A Secret

A Secret
As 05



"Menjadi sekertaris...apa saya tidak salah dengar?" tanya Sabina.


" Anda tidak salah dengar nona Sabina, saya ulangi sekali lagi, mulai besok kamu akan menjadi sekertaris pribadi saya !!" ucap Adelio, menekan ucapan pribadi.


"Maaf tuan. Anda bisa memilih orang lain, saya tidak berpengalaman menjadi seorang sekretaris pribadi !" sahut Sabina menatap wajah Adelio.


" Kamu sudah menandatangani kontrak kerja baru, sebagai sekretaris saya !" balas Adelio memegang map berwarna jingga .


" Kalau begitu saya akan, mengundurkan diri dari perusahaan ini !" ucap Sabina melangkah ke arah pintu .


Ternyata wanita ini sulit di taklukkan.


" Tunggu, baca dulu kontrak kerja ini! setelah itu, terserah apa yang akan menjadi keputusan mu !" Adelio memberikan map jingga pada Sabina.


Sabina mengambil map berwarna jingga dan mulai membacanya.


perjanjian kerja seumur hidup.


Nama - Elizabeth Sabina Abraham.


Menyetujui semua syarat dari tuan Adelio Marco Rafael , yang tertera di bawah ini.


Menjadi sekertaris pribadi tuan Adelio Marco Rafael.


Melayani semua kepentingan dan keperluan dari tuan Adelio Marco Rafael.


Mengikuti semua perintah Tuan Adelio Marco Rafael.


Mengijinkan tuan Adelio Marco Rafael menginap di apartemen nona Sabina.


Jika semua hal yang di atas tidak lakukan dan saya tolak, saya akan membayar biaya kompensasi sebesar 100 milyar.


perjanjian ini saya tanda tangani tanpa ada pemaksaan dari pihak manapun.


(sorry guys, kalau surat perjanjiannya tidak seperti perjanjian notaris).


Selama Sabina sedang membaca surat kontraknya, mata Adelio tidak berkedip melihat raut wajah Sabina yang berubah-ubah ekspresi raut wajahnya.


"sebentar lagi kemarahannya akan meledak " gumam Adelio.


" Apa kau mau menipuku ? tuan Adelio yang terhormat ?" tanya Sabina dengan suara sedikit keras. menatap tajam mata Adelio.


"Aku tidak menipumu, nona Sabina, anda sendiri yang tidak membaca surat kontraknya ! " jawab Adelio. memandang sarkas pada Sabina.


" Baiklah mulai besok aku akan menjadi sekertaris mu " ucap Sabina sambil mengangkat bokongnya dari kursi dan berlalu pergi dari ruangan Adelio.


"selangkah demi selangkah kau akan menjadi milikku Sabina"


Adelio hanya menatap punggung Sabina yang berlalu pergi dari ruangannya.


"Apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Suzane melihat Sabina mengumpul semua barang-barangnya.


Namun Sabina hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan sahabatnya.


"siapa yang membuat dirinya marah " gumam Suzane, yang tahu watak sahabatnya.


" Nona Mery tadi memanggilnya " ucap Clara.


"'Mengapa kalian memandang ku dengan wajah sedih ? aku tidak di pecat, tapi aku di pindahkan ke ruangan lain " ucap Sabina mengangkat kotak persegi yang berisikan semua barangnya.


" Oh...sayangku, jangan meninggalkan kami " ucap Enrique.


" Jangan berlebihan, kita masih bisa bertemu setiap harinya. kalian tahu, bagiku kalian lebih dari teman kerjaku, kalian semua sudah ku anggap seperti saudara ku " ucap Sabina menaruh kotaknya di atas meja. lalu memeluk Enrique di susul Clara dan yang lainnya.


" Ngomong-ngomong kamu di pindahkan ke divisi mana ?" tanya Suzane.


"Aku akan menjadi sekertaris dari CEO baru perusahaan ini " jawab Sabina.


"Aku dengar CEO baru kita masih lajang, aku sangat penasaran seperti apa wajahnya " ucap Suzane tersenyum bahagia.


Sabina tersenyum tipis mengingat pertemuannya dengan Adelio.


" Kau pernah bertemu dengannya" ucap Sabina.


" Apa aku mengenalnya ?"


" yah...kau mengenalnya, pria yang pernah aku tampar di dalam lift " jawab Sabina memasang wajah datar.


Kedua bola mata Suzane tiba-tiba membulat besar mendengar ucapan Sabina.


_________


Hai...guys jangan lupa like dan komentar buat aku yah🤭🤭🤭🤭