
Selamat membaca!!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV Airin
"Syarat yang ketiga...." gantung Alvaro.
deg
deg
deg
Perkataan gantung Alvaro membuat gue gugup. Gue berharap syarat yang terakhir ini tidak membuat gue ribet.
""Syarat ketiga gue pikirin dulu. Sementara dua syarat tadi harus dilaksanakan." ujar Alvaro.
Mendengar itu membuat gue bernapas lega. Untung Alvaro masih butuh waktu untuk memikirkan syarat terakhir, dua syarat yang harus dilaksanakan sudah membuat gue kesal apa lagi yang kedua yaitu menjadi babu Alvaro selama seminggu. Bisa gila gue lama lama, eeemm tapi gue juga bisa gunain kesempatan ini buat Alvaro jatuh cinta sama gue. He he he he (*´∇`*)
"Woii!!" teriak Alvaro.
Menyadarkan lamunan gue. Gue melihat kearah Alvaro, ia sedang merapikan barang barang tasnya dan langsung mengambil kunci mobilnya.
"Eehh lo mau kemana? emangnya bel udah bunyi?" tanya gue.
"Pulang, bel udah dari tadi." jawab singkat Alvaro. Lalu ia pergi turun kebawah untuk pulang.
1%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
35%
40%
45%
50%
55%
60%
65%
70%
75%
80%
85%
90%
95%
100%
"E eh."
"Alvaro!!! tungguin gue." teriak gue.
Gue menuruni tangga dengan berlari. Gue berlari kearah kelas untuk mengambil tas, untung saja kelas gue belum dikunci.
Dengan cepat gue mengambil tas dan berlari menuju parkiran. Untungnya Alvaro baru saja ingin masuk kedalam mobil. Gue langsung berlari menghampiri Alvaro.
"Woi!! tungguin gue!" kata Airin. Saat sudah didekat Alvaro.
"Dah lah, masuk cepat. gue mau tidur." perintah Alvaro.
Gue langsung masuk kedalam mobil. Setelah gue masuk Alvaro pun menjalankan mobilnya.
...****************...
"Mama Airin pulang!!" teriak gue. Memanggil Mama.
"Mama where are you?"
"Mama!!"
"Mama ada di taman belakang!!" akhirnya Mama menyahuti gue. Gue pun merjalan kearah taman belakang.
"Mama lagi ngapain?" tanya gue. Gue melihat Mama sedang duduk duduk di kursi taman sambil meminum teh.
"Mama lagi minum teh, sini duduk dulu temanin Mama sambil minum teh." ujar Mama.
Gue duduk disebelah Mama dan mengambil cangkir teh yang sudah disiapkan oleh Mama untuk gue.
Harum itulah bau dari teh yang diseduh oleh Mama. Membuat gue merasa tenang seketika.
"Gimana sekolah kamu?" tanya Mama.
"Sekolah Airin biasa biasa aja Ma. Kayak sekolah dulu." jawab gue.
"Coba aja sekolah Airin ada kasurnya. Bisa tidur deh saat jam istirahat he he he he." canda gue
Mama tersenyum tanpa beban.
"Hmm kamu bisa aja." kata Mama.
Karena bau badan gue yang udah meresahkan. Gue memutuskan ijin dulu ke Mama untuk mandi terlebih dahulu.
POV Author
Clek
Bunyi pintu terbuka. Dan muncul Airin yang baru selesai mandi.
"Ahh segar banget."
Airin rebahan di atas kasur yang super lembut. Matanya menatap keatas kamarnya, di atas langit langit kamarnya ada kertas origami yang dibentuk menyerupai burung bangau dan digantung di atas langit langit kamar.
ting
ting
ting
"Eh, siapa nih ngechat gue?" guman Airin. Tangannya terulur untuk mengambil hp yang terletak di atas meja yang berada disebelah tempat tidurnya.
Alvaro
1
Grub gak suka gelay:v
2
"DEMI KERANG AJAIB!!!! sejak kapan Alvaro ngechat gue anjir?!??!!" batin Airin berteriak.
"Buka aja dulu deh."
...Alvaro...
...online...
Alvaro
Woi!!
16:03
^^^?^^^
^^^16:04^^^
Alvaro
Mama gue nyuruh lo kesini,
ada yang mau dikasih.
16:04
^^^Oke, nanti kesana.^^^
^^^16:04^^^
^^^√√^^^
Setelah membalas chat dari Alvaro. Airin mulai membuka grub chat yang dibuat oleh temannya.
...Grub gak suka gelay:v...
...Anda telah ditambahkan...
Chikanjir 🐣
Jelek banget nama grubnya.
16:03
^^^Me^^^
^^^16:04^^^
Shena🐷
Kalian jahat. Aku jijik jijik sama kalian.
16:04
^^^Me^^^
^^^😑^^^
^^^16:05^^^
Chikanjir 🐣
2 in 😑
16:05
Shena🐷
Kalian jahat 😡
16:05
...Anda telah mengubah nama grub ini dari 'Grup gak suka gelay:v' menjadi 'Babu tersayang 😘'...
Shena🐷
Nah ini bahkan lebih parah dari gue.
(● ̄(工) ̄●)
16:05
Chikanjir 🐣
Kalau tentang ini gue setuju dengan lo @Shena🐷, benar benar parah.
16:06
...Chikanjir 🐣 telah merubah nama grub ini dari 'Babu tersayang 😘' menjadi 'Cewek cewek cantik check ✅'...
Shena🐷
Kayaknya gue nyesel deh, jadiin kalian admin. Ganti ganti nama grub terus, tapi yang terakhir ini tidak buruk. Good job @Chikanjir 🐣.
16:06
Chikanjir 🐣
Iyalah, Chika gitu loh ヽ(´∀`)ノ.
16:06
Shena🐷
Nyesel gue muji lo 😑.
16:06
^^^Me^^^
^^^Kalian 😡^^^
^^^Sungguh terlalu!!^^^
^^^Udah deh, guys gue mau off dulu.^^^
^^^Bye bye.^^^
^^^16:06^^^
^^^√√^^^
Airin mematikan hpnya dan langsung bersiap siap untuk pergi kerumah Alvaro. Airin tidak ingin repot repot menganti baju tidurnya, cukup dengan merangkapi baju tidurnya dengan cardigan saja sudah cukup. Ia sama sekali tidak peduli lagi dengan penampilannya, ia kan cuman mengambil apa yang dikasih sama Mama Alvaro.
Airin pergi dengan diantar oleh Pak Asep, supir peribadi Airin.
"Pak Asep, pulang aja dulu siapa tau Airin masih lama." ujar Airin.
Kemudian Airin masuk kedalam rumah Alvaro tanpa mengetuk pintu. Karena pemilik tubuh ini sudah biasa masuk tanpa mengetuk pintu dulu.
"Mama!! where are you!!" teriak Airin.
Tiba tiba ada suara yang mengejutkan Airin dari sampingnya.
"Eh, non Airin." ternyata orang yang mengejutkan Airin adalah pembantu rumah Alvaro.
"Non Airin nyari nyonya?" tanya pembantu tersebut, dan dianggukan oleh Airin.
"Nyonya lagi di dapur. Mau saya antar gak non?" tawar pembantu rumah Alvaro.
Karena dinovel tidak menjelaskan secara rinci tentang rumah Alvaro. Airin memutuskan untuk menerima tawaran pembantu tersebut.
Rumah Alvaro sangatlah mewah. Dengan nuansa eropa yang sangat kental membuat rumah Alvaro, seperti kerajaan yang ada difilm yang pernah Airin tonton. Airin sangat bingung dengan rumah Alvaro yang bernuansa eropa sedangkan mereka adalah orang keturunan Korea. Mungkin saja mereka penyuka eropa.
"Airin kamu udah datang. Yuk duduk dulu sini Mama tadi buat puding kamu mau." tawar Mama Alvaro.
Karena urat malu Airin masih ada. Maka dari itu Airin akan menerima tawaran dari Mama Alvaro.
Kemudian Mama Alvaro mengambilkan puding yang ia buat untuk Airin. Puding buatan Mama Alvaro sangatlah enak, apa lagi rasa coklat, so yummy 😋
"Oh ya, Mama ngapain nyuruh Airin kesini?" tanya Airin. Ia bingung, kata Alvaro ada yang ingin dikasih sama Mamanya, tapi kok malah disuguhi puding sih?
"Mama mau ngasih sesuatu sama Airin. Tapi Mama ngasihnya nanti. Sekalian makan malam aja kamu makan malam disini." ujar Mama Alvaro.
Mereka berdua terus memgobrol dari topik sinetron ke kdrama bahkan idol Korea yang ganteng ganteng. Tanpa sadar Airin melamun, melihat tingkah Mama Alvaro mengingatkan Airin dengan Mama aslinya. Dulu Airin dan Mamanya sering dianggap adik kakak karena keakuran mereka, mereka sering kali nobar sinetron, kdrama sampai menonton konser bareng bareng. Sangking kompaknya mereka berdua sampai sampai Papanya Airin dulu yang sering mengantar Airin dan Mamanya keminimaket malah dianggap Ayah yang mengantar anaknya belanja.
Sungguh kenangan yang sangat indah bagi Airin yang sekarang telah terdampar didalam sebuah novel romance.
"Airin!" panggilan dari Mama Alvaro, menyadarkan Airin dari lamunannya.
"Eh iya ma ada apa?" tanya Airin yang linglung.
"Dari pada kamu ngelamun mending kamu temanin Alvaro belanja pesanan Mama. Gak ada tapi tapian." perintah Mama Alvaro. Mama Alvaro tak sengaja melihat Alvaro yang baru saja turun dari tangga.
"Nah pas banget ada Alvaro. Alvaro!! sini kamu ajak Airin belanja pesanan Mama, gak ada penolakan. Kalau gak Mama tarik semua fasilitas yang kamu pakai!" ancam Mama Alvaro.
"Iya iya Ma." jawab Alvaro pasrah. Karena ia tidak bisa melawan Mamanya, jika melawannya Alvaro akan kena hukuman. Hukumannya tidak main main semua fasilitas yang Alvaro pakai akan ditarik semua, maka Alvaro akan pergi sekolah dengan menaiki bus.
"Airin pergi sana sama Alvaro ingat sama pesanan Mama. Jangan pacaran mulu." ujar Mama Alvaro.
Airin dan Alvaro pergi menaiki mobil untuk kesupermarket. Diperjalanan mereka hanya diisi oleh keheningan, salah satu dari mereka tidak ada yang ingin membuka topik pembicaraan untuk menghilangkan keheningan dan canggung yang melanda.
Saat tiba di supermarket Alvaro terlebih dahulu mengambil troli. Sementara Airin mengusun daftar belanjaan yang diberikan oleh Mama Alvaro.
"Pertama tama kita pergi kebagian sayur sayuran dan daging." ucap Airin.
Setelah membeli sayuran, mereka pergi melanjutkan berbelanja yang lainnya. Saat mereka belanja dibagian buah, mereka tidak sengaja mendengar gosipan ibu ibu yang sedang berbelanja.
"Eh jeng, coba liat mereka berdua pasti mereka pasutri yang baru selesai nikah."
"Iya jeng, mana cewek sama cowoknya masih muda."
"Kayaknya mereka nikah karena ceweknya hamil diluar nikah deh."
"Untung aja anak saya bukan cabe cabean yang suka nempel nempel sama cowok."
"Sama untung aja anak saya, saya jaga."
"Kayaknya sih orang tua si cewek gak ada yang peduli sama anaknya."
dll
Sebenarnya Airin sudah sangat marah kerena mendengar dia dan orang tuanya dihina kayak gitu. Saat ingin mendekati ibu ibu yang sedang mengosipkan dirinya, lengan Airin ditarik oleh Alvaro.
"Gak usah emosian namanya juga ibu ibu tukang gosip, gak perlu dihiraukan buang buang tenaga aja." ujar Alvaro.
"Tapikan-." perkataan Airin dipotong oleh Alvaro yang menarik tangan dan mendorong troli menjauhi ibu ibu yang menggosipkan mereka.
"Udah deh mending kita bayar." ujar Alvaro.
Saat mereka ingin bayar belanjaan, Alvaro terdiam tangannya mencari cari dompetnya, namun ia tidak menemukannya. Ternyata dompet Alvaro tertinggal di kamarnya.
"Eekhem, lo bawa uang gak?" tanya Alvaro ke Airin. Airin menoleh dan menjawab.
"Gue bawa cuman bawa kartu ATM, kenapa?"
"Pinjam dulu duit lo, gue lupa bawa dompet."
"Yah tapikan-." ucapan Airin langsung terpotong oleh Alvaro.
"Lo mau kita menanggung malu kerena gue lupa bawa dompet? lagi pula lo kan jadi babu gue, maka dari itu lo yang bayarin." ujar Alvaro.
"Kalau lo gak mau yaudah gue laporin lo." ancam Alvaro, dengan senyum liciknya.
"Oke oke gue bayarin." pasrah Airin.
"Totalnya 2,5 jt." kata kasir tesebut. Membuat mama Airin melotot. Bisa bisa habis duit gue kalau gitu, tapi untungnya gue masuk tubuh orang kaya ini.
*
*
*
*
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys!!
Gimana kabar kalian? Mudah mudahan sehat semua.
Kalian jangan lupa vote dan komen di bawah ya! dan protokol kesehatannya dikerjakan.
See you 😊😊👋👋