
" Dad...ini kamar ku ?" tanya Lion dengan mata berbinar-binar, semua yang Lion inginkan ada didepan matanya. apalagi selain buku-buku bacaan.
" Apa kau menyukainya ?" tanya Adelio.
" Aku menyukainya dad... trimakasih ' jawab Lion spontan memeluk Adelio.
" Aku tidak menyangka kalau Adelio berhasil merebut hatinya Lion " gumam Sabina menatap ke arah Lion dan Adelio.
" Ini kamar kita !" ucap Adelio. membuka kamar tidurnya. lalu menarik tangan Sabina masuk ke kamar.
" Lepaskan tanganku !" ucap Sabina mengayunkan tangannya agar terlepas dari tangannya Adelio. tapi sia-sia, Adelio semakin mengeratkan pegangannya.
Adelio merapatkan tubuh Sabina ke dinding kamar. lalu mengunci tubuh Sabina, agar Sabina tidak bisa melakukan hal yang tidak pernah di duga olehnya.
" Dengar ! mulai sekarang kau harus belajar menjadi calon istri yang baik ! apa kau lupa dengan ucapan ku ? " ucap Adelio mendekat kan bibirnya di telinga Sabina " dan satu lagi,jangan pernah membantah atau tidak menuruti semua keinginan dan perkataan ku !' ujar Adelio langsung ******* bibir Sabina.
" Auw..." pekik Adelio "mengapa kau menggigit bibir ku ?" seru Adelio. memegang bibir bagian bawahnya.
Sabina mendorong tubuh Adelio agar menjauhi dari dirinya.
" Apa kau sadar ? dengan apa yang kau lakukan pada diri ku...dan kehidupan ku ? Tanpa persetujuan ku kau telah mengambil harga diri ku dan kehormatan ku, lalu kau...kau datang lagi di hadapan ku, dengan seenaknya mau mengatur kehidupan ku, kau buat perjanjian yang tidak masuk akal dengan ku, dan dengan bodohnya aku menandatangani, surat kontrak terkutuk itu, seandainya... seandainya Lion tidak membutuhkan uang yang banyak untuk perawatannya, aku ...ahhh sial... mungkin aku tidak akan berurusan dengan mu lagi " ucap Sabina dengan notasi suara yang agak tinggi. dengan mata berkaca-kaca.
Wanita ini sudah berkorban banyak buat putraku...dan aku malah menyakiti hatinya.
" Maaf... maafkan aku " ucap Adelio menghampiri Sabina lalu merengkuh tubuh Sabina. menyesali perbuatannya.
Sabina meluapkan semua emosi di dalam pelukan Adelio " mengapa kau jahat pada diri ku...apa aku pernah melukai perasaan mu ? sehingga kau... merusak kehidupan ku ? " Isak Sabina sambil memukul dada Adelio.
" Maaf... maafkan aku Sabina " ucap Adelio berulang-ulang. masih memeluk Sabina.
Sabina terus meronta agar tubuhnya terlepas dari dekapan Adelio tapi sia-sia, Adelio malah semakin erat mendekap tubuh Sabina.
" Lepaskan aku... lepaskan !" Isak Sabina meronta.
" Tidak...aku tidak akan melepaskan mu, BNN kau milik ku...hanya milikku !!"
Tubuh Sabina lemah terkulai dalam dekapan Adelio, tidak ada lagi suara atau pukulan di dada Adelio dari tangan Sabina.
Sabina segera di baringkan ke tempat tidur.
Salahkah aku terlalu memaksa diri mu untuk tetap berada di sisiku ? aku tidak mau kau menjauh dari diriku, apalagi sampai kau menghilang dari sisiku, Takkan ku biarkan kau lepas dari diriku, aku juga membutuhkan dirimu Sabina.
Jari tangan Adelio masih mengusap lembut rambut Sabina, tatap matanya tidak berpindah-pindah, hanya kearah wajah Sabina. wanita yang sudah mengusik perasaan Hatinya. apalagi Sabina telah mengurus dan membesarkan putra kandungnya dengan penuh kasih sayang.
Tok-tok-tok...
" Masuklah !" ucap Adelio membuka pintu kamarnya.
" Sudah berapa lama dia pingsan ?" tanya Peter mengeluarkan Stetoskop dari tasnya.
" Kau hitunglah sendiri ! aku menelepon diri mu ketika dia jatuh pingsan" ujar Adelio .
" Sekarang kau diam ! jangan banyak bicara ! aku akan memeriksa kondisi tubuhnya !"
Peter mulai memeriksa kondisi Sabina.
Wajah Peter berubah menjadi tegang setelah memeriksa tubuh Sabina.
" Ada apa? mengapa wajah mu menjadi tegang?" tanya Adelio.
" Adelio...dia... Sabina...dia..." Peter menatap Adelio.
" Cepat katakan pada ku, apa yang terjadi pada diri Sabina ? jangan membuat ku penasaran" ucapnya.
"Sabina sedang hamil !!" seru Peter
" Apa..." teriak Adelio.
" Kenapa kau berteriak seperti itu ? untung saja Sabina tidak bangun" Peter mendengus kasar.
" Kandungan sekitar 5 Minggu...Selamat Adelio, aku tidak menyangka...kau mampu membuat dirinya hamil, hanya semalam kau melakukan dengan dirinya... kira-kira sampai berapa kali kau melakukannya dengan waktu hanya semalam" ucap Peter menggoda Adelio
" PETER !!"