
Selamat membaca!!
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kalian ngapain ada disini?" tanya ulang Alvaro.
"Gue sebenarnya mau kekantin. Tapi gak jadi karena gue merasa ada yang ngikutin gue dari tadi. Jadi gue langsung mengubah tujuan gue ke taman belakang."
"Karena orang yang ngikutin gue masih ada di belakang gue, jadi gue berinisiatif untuk melihat kebelakang. Saat gue mau lihat orangnya malahan mengejutkan gue, ternyata biang keroknya Arka, anak baru kelas gue." jelas Airin panjang lebar.
Alvaro mengalihkan pandangannya kearah Arka.
"Lo ngapain ngikutin Airin." tanya Alvaro.
"Gue cuman mau membantu Airin melaksankan darenya aja." ujar Arka santai.
Alvaro mengerutkan alisnya, wajahnya terlihat bingung saat mendengar perkataan Arka.
"Dare?" beonya
"Semua murid kelas kami memainkan permainan TOD. Dan kebetulan botol kecap yang kami gunakan untuk bermain, mengarah ke Airin." ujar Arka masih dengan wajah santainya.
"Emangnya darenya apa?" tanya Alvaro. Ia bingung kenapa Arka mau membantu Airin melaksankan darenya, sementara darenya tidak ia ketahui.
"Darenya Airin harus menjadi pacar gue selama sehari." jawab Airin.
Sontak mata Alvaro melotot kearah Airin dan Arka.
"APA!!" bentak Alvaro.
"Gak, gak boleh Airin kan harus jadi babu gue selama seminggu penuh. Jadi gak ada waktu buat kalian melakukan dare dare itu." kata Alvaro tegas.
"Tapi gue nanti kena hukuman karena gak melaksankan dare gue." kata Airin. Ia tidak mau melewatkan kesempatan berpacaran dengan Arka, walau pun hanya sehari.
"Gue gak mau tau, lo harus jadi babu gue sesuai persyaratan kemaren." kata Alvaro.
"Nih tempat minum lo. Ketinggalan tadi dimobil, istirahat ke 2 gue tunggu lo dikantin. Lo beliin gue nasi goreng 1, sama es teh 1, pokoknya lo harus ada 15 setelah bunyi bel istirahat ke 2." perintah Alvaro.
"Oke, oke tapi duitnya mana?" tanya Airin.
"Nih, ambil aja kembaliannya." Alvaro memberi Airin selembar uang berwarna merah.
"Nah gitu dong kasih uang lebih." ujar Airin. Tangannya dengan cepat merampas uang yang ada ditangan Alvaro.
"Yaudah gue mau pergi." Alvaro berjalan menjauhi Airin dan Arka.
********************
"Eh jadi kita gimana nih?" tanya Airin.
"Eemm karena ini cuma sehari yaudah kita mulai aja. Pertama kita pergi kekantin dulu, isi tenaga gue juga lagi laper." Ajak Arka dengan tangannya yang menyeret tubuh Airin Airin.
"E-eh lo gak usah nyeret gue juga kali." Perkataan Airin tidak didengar oleh Arka, malahan ia mempercepat jajannya dengan senyum.
************
Di sisi lain.
Sebenarnya Alvaro belum pergi meninggalkan tempat ia bertemu dengan Airin dan Arka tadi. Sendari tadi Alvaro bersembunyi balik dinding koridor yang bersimpangan dengan koridor Airin dan Arka.
Matanya menatap tajam kearah Arka yang menyeret Airin kekantin. Dan jangan lupa dengan yang matanya menyorot kebencian, dan cemburu kearah Arka.
Kembali lagi dengan Airin dan Arka.
Airin sedang menunggu Arka yang lagi membeli makanan dan minuman. Setelah beberapa menit Arka pun datang dengan membawa pesanan Airin.
"Nih pesanan lo." Arka memberikan Airin es teh dan mie ayam, ia langsung menaruhnya dihadapan Airin. Sementara Airin sedang sibuk dengan gamenya.
"Kan udah dibilangin jangan maju malah maju. Mati kan lo." kata Airin kelawan mainnya.
Arka yang sudah gemas dengan kelakuan Airin langsung menarik hp Airin. Hal itu membuat permainan yang Airin mainkan langsung keluar.
"Makan dulu. Mainnya nanti aja." ujar Arka saat melihat Airin yang bersiap siap untuk mengomel ngomel karena hpnya sambil.
"Iya iya gue makan." Kemudia mereka makan dengan diselangi canda dari Airin.
Setelah makan mereka memutuskan untuk kembali, mereka sepakat untuk pergi kemall nanti sore untuk melanjutkan kegiatan pacaran mereka.
Kriiing Kriiing Kriiing
Bel istirahat kedua sudah berbunyi. Saatnya Airin menjadi babu Alvaro, Airin berlari kekantin. Kepalanya sesekali melihat jam tangannya.
Dengan cepat Airin menerobos orang orang yang sedang memesan nasi goreng. Ketika ia telah berada di depan stan nasi goreng, ternyata penjualnya sedang sibuk melayani pesanan murid murid.
"Arrggh!! rame banget sih!! Gimana nih!?!" batin Airin.
Mata Airin tak sengaja melihat panci dan kompor yang ada disebelah penjual yang sibuk memasakan.
Terlintas sebuah ide dari benaknya.
"Gimana kalau gue masak aja. Biar gak kelaman." batinnya.
Ia melangkah kearah penjual yang sibuk memasak nasi goreng.
"Permisi pak!" teriak Airin, agar pak penjual nasi goreng mendengarnya.
"Iya ada apa neng?" jawab penjual itu.
"Pak saya boleh numpang masak nasi goreng di sini?" teriak Airin.
"Hah! iya boleh neng." kata penjual itu.
Setelah mendengar jawaban pak penjual Airin langsung saja memasak nasi goreng.
Skip selesai masak nasi goreng dan es teh.
"Pak uangnya ada dimeja." teriak Airin.
Ia melangkah kesalah satu meja, menunggu Alvaro datang. Tak lama kemudian Alvaro datang dan langsung duduk dikursi sebelah Airin.
"Nih nasi goreng sama es teh lo. Ini khusus loh! Karena ini adalah masakan gue!" kata Airin dengan semangat.
"Buatan lo?" tanya Alvaro.
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!
Gimana kabar kalian? mudah mudahan kabar kalian baik baik aja ya!
Jangan lupa protokol kesehatannya dikerjakan ya!! and jangan lupa like, vote dan komen di bawah👇👇
See you 😊😊👋👋