karena mendengar perkataan Alvaro ke Mamanya.
"Gak usah Ma. biar kami aja yang bawain belanjaannya." tolak Alvaro.
Mata Airin langsung menatap tajam kearah Alvaro, seolah olah dengan tatapan tajamnya bisa menbakar Alvaro.
"Apa lo? lo kira tatapan tajam lo bisa bakar gue 😏" remeh Alvaro. Tatapan yang awalnya menatap tajam kearah Alvaro sekarang dialihkan oleh Airin.
Setelah meletakan kantong belanjaan. Airin langsung tiduran disofa ruang keluarga Alvaro, tubuhnya sudah pegal semua karena sudah lama ia tidak mengangkat barang yang berat berat semenjak jiwanya berpindah tubuh. Mungkin mulai sekarang Airin akan berolah raga setiap hari untuk melatih otot tubuh barunya.
"Minggir." usir Alvaro. Yang ingin duduk disofa yang Airin tiduri.
"Gak! di sana juga ada sofa ngapain lo mau duduk di sini sih!?!😡😡" ucap Airin, wajahnya sudah memerah karena marah.
Sumpah Airin sudah emosian dengan sikap Alvaro yang seperti ini, perasaan Airin sikap Alvaro tidak ada yang seperti ini jika dengan Airin, seharusnya ini terjadi jika Alvaro bersama tokoh utama perempuan!?! Apa jangan jangan..... nanti aja kita tanya Mamanya atau dia saja nanti.
"Minggir! gue mau tiduran atau gue laporin lo." ancama Alvaro. Dengan sangat terpaksa Airin bangun dan pindah tidur dikarpet depan TV.
Belum lama ia tiduran ia sudah dipanggil oleh Mama Alvaro.
"Airin nak, bangun kita makan dulu. Ada es buah loh, kalau gak mau Mama kasih Alvaro." kata Mama Alvaro. Tangannya mengelus ngelus rambut hitam Airin.
Mendengar ada es buah. tubuh Airin langsung terbangun dari tidurnya, sekarang yang ada dipikiran Airin cuman es buah dan Airin juga bertekat untuk membalas dendam ke Alvaro dengan mengambil bagian es buah miliknya.
Ia berdiri dan langsung berlari menuju meja makan. Matanya melihat tiga mangku es buah yang berada ditengah tengah makan.
"Kok ada tiga es buahnya?" tanya Airin.
"Papa bukannya lagi keluar kota dan Mama kan lagi batuk?" lanjutnya.
"Satu lagi buat adik sepupu Alvaro." jawab Mama Alvaro.
"Oohhh😮😮."
"Malam. Wah pas banget kamu udah pulang. Yok sini duduk kita makan sama sama, tante juga udah buat es buah yang Aldi suka loh😊" sambut Mama Alvaro. Mama Alvaro berjalan mendekati Aldi dan menarik tangan Aldi menuju meja makan.
"Nah kamu duduk sini, dekat Airin." ujar Mama Alvaro dengan lembut.
Airin mengalihkan pandangannya kedepan tepatnya kearah Alvaro. Alvaro menatap Mamanya dengan pandangan cemburu.
Jika diingat ingat didalam novel 'I love you' Mama dan Papa Alvaro sangatlah perhatian dengan Aldi serta sepupunya yang lain. Sedangkan orang tua dari sepupunya malahan lebih perhatian dengan Alvaro, hal ini membuat Airin bingung. Kenapa kejadian seperti ini ada?
Lalu Airin sedikit kasihan dengan Alvaro, yang cemburu melihat kedekatan Mamanya dengan Aldi. Dulu saat Airin belum meninggal, Mamanya sering pilih kasih jika sepupunya tinggal di rumahnya. Pernah Airin bertanya berulang kali kepada Mamanya kenapa seperti itu, mamanya selalu menjawab 'kamu kenapa sih kan mama udah lama gak sama sepupu kamu'. Jadi Airin tau perasaan yang Alvaro saat ini.
"Huhhh.. " Airin menghela napasnya.
"Arrggh, gak jadi deh ngambil jatah es buah Alvaro. Gue udah keburu kasihan sama dia 😣😣" batin Airin.
"Ayo ayo makan keburu dingin nanti makanannya." ujar Mama Alvaro.
Sekarang hanya terdengar suara dentingan yang terdengar dimeja makan. Setelah mereka selesai makan, Mama Alvaro mengajak mereka duduk duduk dulu ruang keluarga.
"Dia siapa tan?" tanya Aldi. tangannya menunjuk kearah Airin.
"Ooh, dia calon menantu tante alias tunangan Alvaro. Namanya Airin dan Airin ini sepupunya Alvaro namanya Aldi." ujar Mama Alvaro yang memperkenalkan Airin ke Aldi.
"Hai Aldi😁" sapa Airin dengan menjulurkan tangannya untuk salaman dengan Aldi.
"Hai juga Airin 😊" sapa balik Aldi. tangannya menyambut uluran tangan Airin.
Tanpa sadar meraka melakukan kontak mata. Alvaro yang melihat kejadian itu dengan sengaja batuk keras untuk mengode mereka agar melepas tangan meraka yang masih terjalin.
"Ekhem uhhuk uhuukk 😠😠." batuk Alvaro, dengan wajah marah.
"E eh." Dengan cepat mereka berdua melepaskan tangan mereka yang terjalin.
"Ngomong ngomong tadi Mama mau ngasih Airin sesuatu? Airin udah mau pulang nih, udah malam." ucap Airin. Seakan tersadar Mama Alvaro langsung pergi kekamar, untuk mengambil barang yang ingin dikasih ke Airin.
Saat Mama Alvaro pergi mengambil sesuatu. Kondisi di ruang keluarga menjadi hening dan canggung, tidak ada salah satu dari mereka yang berbicara satu atau dua kata untuk menghilangkan keheningan dan kecanggungan di ruangan ini.
Setelah beberapa menit akhirnya Mama Alvaro datang dengan tangan yang membawa paper bag. Senyuman menghiasi wajahnya saat sudah didekat Airin.
"Ini Mama kasih dress buat kamu kan bentar lagi udah mau ulang tahun sekolah kamu. Dipakai ya, ini Mama loh yang buatnya khusus buat kamu seorang." ujar Mama Alvaro. Memberikan Airin paper bag yang berisi dress.
"Makasih Ma😃" Tangan Airin menerima paper bag yang berisi dress, dengan senyum ria menghiasi wajahnya.
"Emm kalau gitu Airin pulang dulu ya Ma, supir aku udah jemput." ucap Airin. Meminta ijin pulang ke Mama Alvaro.
"Ooh kalau gitu hati hati dijalan." ujar Mama Alvaro. Senyumannya tidak pernah luntur diwajahnya.
Airin pun pulang kerumah untuk tidur karena besok ia akan sekolah.
...****************...
Keesokan harinya, sinar matahari mulai menembus gorden kamar Airin. Matahari memancarkan cahayanya yang sangat terang, cahayanya mengenai Airin yang masih tertidur pulas. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk Airin yaitu malas bangun tidur, apalagi waktu liburan ia bisa tidur sampai siang jika tidak ada yang menggangunya.
POV Airin
Kriiiiingggg Kriiiiingggg Kriiiiingggg
"Arrggh!! berisik banget sih!!" Tangan gue mencari cari alarm yang berbunyi dengan sangat nyaring.
"Berisik banget sih!!" gerutuk gue. Namun belum lama gue menggerutuk langsung terdiam saat melihat jam alarm yang berada ditangan gue.
"Whattt!!! udah jam setengah tujuh lewat Σ(⊙▽⊙")." teriak gue.
Dengan cepat gue mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi. karena jam udah setengah tujuh lewat gue gak sempat mandi gue cuman gosok gigi, pipis sama cuci muka aja.
Setelah menganti pakaian, gue juga menyemprotkan parfum agar bau tubuh gue gak asem. Lalu gue turun kebawah untuk sarapan.
"Pagi Mama, Papa dan... Alvaro." sapa gue.
Gue duduk disebelah Mama dan didepan Alvaro yang sedang minum jus jambu biji.
"Pagi." jawab mereka.
"Ma Airin makan didalam mobil Alvaro aja ya. Udah telat nih." ujar gue. Mengambil 2 roti panggang selai coklat dan tempat minum yang disiapkan oleh Mama.
"Iya hati hati." ujar Mama.
"Alvaro ayo cepat!! nanti telat loh!!"
Gue udah kesal karena Alvaro lama banget masuk kedalam mobil.
"Iya iya." katanya dengan santai.
Kami pun akhirnya berangkat menuju sekolah. Untung banget bell sekolah belum bunyi, jika tidak...gue pasti bakal dijemur.
"Turun udah sampai." ujar Alvaro dingin+datar.
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!!
Gimana kabar kalian? Mudah mudahan baik semua.
Kalian jangan lupa sama protokol kesehatannya!! dan jangan lupa vote dan komen di bawah ya!!!
See you 😊😊👋👋