A Secret

A Secret
# Chapter 3 #



"Hah!? Maksudnya?!"


"Masa gak ngerti juga sih?! Namaku Jhean Elena, umurku 16 tahun, dan aku bersekolah di SMA Mawar 91.."


"..."*Erick pun tak bisa berkata-kata*


 


Erick pun bingung, meskipun dia berpikir bahwa Elena adalah Keyra, tapi tidak mungkin juga Keyra akan menyamarkan umurnya. Ia pun keluar dari rumah itu.


 


" Aku akan pulang dulu, aku perlu memproses semua kejadian ini dulu...", ucap Erick sambil berjalan menuju pintu keluar.


Elena pun berteriak kepada Erick,


"Proses? Dih, udah salah orang, ngegas pula... Kayak aku dong, selloww... Oh ya! Trus semua kado ini buat apaan nih di sini!? Bisanya ngacak-ngacak rumah orang aja..."


" Semua itu kamu ambil aja...", ucap Erick sambil berhenti sejenak.


" Apa?! Tapi.. ini mahal semua lho...! "


" Udah ambil aja..."


" Beneran nih, buat aku semua? Aku kan orang myskyin"


" Ya udah, karena kamu orang kinmis, ambil aja..", kata Erick lagi sambil berjalan menuju mobilnya.


" Eetts, parah.. Kamu ngatain saya?! Eh gak papa lah... Emang aku orang myskyn.............."*syedyih*


Tiba- tiba, Erick kembali masuk lagi.


"Heh" ucap Erick.


" Napa? Ada yang ketinggalan?"


" Kamu lahir dimana? Kapan? Siapa ortumu?"


" Mang napa?"


" Udah, jawab ajalah... Pengen tau aja.."


" Yaudah, tapi sebelumnya kasih tau dulu dong... kamu ini siapa. Main masuk ke rumah orang."


" Saya Ricky. Nah, sekarang, kamu yang jawab pertanyaan aku tadi.", Erick memberitahu nama panggilannya yang lain.


" Ok... Aku Jhean Elena, berumur 16 tahun, ortuku... aku gak tau siapa ortuku, aku dibesarkan di panti asuhan, dan katanya aku lahir di kota DR pada 16 Mei 2002.. Mang buat apaan sih?!"


" Itu tanggal lahir kamu yang beneran? Kan yang ngasih tau orang panti asuhan.."


" Ya.. gak tau juga... Tapi katanya dia tau tentang itu dari surat yang ditinggalkan di dalam kain pembungkusku... Sekaligus ada juga wasiat untukku..."


" Tanggal lahirnya sama... Tapi tahunnya beda... Dulu Keyra kan tinggal di panti asuhan yang namanya Semesta ya, kalo gak salah" , pikir Erick..


" Woi! Bengong bae...", Elen mengagetkan Erick.


" Satu lagi, nama panti asuhan kamu waktu itu apa?", tanya Erick lagi.


" Mmmm.... Kalo gak salah... panti asuhan... apa ya? Ehhh... Bentar", ucap Elen sambil berlari menuju kamarnya.


Ia pun kembali dan membawa sebuah foto.


" Nih! Foto aku dulu di panti asuhan itu.. Tuh ada tulisannya, tapi aku gak bisa baca, soalnya ada orang lain yang ngehalangin.", kata Elen sambil memberitahu.


Yang terbaca di foto itu hanyalah 'PANTI ASUHAN ?????????STA'


" Sta??? Pa'an tuh?? Itu C? Atau B??", tanya Erick.


" Aku juga gak tau ih..."


" Idihhh... Masa nama tempat kamu dibesarin aja lupa..."


" Bukan lupa... Aku emang gak pernah nanya..."


" Ehh.. Aku jarang keluar sih ya... Pergaulanku juga kurang.."


" Masa sih kamu gak tau sama sekali?"


" Enggak..."


" Wait... Kamu kan cewek, kok pake anting sebelah doang sih?!", ucap Erick setelah melihat anting Salib yang hanya ada di sebelah kanan.


*DEG*


" Katanya ini udah aku pake sejak bayi... Dan adanya cuma satu..."


" Iyakah?"


" Hemm..."


" ELEN!!!!", ada seorang pria gondrong yang tiba- tiba masuk dan memeluk Elen.


" Itu di depan mobil siapa Len? Trus ko rumah kamu banyak kado pink- pink gini? Kamu menang undian Len?", ucap pria itu lagi.


" Eeee... ini dari cowok itu.. Dan mobilnya punya dia."


" Lho!!! Ni orang dari mana kuy.. Ada setan ya?! Kok kamu mau aja di kasih ama ni cowok gak jelas? Jangan- jangan, dia pacar kamu ya?!?!? Kok kamu gak sama aku aja sih???"


" Stop kak... Dia bukan pacar aku kok.."


*ERICK PUN TIDAK DIHIRAUKAN SAMA SEKALI....*/*syedyih(2)*


" Heii! Bisa gak kalian gak pacaran di depan manusia tertampan ini!!", Erick tak tahan melihat mereka berdua karena sekarang dia jom.. eh, orang yang mirip dengan orang yang ia sayangi deket- deket sama cowok lain..


" Idyih... Jijyiek aq.. Gantengan juga akyu..." , ucap Stefan gondrong yang agak, eh, bukan agak lagi, uda beneran bencong...


Pantes aja toh, rambutnya panjang... Ganteng si... Tapi, sikapnya itu lho..


" Dih... ngaku- ngaku aja...", kata Erick dengan nada agak mengejek.


" Mang bener kok!!!!"


* ELEN PUN TIDAK DIHIRAUKAN SAMA SEKALI(2)*/*syedyih(3)*


" Btw klean mo minum gak? Aku bisa bikin jus kok..", *mencoba caper*


Tiba- tiba tangan Elen ditarik oleh Erick.


" Lepaskan tangan kotormu dari my beibeh!!"


" Baby kuy... Kalo gak bisa basa english deh..."


" Yaudah jauhkan tangan kotormu itu!"


" Aku kan udah cuci tangan.."


" Mang Elen makanan apa sampe harus cuci tangan dulu?!?"


" Tadi kan lo bilang tang gw kotor...


Tapi gw kan mang cuci tangan selalu..."


Elen kok diem aja? Enggak dong...


Badan nya doang yang mematung guys... Dia sedang sabar mengahadapi para cowo gaje ini. Yang satu ganteng tapi ngegas mulu... Yang satu lagi ganteng juga tapi bencong...


Erick pun tidak sadar ia telah melepaskan tangan Elen karena terlalu asyik berdebat dengan si gondrong.


Elen pun diam- diam pergi membiarkan mereka berdebat.


Ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


" Hallo?"


BERSAMBUNG...