Antagonist

Antagonist
Part 1



Selamat membaca!


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini matahari mengeluarkan cahayanya yang sangat terang dan sangat panas, banyak orang yang akan berhenti di minimarket untuk membeli minum. Namun tidak dengan seorang gadis yang bernama Airin Salsabila yang biasa dipanggil Airin, jika dengan teman temannya ia sering dipanggil ' penciro ', yang artinya ' pencinta novel romance '.


Hari ini Airin sedang bersepeda kerumah temannya yang berada di komplek sinar mentari blok 2, yang lumayan dekat dengan rumahnya. Rumah Airin berada di komplek yang sama dengan rumah temannya tapi hanya beda blok nya saja, rumah temannya blok 2 sedangkan rumah Airin berada di blok 3.


Teman Airin bernama Dewi, ia berjanji ke Airin untuk meminjamkan novel romance kakaknya dan sekarang Airin sudah tiba dirumah Dewi. Airin segera memarkirkan sepedanya didepan pagar, dan segera masuk kepekarangan rumah Dewi. Airin dengan segera mengetuk pintu rumah Dewi.


Tok Tok Tok


" Dewi!! " Teriak Airin. Di depan pintu rumah Dewi.


Clek


Nyiit


Suara pintu terbuka. Dari dalam sana terlihat wanita paruh baya dengan senyum lembutnya. Wanita tersebut adalah Ibu nya Dewi.


" Ooh Airin, ayo masuk dulu. " Ajak Ibu Dewi.


" Iya tante. "


Airin pun masuk kedalam rumah Dewi, suasana pada saat Airin masuk kedalam rumah Dewi sangat sejuk dikarenakan adanya tanama hiasa yang Ibu Dewi rawat.


" Airin kamu langsung masuk aja kekamar Dewi, Dewi ada di kamarnya, dia mungkin lagi tidur. " Suruh Ibu Dewi.


" Oke tante. " Jawab Airin. Lalu berjalan kearah kamar Dewi yang berada di lantai dua.


Kamar Dewi berada di pojok kanan dekat tangga, Airin langsung saja masuk kedalam kamar Dewi, karena ia sudah biasa langsung masuk kekamar Dewi tanpa mengetuk.


Saat masuk Airin kedalam kamar Dewi, ia langsung disuguhi kenampakan kamar Dewi yang lumayan berantakan seperti, kaos kaki yang berserakan, tas yang tergeletak di lantai, dan seragam sekolah yang berhamburan di lantai. Ooh ya, jangan lupa Dewi yang telah tertidur dengan posisi kaki yang menempel di kepala kasur dan iler nya yang mengalir seperti aliran sungai. Sungguh pemandangan yang sangat mengelikan.


Airin mulai berjalan manghampiri Dewi yang sedang tertidur dengan langkah pelan, sepertinya Airin ingin mengejutkan Dewi.


" Kebakaran!! kebakaran tolong, tolong. " Teriak Airin. sambil mengoyangkan badan Dewi.


" Hah!! Kebakaran!? tolong tolong!! selamatin album BTS sama EXO gue!!!!! " Teriak panik Dewi yang langsung berdiri.


" Hahahahahaha. " Tawa Airin mengelegar di kamar Dewi.


Mendengar tawa Airin yang mengelegar, Dewi yang tampak panik langsung berubah datar seketika. Dengan marah Dewi menjitak kepala Airin dengan keras.


TAK


" Aaww. "


Airin meringis sambil memegang dahinya, dan menatap tajam Dewi. Dan Dewi yang melihat tatapan tajam tesebut langsung mengancam Airin.


" Apa!!?!, nanti gak gue pinjamin buku novel kakak gue. " Ancam Dewi.


" Ehh, emm Dewi gue minta maaf, pinjamin dong bukunya. Gue gak lagi deh ngerjain lo. " Bujuk Airin.


" Ayo lah dewi, pinjamin gue dong please!!!. "


Airin masih saja berusaha membujuk Dewi dengan jurus ampuh yaitu puppy eyes. Melihat wajah Airin yang imut dengan cepat Dewi mengambil hp nya dan langsung memfoto wajah Airin yang sedang puppy eyes.


CLEK


Mendengar suara jepretan kamera hp Dewi sontak Airin langsung mengubah raut mukanya menjadi datar dan menatap tajam Dewi, sementara yang orang yang ditatap sontak langsung berdiri dan berlari manjauhi Airin.


" DEWI!!!!!!!. " Teriak Airin. sambil mengejar Dewi yang sudah berlari keluar kamar.


" Dewi!!! berhenti lo, hapus foto yang lo ambil tadi, kalau gak gue patahin tangan lo!!!!. "


Sementara Dewi terus berlari tidak menghiraukan teriakan Airin. Namun otaknya terlintas sebuah ide agar membuat Airin yang mengejarnya berhenti, Dewi pun dengan segera mengubah arah larinya menuju kamarnya kembali. Dewi berniat untuk mengancam Airin dengan buku novel yang ingin ia pinjamkan. Setelah sampai di kamar dengan sigap mengambil novel kakaknya tersebut.


" Berhenti!!!, nanti gak gue pinjamin buku novel ini. " Ancam Dewi dengan menunjuk ke arah buku novel yang ia pegang.


Sontak saja Airin langsung menghentikan larinya. Ia berdiri di hadapan Dewi dengan wajah yang berseri seri.


" Pinjamin dong bukunya. "


Melihat wajah Airin yang melemas, Dewi pun mengijinkan Airin meminjam buku novel kakaknya.


Airin terseyum sangat lebar. wajahnya tampak berseri seri. "Yeah." soraknya. Airin dengan cepat mengambil novel yang berada ditangan Dewi hingga Dewi terlonjak kaget karena gerakan cepat Airin. Sementara Airin langsung tiduran dikasur Dewi, sambil membaca novel kakak Dewi.


Melihat itu Dewi mengerutkan dahinya. " Lo kayak tuan rumah aja di sini, seenaknya tiduran dikasur gue. "


" Iya lah, dalam kamus gue ' tamu adalah raja ', jadi lo ambil gue minum sama camilan sana. " Suruh Airin ke Dewi.


Dengan wajah kesal Dewi berkata.


" Heh! enak aja. " Namun Dewi menggikuti perintah Airin untuk mengambil camilan dan minuman.


Sementara Airin masih fokus membaca novel romance sambil tiduran. ia terlarut dalam cerita novel yang sedang ia baca, dan ia sesekali meringis dan mengumpat.


Novel romance yang ia baca berjudul ' I love you 3000 '. Novel tarsebut menceritakan tentang seorang gadis yang paling nakal dan berandal di sekolahnya yang bernama Anne, ia meninggal dan bertrasmigrasi kedunia yang tidak ia kenal. Nama tubuh yang ia tempati adalah Annisa, Annisa adalah tokoh protagonis yang selalu disiksa oleh si antagonis bernama Airin.


Setelah Anne menempati tubuh Annisa, ia bertingkah seenaknya ke Airin antagonis yang selalu menyiksa pemilik tubuh yang ia tempati. Karena kelakuannya ia tidak sengaja menarik perhatian protagonis laki laki yang juga tunangan si antagonis membuat hidupnya tidak tenang. Protagonis laki laki yang tersebut bernama Alvaro, Alvaro tertarik dengan Annisa karena kelakuannya.


Airin si antagonis yang melihat Alvaro yang menyukai Annisa ia pun marah dan berencana untuk membunuh Annisa, namun rencananya digagalkan oleh Alvaro yang tidak sengaja mendengar semua rencana busuk Airin yang ingin membunuh Annisa membuat Alvaro marah dan langsung membunuh Airin dengan memutilasi tubuhnya dan menjual organ organ tubuh Airin dan membuang potongan tubuh Airin dijembatan.


Sementara Annisa dan Alvaro melanjutkan hidup seperti novel novel romance lainnya Tamat.


POV Airin


Lah? beneran ini novel romance ? kok kayak gini sih, alurnya ngeri ada adegan pembunuhan yang mengerikan.


Gue dengan cepat melempar novel tarsebut ke meja kaca.


bruk


"Eh anjir. " ternyata suara novel yang dilempar membuat Dewi terlonjak kaget.


" Woi lo ngapain sih!?! bikin orang kaget aja. " Tanya Dewi. Yang melihat gue memakan camilan dan minum dengan wajah kesal.


Lalu gue dengan cepat menceritakan isi novel yang gue baca tadi.


" Nah gitu ceritanya, gue emosian karena novel romancenya ada pembunuhan yang keji, dan juga nama gue jadi karakter antagonis. gak banget sih. " Curhat gue. sementara Dewi hanya menganguk nganguk saja.


" Ooh gitu. " guman Dewi yang masih menganguk ngangukkan kepala nya.


gue pun melihat kearah jam yang bergantung di atas kasur kamar Dewi.


05:49


" eeh udah sore, gue mau pulang dulu ya. "


Dewi pun menjawab perkataan gue dengan anggukan kepala. Gue berjalan keluar perkaranga rumah Dewi dengan menggunakan sepeda.


Saat ingin belok gang yang lumayan sepi gue gak sengaja melihat seseorang berbaju hitam yang ingin menusuk perut seorang remaja laki laki memakai belati. Dengan sigap gue mendorong laki laki yang ingin menusuk remaja tersebut. Sontak hal tersebut membuat laki laki berbaju hitam tersebut marah.


Lalu entah dari mana tiba tiba ada laki laki memegang tangan gue, hingga gue tidak bisa bergerak. Lalu laki laki berbaju hitam yang memegang belati langsung menusuk perut gue beberapa kali, dan kemudian mereka pergi meninggalkan gue dan remaja yang gue selamatkan.


Gue melihat remaja laki laki itu berlari menuju kearah gue sambil menangis. Pandangan gue lama kelaman memburam dikarenakan telalu banyak darah yang keluar, lalu gue mulai kehilangan kesadaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...