
Selamat membaca!!!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alvaro terdiam seketika setelah mendengar ajakan Airin untuk main game online bersama, karena Alvaro tidak melakukan apa pun sekarang ia memutuskan untuk menerima ajakan Airin.
"Main apa?" tanya Alvaro.
"Eeemmm, main ff aja deh." usul Airin.
"Oke."
Mereka berdua pun menginstal permainan ff di play store. Setelah menginstal, Alvaro menelpon temannya untuk minta ditop up kan akun Alvaro sama Airin. Mereka top up sebanyak 12 juta, 6 juta untuk Airin, 6 juta lagi untuk Alvaro.
Setelah itu mereka pun mulai main hingga pangkat mereka diamond. Ruang yang awalnya sepi sekarang menjadi ramai karena ocehan mereka seperti dibawah ini.
"Kiri, kiri."
"Woi!! tembak dong musuhnya jangan diam diam bae."
"Ada musuh woi ada musuh."
"Aaakhh!! kalahkan kita."
"Tembak tembak."
"Woi!! kalau gak bisa nembak main barbie aja ***."
"Maju woi, maju gak ada musuh nih."
"Siapa yang punya AWM nih gue ada pelurunya."
"Bodoh, bodoh."
"Tolol lo. "
"Woi tembak lah goblok."
"Jadi beban tim aja lo Bodoh."
Nah seperti itulah perkataan dan teriakkan mereka berdua, sampai akhirnya orang tua Airin dan Alvaro pun datang mereka melihat mereka bermain bersama membuat mereka senang.
Namun kesenangan mereka hanya sebentar, nyatanya Airin dan Alvaro sama sekali tidak menyadari bahwa adanya kedua orang tua mereka.
"Eekmm."
Suara dari Papa Airin sama sekali tidak membuat Airin dan Alvaro sadar akan adanya mereka. Parahnya mereka malah menyahuti teman mainnya.
"Maju goblok."
"Lo buta di sana ada musuh bodoh."
Karena kesal kedua orang tua mereka mengambil paksa hp mereka berdua.
"Woi!! lo-. " perkataan Airin dan Alvaro pun terpotong, saat melihat wajah orang yang mengambil hp mereka.
"E eh papa sama mama." ucap mereka berdua bersama.
"Kalian gak liat ada kami dari tadi!! kalau gitu hp kalian akan kami sita semantara." ujar Mama Airin dan Alvaro.
"Tapi ma-." ucapan Airin dan Alvaro terpotong.
"Gak ada tapi tapian." ujar papa Airin.
"Oh ya, Airin gimana kabar kamu?" tanya mama Alvaro.
"Baik tan." jawab Airin.
Mendengar kata 'tan' membuat mama Alvaro mengerutkan alisnya, dan berkata dengan kesal.
"Kok kamu panggil tante sih! seharusnya kamu panggil mama juga dong."
"Iya ma." ulang Airin.
"Good."
Entah mengapa Alvaro yang melihat kedekatan Airin dan mamanya Alvaro merasa senang, tanpa mereka sadari Alvaro terseyum sendiri dan dengan cepat ia merubah raut wajah nya.
"Ooh ya, ma, pa Airin udah boleh pulang gak sama sekolah besok?" tanya Airin.
"Gak boleh, kamu masih belum sembuh." tolak mama, papa Airin dan Alvaro bersama.
"Yah kok gitu sih, kan aku udah sembuh lagian kan cuman kepala aku yang sedikit kebentur." bujuk Airin.
Dengan terpaksa Airin menggunakan aeyo (aku gak tau tulisannya benar atau gak.) untuk membujuk mereka. Ternyata hal tersebut membuahkan hasil mereka akan mengijinkan Airin untuk pulang dan sekolah.
"Tapi kalau untuk sekolah harus dengan syarat Alvaro yang akan jagain kamu dan antar jemput kamu selama di sekolah." ujar Papa Airin.
"Yaudah kalau kamu gak mau sekolah." kata Papa Airin. Membuat Airin cemberut.
"Iiihhh iya deh dari pada gak sekolah." pasrah Airin.
Mereka pun bersiap siap untuk pulang, Airin memakai hoddie dan celana jeans Alvaro yang ada di mobilnya . Karena Mama Airin lupa membawa pakaian untuk Airin. Sekarang Airin sudah menganti pakaian rumah sakit dengan hoddie kebesaran dan celana jeans kebesaran sampai harus dilipat. Semua yang ada di ruangan inap tidak bisa menahan lucu saat melihat Airin, apa lagi Airin memiringkan kepala sambil menatap mereka bingung.
"Kalian kenapa liatin aku terus, apa ada kotoran dirambut aku?" tanya Airin. Tangannya mengusap ngusap rambut untuk memeriksa rambutnya jika ada kotoran yang menempel.
"Eekmm, ayo kalau udah siap kita pulang." alih Papa Airin yang tidak tahan dengan kelucuan anaknya sendiri.
Semua yang ada diruangan inap pun pulang kerumah masing masing. Dan sekarang Airin sedang memikirkan sesuatu, ia bingung apa yang ia akan lakukan jika alur novel ini dimulai? Apakah ia pergi atau bersikap baik ke tokoh utama perempuan? Tapi intinya Airin harus memperbaiki sikapnya yang terkenal membully di sekolah dulu.
"Sayang?"
"Nak."
"Airin!"
"AIRIN!!!!"
"Hah!! iya ma ada apa!" Berkat teriak Mama, Airin pun terbangun dari lamunannya.
"Kamu ngelamun?" tanya Mama.
"Kenapa ma?" alih Airin.
"Ayo turun udah ada dirumah nih." ujar Mama dengan membukakan pintu untuk Airin.
Airin pun turun dari mobil, hal pertama yang ia lihat adalah rumah yang sangat besar dan halaman yang luas. Memang keluarga besar Airin kaya jadi rumah mereka pun juga sangat besar dan lebar. Papa, Mama Airin juga Airin mulai menginjak ruang keluar rumah ini.
Mata Airin menelusuri setiap sudut rumah, dan mulutnya terus berguman kagum saat melihat setiap inci rumah dari tubuh yang ia tempati ini sangat mewah.
"Gila woi!! rumahnya mewah banget!, nih lantai pasti terbuat dari marmer mahal!!!! Wow TV nya ukuran 81in nih!! bisa nonton upin ipin, dora dan boboiboy dengan jelas!!" batin Airin jiwa miskinnya meronta ronta saat melihat rumah Airin si antagonis novel romance.
Airin langsung tiduran disofa ruang keluarga yang super lembut. Rasanya Airin ingin berguling guling dilantai marmer yang mahal sangking senangnya. Dulu rumah Airin bertingkat dua, bangunan rumah Airin sederhana namun nyaman untuk ditinggali Airin sekeluarga.
"Nak, Mama sama Papa mau kerja dulu ya. Kamu istirahat dirumah dan jangan lupa makan dan minum vitamin!" ujar Mama dengan tegas agar Airin istirahat dan tidak lupa minum obat setelah makan.
"Siap ma!" jawab Airin dengan tangan hormat seperti tentara, membuat Mama dan Papa Airin terseyum melihat tingkah baru anaknya.
Lalu setelah Mama Papa Airin pergi, Airin langsung berjalan jalan keliling rumah sambil mencari dapur. Sekian lama Airin berkeliling rumah Airin masih belum melihat dapur, untungnya ada seorang maid lewat tepat di depannya, dengan cepat Airin menghentikan maid tersebut.
"Emm letak dapurnya dimana? Aku lupa." tanya Airin.
"Ayo non saya antar." ajak maid tersebut. Dan Airin pun diantar ke dapur.
Wow, itu lah kata yang menggambarkan perasaan Airin saat melihat kulkas yang penuh dengan berbagai macam dessert, salat buah, puding, cake yang mempunyai banyak rasa, Ice cream, frozen food, soda dan jus buah . Ternyata kulkas yang Airin buka khusus untuk dessert dan makanan dan minuman dinggin, tangan Airin membuka lemari yang berada disebelah kulkas. Saat membukakan pintu lemari mata Airin berbinar binar, ia melihat banyak camilan yang mempunyai beraneka macam rasa.
"Yeah!! malam nanti bisa nonton Dora dengan makan camilan!!" batin Airin dengan gembiranya.
Skip udah malam.
"Airin kamu mau makan apa?" tanya mama.
Mereka sekarang sedang berkumpul untuk makan malam. Mata Airin menelusuri setiap makanan yang ada di meja makan, dan berhenti di ayam goreng, ikan asin goreng dan sambal terasi . Airin teringat dulu Mamanya sering memasakan ayam goreng, ikan asin goreng dan sambal terasi, karena mamanya sering masak makanan seperti itu, lama lama Airin menjadi suka dengan ayam goreng, ikan asin goreng dan sambal terasi buatan mamanya.
"Airin." panggil mama membuyarkan lamunan Airin.
"Iya ma."
"Kamu mau makan apa?" tanya mama.
"Airin mau makan ayam goreng dan ikan asin goreng sama sambal terasi." jawab Airin.
Mama pun mengambil ayam goreng dan ikan asin sama sambal terasi yang diminta oleh Airin dan meletakan piring yang berisi makan di depan Airin.
"Nih, habisin." ucap mama.
Meja makan menjadi hening hanya terdengar terdentingan sendok yang beradu dengan piring. Setelah makan Airin berjalan kearah kearah dapur, tangannya membuka kulkas. Ternyata Airin ingin mengambil dessert, jus jeruk dan camilan, sekarang tangannya sudah penuh dengan makanan.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, Airin langsung saja kekamar. Airin sudah ada di kamarnya, Airin meletakan semua makanannya di atas meja yang berada di depan TV kamarnya. Airin mengatur film kartun yang ia mau nonton, meski Airin pencinta novel romance tetapi ia tidak suka film romance dan action. Film romance dan action selalu membuat Airin memgantuk, setiap teman temannya mengajak Airin nonton bioskop mereka pasti selalu memilih film yang berkaitan dengan kartun atau komedi.
"Dari pada nonton sendiri mending sekalian live IG aja." guman Airin sambil mencari hpnya dan langsung membuka IG dan mulai livenya.
"Halo guys!!"
"Gue nih lagi nonton kartun, ditemanin dengan dessert, jus jeruk dan camilan."
"Selamat malam kak!"
"Malam juga!"
"Nonton apa kak?"
"Neng cantik banget."
"Kamu udah punya pacar belum?"
"Kak follow back aku dong."
"Nonton Dora."
"Iya lah."
"Belum."
"Oke."
Airin dari tadi sibuk membalas komen dari penggemarnya diIG, hingga Airin tersedak saat melihat Alvaro bergabung.
...****************...
Hai guys!
Giman kabar kalian?
Maaf ya jika ada kesalahan penulisan kata.
Dan jangan lupa vote dan komen di bawah!!
See you 😊😊👋👋