Antagonist

Antagonist
Part 17



...Selamat membaca!!...


.......


.......


.......


.......


.......


...****************...


POV Alvaro End


"Anjirrr!!! tokoh utama perempuan ada disini!! gue harus gimana nih?!?" batin Airin dengan panik.


"L-lo gak papa?" pertanyaan itu sepontan dikeluarkan oleh Airin karena panik.


"Gak papa kok gue, sekali lagi sorry ya karena gak sengaja nabrak lo." kata Annisa yang ditujukan untuk Alvaro.


Sedangkan Alvaro berdehem dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Airin. Alvaro masih bingung kenapa Airin sekarang terlihat seperti orang yang sedang panik entah mengapa.


"Gue pergi dulu ya, sorry udah ganggu kalian." kata Annisa, ia pun pergi menjauh dari mereka.


Melihat Annisa pergi membuat Airin bingung seketika.


"Loh kenapa tokoh utama perempuannya pergi?! terus si Alvaro juga kenapa gak ngerespon apa apa. Gimana nih bingung gue jadinya." batin Airin.


"Apa jangan jangan alurnya sudah berubah!?! duhh gimana nih nanti gue masih mati terbunuh kah!?" sambung batin Airin.


"Airin."


"Rin!"


"Airin!" panggil Chika dan Shena, membuat Airin tersadar dari lumunannya.


"Kenapa manggil gue lo pada?" tanya Airin, dia tidak sadar bahwa Alvaro masih ada disana.


"Eemm gue sama Chika mau pergi dulu nemuin pacar, kita tinggal ya. Udah itu bentar lagi acaranya mau mulai, bye." Jawab Shena lalu menarik tangan Chika untuk pergi.


Sekarang tinggal Airin dan Alvaro lagi, tapi Airin masih belum menyadari keberadaan Alvaro yang duduk disebelahnya. Sampai akhirnya Alvaro memulai pembicaraan.


"Laper lu?" tanya Alvaro saat melihat Airin yang mulai menghabiskan makanannya satu persatu.


"Anjir!" umpat Airin yang kaget saat melihat Alvaro.


"Lo kok ada disini sih!?!" lanjut Airin.


"Kenapa kalau gue ada disini? lagi pula gue udah dari dari disini." ujar Alvaro santai, tangannya mengambil minumannya Airin.


"Heh! itu minuman gue kenapa lo ambil sih!" geram Airin.


"Pelit banget minta dikit doang kok, nih ambil." Alvaro menaruh kembali gelas ke meja.


Karena sebentar lagi acaranya dimulai Alvaro mengajak Airin untuk aula, berkumpul bersama yang lain. Ya karena memang sifat dasar Airin mageran Airin memilih untuk tetap disini sambil menikmati makan dan minum yang ada. Jadi dengan terpaksa Alvaro harus memaksa Airin terlebih dahulu agar ikut dengannya.


"Airin ayo pergi ke aula sebentar lagi acaranya dimulai." ajak Alvaro.


"Gak, pergi aja lo sendiri gue maunya disini aja mager gue kesana." tolak Airin dengan kasar, karena Alvaro tidak menyerah dia kembali membujuk Airin.


"Iihh! lo kan pasangan gue." rengek Alvaro, seketika Airin yang melihat itu melotot ke arah Alvaro.


"Anjir! ni anak kesambet setan sekolah apa?!" batin Airin.


Bukannya merasa lucu Airin malah bergidik ngeri melihat tingkah Alvaro.


"Apaan sih lo jijik tau gak!" sentak Airin.


Mendengar itu Alvaro langsung mendatarkan wajahnya, melihat perubahan wajah Alvaro yang begitu cepat membuat Airin tambah ngeri.


"Lo! lo pasti kesambet setan sekolah kan!" ujar Airin lalu ia sedikit menjauhi Alvaro.


Karena Alvaro sudah kelewatan kesal ia pun menarik Airin pergi menuju aula dengan sedikit kasar. Airin yang diperlakukan seperti itu memberontak, tapi tetap tidak bisa karena kekuatannya sangat kecil berbanding terbalik dengan Alvaro yang mempunyai banyak kekuatan yang besar.


Setelah sudah tiba di aula baru lah Alvaro melepaskan tangan Airin.


"Anying beneran dibawa ke aula nih gue, lain kali lo kalau narik liat liat dong sakit tau." kata Airin dengan kesal ke Alvaro.


Dan Alvaro hanya diam tanpa menjawab atau minta maaf pada Airin.


"Udah lah gue mau pergi aja." ujar Airin.


Saat mau pergi meninggalkan Alvaro tiba tiba saja pinggan Airin ditarik oleh Alvaro agar mendekat dengannya.


"Jangan memberontak honey." bisik Alvaro tepat ditelinga Airin, membuat Airin seketika berhenti memberontak.


"Gadis pintar." bisik Alvaro.


Lalu ia membawa Airin ke tempat temen temannya berada. Terdengar suara siulan dari salah satu teman Alvaro yaitu Vino.


"Eh pak boss sama buk bos dari mana aja kalian?" tanya Vino.


"Makan." jawab singkat Alvaro, tangannya tidak lepas dari pinggan Airin.


"Owhh."


Sementara Airin melihat teman teman Alvaro dengan mata berbinar binar, Airin tidak percaya bahwa temen temen Alvaro bisa seganteng gini ya walau gak seganteng Alvaro. Dengan pakaian yang mereka pakai membuat mereka tambah menawan.


"Gila sih mereka keren banget!!!" batin Airin berteriak.


Sedangkan Alvaro yang menyadari kekaguman Airin saat melihat teman temannya pun kesal. Tangannya semakin melilit pinggan Airin. Airin merasakan lilitan tangan Alvaro dipinggan nya pun menatap kearah Alvaro seolah olah bertanya apa?


"Jangan menatap mereka begitu." bisik Alvaro dengan penuh penekanan.


Saat ingin menjawab tiba tiba saja acaranya sudah dimulai.


Acara pertama diisi oleh pidato dari kepala sekolah dan sekarang acara kedua adalah dansa.


Karena tema tahun ini adalah fantasy jadi ada dansanya juga.


Sekarang Airin sedang diajak dansa dengan Alvaro, saat mereka berdansa banyak mata yang melihat ke arah mereka berdua.


"Coba aja gue pergi sama Arka aja." guman Airin.


Alvaro yang mendengar itu langsung mendekatkan dirinya dengan Airin ia pun berisik tepat ditelinga Airin.


"Jangan sesekali pergi ninggalin gue."


Tepat setelah Alvaro selesai berbisik pertukaran pasangan dimulai, tangan Airin ditarik oleh seseorang menjauhi Alvaro yang sekarang dengan pasangan barunya. Saat melihat keatas mata Airin langsung bertatapan dengan pasangan barunya yaitu.....


.


.


.


Arka.


"Arka." lirih Airin.


"Hai cantik!" sapa Arka tangannya mendekat kan dirinya dan Airin.


"Kok lo tadi gak keliatan sih dimana mana sih!" ujar Airin dengan kesal dan dihadiahi tawa kecil dari Arka.


"Ha ha ha ha ha." Airin yang mendengar tawa kecil Arka rasanya ingin meleleh, suaranya itu loh gue kaya deep voice gimana gitu loh!!


"Gue tadi telat datang gara gara ada urusan bentar." jelas Arka.


"Ohh gitu."


Disisi lain.


Alvaro sekarang sedang berdansa dengan tokoh utama yaitu Annisa.


"Eh lo orang yang tadi gue gak sengaja nabrakkan." kata Annisa.


"Gue minta maaf banget soalnya gue tadi buru buru." jelas Annisa.


"Btw nama lo siapa?" tanya Annisa untuk menghilangkan kecanggungan.


Tapi malah Pertanyaan tidak dijawab oleh Alvaro, sementara orang yang ditanya hanya menatap Airin yang berdansa dengan Arka dibelakang Annisa. Rasa kesal bercampur dengan amarah entah mengapa ia merasakan hal seperti ini apa ia...cemburu melihat kedekatan Airin dan Arka?


Dansa pun selesai Airin dan Arka berniat berburu makanan bersama, tapi tiba tiba saja Alvaro datang dan berdiri disamping kiri Airin sedangkan Arka disamping kanannya.


"Eh lo ngapain ngikutin kita berdua." tanya Airin ke Alvaro yang terus mengikuti mereka hingga mereka tiba di tempat makan.


...****************...


Hai guys!!


Sorry banget aku hilang kabar beberapa bulan lalu, gara gara akun aku tiba tiba ke reset dan untung sekarang udah bisa lagi.


jangan lupa jaga kesehatannya ya guys dan jangan lupa like, komen dan vote di bawah!


Happy New Year!!!!!


See you guys ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘‹