A Secret

A Secret
# Chapter 2 #



 


Setelah kejadian tersebut, Erick menjadi lebih bersemangat untuk pergi ke kampusnya. Erick masih kuliah?? Ya, Erick masih kuliah, umurnya saat ini adalah 20 tahun. Sedangkan Keyra, ia masih 19 tahun.


 


Erick berencana untuk pergi ke kampus pada esok hari. Ia berpikir bahwa Elena yang mirip Keyra itu pastinya ada di kampus yang sama.


Pada keesokan harinya, ia sudah bangun sejak jam 5 karena terlalu bersemangat. Padahal kelasnya mulai pada jam 9. Ia bersemangat hanya untuk kekasihnya.


Tetapi saat ia sampai di kampus, ia sama sekali tidak melihat Keyra. Ia mencari mengelilingi kampusnya, tapi ia tidak bisa menemukannya.


Akhirnya pun ia pasrah karena kelas sudah mau mulai. Setelah pulang dari kampus, ia melihat Keyra! Ia segera menyuruh sopirnya berhenti. Keyra sedang berjalan di pinggir jalan dan... bersama pria itu lagi.


 


Erick pun mengurungkan niatnya untuk menemui Keyra. Ia tidak menemui Keyra karena ada pria itu lagi. Ia kecewa dengan tingkah Keyra, apalagi melihat Keyra tertawa sambil menggandeng tangan pria tersebut.


" Sebenarnya cowok itu siapa sih!? Kok Keyra bisa akrab begitu sama dia? Yang kutahu, Keyra itu pendiam dan tidak punya banyak teman.. Atau jangan- jangan... cowok itu pacar barunya dia?! Uhhh!! Pengen kusleding tuh orang!", pikir Erick.


Ehhh... aku lupa kasih tau... kalo sebenernya Erick itu agak... psikopat gitulah... Jadi maklumi saja sama kata katanya... Tapi dia sebenernya juga cukup pintar.


 


Erick langsung menjatuhkan dirinya ke kasurnya sambil melempar tasnya ketika sudah sampai kerumahnya.


 


Ia sangat kecewa dengan Keyra. Sebenarnya, tadi ia ingin mengobrol dengan Keyra sambil memarahinya, tapi ia membatalkan niatnya karena pria yang selalu ada di samping Keyra.


Keesokan harinya lagi, ia berencana untuk mendatang rumah Keyra ( Elena) untuk memberinya kejutan. Maksudnya setelah ia pulang dari kampus... Ia sudah menyiapkan banyak hadiah untuk kekasihnya itu.


Setelah pulang dari kampus, dia cepat-cepat pergi ke alamat yang dapatkan dari orang suruhannya kemarin. Ia sudah membawa hadiahnya di dalam mobilnya.


Sesampainya di sana, ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Kebetulan pintunya juga tidak dikunci.


" Sbenernya dia kemana aja, sih?! Di kampus gak ada, di rumah juga gak ada...", Erick menggerutu.


Tiba-tiba seorang perempuan datang ke rumah itu. Perempuan itu terkejut melihat mobil mewah di depan rumahnya. Bahkan pintu rumahnya juga terbuka.


" Jangan- jangan ada maling!? Tapi masa maling bawa-bawa mobil mewah kek gini sih?", pikir perempuan tersebut.


Saat ia masuk ke dalam, ia melihat seorang lelaki yang duduk di sofa dan hadiah yang tergeletak di mana-mana. Perempuan itu ingin teriak, tapi ia sudah terpesona dengan lelaki tersebut (Erick).


Mereka saling bertatapan.


" Darimana saja kau?", tanya Erick.


" Hah?!? ", perempuan itu bingung.


" Kamu dari mana?! Sama cowok gondrong itu lagi?!", tanya Erick dengan nada yang agak tinggi.


" Cowok gondrong? Maksudnya Stefan? Memangnya kamu siapa?!", perempuan itu mulai marah sambil bertanya balik.


" Dih! Aku tanya malah nanya balik! Pake pura-pura gak kenal pula! Ganti nama, pindah rumah, bahkan membuat berita sudah mati!"


#PERDEBATAN PUN DIMULAI#


" Ganti nama? Aku gak pernah ganti nama kok! Dari aku kecil kan aku tinggal di sini! Dan siapa juga yang mati!!?"


" Gak usah pura-pura deh! Kemarin kenapa kamu gak ke kampus, Keyra?! Jangan- jangan kamu berhenti kuliah buat hindarin aku ya!?!!"


" Kampus? Aku kan masih kelas 2 SMA... Terus siapa lagi Keyra?! Namaku Elena!! Mkanya kalo gak tau gak usah sok-sok an kenal deh!"


Erick: " Hah?" * anggep aja lagi kehabisan kata...*


BERSAMBUNG....