
"David kita mau kemana?" tanya Sabina melihat ruang perawatan khusus VVIP.
" Keruang perawatan putramu " jawab David menarik lembut tangan Sabina agar mengikuti arah langkahnya.
" Jika Lion kau taruh di kamar perawatan seperti ini, bagaimana aku bisa membayar biaya Rumah sakitnya ?":keluh Sabina.
David hanya menyunggingkan senyumnya.mendengar ucapan Sabina.
Dag...dig...dug. jantung Sabina melihat Adelio duduk di samping Lion yang sedang terbaring di ranjang kamar perawatan.
Mata Adelio masih menatap putranya, setelah mendengar berita dari Peter, Peter baru mendapat aplikasi riwayat penyakit Lion di rumah sakitnya, Lion terdaftar sebagai pasien kanker darah,
Sabina hanya berdiri mematung, memandangi tubuh Lion yang sedang tertidur di atas ranjang. hatinya merasa terenyuh melihat Adelio perhatian pada Lion.
"Tri-ma-kasi-h karna anda telah mendonorkan darah buat Lion " ucap Sabina tulus masih menundukkan kepalanya.
" Itu sudah kewajiban ku Sabina, bukankah sebentar lagi Lion akan menjadi putraku !" ucap Adelio.
" Men-ja-di putra anda? " tanya Sabina terbata-bata.
" Yah... menjadi putraku ! bukankah kau calon istriku ?" goda Adelio menghampiri Sabina.
Wajah Sabina langsung merah merona.mendengar ucapan Adelio.
" Temani putramu !" bisik Adelio.
Peter dan David hanya diam saja melihat Adelio mengaklaim Sabina sebagai calon istrinya.
" Aku masih heran dengan ucapan mu ?" bisik Peter pada David .
" ucapan ku? ucapan ku yang mana?" tanya David.
" Kau mengatakan kalau dirimu tidak lagi mencintai Sabina, boleh kutahu alasannya mengapa kau bisa tidak mencintainya lagi?" tanya Peter yang penasaran dengan ucapannya David.
David menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya yang terasa berat.
" Karena Sabina tidak mencintai diriku lagi " ucap David menyenggol bahu Peter, membuat Peter terdorong ke samping.
" Hai...mengapa kau mendorongku ? " teriak Peter.
" Karena kau terlalu cerewet seperti wanita saja !!" ucap David melangkah ke arah Sabina.
*****
Sudah tiga hari Lion dirawat di rumah Sakit, tiga hari pula Sabina tidak masuk kantor karna Adelio melarangnya.
Yang membuat Sabina merasa heran perlakuan Adelio kepada Lion. setiap malam Adelio slalu datang dan bermalam di Rumah Sakit. dan satu lagi masalah bagi sabina, Lion harus memanggil Adelio dengan sebutan Daddy, dan Lion menuruti ucapan Adelio.
Setiap Lion memanggil Adelio dengan penggilan Daddy, Sabina merasa mual mendengarnya, kadang Sabina harus menutup mulutnya agar tidak keluar rasa mualnya.
Adelio mulai menyuruh anak buahnya mencarikan pendonor tulang sumsum belakang, buat putranya dan Sabina tidak mengetahuinya, Adelio ingin putranya sembuh dan Sabina mau memaksa Sabina mau menikah dengannya.
Waktunya Lion pulang dari rumah sakit.
Sabina menegur Adelio mengapa mobil Adelio melewati apartemen Sabina.
" Tuan mengapa Melawati apartemen ku ?" tegur Sabina.
Namun Adelio diam saja, justru Lion yang menjawab pertanyaan Sabina.
"mom... Mulai hari ini kita akan tinggal di apartemennya Dady !" jawab Lion
Sabina menutup mulutnya menahan rasa mualnya.
" Apa kau lupa di perjanjian kontrak kita ? kau harus mengikuti semua ucapan ku " ucap Adelio. menatap matanya Sabina.
" Tapi kita tidak memiliki hubungan apa-apa mengapa aku harus tinggal bersama mu ?" sahut Sabina.
" Sebentar lagi kau akan menjadi istri ku Sabina, belajar lah menjadi ibu rumah tangga tiga hari lagi kita akan menikah !"
" Daddy...dan mommy akan menikah ?" seru Lion.
"Apa kau setuju Lion ?" tanya Adelio.
" Aku setuju " sahut Lion.
" Jangan bermimpi tuan Adelio " sahut Sabina mendengus kesal.
------
Guys jangan lupa like dan komentarnya yah😊😊