
" Putraku ? apa aku tidak salah dengar?" gumam David. menatap punggung Adelio.
" David...apa Lion...?" Sabina tidak bisa meneruskan ucapannya, pikirannya melayang memikirkan hal yang buruk akan terjadi pada Lion.
" Jangan berpikir yang tidak-tidak, tunggulah di sini aku akan melihat keadaan Lion !!" ucap David sambil memegang pundak Sabina.
*****
Adelio menengok kearah sebelah kiri, menatap wajah putranya yang masih tidak sadarkan diri, setengah kepalanya Lion sudah terbalut kain perban.
Mulai hari ini aku akan selalu menjagamu Lion.
"' Tenanglah ! masa kritisnya sudah lewat " ucap Peter.
" tapi mengapa dia belum sadarkan diri ?" tanya Adelio.
" Masih pengaruh obat bius " jawab Peter.
" Peter, bagaimana kondisi Lion ?" tanya David
menghampiri tubuh Lion .
" Dia baik-baik saja, masa kritisnya sudah lewat " jawab Peter yang berdiri di samping Adelio, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana.
" Adelio! Apa Lion putramu ?" tanya David memandangi wajah Lion dan Adelio secara bergantian.
" Bagaimana bisa kau tahu kalau Lion putranya Adelio ?" tanya Peter menatap ke arah David menyelidik.
" Wajah mereka berdua terlihat sama, sebelah kiri Adelio kecil dan sebelah kanan seorang playboy " goda David.
" playboy sejati !" timpal Peter memasang senyum lebarnya.
" Berhentilah menggodaku Peter !" ucap Adelio.
Adelio menceritakan semuanya kepada David. tentang bagaimana dia bisa mengetahui bahwa Lion adalah putranya.
kecuali tentang Sabina dan dirinya.
"'Apa kau ingin memisahkan Lion dari Sabina ?, Sabina sudah mengurus putramu, semenjak Lion baru lahir " ucap David
" Lion putra dari sahabatnya Sabina !" lirih David.
" Darimana kau tahu kalau ibunya Lion sudah meninggal?" tanya Peter.
" Sabina yang menceritakannya kepadaku" jawab David.
" Dan kau mempercayai ucapannya ?" sahut Peter.
" Aku mengenal Sabina sudah lama, bahkan kami pernah tunangan, orang tuaku memutuskan pertunangan kami, karna Sabina di fitnah oleh adik tirinya telah melahirkan seorang putra. bahkan aku sudah menerangkan kepada orang tuaku kalau itu bukan anak Sabina tapi putra dari sahabatnya.
" Maaf telah membuat mu mengingat masa lalu mu, Apa kau masih mencintainya?" tanya Peter menyelidik.
" Cinta kami telah berlalu, aku sudah tidak mencintainya " ucap David.
"Jadi kau tahu siapa ibu kandungnya Lion ?"
tanya Adelio.
" Aku tidak tahu Adelio, Sabina bilang ibunya Lion adalah sahabat kecilnya Sabina " jawab David.
" Sahabat kecil?" ucap Adelio sambil mengurut keningnya.
" Waktu kecil Sabina pernah tinggal di Indonesia " tutur David.
" ALEXA !" gumam Adelio.
Alexa ibu dari putraku...yah tuhan, aku sudah begitu jahat meninggalkan dirinya, tapi... bagaimana dengan foto-foto yang ada di apartemen ku . (Adelio).
"David maukah kau menolongku ?" tanya Adelio
" Pertolongan apa yang kau inginkan Adelio "
" Jangan beritahu Sabina, kalau aku ayah kandung Lion" pinta Adelio.
"Jangan khawatir, kita bersahabat sejak kecil, pasti aku akan selalu menjaga semua rahasia mu " ucap David.
" Adelio kamar perawatan buat Lion sudah di siapkan " ucap Peter.
"Baiklah aku akan mengabarkannya pada Sabina, dari tadi dia gelisah menunggu kabar tentang putranya" ucap David berlalu pergi.
*****
Sabina masih duduk termenung di depan ruang IGD. ketika melihat kedatangan David Sabina segera berlari ke arah David.
" Bagaimana dengan putraku David? apa Lion baik-baik saja " tanya Sabina.
David tersenyum mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi datang dari mulut Sabina.
" Putra mu baik-baik saja, dia anak yang kuat, Lion sudah di pindahkan di kamar perawatan" ucap David. memasang senyum lebarnya.
" H... syukurlah, kalau putraku baik-baik saja"
" Ayo...kita pergi menemui putramu !" ajak David.
*******
Jangan lupa like dan komentar nya