
Tengah malam Ha jin meregangkan otot tangannya terasa kaku karena di peluk Hwan hee. Hwan hee yang merasakan itu menurunkan tangan Ha jin dan kembali memeluk nya sampai terdengar rengekan kecil dari Ha jin, Hwan hee malah mencium nya saat itu juga. Entah mengapa Ha jin juga lebih tenang tidak lagi banyak gerak dengan posisi bibir yang masih berdekatan.
Pagi sekitar jam setengah enam Ha jin telah bangun, terasa berat karena tubuhnya di timpa kaki dan tangan Hwan hee.
"Hwan hee, bangunlah! Aku mau ke kamar mandi." Ha jin menggoyangkan lengan Hwan hee kuat.
"Sayang, masih malam tidur lagi."
"Hwan hee lepas sekarang atau aku akan marah!" Ha jin memberi pilihan pada Hwan hee yang membuat nya langsung melepas pelukannya. Di tatapnya wajah cantik Ha jin dengan dirinya yang masih muka bantal, merasa sangat lelah dan masih mengantuk.
"Apa lihat-lihat? Lagian meluk juga gak kira-kira, aku mau ke kamar mandi." Hwan hee nampak hanya mengerjapkan matanya berulang kali melihat Ha jin ke kamar mandi. Setelah keluar Ha jin kembali tidur dan membetulkan selimutnya, padahal Hwan hee sudah turun dari ranjang dan minum.
"Sayang, biasanya kamu langsung olahraga jika sudah terbangun. Kenapa sekarang malah mau tidur lagi?" Tanya nya mendekati Ha jin.
"Aku lelah, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu luang sebelum kembali syuting." Jawabnya dengan masih menutup matanya. Jelas saja karena ini Calandra bukan Ha jin asli, biasanya juga Calandra tidak bangun hampir waktu siang karena selalu menunda waktu sarapan demi tidur pulas nya.
"Hm baiklah tidur lagi, aku mandi dulu setelah itu kembali ke apartemen. Hari ini ada pertemuan dengan temen-temen." Temen-temen yang di maksud idol grup Hwan hee, ia membagi waktu dengan jadwal syuting.
"Hm."
Hwan hee selesai mandi bersiap lagi sambil melirik tunangannya yang masih dengan selimut tebalnya, ya kali selimut tetangga.
Cup
"Sayang, bangun dulu yuk sarapan. Aku mau pulang loh, kamu kalau ada sesuatu hubungi aku ya?" Hwan hee mengusik Ha jin dengan mencium nya, namun Ha jin masih setia dengan tidurnya. Sampai akhirnya Hwan hee ******* bibir Ha jin baru disitu Ha jin membuka matanya menatap Hwan hee sejenak sebelum di dorong nya tubuh Hwan hee agar menjauh.
"Maaf sayang, lagian dibangunin suruh sarapan malah tidur."
"Ada apa lagi?" Ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku mau pulang, hari ini ketemu sama temen-temen." Menatap Ha jin yang juga menatapnya.
"Bangun sekarang atau aku cium lagi." Tentu saja Ha jin langsung bangun.
"Kenapa bangun sih?" Tanya Hwan hee.
"Aneh kamu, tadi suruh bangun. Sekarang aku bangun malah nanya lagi."
"Jadinya gak bisa cium kamu," ucapnya dengan suara dan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin. Ha jin hanya memutar bola matanya malas.
Ha jin berjalan untuk membuka pintu, namun Hwan hee menghalangi nya.
"Salah lagi, tadi diajak sarapan sekarang apa lagi?"
"Sayang kamu jangan marah terus dong, aku cuma gak mau kamu keluar dengan pakaian tanpa bra begini." Ha jin tersadar jika dirinya memang belum kembali memakai nya.
"Iya nanti aja aku malas."
"Kamu duduk aja biar aku yang bantu pasangin." Ucapnya dengan menaikkan satu alisnya.
"Modus, bilang aja mau pegang-pegang alasan segala mau bantuin."
Ha jin berbalik dan mengambil bra miliknya, mengangkat baju nya keatas menampilkan hotpants dan perut putih mulus rata nya. Tentu saja Hwan hee hanya menelan ludah, jika dirinya melakukan kesalahan saat Ha jin belum mengingat sepenuhnya dengan mood yang tidak baik juga akan merugikan dirinya, jadi lebih baik Hwan hee diam saja namun tidak menyiakan kesempatan.
"Nanti aku akan pulang larut karena harus latihan di dorm sama teman-teman, kalau butuh apa-apa langsung telepon aja aku akan berusaha selalu ada buat kamu." Ucapnya setelah melihat Ha jin sudah siap dengan bajunya.
"Tidak masalah, aku akan istirahat saja tanpa perlu lagi mengabari kamu yang sedang latihan."
"No, aku latihan tetap akan ada waktu untuk kamu. Coba saja kamu sembuh, aku akan ajak kamu kesana biar aku bisa sambil jagain kamu."
"Sudahlah, aku tidak masalah disini. Besok juga bisa ketemu lagi." Ha jin lama-lama kesal dengan Hwan hee, terlalu bucin dengan nya.
Di meja makan sudah ada Ha joon yang tengah sarapan, melihat adik dan juga Hwan hee yang baru keluar.
"Oppa kira kamu olahraga, jadi oppa makan aja sendiri."
"Tidak oppa, Ha jin sedang malas keluar. Lagipula kalau memang mau olahraga tinggal ke ruang olahraga tidak perlu keluar." Karena di rumah nya Ha joon mempunyai tempat khusus untuk olahraga dirinya, tentu saja jika Ha jin yang menggunakan tidak masalah termasuk Hwan hee.
Mereka sarapan sambil mengobrol walaupun Ha jin banyak diamnya, karena memang tidak biasa dengan orang baru.
...******...
Sore hari ada bunyi ponsel Ha jin yang sudah dibelikan oppa Ha joon, karena Ha jin sedang tidak memegang ponselnya maka berkali-kali pun ponselnya berdering tidak akan di angkat.
"Maaf nona Ha jin, ada panggilan dari tuan Ha joon." Seseorang membuyarkan lamunannya yang tak lain adalah asisten rumah nya.
"Ah iya dimana sekarang?"
"Mari! Tuan menelepon lewat telepon rumah, karena ponsel nona dari tadi tidak diangkat." Ha jin hanya mengangguk.
"Terima kasih (감사합니다)." Setelah berterima kasih dan asisten nya pergi, Ha jin mengangkat telepon nya.
"Yeoboseyo."
"Aaa yeoboseyo. Kemana saja dari tadi oppa menghubungi mu, tapi tidak diangkat?" Tanya Ha joon.
"Ha jin sedang berkeliling di taman, ada apa?"
"Kamu harus menghubungi tunangan mu itu, sejak tadi dia khawatir karena kamu tidak mengangkat nya. Untung saja aku cepat menghubungi nomor rumah dan mengatakan pada Hwan hee secepatnya kalau kamu baik-baik saja." Terangnya karena memang Hwan hee langsung menghubungi nya di kantor.
"Ck ada saja orang itu, ponsel ku ditinggal di kamar jelas saja aku tidak mengangkat nya. Oppa juga mau aja disuruh sama dia, padahal katanya dia sedang latihan terus untuk apa menghubungi ku?"
"Tanya saja pada orang nya Lang, oppa juga khawatir takut terjadi apa-apa sama kamu karena belum begitu pulih. Sekarang kamu baik-baik saja jadi oppa harus segera meeting."
"Baiklah." Mereka memutuskan sambungan telepon nya, lalu Ha jin masuk ke kamarnya untuk melihat ponselnya. Seberapa banyak dua orang itu menghubungi nya.
Dilihatnya ternyata ada puluhan kali Hwan hee dan Ha joon menghubungi nya.
Baru saja Ha jin akan menghubungi Hwan hee, namun sudah lebih dulu tunangannya itu menghubungi nya.
"Sayang, kemana saja dari tadi? Aku sangat khawatir sama kamu karena tidak mengangkat telepon ku."
"Aku baik-baik saja Hwan hee, kamu latihan saja dengan baik disana. Disini banyak orang jika aku butuh sesuatu."
"Beralih video call, aku ingin melihat wajahmu." Ha jin menggeser beralih ke panggilan video.
"Syukurlah kamu baik-baik saja, aku jadi semangat lagi melihat wajah cantik mu." Ucapnya membuat Ha jin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ha jin ssi, tunangan mu ini sejak tadi tidak fokus karena kamu tidak mengangkat telepon nya. Jadi kami harus istirahat beberapa kali sampai kamu bisa dihubungi." Ucap salah satu temannya.
"Bukan hanya Hwan hee, tapi teman-teman nya mengenalku." Ha jin tersenyum karena dirinya dikenal oleh teman idol tunangannya.
"Pukul saja jika latihan nya jelek, aku yang tanggung jawab." Ucap Ha jin tertawa.
"Eh mana bisa gitu sayang, aku disini sudah harus banyak bersabar menghadapi hyeong dan maknae kematian."
Hwan hee tidak sadar jika dirinya juga maknae sekaligus hyeong kematian karena juga umurnya di tengah dari mereka berlima.
"Sadar diri itu juga perlu, kamu di jadikan leader karena umurnya di tengah-tengah dari mereka. Jadi sebenarnya kalian semua sama saja, tidak perlu saling menyalahkan." Bukan hanya itu, Hwan hee jadi leader juga karena multitalent yang dimilikinya, hingga menggarap menjadi aktor.
Keempat teman lainnya menertawakan Hwan hee, karena memang yang dikatakan Ha jin sangat benar. Bisa dibilang mereka semua sama dan suka-suka mereka hingga agensi nya juga angkat tangan dengan kelakuan idolnya.
"Ha jin ssi yang sabar dengan Hwan hee, kita disini juga selalu berusaha sabar." Setelah asik berbincang, Ha jin hanya tertawa saja setelah nya.
"Kalian latihan saja dulu, jika ada waktu aku akan kesana nanti."
"Bisa tidak kalau tetap menyala? Aku akan latihan sambil kamu lihatin gitu."
"Boleh, tapi selama seminggu jangan temui aku." Ucapnya membuat ekspresi wajah Hwan hee berubah.
"Gitu aja ngambek, berarti besok aku tidak jadi ke apartemen tunangan ku dong."
"Seung cheol apartemen nya kosong nuna, kalau tunangannya tidak mau menyambut nuna."
"Enak saja kau ini, mana ada aku bilang tidak menerimanya."
"Sudahlah aku mau istirahat, kalian selesaikan urusan kalian ini." Ha jin pusing dan langsung memutuskan sambungan video call dengan Hwan hee.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
See you...